
Didalam rumahnya,Yasmin dan keluarganya sedang menunggu kedatangan Argana dan yang lainnya.Sudah lewat lima menit,namun mereka tidak kunjung datang.Yasmin sudah gelisah sejak tadi,begitu pun bapaknya.
"Berapa lama lagi aku harus menunggu."ucap penghulu
"Tunggu sebentar lagi pak."ucap kerabat ibu Yasmin
"Baiklah,sepuluh menit lagi jika dia tidak datang.Terpaksa aku harus pergi,karena aku akan ke desa sebelah.Karena disana akan ada yang menikah."ucap penghulu itu ,dia berkata benar.Karena dia akan menikahkan orang lagi setelah ini.
Mendengar perkataan penghulu itu,Yasmin semakin panik.Dia selalu berharap, rombongan Argana segera datang.Dia kepikiran dengan mimpi nya saat itu,dia pernah bermimpi Argana meninggalkan nya dihari pernikahan mereka.Dan sekarang,dia takut jika mimpi itu menjadi kenyataan.
Tidak lama kemudian, rombongan Argana datang.Mereka datang dengan wajah tegang dan datar.Semua orang menatap mereka heran.Biasanya jika akan menikah, seseorang pasti akan tersenyum terus menerus.
Argana dan keluarga nya masuk ke dalam rumah dan mendekati Yasmin.Pria yang akan segera menikahi Yasmin itu menatap Bima dan Yasmin bergantian.
"Ada apa bang Arga?"tanya Yasmin ketika melihat tatapan datar Argana kepadanya.Argana tidak menyahuti pertanyaan yang Yasmin lontarkan.
Pria itu bingung dengan perasaan nya.Disatu sisi dia ingin menikahi gadis pujaannya,tapi disisi lain dia kecewa.Kenapa gadis ini tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepadanya.Rasanya Argana ingin tertawa sekeras nya,tidak mungkin gadis itu akan berkata jujur kepadanya.Jika disuruh memilih, mungkin gadis itu akan memilih ayahnya sendiri daripada dirinya.
Dia terus menatap dalam Yasmin,sedangkan Yasmin merasa gugup dengan tatapan Argana.
'Kenapa bang Arga menatap ku seperti itu?' ucap Yasmin membatin
Setelah menatap Yasmin,tatapan Argana beralih ke arah Bima.Dia menatap pria itu,dan dia tidak menyangka jika ayah dari calon isterinya adalah orang yang melakukan perbuatan keji.Bagaimana mungkin dia tega merenggut orang tua nya saat dia baru saja lahir.Perasaan Argana sangat dilema sekarang,dia sangat bingung.
Sedangkan kedua kakek dan paman Argana sedari tadi menahan emosi mereka,agar tidak berbuat macam-macam sebelum Argana melakukan sesuatu.Jika Argana tidak menahan,mungkin sudah dari tadi mereka menghancurkan calon besan mereka.
"Paman,aku kecewa padamu."ucap Argana sambil menatap Bima,Bima yang ditatap pun merasa aneh dengan perkataan Argana."Apa maksudmu Arga? Dan kenapa kalian datang terlambat?"tanya pria itu dengan nada tidak senang
"Kenapa paman tega melakukan ini semua kepadaku.Aku tidak menyangka jika paman adalah dalang yang merencanakan pembunuhan ayah dan ibuku.Dan dengan tega nya paman menghasut para warga agar membenci kedua orang tua ku dan membakarnya didalam rumah."ucap Argana dengan emosional,Johan berdiri disampingnya dengan mengusap pelan pundaknya
"Apa maksud perkataan kau? Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan."ucap Bima dengan tegas
"Dan untuk kau Yasmin,aku sangat kecewa sekali kepadamu.Tega sekali kau menutupi masalah ini rapat-rapat,tidak kasihan kah kau kepadaku yang harus merasakan menjadi anak yatim piatu sejak beberapa jam baru lahir saat itu."ucap Argana dengan dada yang terasa sesak,sebab emosi nya mulai membara.
