DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
76.


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor,Argana langsung memasuki kamarnya dan membuka baju nya.Lalu dia ke kamar mandi dengan handuk yang berada di tangannya.Argana mencuci wajahnya terlebih dahulu,setelah itu dia mandi.


Selesai mandi Argana langsung memakai baju kaos berwarna putih dengan celana hitam pendek selutut.Dia terlihat sangat tampan dengan pakaian seperti itu.Setelah menyisir rambutnya,dia memeriksa ponsel miliknya.Dan membuka aplikasi WhatsApp,disana terlihat tiga pesan dari Yasmin.


Yasmin :


Assalamualaikum bang Arga.


Lagi sibuk yaa ? Yaa udah kalau sibuk,bang Arga lanjutin aja kerja nya 😊


Semangat yaa πŸ₯°


Membaca pesan dari Yasmin,Argana tersenyum dan langsung mengetik kata-kata dan mengirim ke nomor Yasmin.


Argana :


Waalaikumsalam.


Maaf yaa baru balas , tadi emang lagi sibuk bekerja.Dan ada sedikit masalah, alhamdulilah sekarang sudah kelar masalah nya.😊


Setelah pesan itu terkirim,Argana melihat Yasmin sedang online dan sedang mengetik.


Yasmin :


Syukurlah.


Argana :


Sekarang lagi ngapain ?


Yasmin :


Lagi berbalas pesan dengan cowok 😁


Argana :


Ohh yaa? Emang nya siapa cowok itu ? πŸ€”πŸ˜Œ


Yasmin :


Mau tau atau mau tau banget πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Argana :


Cepat kasih tau😌


Yasmin :


Nama nya " Argana Farid Ibrahim "


Argana langsung tersenyum mendapati pesan yang dikirimkan oleh Yasmin.Dia langsung membalas pesan gadis itu.


Argana :


🀭🀭


Yasmin :


🀭🀭


Argana :


Kok emot nya ikut-ikutan sih


Yasmin :


Kok emot nya ikut-ikutan sih


Argana :


Yaa tuhan gadis ini πŸ€¦πŸ»β€β™‚οΈ


Yasmin :

__ADS_1


Yaa tuhan bujangan ini πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ


Argana :


Capek 😌🀣🀣


Yasmin :


Capek 😌🀣🀣


Argana :


Udah yaa ,jangan ikutin begitu terus.


Ohh yaa,sudah makan dan minum ?


Yasmin :


Sudah


Argana :


Syukurlah. Boleh video call gak ?


Yasmin :


Hmm....boleh.


Setelah membaca pesan Yasmin,Argana langsung menekan panggilan video kepada Yasmin.Dan gadis itu langsung mengangkat nya.Terlihat wajah gadis itu yang sedang tersenyum menatapnya.


'Yaa tuhan,cantik sekali ciptaan mu ini.' Begitu lah batin Argana berucap


"Kenapa bengong?"tanya Yasmin


"Cantik."ucap Argana singkat,namun mampu membuat pipi Yasmin merah merona dan tersipu malu.Argana suka melihat gadis itu tersipu malu.


"Yasmin, siapa itu ?"ucap seseorang


Terlihat seorang pria tua yang memandang Argana dengan senyum tipis.Argana pun juga membalas senyum pria tua itu."Salam kenal kek."ucap Argana sopan


"Salam kenal juga nak."ucap kakek Yasmin yang bernama Alang itu.Lalu pria tua itu menatap Yasmin dan Argana yang di ponsel Yasmin."Kalian lanjutkan saja mengobrol."ucapnya,lalu pergi meninggalkan pasangan yang sedang dilanda kasmaran ini


Yasmin menatap Argana kembali,begitu pun Argana.


