DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
95.


__ADS_3

Terlihat seorang pria yang berjalan sendirian dimalam hari.Dia melangkahkan kakinya menuju ke belakang rumah Marni yang sekarang menjadi milik Argana.Dia tadi sore bertemu dengan pria yang merupakan temannya dahulu dan mengajak nya bertemu disini.Dan dia berdiri bersandar dan menunggu kedatangan Aziz.


Dua puluh menit telah berlalu,namun yang ditunggu-tunggu tidak juga datang.Dia pun menggerutu."Kemana sih si Aziz ini,sudah dua puluh menit aku berdiri disini dan dia tidak kunjung datang.Jika dalam lima menit lagi dia tidak datang,maka aku akan pulang.Persetan jika dia marah!"


Baru selesai dia berkata,datang lah seorang pria yang tidak lain adalah Aziz.Lalu dia menghampirinya."Cepat katakan,ada apa kau mengajak ku bertemu disini?"bentak pria itu yang tidak lain adalah Bimasena,ayah nya Yasmin.


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu,katanya ada hal yang penting yang ingin dia katakan."ucap Aziz


Lalu sepuluh orang pria berbadan tinggi besar yang memakai pakaian serba hitam mendekati Bima.


"Ehh apa ini?"tanya Bima yang kaget melihat pria-pria itu,lalu dia memandang ke arah Aziz yang tersenyum sinis kepadanya."Apa maksudmu Aziz? Siapa pria-pria ini?"tanya Bima lagi


"Kau tidak perlu tahu,tangkap dia."ucap Aziz memberi perintah


Dua orang pria mendekati Bima dan ingin menangkap nya.Bima pun melawan akhirnya,karena tidak ingin membuang-buang waktu.Pria-pria itu menangkap Bima dan salah seorang pria itu membekap mulut Bima dengan sapu tangan yang diberi bius.Bima pun akhirnya tidak sadar kan diri.Dua orang pria menggotong tubuh Bima dan memasukkan nya ke dalam mobil yang berada didepan.Sedangkan Aziz masuk ke dalam mobil kedua,yang berada dibelakang mobil pertama yang tadinya Bima dimasukkan.


Kemudian mobil mereka melaju ke kota dengan cepat.


*********


Argana duduk melamun di kursi nya,hingga dia tidak menyadari kedatangan dua sahabatnya.Siapa lagi kalau bukan Takeshi dan Marcelian.


"Kenapa tuh anak,tidak seperti biasanya."ucap Marcelian pada Takeshi begitu dia melihat Argana yang duduk melamun


"Yaa mana gua tau,ada masalah kali."sahut Takeshi


"Woooyyy!!!" Marcelian berteriak didekat telinga Argana,hingga Argana tersentak dari lamunannya.Dan dia pun ingin melempar asbak yang berada di atas mejanya.


"Hahaha ampun bos,jangan dilempar."ucap Marcelian yang tertawa karena kelakuannya sendiri,ditambah Argana yang ingin melempar nya dengan asbak.


"Hahahaha kaget dia."ucap Takeshi tergelak melihat Argana yang terkejut


"Yaa....siapa yang gak kaget,teriak nya deket telinga."gerutu Argana sambil mengusap telinga nya yang terasa berdenging,lalu dia meletakkan asbak ke mejanya.


Lalu Takeshi dan Marcelian duduk di sofa yang ada dalam ruangan kerja Argana."Ngapain lu pada kesini"tanya Argana yang masih kesal pada Marcelian


"Yaa healing aja sih."sahut Marcelian dengan asal


"Healing itu ke pantai dodol.Bukan ke kantor nya Arga."sahut Takeshi menimpali ucapan Marcelian


"Suka-suka gua dong,kenapa elu yang sewot."ucap Marcelian santai,hingga Argana dan Takeshi hanya memutar bola matanya dengan malas


"Elu lagi ngelamun apa sih, bahkan elu gak dengar langkah kaki kami yang masuk ke dalam ruangan elu?"tanya Takeshi


"Paling-paling,dia lagi mikirin hubungan nya dengan Yasmin.Kapan yaa ayah nya Yasmin merestui hubungan kami?"ucap Marcelian meledek Argana


"Hahaha sok tau."sahut Argana,lalu dia menghela nafas berat."Sebenarnya gua ada masalah dan ada kaitannya dengan ayah nya Yasmin."ucap Argana


"Masih tentang restu,apalagi kan."sahut Takeshi

__ADS_1


"Bukan."


