
Hamid melihat perjalanan hidup ibu nya Argana dimasa lalu.Mulai dari dia dilahirkan dan dibesarkan oleh ayahnya.Dan ibunya Argana selalu dimanjakan sejak kecil,namun dia tidak pernah sombong.Dia selalu baik hati kepada orang banyak dan tidak pernah membedakan antara orang kaya maupun miskin.Bagi nya,semua manusia itu sama di mata tuhan.
Hamid juga melihat,bahwa ibunya Argana mempunyai pesona yang tidak bisa dijauhkan dari kata cantik.Karena kecantikannya itu,banyak para pria di sekolah nya merebutkan perhatian nya.Namun,dia hanya menanggapi keinginan para pemuda itu dengan senyuman saja.Karena hatinya sudah tertawan pada seorang pemuda yang bukan berasal dari kalangan orang kaya.Pemuda itu hanya lah anak dari seorang janda miskin,yang pekerjaannya hanya seorang tukang jual kue keliling.
Dan pemuda itu bersekolah disini karena kepintarannya dan mendapat kan beasiswa.Banyak anak-anak disekolah itu menjauhinya,hanya karena dia anak orang yang tidak berpunya.Namun,Arum malah mendekati pemuda itu.Tiap hari mereka selalu bertemu dan kemana-mana selalu bersama.Johan yang mengetahui putri nya berteman dengan seorang pemuda yang hanya anak orang miskin,tidak melarang.
Di saat hampir kelulusannya,Arum dan Fandi berada di sekolah nya.Disana semua orang juga berkumpul,terlihat Arum berdiri diantara dua pemuda sebayanya.
Pemuda yang berada di kiri nya salah Fandi, sedangkan yang berada disebelah kanannya adalah Bimasena.Arum memandangi kedua pemuda itu secara bergantian.Dia bingung harus memilih siapa,karena sebelum nya Fandi dan Bimasena mengutarakan perasaan mereka kepadanya.Dan dia bingung harus memilih siapa.
Dia ingin memilih Fandi,namun bagaimana caranya dia menolak perasaan Bimasena.Dia hanya takut,jika Bimasena sakit hati atas penolakannya.Namun dia juga tidak bisa menerima cinta Bimasena.Karena dia tidak pernah mencintai Bimasena sedikit pun,cinta nya hanya untuk Fandi seorang.
Dan akhirnya dia memutus untuk memilih Fandi,Fandi langsung tersenyum karena cintanya bersambut.Semua orang yang berada disana ada yang mencibir Arum,karena gadis itu lebih memilih Fandi yang hanya anak orang tak berpunya.Sedangkan Bimasena,dia merasa sakit hati atas penolakan yang Arum berikan.Akhirnya dia pergi meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah.
Kemudian perjalanan hidup mereka tetap dilanjutkan.Setelah kelulusan,Fandi dan Arum mendaftarkan diri mereka ke sebuah fakultas yang sama.Dan mereka selalu berhubungan dengan baik hingga empat tahun kemudian mereka wisuda.
Dan Fandi mengutarakan keinginannya kepada Arum,bahwa dia ingin menemui ayah Arum dan melamar gadis itu.
"Arum, bolehkah aku menemui ayahmu."ucap Fandi saat mereka duduk bersebelahan di halte
"Boleh-boleh saja,tapi untuk apa kau menemui ayahku?"tanya Arum
"Aku ingin melamarmu."ucap Fandi yang langsung membuat Arum terkejut.Gadis itu memandang kekasihnya,dia hanya takut jika Fandi bercanda.Namun,dia tidak menemukan ekspresi Fandi yang bercanda.Kekasihnya itu berkata dengan serius.
Lalu Arum menyahuti perkataan kekasihnya."Benarkah?"ucap memastikan perkataan Fandi,dia hanya ingin mencari kebenaran itu
Fandi mengangguk."Benar.Aku benar-benar serius ingin menjalin hubungan dengan mu Arum.Aku ingin kita membangun indahnya mahligai rumah tangga.Aku hanya ingin hidup bersama mu dan anak-anak kita nanti.Sejak ibu meninggal,aku tidak punya siapa-siapa lagi.Bahkan ayah ku saja,aku tidak tahu dimana keberadaan nya.Jadi,izinkan aku menemui ayahmu dan melamarmu."ucap Fandi
Arum langsung terharu atas perkataan Fandi.Dan akhirnya mereka memutuskan akan bertemu dirumah Arum.