"Bang Arga , aa-aku tidak bermaksud menutupi nya dari mu.Aku hanya takut."ucap Yasmin gugup
"Ada apa ini? Apa maksud perkataan anak muda itu?"tanya seorang warga pada yang lain
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu,kenapa pemuda itu mengatakan seperti cerita tentang kejadian puluhan tahun silam?"tanya mereka bingung
Pak kades menjelaskan pada warganya,"Bapak-bapak , ibu-ibu semuanya.Ternyata pemuda ini adalah anak dari Fandi dan Arum.Kita telah terkena hasutan Bima,jika Fandi telah menyantet anak dari salah seorang warga kita.Padahal,Fandi tidak pernah melakukan itu semua.Dia sangat baik kepada kita dan menolong sesama, bagaimana mungkin dia melakukan perbuatan keji kepada kita."
"Dan lebih bodohnya lagi,kita benar-benar percaya apa yang Bima katakan saat itu."ucap salah seorang dari mereka,dia adalah Aziz.
"Lalu,apakah benar pemuda itu anak Fandi dan Arum? Lalu bagaimana anak mereka bisa selamat dari kebakaran itu? Sedangkan Fandi dan istrinya tidak selamat."tanya warga
"Aku diselamat kan oleh BI Inah,dia yang merawat ku sedari kecil bersama bang Rizal.Lihat dia,dia adalah anak Bi Inah.Bang Rizal ikut andil dalam membesarkan ku.Mereka berdua melimpahkan kasih sayang kepadaku,karena aku baru lahir sudah menjadi yatim piatu.Ini adalah akibat dari fitnah yang dilakukan pria ini."ucap Argana sambil mengarahkan hari telunjuknya ke Bima
Semua orang terkejut,dan tidak habis pikir dengan perbuatan Bima.Jika itu benar,mereka merasa bersalah terhadap Fandi dan istrinya.Dan juga terhadap pemuda ini.Karena mereka lah Argana harus merasakan sakitnya terpisah dari kedua orang tua.
"Ucapan pemuda itu benar, Bima adalah dalang dari peristiwa itu."ucap salah seorang warga,dia adalah Aziz.
"Kenapa kau berkata seperti itu Aziz? Darimana kau mengetahui itu semua?"tanya Bu kades
"Aku minta maaf pada kalian semua.Aku juga mengaku bersalah,aku bersama Lukman dan Ahmad diperintahkan oleh Bima untuk menghasut kalian saat itu."ucap Aziz berkata jujur
Semua warga terkejut,lalu mereka memandang Bima dan Aziz dengan tatapan marah.Sontak saja Bima dan Aziz merasa tegang dan panik.Aziz benar-benar sudah siap jika dia diadili dan dihukum.Sedangkan Bima,dia cuma sebentar merasa takut.Dia kembali mengubah ekspresi takutnya.
"Hahaha kau ingin melaporkan cucuku kepada polisi? Coba saja kalau bisa. Yang ada malah kau yang masuk penjara,bukan cucuku."ucap Ibrahim meledek Bima tidak kalah sinis nya
"Kau berkata bohong,aku tidak melakukan itu semua.Wahai warga desa beringin,aku hanya difitnah oleh mereka.Dan mereka juga tidak punya bukti."ucap Bima meyakinkan warga
"Kami punya bukti nya,coba dengarkan."ucap Jefri,lalu paman Argana itu membuka rekaman percakapan Bima dan Yasmin didalam kamarnya.
Lalu warga mendengarkan bunyi rekaman itu.
__
"Yasmin."panggil Bima,gadis itu pun menoleh dan mendekati nya."Pak, bagaimana ini.Aku takut sekali."ucap Yasmin dengan panik
"Kau kenapa Yasmin? Apa yang membuat kau takut?"tanya Bima beruntun
"Aku takut,jika bang Arga atau keluarganya tahu.Jika bapak dalang dari tewas nya orang tua bang Arga.Aku takut jika dia tahu,dan membatalkan pernikahan kami.Dan aku juga takut jika keluarganya tahu,mereka pasti tidak akan tinggal diam."ucap Yasmin dengan ekspresi ketakutan
"Kau tidak perlu khawatir Yasmin,tidak ada orang yang tahu jika aku pelaku sebenarnya.Kau fokus saja dengan pernikahan mu."ucap Bima dengan santai
__ADS_1
"Tapi pak…..?"ucap Yasmin terhenti,karena bapak nya dengan cepat memotong perkataan nya."Tidak perlu khawatir, cukup fokus dan tenangkan dirimu.Sebentar lagi kau akan menikah Yasmin,jadi nikmati saja kehidupan mu."ucap Bima
__
Setelah rekaman berakhir,semua orang menatap Bima dan keluarga nya emosi.Mereka tidak habis pikir dan tidak mengerti.Apa motif Bima melakukan itu semua? Padahal seingat mereka,Fandi dan isterinya sangat baik kepadanya.Semua warga yang asli desa beringin dan pernah terlibat dalam peristiwa itu menyesal.