"Lalu?"


"Ceritanya panjang, sampai-sampai gua bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada kalian."ucap Argana dengan memijat pelipisnya yang terasa pening


"Cerita aja bro.Jangan sungkan untuk curhat,karena kita kan sudah lama bersahabat."ucap Takeshi dan dibalas anggukan kecil Marcelian


"Jadi begini......malam kemarin,kakek di rasuki oleh jin qarin ibu gua.Sebenarnya gua enggak percaya,tapi rasanya gua harus percaya.....!!"


"Tunggu-tunggu,kok kakek lo bisa di rasuki begitu?"tanya Marcelian yang merasa sedikit ngeri


"Gua juga bingung,tapi yang lebih membuat gua bingung dan terkejut adalah fakta yang dikatakan oleh kakek yang sedang dirasuk."ucap Argana


"Fakta apa?"tanya Marcelian


"Faktanya, ayah Yasmin adalah orang yang memfitnah dan menghasut warga untuk membakar rumah ayah dan ibu gua.Karena dia dendam kepada orang tua gua gaes."ucap Argana sambil menatap pena yang berada dijari tangan nya


Mendengar ucapan Argana,tentu saja Marcelian dan Takeshi terkejut.Jika ayah Yasmin memang pelaku yang sebenarnya,mungkin saja.Itu sebabnya selama ini dia selalu menentang hubungan Argana dan Yasmin.


"Emang nya,om Bima ada dendam apa sama nyokap dan bokap Lo?"tanya Takeshi


"Kata kakek yang masih dirasuki qarin ibu,dia dendam karena cintanya ditolak oleh ibu gua.Dan ibu gua lebih memilih ayah gua,itu sebab nya dia tega memfitnah kedua orang tua gua."


"Jadi,apa yang akan Lo lakuin sekarang?"tanya Marcelian


"Gua.... Gua juga bingung! Gua masih dilema,apalagi kedua kakek dan paman ku sekarang sudah tidak merestui lagi hubungan gua dengan Yasmin.Kata nya,mereka tidak ingin mempunya besan yang merupakan pembunuh dari orang tua ku."jawab Argana


"Tapi,rasa nya gak adil banget. Ayah nya Yasmin kan hanya memfitnah ayah dan ibu ku saja.Dan dia tidak membunuh kedua orang tua ku.Dan untuk hubungan ku dengan Yasmin juga,yang bersalah kan ayah nya bukan anak nya."ucap Argana


"Tapi tetap saja om Bima ikut andil dalam kejadian itu,dan pelaku utamanya adalah dia sendiri.Karena dia tega memfitnah ayah dan ibu Lo,Arga.Lo harus tau,jika fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan."ucap Takeshi dan dibalas anggukan Marcelian.


Marcelian pun membenarkan perkataan Takeshi."Yang dibilang Takeshi itu benar,Ga. Jika orang tua elu gak di fitnah oleh om Bima,warga gak akan melakukan itu semua pada orang tua Lo."


"Kalau menurut gua sih,yaa terserah elu."ucap Takeshi


"Kalau gua jadi elu,gua gak akan tinggal diam.Gua akan balas perbuatan om Bima dan gua akan buat perhitungan sama dia."ucap Marcelian dengan menggebu-gebu


"Bisa aja lu."sahut takeshi


"Yaa dong."


Mendengar ucapan sahabat-sahabatnya,Argana jadi semakin dilema.


Harus kah dia mengakhiri hubungan nya dengan Yasmin? Jika dulu dia tidak mendapat kan restu dari Bima,sekarang keluarganya sangat menentang hubungan nya.


