
...***...
Pada saat itu Hasegawa Yuuto, Natsume Sensei, Mikoto, Hase Sensei berkumpul dalam satu tempat yang sangat aneh. Mereka sedang melakukan hal yang tidak biasa dari yang biasanya. Apakah yang akan dilakukan oleh mereka di sana?. Simak terus ceritanya.
"Kenapa aku malah berada di sini?." Natsume Sensei yang duduk di kursi merasa heran, ia melihat apa yang lakukan dengan duduk di sana.
"Jangan tanyakan padaku." Yuuto terlihat sangat cuek. "Aku pun juga heran dengan apa yang terjadi padaku. Kenapa aku bisa berada di sini?." Dengan ketusnya ia berkata seperti itu.
"Aku tidak tahu." Mikoto juga melihat keadaan sekitar yang seperti berada di ruangan yang serban putih.
"Ayolah. Kita harus membantu author yang sedang galau karena kehilangan ide, dan dia hampir saja kehilangan akal. Seperti dialog sebuah film yang sedang prustasi." Hase Sensei menyadari apa yang terjadi saat itu. "Mari kita melakukan sesi wawancara supaya ada dialog hari ini." Lanjut Hase Sensei.
"Jadi saat ini kita tidak berada di dalam cerita?. Kita berada di mana?." Yuuto mengernyit heran.
"Apakah author masih sehat?. Sehingga mengumpulkan kita di sini?." Natsume Sensei juga merasa bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Aku rasa dia memang kehilangan ide, sehingga dia mengumpulkan kita di sini." Mikoto bahkan ikut berkata seperti itu.
"Ekhm!. Jangan banyak bertanya. Jika ada masalah selesaikan di sini, atau aku yang akan menyelesaikan kalian, dan kalian tidak akan dapat komisi." Author sedikit jengkel dengan apa yang dikatakan mereka.
"Jangan main ancam!. Ceritamu itu jelek!." Yuuto, Hase Sensei, Mikoto, Hase Sensei, Natsume Sensei dengan sangat kesal berkata seperti itu.
Hingga pada saat itu mereka bersitegang, mempertahankan apa yang saat itu menurut mereka itu adalah sebuah kebenaran. Mereka yang sedang mempertimbangkan apa yang seharusnya terjadi.
"Oke!. Kalian semua aku pecat!." Author tanpa berpikir panjang malah berkata seperti itu.
"Oh?. Yuuto. Pada episode pertama, kau terlihat tertunda. Apakah kau suka dengan adegan itu?." Hase Sensei sedikit takut dengan apa yang dikatakan tuannya?. Benarkah?.
"Sangat tidak suka. Karena aku harus mandi cairan aneh yang dipikiran author yang gila." Yuuto menjawab dengan kesalnya, ia masih ingat dengan adegan yang menyebalkan menurutnya saat itu.
__ADS_1
"Ba-bagaimana pendapat tuan author?." Hase Sensei sedikit gugup mendengarkan jawaban dari Yuuto. "Jangan berkata seperti itu. Apakah kau tidak mengetahui bagaimana sesi wawancara ini sebenarnya?." Dalam hati Hase Sensei yang saat itu merasa sangat takut.
"Ya. Itu memang sengaja, supaya terlihat lebih teraniaya tokoh utamanya pada awal cerita." Author tanpa basa-basi lagi berkata seperti itu.
"Bffh!." Natsume Sensei hampir saja tertawa terbahak-bahak jika saja ia tidak segera menutup mulutnya. "Sungguh sangat jujur sekali." Dalam hatinya.
"Mikoto, mari kita bunuh dia." Yuuto malah mengajak Mikoto ingin membunuh Author?. Apakah memang berani melakukan itu?.
"Maaf yuuto. Kali ini aku tidak bisa, karena komisi yang aku terima nanti berkurang." Mikoto sangat tidak setuju dengan apa yang dikatakan Yuuto.
"Kau memang penghianat!." Yuuto sangat kesal dengan penolakan yang dikatakan Mikoto. "Biasanya kau selalu saja setuju dengan apa yang akan aku lakukan. Akan tetapi kenapa sekarang kau malah menolaknya?." Yuuto semakin kesal dengan apa yang dikatakan oleh Mikoto.
