DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 33


__ADS_3

...***...


Malam harinya.


Pada saat itu Hase Sensei masih berada di rumah Hasegawa Yuuto. Kenapa ia belum pulang juga?. Alasannya karena ia sangat khawatir dengan kondisi Yuuto.


"Apakah ini tidak apa-apa?. Hase sensei?." Yuuto merasa tidak enak. "Maaf jika aku telah membuat sensei merasa kerepotan." Ucapnya dengan perasaan bersalah.


"Kan tidak perlu merasa bersalah seperti itu yuuto. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu apapun padamu." Memang seperti itulah yang tergambar saat itu.


"Apakah itu karena mikoto hase saat ini


bersamaku?. Sehingga sensei sangat ketakutan, jika aku akan dimasuki, dikendalikan mikoto untuk balas dendam?." Pertanyaan seperti keluar begitu saja dari pikirannya saat itu.


"Yuuto?." Hase Sense dan Mikoto sangat terkejut mendengarkan itu.


"Maaf, jika aku berpikiran buruk tentang hase Sensei saat ini. Karena hanya mikoto yang aku miliki saat ini." Hanya perasaan kesepian yang ia rasakan selama ini, hingga ia berpikiran Seperti itu.


"Kau tenang saja yuuto." Hase Sensei memeluk Yuuto dengan sangat lembut. "Aku tidak akan memisahkan kalian. Aku akan bersama kalian." Ia mengelus kepala Penuh kelembutan. "Bagiku, Kalian adalah sosok adik harus yang aku lindungi." Ia hampir saja menangis ketika mengucapkan kalimat itu.


"Jangan sampai kau terpengaruh karena sikap lembutnya itu, yuuto." Mikoto sedikit memberikan peringatan pada Yuuto, agar tidak tersentuh, ataupun terbawa suasana dengan apa yang telah dikatakan Hase Sensei.

__ADS_1


"Kau tenang saja mikoto-kun." Dengan suara yang bisu ia hanya menggerakkan bibirnya saja. "Anggap saja malam ini aku hanya melepas lelah saja." Ucapnya lagi. Karena ia tidak mungkin mengatakan kalimat itu secara langsung di depan Hase Sensei.


"Ya, aku mengerti." Balas Mikoto.


"Katakan padaku apa masalahmu yuuto. Hase kun?. Kalian bisa mendengarkan aku, kan?." Rasanya ia benar-benar ingin menangis. Karena adik dan siswanya itu mengalami nasib yang sama.


Namun tidak ada jawaban dari Yuuto saat itu, ia hanya diam sambil memikirkan apa yang telah terjadi selama ini di dalam hidupnya sangat sangat rumit.


"Masih belum ada jawaban ya?." Dalam hatinya merasa iba, karena tidak ada tanggapan dari Yuuto. "Aku akan selalu mengawasi kalian berdua." Dalam hati Hase Sensei telah berjanji akan melakukan apapun untuk membuat Yuuto merasa lebih baik. Dan ia akan memikirkan cara untuk menenangkan roh adiknya yang gentayangan.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


Kembali ke masa itu.


Saat itu ia masih berumur 6 tahun, saat itu bersama ibunya?. Isumi Mikoto?. Itulah nama ibunya. Saat itu ia melihat ibunya yang sedang dikuasai oleh kemarahan yang sangat luar biasa. Lalu bagaimana dengan ayahnya?. Saat itu ayahnya bersama bayi mungil yang sangat lucu. Karena merasa penasaran, Mikami Mikoto mendekati ayahnya.


"Ayah?. Apakah bayi ini adikku?." Di umur yang segitu ia memberanikan dirinya untuk bertanya seperti itu pada ayahnya.


"Tentu saja dia adalah adikmu." Dengan senyuman ramah Tatsu Mikoto berkata seperti itu.


"Benarkah?. Tapi kenapa aku sama sekali tidak mengetahuinya?." Dengan tampang polosnya ia bertanya seperti itu. Saat itu ia melihat ibunya yang tampak emosi berat. "Ibu?. Kenapa ibu tidak mengatakan apapun padaku?. Jika aku memiliki seorang adik?." Kali ini ia bertanya pada ibunya.

