
Hubungan Bima dan Yuanika semakin hari berubah dari teman menjadi pacar.Dan Yuanika berharap Bima segera datang ke rumah nya untuk melamar dan menikahinya.Karena ayah dan ibu Yuanika sangat menyukai sikap Bima yang menurut mereka terasa baik.
Benarkah Bima menyukai Yuanika? Tentu saja jawabannya tidak.Karena sampai kapan pun hanya nama Arum yang selalu bertahta dalam hatinya.Sedangkan Yuanika,wanita itu tidak ada apa-apa nya dibandingkan Arum.Bima hanya memerlukan hartanya saja,dan dia akan segera menikahi Yuanika.Apalagi keluarga mereka sudah merestui hubungan mereka berdua.
"Mas,kapan mas Bima menikahi aku?"tanya Yuanika saat mereka duduk berduaan
"Kapan kau mau."ucap Bima
"Benarkah! Kalau Minggu depan bagaimana?"
"Aku sih terserah kau saja,bukan kah lebih cepat lebih baik."ucap Bima dengan senyum licik
"Pulang nanti,aku akan mengatakan kepada ayah dan ibu.Jika kita akan segera menikah."ucap Yuanika dan dibalas anggukan oleh Bima
Beberapa menit kemudian,Bima pamit pulang.Yuanika pun langsung masuk ke dalam rumah.Bapak dan ibunya sedang mengobrol dan Yuanika menghampiri kedua orang tua nya.
"Sepertinya putri ayah ini sangat bahagia."ucap pria berusia hampir lima puluh tahun itu
"Tentu saja aku bahagia ayah,aku akan segera menikah dengan mas Bima Minggu depan."ucap Yuanika
"Minggu depan?"ucap ayah dan ibu Yuanika
"Iyaa."
"Ini kabar baik pak."
"Iya Bu,akhirnya putri kita akan segera menikah.Bapak akan menyuruh Yanto untuk mengurus pernikahan kalian."ucap Ayah nya Yuanika dengan penuh semangat
"Iya pak,akhirnya Yuanika akan menikah.Ibu senang jika putri kita ini bahagia."
"Terimakasih ayah ibu."
Seminggu kemudian, pernikahan Yuanika dilaksanakan dengan meriah.Bima tersenyum dan duduk dengan gagah disamping Yuanika.Semua orang memuji ketampanan dan kecantikan pengantin.
Bima pun selalu tersenyum dan dia melihat seorang wanita hamil duduk diantara para tamu undangan.Wanita itu adalah Arum, wanita yang dia cintai melebihi apapun.Sungguh,jika Arum bukan milik seseorang.Maka dia akan segera memeluknya dengan erat.
Setelah Arum hilang dari pandangan nya,Bima melihat ke arah istrinya yang sudah mulai lelah.Acara pun sudah selesai,jadi mereka bisa beristirahat.Dengan langkah pelan,Bima berjalan mengiringi istri nya.Kemudian mereka masuk ke dalam kamar dan duduk di atas ranjang.
Sesaat,mata mereka bertemu.Bima memegang tangan istrinya dan mengecupnya dengan lembut.
"Sayang,kau pasti tahu kan apa tugas seorang istri setelah menikah?"tanya Bima dengan lembut
"Tentu saja."sahut Yuanika sedikit gugup
"Apakah kau mau melakukan nya sekarang?"tanya Bima lagi dan hanya dibalas anggukan kecil Yuanika.
Bima tersenyum senang dan Yuanika sedikit takut.Namun dia berusaha untuk tidak takut dan gugup.Dia akan melayani suaminya dengan segenap jiwa dan raganya.Karena dia benar-benar mencintai suaminya dengan tulus.Dan dia akan menyerahkan semuanya untuk suaminya.
Bima pun mulai mengikis jarak diantara mereka,kemudian dia mulai melakukan hal yang sering dilakukan oleh suami istri.
*********
Dua bulan kemudian, kandungan Arum sudah besar dan tidak lama lagi dia akan segera melahirkan.
"Mas,aku gak sabar lagi menunggu kelahiran anak kita."ucap sang istri pada suaminya.
"Mas juga tidak sabar sayang."jawab suaminya dengan lembut
"Kok makin malam makin dingin yaa mas,mana hujan nya gak berhenti lagi."tutur wanita itu
"Emang sayang kedinginan?"tanya sang suami
"Iya mas."jawab istrinya
"Sini mas peluk."
Lalu pasangan suami istri itu berpelukkan.
"Mas,kok perut ku mules begini yaa.Allahuakbar,yaa Allah darah mas."ucap wanita itu ketika melihat darahnya keluar dari kewanitaan nya.
"Sepertinya kau mau melahirkan,kau tunggu sebentar yaa.Mas mau jemput bidan dulu,sabar yaa. Assalamualaikum."pamit sang suami
"Waalaikumsalam."lirih wanita itu
*********
Sembari menunggu sang suami,tidak henti-hentinya wanita itu berdzikir menyebut asma Allah.