"Ayolah. Kita lanjutkan saja." Hase Sensei mencoba untuk mencegah perdebatan antara Mikoto dan Yuuto.
"Sial!. Kenapa aku malah terlibat dengan kondisi yang buruk seperti ini?." Dalam hati Natsume Sensei merasa heran dengan itu. Namun, ia tanpa enggan untuk membicarakan sepatah kata pun melihat perdebatan kedua remaja itu?. Apakah Mikoto masih bisa disebut remaja?. Ya, anggap saja seperti itu.
"Oke kita sampai di sini saja." Author tanpa perasaan malah berkata seperti itu.
Mereka semua ya mendengar itu sangat terkejut sehingga mereka membalas ucapan Author bersamaan.
"Kau memang sangat menyebalkan." Teriak mereka semua dengan emosi yang meledak-ledak "Kami yang akan pensiun dini!. Jadi kau tidak usah melanjutkan cerita ini. Dasar tidak berguna!." Teriak mereka sambil meninggalkan ruangan itu.
Author on.
Baiklah, karena malam ini malam yang sangat galau, author sangat meminta maaf, jadi mohon pengertiannya ya?. Karena mengimbangi pekerjaan dengan imajinasi sangat rumit, jadinya jam menulis sangat terbatas. Seperti kata lirik lagu yang selalu terngiang-ngiang di kepalaku saat aku tidak bisa tidur hingga jam 00.00 malam. Begadang jangan begadang, jika tidak ada artinya, begadang boleh saja jika ada perlunya. Nah, kata perlunya ini patut digaris bawahi, bawa aku bedagang!. Eh!. Begadang itu karena keperluan untuk menulis. Selamat membaca.
Author off.
Saat jam pertama selesai ujian, dan hingga saat ini keadaan Yuuto masih aman saja. Karena Umihara dan teman-temannya masih belum bergerak, karena pada saat itu mereka hampir saja ketahuan karena telah melakukan sesuatu yang aneh?.
__ADS_1
"Sepertinya kau harus berhati-hati yuuto. Mereka memiliki niat yang sangat buruk padamu." Mikoto mengingat Yuuto.
"Ya, tentu saja." Balas Yuuto sambil memperhatikan sekitarnya.
"Apakah kau memiliki ide yang bagus untuk balik mengerjai mereka?. Atau malah langsung balas dendam?." Mikoto ingin mendengarkan langsung ucapan Yuuto.
"Banjir darah saat ujian itu sepertinya bukanlah ide yang buruk." Yuuto tertawa kecil sambil membayangkan hal menyenangkan apa yang akan ia lakukan setelah ini.
"Ho?. Jadi kau akan bertindak sekarang?. Sungguh sangat berani sekali." Ucap Mikoto sambil mengacungkan siapanya. "Tapi apakah kau tidak takut jika mikami nii akan memarahiku nantinya?." Saat itu ia malah teringat dengan kakaknya sendiri.
"Itu bisa akali. Kita benar-benar harus memikirkan hal yang paling mudah untuk membuat mereka terjebak dengan permainan yang mereka ciptakan." Ucap Yuuto.
"Baiklah. Aku akan melakukannya, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan." Mikoto akan selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh Yuuto.
Sementara itu di kantor.
Semua guru yang datang saat itu telah mengumpulkan semua lembaran jawaban ujian dari siswa kelas satu sampai kelas tiga.
"Apakah semuanya berjalan dengan aman?." Daisuke Sensei bertanya pada mereka yang ada di ruangan itu.
"Ya, lumayan aman." Jawab mereka.
"Lalu bagaimana dengan kelas 3a?. Apakah aman?." Hase Sensei dengan perasaan penasaran dengan itu.
"Untuk saat ini masih aman, jadi kau tidak usah cemas hase sensei."
"Benar tu. Siswa yang biasanya membuat keributan sekarang aman."
Hase Sensei sangat senang mendengarkan itu, karena semuanya aman. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka benar-benar menjalani rencana mereka itu untuk menerkam mangsa mereka?. Apakah mereka tidak takut resiko yang akan mereka lakukan nantinya?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
...*** ...