"Yasmin - Bang Argana."ucap mereka bersamaan


"Bang Arga saja duluan."ucap Yasmin


"Yasmin saja yang duluan."ucap Argana lembut


"Hmm....bang Arga saja."ucap gadis itu lagi


"Baiklah. Yasmin, bagaimana respon bapak mu tentang hubungan kita?"tanya Argana


Yasmin menghela nafasnya,lalu berkata."Masih Seperti dahulu,bapak belum berniat merestui hubungan kita."ucap gadis itu langsung tertunduk,kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatap Argana."Bagaimana kalau kita kawin lari aja bang."ucap Yasmin mengemukakan ide nya


Argana yang mendengar ide Yasmin langsung tertawa.Dia sungguh tidak habis pikir dengan gadis pujaannya ini.Bagaimana mungkin gadis ini ingin mereka kawin lari,konyol sekali.


"Kenapa tertawa?"tanya Yasmin heran dengan tingkah Argana


"Haha tidak,maafkan aku.Ide mu itu sangat buruk Yasmin,aku tidak ingin melakukan hal itu."ucap Argana


"Kenapa?"tanya Yasmin dengan ekspresi bingung


"Kenapa juga harus kawin lari ?"tanya balik Argana


"Yaa tidak apa-apa,kan bapak ku tidak merestui hubungan kita.Jadi,tidak ada salahnya kalau kita kawin lari."ucap Yasmin dengan santai


"Yasmin,dengar kan aku.Aku tidak akan melakukan seperti ide mu itu.Sesuatu yang dimulai dengan tidak baik, akhirnya pun tidak baik juga.Aku masih siap menunggu sampai bapak mu memberikan restu tentang hubungan kita."ucap Argana menjelaskan


"Bang Arga kok sabar banget sih."ucap Yasmin terharu dengan pernyataan Argana yang menurut nya, entahlah.


"Jadi,aku berharap kepadamu untuk bersabar.Aku akan kembali datang menemui orang tua mu.Dan berusaha meminta restu."ucap Argana

__ADS_1


"Baiklah,aku akan sabar menunggu Abang.Aku juga berharap bapak segera merestui hubungan kita."ucap Yasmin


Setelah itu,mereka berbicara berbagai hal dan mengakhiri panggilan telepon.


Yasmin duduk termenung setelah berbicara ditelpon dengan Argana.Dia sadar,jika sepenuhnya hubungan ini akan sulit bersatu.Apalagi bapak nya kriteria yang mempunyai sifat keras kepala.Jika dia berkata tidak,maka tidak ada seorang pun yang bisa menentang keinginannya.


*********


Johan duduk termenung di sofa miliknya,sejak pulang dari tempat ustadz Hamzah kemarin.Dia selalu kepikiran dengan perkataan ustadz Hamzah.Jika putrinya sangat mencintainya dengan sepenuh hati.Johan pun juga sayang menyayangi dan mencintai putri semata wayangnya itu.Dari kecil dia merawat dan membesarkan nya hingga akhirnya gadis nya itu menikah.Lalu gadis kesayangannya pergi meninggalkan nya,namun kasih sayang nya tidak akan hilang sampai kapan pun.


"Arum,ayah sangat merindukan mu.Maafkan ayah,sampai saat ini ayah selalu menyayangi mu.Kini hanya Argana putramu yang ayah miliki.Hanya dia yang menjadi keluarga terdekat ayah.Tidak ada siapapun yang bisa menggantikan posisi mu dihati ayah nak,hanya kau kesayangan ayah hingga saat ini."ucap Johan.


"Mungkinkah karena aku yang tidak ikhlas akan kepergian nya dan Arum tidak bisa tenang di alam nya?"ucap Johan pada dirinya sendiri.Lalu Johan menghela napas panjang.Dia sadar,jika dia memang sulit mengikhlaskan kepergian Arum.Ayah mana yang bisa seperti itu,saat putrinya meninggal dalam keadaan tidak wajar.Hati nya sangat sakit.Tapi,Johan akan berusaha kembali dengan ikhlas.