"Yaa Allah, berikan lah hamba kemudahan dalam melahirkan ini yaa Allah.Tiada daya dan upaya,hanya kepada mu lah hamba berharap."lirih nya
Sedangkan sang suami tergesa-gesa menuju rumah bidan kampung.Rumah nya berada diujung desa,dengan membawa sebuah obor akhirnya dia sampai.
Tok... tok...tok...
"Assalamualaikum,bi Inah."
"Waalaikumsalam."
Klik,pintu pun terbuka.
"Ada apa nak Fandi malam-malam kesini,udah jam 23.00 WIB ini."ucap bidan kampung
__ADS_1
"Bi ayok ikut saya,istri saya mau melahirkan.Saat ini dia sendirian dirumah."pinta Fandi
"Yaa Allah,kasian istri mu nak.Ayo cepat!"
Tidak lama kemudian, akhirnya mereka sampai.
"Mas aku sudah tidak kuat lagi.Yaa Allah, Allahuakbar,",lirih nya pada sang suami,sedangkan sang suami langsung memberi kekuatan pada istrinya dengan memegang tangan itu.
"Sabar yaa nak, bismillahirrahmanirrahim.Terus berdzikir dan menyebut asma Allah yaa nak."ucap bidan itu
"Bang,akhh.....ahh...... Allahuakbar......"
"Owek......owekkkk......"
Bayi itu pun lahir,tepat pada malam Jum'at Kliwon pukul 00.00 WIB
Terdengar tangisan bayi dirumah itu.
"Alhamdulillah, bayi kalian laki-laki nak.Selamat yaa nak Fandi dan nak Arum."
"Masya Allah anak kita sayang."ucap Fandi pada istrinya
"Tampan sekali mas,Masya Allah."
*********
Baru saja Arum melahirkan, tiba-tiba terdengar gedoran dipintu luar.
Braakkk.....Braaakkkk.....Braaakkkk
"Fandi,keluar kau."teriak seseorang dari luar rumah
"Siapa itu mas,kenapa teriak-teriak begitu."tanya Arum pada suaminya
"Mas juga tidak tahu,tunggu sebentar biar mas liat dulu.Bi Inah,saya titip anak dan istri saya yaa."
"Iya nak."
Lalu bergegas Fandi menuju ke luar dan dia pun membuka pintu rumahnya.
"Nah ini dia biang kerok nya yang menyebabkan anak saya kena santet dan meninggal."ucap pria berumur 35 tahun dengan muka beringas
"Astaghfirullah, maksudnya apa ini bapak-bapak.Saya tidak mengerti apa yang kalian maksud."tanya Fandi dengan muka bingung
"Kami disini ingin menegaskan, bahwa kamu harus membayar apa yang telah kamu lakukan."
"Tapi salah saya apa pak?"tanya Fandi lagi
"Fitnah,saya tidak pernah melakukan itu semua.Demi Allah,"ucap Fandi dengan penuh keyakinan
"Halah,gak usah banyak drama.Orang seperti dia harus segera dibasmi,bakar saja."teriak Bima
"Iya bakar saja."teriak penduduk
*********
"Bi tolong bawa anak saya keluar dari rumah ini lewat belakang,saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan nya."ujar Arum pada bidan itu
"Tapi nak,"
"Fitnah di luar itu tidak bisa dielak lagi,Ntah siapa yang telah berbuat kejam pada kami.Padahal kami baru saja merasakan bahagia dengan kelahiran putra kami.Namun Allah berkehendak lain dengan memberikan kami cobaan.Sebelum itu, saya akan memberikan anak saya sebuah nama.Yaitu Argana Farid Ibrahim,ingat yaa bi ini nama anak saya.Tolong jaga dan besarkan anak kami."ucap Arum panjang lebar sambil mendekap anak nya dengan erat dan menangis.
Setelah puas menyusui sang anak,Arum pun perlahan berdiri.Sedangkan bidan itu hanya terdiam bingung sedari tadi.
"Apalagi yang bi Inah tunggu,cepat tinggalkan rumah ini dan bawa anak saya.Suatu hari nanti, ceritakan semua kejadian ini pada putra saya jika dia sudah berusia 20 tahun."lirih Arum
Setelah melihat bi Inah keluar membawa anaknya,dia pun menuju keluar rumah menemui suami nya dan penduduk.
"Nah,itu istrinya.Pasti mereka bekerja sama,ayo kurung mereka dirumah ini,lalu bakar."titah penduduk
Setelah mengunci rumah Fandi dan menyirami rumah serta sekelilingnya dengan mengurung pasangan suami-istri itu.Lalu mereka membakar nya.
"Yaa Allah bang,kejam sekali mereka memfitnah kita,aku Tidak akan rela mati seperti ini."gumam sang istri dipelukan suaminya
"Sabar yaa dek,suatu hari mereka akan merasakan apa yang kita rasakan.Kita hanya bisa berpasrah pada Allah."