__ADS_1


"Jangan tanyakan padaku!." Balas Isumi Mikoto dengan membentak anaknya yang sama sekali tidak mengerti masalah apa yang telah terjadi. "Tanyakan pada ayahmu itu?!. Anak siapa yang telah ia bawa padaku!." Hatinya saat itu sangat membara, tidak terima atas apa yang telah dilakukan suaminya itu.


"Ayah?. Kenapa ibu berkata seperti itu?. Kenapa ibu terlihat sangat merah?." Mikami Mikoto sangat takut dengan penampilan ibunya saat itu. Sangat galak dari apa yang ia lihat selama ini.


"Isami!. Jangan berkata yang tidak-tidak pada mikami!. Dia masih kecil!." Bentak Tatsu merasa sangat kesal dengan apa yang dilakukan istirnya. "Aku tahu kau marah!. Tapi jangan kau lampiaskan amarahmu itu pada anak kita mikami!." Dia belum mengerti!." Tatsu Mikoto mencoba untuk memberikan peringatan pada istrinya.


"Kau lah yang telah membuat aku seperti ini!. Lelaki biadab!. Berani sekali kau selingkuh di belakangku bersama gadis malam itu?!." Hatinya saat itu di penuhi oleh kemarahan, kebencian, dan ingin melakukan sesuatu agar rasa sakit hati yang ia rasakan saat itu berkurang.


Tatsu Mikoto mendekati istrinya, dan ia membawa istrinya keluar dari kamar itu. Agar apa yang telah mereka lakukan saat tidak mengganggu mental anaknya.


"Ayah dan ibu sangat aneh sekali. Memangnya apa yang terjadi?." Ia mencoba mendekati bayi mungil yang masih terlelap di tempat tidur. Seakan-akan ia sama sekali tidak merasa terganggu sedikitpun, walaupun ayah dan ibunya berkata dengan suara yang sangat tinggi. "Adik bayi." Mikami mencoba menyentuh tangan bayi lucu itu dengan penuh kelembutan. Akan tetapi apa yang terjadi pada saat itu?. Bayi kecil yang lucu itu meresponnya?. Bayi lucu yang tadinya sedang terlelap tidur?. Kini ia merespon sentuhan yang dilakukan oleh Mikami Mikoto?. "Wah?!. Udah bangun nih?." Walaupun ia tidak mengerti apa yang telah terjadi pada saat itu. Akan tetapi entah kenapa ia merasa sangat senang ketika melihat bola mata lucu dari bayi yang lucu. "Hai adik manis. Aku akan menjadi kakak yang baik untukmu, loh?." Dengan senyuman yang penuh kebahagiaan ia berkata seperti itu pada bayi lucu itu.


Kembali ke masa ini.


Seperti itulah kejadian pertama yang ia ingat saat ia masih kecil. Saat itu ia tidak menduga sama sekali, jika adiknya memiliki ibu yang berbeda dengannya. Saat itu ia menyadari jika ibunya sangat membenci adiknya itu. Bukan hanya itu saja?. Ayahnya pun ikut nonton si adiknya ketika ibunya marah-marah pada adiknya itu atau ketika ibunya tidak mau melayani ayahnya itu.


"Hase kun." Dalam keadaan tidur di sebelah Yuuto?. Hase Sensei yang pada saat itu menyebut nama adiknya. "Kenapa semua itu bisa terjadi?. Apakah aku tidak bisa mengubah takdir ini?. Rasanya sangat menyakitkan sekali." Itu adalah rintihan suara hatinya yang paling dalam.


Saat itu Hase Sensei terlelap?. Namun suasana hati, dan pikirannya sangat kacau, saat itu mengetahui adiknya sedang dalam keadaan gentayangan?. "Apa yang harus aku lakukan untuk membantu mereka untuk menyelesaikan masalah?." Dalam hatinya yang antara tidur atau tidak?. Namun ia masih memikirkan nasib hidup yang dijalani selama ini.


Nasib yang sangat buruk menimpa adiknya, dirinya, dan keluarga yang sangat ia cintai. Apakah yang akan terjadi nantinya? Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.

__ADS_1


...***...


__ADS_2