Arum sudah bersiap-siap dengan dress selutut berwarna putih gading.Dia mengatakan kepada ayahnya,jika kekasih nya akan datang dan ingin bertemu dengan ayahnya.Johan hanya mengangguk untuk menuruti keinginan putri semata wayangnya itu.
Mereka menunggu kedatangan Fandi di meja makan,pukul delapan malam akhirnya Fandi datang dengan membawa buket bunga mawar dan sebuah cincin.Pembantu dirumah itu mempersilahkan Fandi untuk masuk kedalam dan mengantarkan nya ke ruang makan.Disana sudah ada Arum yang cantik dan seorang pria berumur sekitar empat puluh lima tahun.
"Selamat malam Paman."sapa Fandi dan hanya dibalas anggukan kecil oleh Johan
Johan menatap Fandi dari atas sampai ke bawah.Pakaian pemuda itu terlihat biasa saja.
'Pemuda pasti bukan berasal dari kalangan orang terpandang.Bagaimana mungkin putriku berpacaran dengan pemuda Seperti ini?'ucap Johan dalam hati
Sedangkan Arum,begitu melihat kedatangan Fandi.Dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan mempersilahkan Fandi untuk duduk berhadapan dengan ayahnya.Fandi pun merasa senang diperlakukan Arum dengan baik,dan dia pun menyerah kan buket bunga itu kepada Arum.
"Terimakasih."ucap Fandi pada Arum,dan gadis itu hanya mengangguk.Malam ini malah terindah ,menurut Arum.Lalu dia duduk disamping ayahnya.
__ADS_1
Lalu mereka memulai acara makan malam,awal nya hanya keheningan di antara mereka.Akhirnya Johan memecah keheningan itu dengan berbicara."Kau berpacaran dengan putriku?"tanya Johan
Dengan jujur,Fandi langsung menjawab."Iya,paman."
"Sejak kapan?"tanya Johan lagi
"Kurang lebih hampir lima tahun kami menjalin hubungan."Sahut Fandi
"Ohh begitu.Lalu,apa pekerjaan mu?"tanya Johan
Arum ingin menghentikan ayah nya yang bertanya terus,namun dengan cepat Johan mengangkat tangannya.Agar Arum berdiam saja,dengan terpaksa Arum menuruti keinginan ayahnya.
'Duh,ayah kok bertanya terus sih! Kan jadi rusak momen indah ini.Mana pakai bertanya pekerjaan lagi."gerutu Arum dihati
"Aku bekerja sebagai petani paman."ucap Fandi dengan jujur,karena memang dia hanya hanya seorang petani.Walaupun dia sudah lulus wisuda dengan hasil terbaik.Tapi,mencari pekerjaan di kota tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Lalu, pertemuan ini dalam rangka apa?"ucap Johan bertanya kepada muda-mudi itu
"Aku ingin melamar Arum paman,aku ingin dia menjadi istriku."ucap Fandi dengan percaya diri
Arum senang sekali mendengar ucapan Fandi,sedangkan ayah nya hanya tertawa terbahak-bahak.Kedua muda-mudi itu tidak mengerti dengan Johan dan apa yang dia tertawa kan,padahal tidak ada yang lucu.
"Kenapa tertawa ayah?"tanya Arum dengan ekspresi bingung
"Aku tidak bercanda,paman."ucap Fandi dengan serius
Johan menghentikan tawa nya dan dia menatap Fandi dengan datar."Mimpi mu sangat besar anak muda,kau harus segera mengubur mimpimu.Sampai kapan pun aku tidak akan merestui hubungan kalian."ucap Johan dengan tegas
"Tapi, ayah......!!!"ucap Arum,namun Johan mengangkat tangan nya dan menyela ucapan Arum."Tidak ada tapi-tapian Arum,ini pilihan terbaik untuk mu."
