DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
94.


__ADS_3

"Ayah,aku mendapat pesan dari mertua Fandi.Jika kita berdua harus ke rumah nya sekarang,karena ada hal penting yang akan dibicarakan."ucap Jefri saat mereka mulai sarapan


Ibrahim mengerenyitkan dahinya,lalu dia berkata."Kalau ada hal penting,kenapa tidak dia yang kesini?"tanya Ibrahim


"Aku juga tidak tahu,ayah. Mungkin saja hal ini benar-benar penting."


"Yasudah,setelah sarapan kita akan kesana."


"Iya ayah."


Lalu mereka sarapan bersama dimeja makan, tidak hanya mereka berdua disana.Ada istri Jefri dan Putrinya.Selesai sarapan,mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah Johan Mahendra.


___


Sekitar sepeminuman teh,akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Jefri tiba dihalaman rumah Johan.Mereka berdua melihat Argana duduk melamun di luar,Argana menunggu kedatangan mereka.Tapi sungguh aneh bagi mereka berdua,kenapa Argana tidak merasakan kedatangan mereka.


Tanpa pikir panjang,ayah dan anak itu menghampiri cucu dan keponakannya.


"Assalamualaikum."ucap Jefri


Argana tersentak dari lamunannya dan menoleh ke arah suara."Waalaikumsalam, kakek paman,kalian sudah datang."ucap Argana dan menghampiri kakek dan paman nya,lalu dia menyalami tangan mereka.Kemudian dia mengajak kakek dan paman nya masuk ke dalam.


___


Argana serta kakek dan paman nya menghampiri kakeknya yang duduk di sofa yang luas.Disana juga ada ustadz Hamzah dan putranya yang bernama Hamid.


Ibrahim dan Jefri menyalami ustadz Hamzah dan Hamid serta Johan,lalu dia duduk di sofa itu.


Johan berdehem dan berkata."Silahkan minum dulu."ucap Johan


"Terimakasih."ucap Jefri,lalu dia menyesap sedikit minuman


"Ada kau menyuruh kami datang kesini,Johan?"tanya Ibrahim


"Jadi begini,ternyata pelaku yang menyebabkan kematian anak kita adalah ayah dari pacar Argana."ucap Johan ,sedangkan Argana yang berada disampingnya hanya menunduk.Dia bingung, bagaimana ini bisa terjadi dan apa langkah selanjutnya.


"Aku sudah tahu."ucap Ibrahim dengan santai


Johan dan Argana menatap pria paruh baya dihadapan mereka.Mereka bingung,darimana Ibrahim mengetahui hal itu.


"Sejak kapan kakek?"tanya Argana


"Aku lupa kapan,inti nya aku mendapatkan informasi ini tidak mudah.Orang itu mengetahui semua kejadian disana,karena dia juga terlibat dalam kejadian malam kelahiran mu itu Argana."sahut Jefri menjelaskan pada merek.

__ADS_1


"Yaa Allah."gumam Argana sambil mengusap wajahnya


Semua orang pasti mengerti kegundahan hati Argana,dia pasti kecewa.Bagaimana bisa dia mencintai putri dari dalang pembunuhan kedua orang tuanya.Dia tidak ingin percaya,tapi fakta mengatakan yang sebenarnya.


"Lalu,apa yang harus kita lakukan. Jin qarin Arum menuntut keadilan."ucap Johan lirih


"Jin qarin Arum?"ucap Ibrahim dan Jefri serentak


"Malam tadi kami didatangi jin qarin Arum,dia menginginkan keadilan untuk dirinya."ucap ustadz Hamzah


"Kalau begitu apalagi, kita harus pergi ke desa beringin dan menangkap pria itu."ucap Ibrahim dengan nada menggebu-gebu


"Argana, bagaimana perasaan mu? Apakah kau masih mencintai gadis itu?"tanya Jefri pada keponakannya


"Bagaimana mungkin tidak paman,tentu saja aku sangat mencintai nya.Bahkan aku hanya menunggu restu dari ayah nya,agar kami bisa segera menikah.Tapi sekarang...apa yang harus aku lakukan? Tapi,bukan kah ayah nya Yasmin hanya dalang,bukan pembunuh kan?"tanya Argana pada yang lain


"Tetap saja,karena dia ayah dan ibu mu jadi korbannya.Andai saja Bi Inah tidak merawatmu.Mungkin saja kau ikut bersama orang tua mu sejak lama."ucap Johan sambil menatap tajam ke arah Argana.


"Arga, gara-gara ayah gadis yang kau cintai itu.Saudara kembar ku harus menanggung akibatnya dan pergi untuk selama-lamanya dari dunia yang fana ini."tegas Jefri,dia kesal karena ucapan Argana yang seperti membela ayah Yasmin


"Maaf paman,tapi kakek. Bukan maksud ku membela ayah nya Yasmin.Tapi bagaimana dengan perbuatan yang kakek lakukan.Kakek melakukan perbuatan keji dengan balas dendam kepada warga desa beringin.Bukan kah itu sudah setimpal.Lagi pula,apa yang akan kalian lakukan kepada ayah nya Yasmin. Balas dendam , memasukkan nya ke dalam penjara atau membunuhnya?"ucap Argana balas menatap dalam kedua kakek dan paman nya


Johan tersentak dengan perkataan cucunya,tapi cucunya berkata benar.Jika dia sudah membalaskan dendam nya sendiri kepada warga desa beringin yang tewas.Dan dia sadar,jika dirinya sangat bersalah dalam hal ini.