"Kalau gua jadi elu,yaa tinggal putusin aja tuh si Yasmin. Masih banyak gadis lain bro."ucap Marcelian yang makin membuat Argana dilema


"Harus yaa gua akhiri hubungan gua dengan Yasmin?"tanya Argana

__ADS_1


"Kalau menurut gua sih yaa,masa lu tega menentang keinginan keluarga elu hanya gara-gara gadis itu.Cinta yaa cinta,tapi pakai logika juga.Jangan sampai elu menyesal suatu hari nanti dan kepikiran. ' Kok gua mau yaa nikah sama Yasmin,padahal ayah nya telah ikut andil dalam kejadian yang menimpa ayah dan ibuku. ' setelah itu,Lo dihantui rasa penyesalan."ucap Marcelian yang semakin membuat Argana dilema


"Gua jadi bingung."ucap Argana lirih


"Gua juga bingung."ucap Marcelian


Alis Argana dan Takeshi naik sebelah,mereka heran dengan perkataan Marcelian."Maksud Lo apa dan Lo bingung apaan?"tanya Takeshi


"Pokok nya gua bingung,karena Argana bingung jadi gua juga bingung."sahut Marcelian dengan konyol


"Aneh Lo..!!"gerutu Takeshi sedikit kesal,lalu dia berkata."Karena kalian bingung,gua jadi ikut-ikutan bingung."


"Hahahahah."tawa Argana terdengar menggelegar didalam ruangannya,sehingga dua sahabatnya itu memandang nya dan mereka ikutan ketawa.


Sungguh konyol sekali.


*********


BYURR.......


Bima yang terikat itu langsung terbangun saat dirinya terkena guyuran air.Lalu dia menatap tajam ke arah pria yang telah mengguyur nya itu,kemudian dia melihat dirinya yang terikat.


"LEPASKAN AKU, APA YANG KALIAN LAKUKAN KEPADAKU." Teriak Bima


Namun pria yang berada di ruangan itu menulikan telinganya,lalu dia keluar dari ruangan itu dan tidak lama kemudian.Pria itu masuk kembali ke dalam dengan seorang pria yang merupakan bos nya.


Pria itu memandang Bima dengan seringai dibibir nya.Dan Bima terkejut melihat pria yang masuk itu.Dia Seperti pernah seseorang yang mirip dengan nya.Ahh iya,pria itu mirip Fandi.


"SIAPA KAU? CEPAT LEPASKAN AKU BAJINGAN." umpat Bima


"Santai dulu,jangan terburu-buru.Aku belum bermain-main dengan mu dan kita belum berkenalan."ucap pria yang merupakan bos dari pria yang menyiram Bima tadi


"Siapa kau?"tanya Bima


"Perkenalkan,aku adalah Fandi.Pria yang kau bunuh dua puluh tiga tahun yang lalu."ucap pria itu


Bima terkejut.'Mustahil,Fandi telah mati.Bagaimana mungkin dia masih hidup.' lalu dia memandang pria yang begitu mirip dengan Fandi dan berkata."Kau pendusta,Fandi telah lama mati.Siapa kau, jangan macam-macam."ucap nya


"Hahaha rupanya kau tidak mempercayai perkataan ku.Yaa kau memang benar,aku memang bukan Fandi.Tapi aku adalah Jefri,saudara kembarnya."ucap pria itu yang memang adalah Jefri,paman nya Argana.


"Lalu?"ucap Bima dengan enteng


"Lalu?"gumam Jefri ,kemudian dia melanjutkan perkataannya nya."Aku akan membuat perhitungan dengan mu,karena kau telah menyebabkan saudara kembar dan adik ipar ku tiada.Dan karena kau, keponakan ku jadi anak yatim-piatu sejak dilahirkan."sentak Jefri


"Apakah aku peduli? Tentu saja tidak,harusnya dia juga harus mati saat itu."ucap Bima dengan santai


Sehingga membuat Jefri marah.Lalu dia memerintahkan anak buahnya."Jangan beri dia makan dan minum hari ini,dan siksa dia dengan cambuk lima puluh kali."ucap Jefri lalu meninggalkan ruangan itu.


Diruangan itu hanya terdengar jeritan Bima yang disiksa oleh anak buah Jefri.

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2