
Kini Bima benar-benar akan diadili oleh warga, Sepertinya akan sulit lepas dari amukan mereka.Berbagai kesempatan para warga memukul nya, sampai-sampai pak kades kewalahan menegur mereka.
Para wanita yang tua maupun muda,melempari Bima dengan telur dan buah-buahan busuk.Belum lagi kutuk serapah yang mereka ucapkan,rasa nya sangat menyakitkan.Bahkan,Yuanika istri Bima hanya bisa menangis bersama Yasmin.Farisham pun berdiri mendekap mereka berdua,mereka bertiga dilarang untuk mendekati Bima.Karena kesalahan Bima sangat fatal sekali.
Semua warga berdiri mengelilingi Bima yang masih diikat tangan nya.Bahkan para wanita yang awalnya berada dirumah,kini sudah berkumpul disana.Mereka semua terkejut mendengar sebuah fakta,bahwa Bima yang menjadi yang memfitnah Fandi dan Arum malam itu.
Sungguh,mereka tidak habis pikir.Hanya karena cemburu, bagaimana mungkin Bima Setega itu pada Fandi dan Arum.Tapi,nasi sudah menjadi bubur.Kejadian demi kejadian telah terjadi selama lebih dari dua puluh tahun.Yaitu mereka mendapatkan teror dan pembunuhan yang dilakukan oleh kuntilanak Arum.
Betapa sakit nya hidup mereka,mereka pun terpaksa bertahan didesa ini.Karena didesa ini mereka lahir dan akan selamanya menetap.Berbeda sekali dengan warga yang tidak tahan karena diteror terus menerus, hingga akhirnya mereka langsung pindah dari desa beringin ke kota atau desa lainnya.
"HENTIKAN PERBUATAN KALIAN,TIDAK ADA KAH SEDIKIT PUN HATI NURANI KALIAN."ucap pak kades yang begitu nyaring,sehingga mereka semua menghentikan kegiatan mereka yang melempari Bima dengan apapun.Kini penampilan Bima sedang tidak terlihat baik-baik saja.
"Pak kades,untuk apa kami memakai hati nurani kepada dia.Jelas-jelas dia yang menyebabkan kami ikut terseret-seret dalam masalahnya dahulu,dan membuat para pria membakar Fandi dan Arum yang sebenarnya tidak bersalah."ucap Seorang wanita bertubuh gemuk
"Karena dia,suami ku juga ikut-ikutan melampiaskan amarah kepada Fandi dan Arum.Dan akhirnya ,putra kami yang menjadi korban dari dendam kuntilanak Arum.Kenapa kami harus memakai hati nurani pada dia ,HAH?"ucap seorang wanita tua yang merupakan ibu dari Reza. Abang dari Reza harus tewas secara mengenaskan,karena dia juga ikut bersama sang ayah membakar rumah Fandi dan Arum.
"Yaaa,,,,,lebih baik dia segera dihukum bakar saja.Seperti dia menyuruh kami para pria membakar rumah Fandi.Hukum harus segera dilakukan,jika tidak desa kita akan menjadi desa terkutuk.Karena telah membiarkan pria biadab ini hidup."ucap pak Badar yang sudah geram pada Bima,dia sangat sakit hati.Dia ikut salah kaprah saat malam itu,yang ada dipikirannya hanya lah membunuh pelaku yang menyantet anak nya.Namun siapa sangka,ternyata dia salah sasaran.Itu semua karena Bima,Bima telah menghasut nya.
Semua warga berteriak-teriak,sehingga membuat pak kades dan tetua adat bingung menegur mereka.Akhirnya mereka terdiam setelah mendengar suara tembakan pistol.
DORRRR
Mereka melihat kesana kemari,siapa yang menembak itu.Dan tatapan mereka berakhir pada Jefri yang memegang pistol.Ternyata saudara kembar Fandi yang melakukan nya. Ucap mereka dalam hati.
"Dari tadi kalian terus berisik,hukum apa yang kalian gunakan pada pria itu?"tanya Jefri dengan sinis
"Itu urusan kami,kenapa kau yang ikut campur."ucap seorang pria yang tidak senang,karena dia merasa Jefri telah ikut campur.
"Heii bodoh,jika aku tidak ikut campur dan mengatakan fakta sebenarnya.Kalian akan selamanya menjadi tidak tahu,siapa penjahat yang sebenarnya selama ini."bentak Jefri
"Jef,sabar."ucap Ibrahim dan Jefri hanya mendengus
"Maafkan sikap warga kami, terimakasih telah mengungkapkan kebenarannya."ucap pak kades tulus dan dibalas anggukan Jefri.Lalu pak kades memandang Argana yang masih diam. "Nak Arga, bagaimana apa keputusan untuk hukuman Bima?"tanya Pak kades tiba-tiba
Semua orang terkejut mendengar pertanyaan pemimpin desa mereka,termasuk Argana yang ditanya.
"Kenapa pak kades bertanya kepadanya, jelas-jelas Bima harus dihukum bakar."ucap beberapa warga yang sudah geram
"Iya pak kades,untuk apa menunggu keputusan anak muda itu."ucap mereka lagi
"Ibunya yang mati lalu menjadi hantu dan gentayangan meneror serta membunuh warga.Apa kah layak jika dia ikut memberi keputusan?"tanya yang lainnya
__ADS_1
Mendengar ibunya ikut disebut-sebut,hati Argana terasa teriris.Bukan kah ibunya mati karena perbuatan salah kaprah mereka? Kenapa mereka masih menyalahkan ibunya ?
"DIAM KALIAN. Aku bertanya kepada pemuda itu,bukan pada kalian."bentak pak kades yang telah hilang kesabarannya.