Ibrahim menatap Argana yang memiliki kemiripan dengan Jefri.Lalu dia berkata."Tentu saja aku akan membuat perhitungan kepada pria itu.Biar bagaimana pun,dia lah yang menjadi penyebab ayah dan ibumu tiada."


"Tentu saja aku akan merasa tenang."ucap Ibrahim dengan santai


Argana menggeleng cepat."Kakek salah,tidak ada orang yang melakukan balas dendam itu mendapatkan kepuasan.Yang ada hanya penyesalan di kemudian hari,biarkan Allah yang membalas perbuatan keji mereka dahulu."ucap Argana dengan halus,dia tidak ingin kakek dan paman nya terjerumus dalam amarah dan dendam.Seperti yang dilakukan ayah dari ibunya.


"Yang di ucapkan Argana benar, sesungguhnya Allah sangat membenci sifat dendam itu."ucap ustadz Hamzah


"Aku mohon kepada kalian,lupakan saja semua kejadian itu.Aku sudah mengikhlaskan kepergian ayah dan ibu."ucap Argana dengan tatapan sendu


"Tidak Arga,aku tidak bisa membiarkan dia hidup dengan tenang."ucap Jefri kekeuh dengan pendiriannya,lalu dia berdiri dan berlalu pergi dari sana.Sedangkan Argana hanya bisa diam menatap kepergian pamannya.


"Argana,kakek tahu jika kau baik kepada siapapun.Tapi yang harus kau tahu,aku tidak akan mentoleransi apa yang diperbuat oleh ayah gadis itu.Aku akan menuntut keadilan untuk anakku."ucap Ibrahim setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan Argana dan yang lain


___


Kini tinggallah Argana,Johan, Ustadz Hamzah dan Hamid.Sejak Argana membahas tentang balas dendam yang dilakukan oleh nya itu,Johan tidak berani bersuara lagi.Dia tahu dia salah,namun dia juga bingung bagaimana cara menindaklanjuti kejadian itu?


Dan Argana cucu kesayangannya ini,harus terlibat dalam percintaan dengan anak dari dalang semua kejadian itu.

__ADS_1


Ohh tuhan.....lalu sekarang,Jefri dan Ibrahim akan melakukan balas dendam kah? Jika iya,maka dia tidak bisa menghalangi nya.Karena dia pernah ada diposisi mereka juga,dua puluh tahun dia melakukan balas dendam kepada warga desa beringin.Dia selalu puas saat satu persatu pria didesa itu tewas.Namun apa yang dia dapatkan setelah itu,tidak ada!


"Kakek,apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dengan hubungan ku dengan Yasmin? Harus kah aku mengakhiri nya?"tanya Argana pada Johan


"Arga,untuk saat ini aku memohon padamu.Aku tidak bisa menerima gadis itu menjadi cucu menantu ku.Maaf...!!"ucap Johan


Argana berpikir, Haruskah dia merelakan gadis itu begitu saja?


"Maaf Johan,bukan maksud kakek ingin menyakit hatimu.Walaupun kakek tahu,jika ayah nya yang melakukan itu semua.Tapi tetap saja dia adalah anak dari pria yang menjadi penyebab kematian ayah dan ibu mu."ucap Johan


"Aku akan memikirkannya kakek."ucap Argana lalu berjalan menuju ke kamarnya


Dilema. Argana dilema,apakah dia bisa melupakan Yasmin seperti keinginan kakeknya. Dan dia masih sangat terkejut dengan fakta yang sebenarnya,jika ayah nya Yasmin adalah orang yang memfitnah kedua orangtuanya.Sehingga warga desa beringin marah dan kalap melakukan perbuatan itu.


___


Setelah keluar dari rumah Johan,Jefri masuk ke dalam mobil dan duduk dibalik kemudi.Jefri mengambil ponselnya dan menelpon pria yang memberikan dia informasi tentang kematian Arum dan Fandi.


"Hallo,bisakah kau membantuku jujur kepada warga desa disana?"


"Bisa,tapi aku takut dengan Bimasena.Dua orang teman ku telah tewas karena nya,karena kami ingin melaporkan perbuatan kami dan dirinya yang telah memfitnah Fandi dan Arum."


"Kau tenang saja,aku akan melindungi kau. Bagaimana?"


"Benarkah?"


"Iya,dan aku juga akan membayar mu. Tenang saja,aku hanya ingin membuat dia mengakui perbuatannya kepada semua warga disana."


"Baik,aku akan membantu anda tuan."


"Terimakasih."


"Sama-sama."


Lalu panggilan pun berakhir,Jefri tersenyum sinis."Aku akan membalas semua perbuatan pria itu,dan aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan tenang.Dan aku juga akan pastikan,jika Argana tidak akan bisa bersatu dengan anak dari pria itu.Aku tidak ingin, keponakan ku menikah dengan anak dari keluarga pembunuh."


Selesai dia berkata seperti itu,Ibrahim masuk ke dalam mobil."Ayah."


"Jefri,kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan."ucap Ibrahim


"Tentu saja ayah,aku tidak akan membiarkan pria itu hidup dengan tenang."ucap Jefri dengan seringai dibibir nya


"Bagus."ucap Ibrahim tersenyum seringai seperti Jefri,lalu Jefri melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2