DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
Ternyata cuma mimpi


__ADS_3

Seorang gadis begitu nyaman tidurnya, sampai-sampai panggilan sang ibu tidak dia dengar.


"Yasmin. Bangun Yasmin."panggil seorang wanita paruh baya pada anak gadisnya yang masih tidur.Namun gadis itu sangat sulit dibangunkan.Entah apa gerangan, tidak seperti biasanya.Gadis itu adalah Yasmin,sedangkan wanita itu adalah ibunya.


"Yaassmiiinnnn."teriak sang ibu dengan nyaring,karena anak nya masih tidak menghiraukan panggilan nya.Wanita itu berjalan keluar dari kamar dan menuju ke dapur.Lalu dia mengambil air dan membawanya ke dalam kamar Yasmin kembali.Kemudian dia mencipratkan sedikit air ke wajah anak gadisnya.


Sontaknya gadis itu terkejut dan langsung bangun."Hujan. Kok ada hujan?"ucapnya setelah merasa ada air yang mengenai wajahnya.


"Mau nambah lagi air hujan nya?"tanya sang ibu sambil berkacak pinggang


Yasmin menoleh ke arah ibunya,dia langsung nyengir."Ehh ibu.!! Kok ibu ada dikamar Yasmin?"tanya Yasmin salah tingkah karena ekspresi ibunya.


"Kau ini yaa,tidak seperti biasanya.Kok dibangunkan kan susah sekali."omel ibu nya Yasmin


"Hehe maaf bu. Jadi Yasmin tadi susah dibangunkan yaa?"tanya Yasmin pada ibunya


"Iya,kenapa? Emang nya kau mimpi apa nak?"tanya ibunya dengan lembut


"Enggak mimpi apa kok Bu."sahut Yasmin


"Yasudah,kalau begitu cepat bangun.Anak gadis tidak baik bangun kesiangan."ucap ibunya Yasmin ,lalu Yasmin menyahuti."Iya Bu."


Setelah itu ibunya keluar dari kamarnya,Yasmin duduk merenung di atas ranjang nya."Ternyata cuma mimpi.Tapi,kenapa seperti nyata sekali.Aku bermimpi menikah dengan bang Arga.Namun,kami tidak jadi menikah karena masalah itu.Hmm....kenapa mimpi nya sangat menyeramkan daripada hantu sih?"gumam Yasmin


"Tapi aku bersyukur,karena itu cuma mimpi.Jika itu beneran,ihhh takut.Jangan kan menikah,bertunangan dengan bang Arga pun belum hehe."ucap Yasmin pada dirinya sendiri sambil tersenyum cengengesan


Lalu dia beranjak dari ranjangnya,dia mengambil handuknya untuk mandi.Sebelum itu,dia melirik ke jam dinding.Sudah pukul sembilan pagi.


"Yaa ampun,baru pertama kali aku bangun kesiangan begini."ucap Yasmin merutuki dirinya sendiri.Lalu dia masuk kedalam kamar mandi.Kemudian dia membersihkan seluruh tubuhnya.


*********


Di kantornya,Argana duduk termenung didepan laptopnya yang masih menyala.Dia terus memikirkan Yasmin.


'Sedang apa dia sekarang? Kenapa aku sangat merindukan nya?'begitulah batin nya berucap, ekspresi wajahnya yang tersenyum membuat Biantara heran.


"Kenapa tuan Arga tersenyum begitu?"gumam pria yang seumuran dengan Argana


Biantara yang duduk tidak jauh dari Argana hanya bisa diam.Dia fokus mengerjakan tugasnya sendiri.Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.Namun Argana masih nyaman dalam hayalannya.


"Tuan. Tuan Arga."panggil Biantara,namun pemuda itu tidak mendengar panggilan asisten sekaligus sekretaris nya itu."Tuaan Argana."panggil Biantara dengan nyaring,hingga membuat Argana terlonjak dan kaget mendengar teriakkan asistennya.


"Kenapa berteriak?"tanya Argana sambil menggerutu


Biantara menghela nafas, kemudian dia menjawab pertanyaan Argana."Maaf tuan,aku sudah memanggil mu beberapa kali.Tapi tuan tidak menyahut."


"Yasudah. Ada apa?"tanya Argana akhirnya


"Hari ini,tuan ada janji bertemu dengan tuan Arshaka Hermawan.Pukul satu siang disebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari kantor ini."ucap Biantara


"Ohyaa aku hampir saja lupa,jika hari ada pertemuan dengan pria itu."ucap Argana, kemudian Biantara ingin berbalik dan kembali ke meja nya berhenti saat Argana memanggil nya."Tunggu Bian,bukan kah Arshaka itu adalah ayah nya Shifana?"tanya Argana


Biantara menjawab pertanyaan Argana."Benar tuan."


"Bagaimana dengan kondisi Shifana sekarang yaa? Terakhir aku melihatnya bersama kawan-kawan,dia masih terbaring lemah dan dalam keadaan koma."ucap Argana,lalu dia berkata pada Biantara."Kembali lah ke meja mu."