Penyesalan mereka tidak bisa dimaafkan,dan beberapa keluarga mereka juga banyak yang mati.Karena dendam arwah Arum.
"Kurang ajar kau Bima, gara-gara kau menghasut kami dan membakar Fandi dan istrinya.Kami harus kehilangan keluarga kami dan selalu bersedih.Dan kau bisa-bisanya hidup dengan damai.Sedangkan kami tidak pernah hidup tenang."ucap Seorang warga yang anak dan menantunya tewas dalam dendam Arum.
"Aku bersumpah,aku akan membunuh mu Bima."ucap Salah warga yang lain tidak kalah geram
Melihat emosi warga yang mulai tidak terkendali,Bima sekeluarga panik.Dengan lantang Bima berkata."Hei warga desa beringin, bagaimana mungkin kalian bisa mempercayai perkataan mereka dan rekaman itu.Bisa saja rekaman itu hanya editan.Dan mengenai perkataan Aziz tadi,dia hanya iri kepadaku."Ucap Bima membela diri
"Tangkap Bima,dia harus segera di adili dan harus dihukum menggunakan hukum adat."ucap tetua desa memerintah pada warga
Beberapa warga yang bertubuh besar menghampiri Bima.Lalu mereka menarik Bima dan membawa nya keluar dari rumah itu.Sedangkan keluarga nya panik melihat Bima dibawa oleh warga.
Argana dan keluarga nya menatap nanar ke arah Bima yang di seret warga.Yasmin panik melihat bapak nya dibawa seperti itu.Lalu dia menghampiri Argana dan dia berlutut dihadapan pemuda itu.
"Bang Arga,aku mohon lepaskan bapakku.Maafkan dia,biar aku saja yang menanggung hukuman atas perbuatannya.Kau bisa melakukan apa saja terhadapku.Tapi,tolong bebaskan bapakku."ucap Yasmin memohon
Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan Yasmin,termasuk Argana sendiri.Namun,dia dengan cepat memegang kedua sisi bahu Yasmin dan mengajaknya untuk berdiri.
"Berdirilah,maaf Yasmin.Aku tidak bisa memaafkan perbuatan bapakmu,ini terlalu menyakitkan untukku dan keluarga ku.Dan aku juga kecewa terhadapmu, kenapa kau tidak jujur sedari awal.Jika kau jujur kepadaku, mungkin aku masih bisa memikirkan tentang hubungan kita.Tapi,sekarang aku sangat kecewa.Dan aku akan memutuskan hubungan kita.Dan pernikahan kita batal."ucap Argana panjang lebar
Lalu dia kembali melanjutkan perkataannya."Aku akan melaporkan perbuatan bapakmu dan warga desa yang terlibat dalam peristiwa malam itu."ucap Argana dengan tegas.Semua warga mendengarkan perkataan pemuda itu.Setelah itu,Argana meninggalkan Yasmin yang terus saja menangis.
Yasmin tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia hanya bisa menangis sesenggukan.Bapaknya akan di hukum secara adat oleh warga.Pernikahan nya batal,dan seluruh keluarganya yang harus menanggung malu.
Rasanya tubuh Yasmin sangat lelah,dia seakan-akan tidak mampu lagi berdiri tegak.Dia pun luruh dalam pelukan adiknya.Dia hanya bisa diam saat Argana dan keluarga nya pergi meninggalkan nya.
Hancur sudah. Semua sudah hancur dan tiada tersisa lagi.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1