Dikejauhan seorang wanita berdiri berlindung dibawah pohon beringin yang tinggi besar.Sambil membawa seorang bayi,wanita itu tidak lain adalah bi Inah.
Miris sekali yang dia lihat, "kejam sekali mereka pada kalian berdua nak."lirih Bi Inah
Lalu dia beranjak pergi dari sana.
Api pun semakin tinggi melahap rumah itu.
Malang tak dapat ditolak,untung tak dapat diraih
Hingga rumah itu terbakar ludes.
*********
Cuaca yang awal nya memburuk karena hujan,kini teduh sebelum pembakaran itu.Dan membuat mereka makin bersorak kegirangan, karena telah berhasil melenyapkan orang yang mereka anggap bersalah,padahal tidak.Jahat sekali mereka.
__ADS_1
Setelah puas melihat api yang melahap rumah beserta penghuni yang tidak berdosa itu, akhirnya mereka bubar kecuali Bima seo.
Bima tersenyum puas, akhirnya orang yang dia benci merasakan rasa sakit hatinya.Dia teringat saat masa sekolah,waktu dia dan Fandi menembak Arum.Didepan semua orang, akhirnya Arum memilih Fandi daripada Bima.Hal itu lah yang membuat Bima sakit hati.
"Akhirnya dendam ku terbalaskan,mati lah kalian bersama anak kalian."ujarnya
Setelah itu dia pergi dari tempat itu.
Sedangkan Bi Inah dirumah,sambil menggendong putra dari pasangan suami istri yang dibakar itu.Sedang berusaha menenangkan bayi malang itu.
"Cup cup, bocah lanang jangan menangis terus."ucapnya pelan
"Owekkkk.....oweeekkk...."
Bagaimana bayi itu tidak sedih,sedari tadi hanya minum susu pengganti ASI.Itu pun dia tidak puas menyusu,padahal baru saja dia merasakan ASI sang ibu.Namun tuhan berkehendak lain.
"Kamu harus tenang cah Lanang,kamu harus tumbuh kuat supaya kamu bisa membalas perbuatan mereka.Karena mereka telah membuat kamu jadi anak yatim piatu."ujar Bi Inah
Setelah berucap seperti itu, seolah-olah bayi malang itu merasakan apa yang Bi Inah katakan.Mata nya pun mengedip perlahan,hingga akhirnya bayi itu tertidur.
*********
Keesokkan harinya,Bi Inah terbangun lebih cepat karena rengekan putra dari Arum dan Fandi.Bergegas Bi Inah membuatkan susu untuk bayi itu.Setelah puas minum susu, akhirnya bayi itu tidur lagi.
Bi Inah mengambil ponsel jadulnya,dan menelpon putra kesayangannya yang saat ini tinggal dikota.
Tuuuttt.....tuuutttt..... tuuutttt.
@Assalamualaikum Mak,ada apa?
tanya seseorang diseberang sana
"Waalaikumsalam, Rizal kamu bisa pulang gak hari ini."tanya Bi Inah pada putranya
@Emang ada apa mak,emak sakit?
tanya sang anak lagi
"Emak mu ini sehat,cuma ada sesuatu yang penting namun sulit dikatakan di ponsel ini.kamu bisa kan pulang nak."pinta Bi Inah
@Yaudah, Rizal siap-siap dulu mak. Assalamualaikum
ujar Rizal putra Bi Inah
"iya, waalaikumsalam."
Tut.
Panggilan pun berakhir.
*********
Sebuah motor berhenti didepan rumah Bi Inah.
Owekkkk owekkkk
Hah,kok ada tangisan bayi dirumah Mak.fikir Rizal
"Assalamualaikum mak."teriak Rizal
"Waalaikumsalam masuk Zal."
Lalu Rizal pun masuk kedalam dan dia melihat emaknya menenangkan seorang bayi.
"Mak,kapan emak punya anak?"tanya Rizal
"Dasar bocah,Mak mu ini gak punya laki lagi darimana datangnya anak.Wong tua gini."gerutu sang emak
"Hahaha kali aja emak."
"Dah diam kamu,nih Mak berikan bayi nya.Emak mau bikin kan dia susu lagi."ujar sang emak lalu menyerahkan bayi mungil dan tampan itu
"Lah,kok dia gak nangis lagi Mak."
"Mungkin dia suka sama kamu."
Setelah puas minum susu pengganti ASI, akhirnya bayi itu tidur lagi.
"Mak,ceritakan bagaimana bisa ada bayi dirumah ini."
Lalu bercerita lah Bi Inah.
"Yaa Allah,kejam sekali mereka. Yasudah,kalau begitu kita harus segera pergi dari sini.Karena jika emak tetap disini dan orang mengetahui siapa sebenarnya anak ini.Bisa-bisa mereka juga membakar bayi malang ini."ucap Rizal
"Yaa tuhan,emak tidak ingin hal itu sampai terjadi.Kalau begitu,ayo kita pergi dari sini."ucap Bi Inah
Kemudian mereka mengambil barang yang diperlukan dan pergi dari desa beringin untuk selama-lamanya.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1