___


Argana terlihat mengambil ponselnya dan mengirim pesan di grup wa.Grup itu berisikan tiga kontak,salah satunya adalah Argana.Sedangkan dua orang lainnya adalah Marcelian dan Takeshi.Kedua orang pemuda yang sebaya dengan nya itu merupakan sahabat karibnya.


Argana :


Assalamualaikum. Kalian lagi sibuk gak?

__ADS_1


Begitulah isi pesan Argana,tidak lama kemudian pesan nya terkirim.Dan terlihat Marcelian sedang mengetik,begitu pun Takeshi.


Marcelian :


Waalaikumsalam.


Gua enggak sibuk,lagi nyantai nih.Liat body pelanggan yang aduhai, mereka lagi belanja di supermarket gua.😂


Takeshi :


Kalau gua sih, seperti biasa.


Argana :


Kabar Shifana gimana sih bro?


Melihat pesan yang dikirim Argana,Marcelian tersenyum jahil an lekas mengetik.


Marcelian :


Cieee kangen sama Shifana, asyiikk.🤣🤣🤣


Argana :


Gua cuma nanya. Yaelah elu,ngeledek mulu. 🙄🙄😂😂


Takeshi :


Masih koma dia,betah banget dia tiduran.😎


Argana :


Semoga dia lekas sadar yaa.


Marcelian :


Takeshi :


Emang nya adek gua kucing? Pake dikawinin segala. 😒


Marcelian :


Sorry ✌️😂


Argana :


Kayak nya yang harus sadar bukan hanya Shifana,tapi Marcel juga.🗿


Takeshi & Marcelian : 🤣🤣🤣🤣


Marcelian :


Buset gaes,ada cewek yang body nya duh idaman banget.Cocok banget dengan kriteria gua nih.


Takeshi :


Semua cewek yang body nya montok juga elu akuin sebagai cewek lu.Kagak heran gua,kalau elu itu playboy cap buaya.


Argana :


Hahaha


Marcelian :

__ADS_1


Yaelah,gua ini tipe cowok yang setia.Buktinya aja, walaupun gua sering ngelirik cewek cantik.Tapi perasaan dan cinta gua tetap untuk Selena.Walaupun dia udah nikah hiks hiks hiks 😭😭😭


Takeshi :


Lebaaay banget sih lu,udah lupain aja tuh Selena.Lagi pula,sekarang dia udah jadi bini orang kan?


Marcelian :


Tapi gua masih sayang banget sama dia.


Argana :


Kalau masih sayang,yaa kejar dong.


Marcelian :


Buset,kang savage. Sekali berkata, langsung mematikan nih orang @Argana


Takeshi & Argana :


Hahahaha


Setelah itu, percakapan pesan mereka berakhir.Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas tiga puluh.Argana beranjak dari tempatnya."Bian,ke kantin yuk."ajak Argana pada asistennya


Dengan cepat Biantara menggeleng dan menyahuti."Tidak tuan,aku akan menyusul nanti.Pekerjan ku masih banyak."ucap nya dengan sopan


"Pekerjaan nya dilanjutkan nanti saja,Bian. Ayolah ikut aku ke kantin,kita cari makan.Aku tidak mau nanti asisten ku sakit karena terus bekerja dan mengabaikan makan siangnya.Kau tidak harus kerja lembur bagai kuda."ucap Argana,setelah mempertimbangkan ajakan Argana.Akhirnya Biantar mau ikut ke kantin,dan mereka pun meninggalkan pekerjaan yang belum selesai.


___


Saat mereka melewati ruangan para karyawan dan karyawati,semua orang memandang mereka berdua.


"Wah,bos lewat tuh."


"Yaa ampun,kok mereka tampan banget sih."


"Bukan hanya bos,bahkan asistennya pun sangat tampan sekali.Kalau gak dapat bos Arga,asisten nya pun gak masalah."


"Huuu.......mana ada mereka mau sama kau."ejek karyawan lain


"Hei,kalau sirik bilang aja.Ga usah ngomong begitu."sahut karyawati tadi dengan menatap sinis pada karyawan yang mengejeknya


"Dih,siapa juga yang sirik."


"Kau yaa?"sahut sang karyawati yang bernama Angel itu dengan nada kesal


"Apa?"ucap karyawan yang bernama Radit itu dengan senyuman mengejek


"Sudah,kalian ini kenapa hobi sekali bertengkar sih."ucap teman Radit yang bernama Sean


"Dia yang mulai."ucap Angel dengan nyaring


"Hei,kok aku.Kau duluan yang mulai berisik."ucap Radit yang tak mau mengalah


"STOP. Berhenti bertengkar,kalau bertengkar terus nanti bisa berjodoh lho."ucap Maira teman Angel


"Dih, amit-amit aku jodoh sama si bibir tebal itu."ucap Radit


"Aku juga ogah berjodoh sama cowok buaya kek dia.wleeee....!!!"ucap Angel lalu menjulurkan lidahnya pada Radit,kemudian dia fokus berkerja.Sedangkan Radit hanya melongo dan kesel gadis itu.Namun,dia tidak melakukan apapun.Dia juga kembali bekerja.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2