"Kenapa paman tidak merestui hubungan kami?"tanya Fandi
"Kau berkaca lah anak muda,kau tidak akan mampu membahagiakan anak ku.Aku tidak akan membiarkan anak ku hidup susah bersamamu."ucap Johan dengan keras
"Tapi aku mempunyai cinta yang besar untuk Arum,paman.Cintaku padanya sangat tulus."ucap Fandi
"Makan cinta saja tidak akan kenyang,dari hasil pekerjaan mu sebagai petani mana cukup untuk membiayai hidup anak semata wayang ku ini."ucap Johan
"Rezeki sudah Allah tentukan untuk hambanya paman.Semua itu sudah allah atur untuk hambanya yang bertakwa dan selalu memuja nya."ucap Fandi
"Kau memang pandai berkata, kehidupan itu tidak semudah yang kau bayangkan.Pergi kau dari sini."ucap Johan mengusir Fandi,dia sudah muak dengan pemuda itu
"Tapi paman,aku .....!!!!"ucap Fandi
__ADS_1
"Ayah,kenapa harus seperti ini.Aku dan mas Fandi saling mencintai."ucap Arum dengan air mata berlinang
"Ku bilang,pergi kau dari sini."ucap Johan pada Fandi
Arum menggeleng cepat dan mendekati ayahnya."Ayah,aku mohon restu hubungan kami.Ayah pasti menyayangi ku kan."ucap Arum membujuk ayah nya
"Kenapa kau masih berdiri di situ, pak Anto."teriak Johan,tidak lama kemudian pak Anto datang menghampirinya.
"Iya tuan,ada apa?"tanya tukang kebun Johan
"Seret pemuda itu keluar dan usir dia."ucap Johan dengan lantang.Sedangkan Fandi hanya diam saja,Johan berkata dengan benar.Apa kah dia mampu membahagiakan Arum nanti nya.
Lalu dia melihat Arum menangis di dekat ayahnya.
"Ayah,jangan usir mas Fandi."ucap Arum
Johan membelai rambut hitam putrinya itu."Ayah memang sangat menyayangi mu,tapi ayah tidak akan membiarkan my hidup bersamanya.Kau tidak akan mampu hidup susah bersama nya.Ayah dan almarhumah ibu mu sudah pernah merasakan kehidupan yang susah.Jadi,ayah harap kau jangan mengikuti jejak ayah dan ibumu.Cari lah pasangan yang sama berada Seperti mu nak."ucap Johan
Arum menggeleng cepat."Ayah,aku mohon jangan pisahkan kami."
Lalu Fandi di bawa keluar dan pemuda itu hanya diam saja.Sedangkan Arum ingin berontak dari pelukan ayahnya.
"Masss Faandiiii.......maaasss.....!! Ayah lepaskan aku,aku tidak ingin berpisah dengan mas Fandi.Aku sangat mencintainya."ucap Arum dengan linangan air mata
"Lalu? Apakah kau mencintai ayah?"tanya Johan
"Apa yang ayah bicarakan? Tentu saja aku sangat menyayangi ayah,dan aku juga sangat menyayangi mas Fandi.Ayah jangan cemburu,aku sangat menyayangi kalian berdua."
"Kalau begitu,masuk lah ke kamar."ucap Johan melepaskan pelukannya
"Ayah,lalu mas Fandi bagaimana? Aku ingin menemuinya di luar,pasti dia belum pulang."ucap Arum yang ingin pergi keluar,namun Johan segera menarik lengannya."Masuk ke kamar Arum."ucap ayah nya dengan tegas
Dengan langkah lemah,akhirnya Arum masuk ke kamar nya.Dia masih memikirkan Fandi.
"Kenapa serumit ini hubungan kami."gumam Arum
Sedangkan Johan menghela napas lelah,akhirnya dia juga masuk ke dalam kamarnya.
Fandi yang dibawa keluar tadi langsung pulang ke rumahnya.Dengan melepas jaketnya dan hanya menyisakan baju kaos saja.Fandi merebahkan tubuhnya dan dia mulai memejamkan matanya.Akhirnya dia tertidur.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1