"Harus nya kalian sadar diri,jika kalian juga ikut terlibat membunuh adik serta adik iparku."ucap Jefri yang masih merasa geram pada mereka.
"Bahkan aku bisa memenjarakan kalian semua,karena kalian lah anak dan menantuku tiada.Apalagi kami mempunyai bukti yang kuat."ucap Ibrahim penuh ancaman
Mendengar perkataan Ibrahim, semua warga yang berkata dengan pongah tadi bungkam.
"Nak Arga,aku menunggu keputusan mu."ucap pak kades
Argana memandang Yasmin,dia menjadi tidak tega pada gadis yang masih dia cintai itu.Tapi, Seperti nya takdir memaksa mereka untuk tidak bersatu.
Gadis itu masih menatap Argana,dia harap-harap cemas menunggu keputusan Argana.Dia memang kecewa pada Argana yang dengan tega mengakhiri hubungan mereka.Namun,kini dia mengerti.Akan sangat sulit hubungan mereka jika terus bertahan.Apalagi keluarga Argana tidak menyukai nya,lalu untuk apa dia bertahan.
"Maaf,aku tidak bisa memutuskan.Semua nya aku serahkan pada keluarga ku dan kalian saja.Maaf,aku harus segera pergi."ucap Argana ,lalu dia berbalik meninggalkan tempat itu dan diiringi oleh Takeshi,sang sahabat.
Semua orang menatap Argana sedih,pasti sangat menyakitkan jika berada diposisi Argana.Johan yang menatap kepergian cucunya pun langsung berkata pada Ibrahim yang berada disampingnya."Ibra,semua urusan ini aku serahkan pada kalian.Aku akan mengejar cucu kita.Saat ini hatinya tidak sedang baik-baik saja."ucap Johan pamit
"Baik Ibra,kau segera saja susul cucu kita.Aku pun sangat mengkhawatirkan keadaan mental nya sekarang. Pasti dia terguncang hebat."ucap Ibrahim sambil menatap sendu kepergian cucunya
"Jika itu keputusan Argana,maka kita akan melanjutkan hukuman ini nanti malam saja.Karena jika dilanjutkan sekarang,pamali.Apalagi ini sudah mulai senja.Kalian bisa pulang terlebih dahulu."ucap pak kades
"Kami tidak akan pulang."ucap mereka serempak
Tetua adat maju. "Pulang sekarang."titah sang tetua adat,karena tidak ingin melawan.Akhirnya mereka menurut untuk pulang.Tetua adat dan beberapa diantara mereka menjaga Bima bersama anak buah Jefri.
Pak kades menghampiri Jefri dan Ibrahim. "Alangkah baiknya,kalian ikut ke rumah ku."ajak pak kades dan langsung dituruti ayah dan anak itu
Mereka berdua mengiringi langkah kaki pak kades.
___
Argana terus berjalan meninggalkan mobilnya dan akhirnya dia menghentikan langkahnya didepan surau.
"Arga."panggil Takeshi
"Cepat banget sih jalan Lo?"ucap Takeshi
Johan telah mendekati mereka,lalu Argana berkata."Setiap ada masalah,aku selalu mengadu pada Allah SWT.Hanya kepada Allah SWT aku bisa merasakan ketenangan dan keikhlasan.Dengan shalat dan mengaji,aku bisa merasakan ketenangan.Dan sebentar lagi shalat magrib akan tiba."ucap Argana dengan lirih,lalu dia melangkah ke tempat wudhu.Dia pun mulai menarik lengan baju kemejanya ke atas,dan berwudhu.
__ADS_1
Seperti Argana,Johan dan Takeshi mengikuti kegiatan Argana.Benar yang Argana katakan,jika mereka harus selalu melibatkan Allah dalam hal apapun.Karena hanya Allah SWT yang paling mengerti keinginan hamba nya.
Selesai berwudhu,Argana masuk ke dalam surau.Disana sudah ada ustadz Mirza bersama anak-anak yang masih mengaji.
"Assalamualaikum."ucap Argana didepan pintu
"Waalaikumsalam."ucap ustadz Mirza dan anak-anak
"Bang Arga."sapa anak-anak dengan senang,ustadz Mirza juga tersenyum melihat kedatangan Argana bersama Takeshi.Dan satu pria lagi,dia tidak mengenalnya.Namun dia juga tersenyum ramah.Johan pun membalas senyum sang ustadz.
Argana menyalami tangan ustadz Mirza,Takeshi dan Johan melakukan hal yang sama.Waktu Maghrib pun tiba,Argana diminta untuk mengumandangkan adzan.
Dengan percaya diri,Argana menuju ke mimbar.Lalu dia mengumandangkan adzan.
٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Selesai mengumandangkan adzan,semua orang berdoa.
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَنِ اْلوَسِيْلَةَ وَاْلفَضِيْلَةْ وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْدًا اَّلذِيْ وَعَدْتَهْ
Artinya : "Wahai Tuhanku, yang memiliki seruan sempurna ini serta sholat yang segera akan dilaksanakan, berilah kepada junjungan kami Nabi Muhammad kedudukan sebagai wasilah serta kemuliaan dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan."
Kemudian,Argana melakukan shalat sunah.Setelag salam,dia langsung berdzikir kepada Allah.Dan dia berdoa pada Allah untuk memohon ampunan atas segala dosa-dosa nya dan dosa kedua orang tuanya.
Setelah itu,Takeshi diminta untuk melakukan Iqamah.Dan shalat fardhu magrib dipimpin oleh ustadz Mirza hingga selesai.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1