Johan pun melirik ke jam dinding dirumah nya,sudah menunjukkan pukul enam sore dan terdengar kumandang adzan.Dia pun segera beranjak dari tempatnya lalu menuju ke kamar mandi.Johan pun berwudhu dan mengerjakan ibadah shalat maghrib sendirian di kamarnya.Dia akan bermunajat kepada Allah dan memohon ampunan atas segala dosa-dosanya.


Sedangkan Argana,dia juga melakukan ibadah shalat maghrib dikamar nya.Dia berdzikir terus menerus, memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang pernah dia lakukan.Dan dia juga memohon kepada Allah,agar kedua orang tuanya tenang disisi Allah SWT.


*********


Seorang wanita terlihat mengerang kesakitan diatas ranjang dan dia berusaha bangun.Dengan perlahan dia mengambil ponsel serta dompet miliknya.Lalu dia keluar dari rumahnya dan memesan taksi online.Setelah lima menit menunggu, akhirnya sebuah taksi datang.Sang supir yang melihat wanita itu kesusahan berjalan membawa perut nya yang besar,membantu wanita itu untuk masuk ke dalam mobil.


"Tolong segera ke rumah sakit terdekat pak."ucap wanita itu dengan menahan sakitnya.Dia merasa akan segera melahirkan,padahal menurut perhitungan yang dikatakan dokter.Dia akan melahirkan dalam waktu tiga minggu lagi.Namun, Sepertinya anak nya tidak sabar ingin segera hadir ke dunia ini.


"Baik bu."ucap sang supir taksi online,lalu pria yang sedikit lebih tua dari suami wanita itu melanjutkan mobil nya menuju ke rumah sakit terdekat.


Sekitar dua puluh menit perjalanan, akhirnya mereka tiba dirumah sakit.Dan wanita itu mengeluarkan selembar uang seratus ribu rupiah."Terimakasih pak."


"Sama-sama Bu. Mari aku bantu."ucap pria itu menawarkan bantuan kepada wanita yang sedang hamil itu.


"Tidak usah pak,aku bisa sendiri.Bapak boleh pergi meninggalkan aku dan melanjutkan pekerjaan bapak."ucap wanita itu dengan halus menolak bantuan pria itu.Dan pria itu pun tidak memaksa kehendak nya,lalu dia mengiyakan saja dan pergi meninggalkan wanita itu.


Wanita itu pun masih menahan rasa sakit nya dan langsung berjalan menuju ke rumah sakit.Lalu dia menghampiri meja tempat administrasi.


"Ada yang bisa kami bantu Bu."ucap suster dengan sopan


"Tolong bantu aku sus, Sepertinya aku akan segera melahirkan."ucap wanita itu yang sudah lemas


"Dimana kah wali ibu atau suami ibu? Dan silahkan bayar administrasi dulu."ucap suster itu


"Tapi sus,aku sudah tidak kuat lagi.Aku akan membayar biaya administrasi setelah melahirkan nanti."ucap Wanita itu pelan


"Maaf ibu,disini sudah begini peraturan nya.Bayar dulu administrasi nya,baru kami akan mengurus ruangan yang akan menjadi tempat untuk ibu melahirkan."ucap suster itu lagi,dia merasa jika sudah terbiasa menemui wanita seperti ini.Melahirkan dahulu,setelah itu tidak mampu membayar.


"Aku mohon sus,tolong bantu aku."rintih wanita itu


Dikejauhan terlihat seorang pria yang terus memandangi wanita itu dan akhirnya mendekat.Dia sangat kaget saat mengetahui siapa wanita itu.Sedangkan pria itu adalah Marcelian, sahabat Argana.


"Selena,kau sedang apa disini.Astaga,kau mau melahirkan yaa?"tanya Marcelian yang merasa panik saat melihat wanita pujaannya merintih kesakitan


Wanita yang bernama Selena itu hanya bisa mengangguk dan terlihat darah keluar dan mengalir di kaki nya.Sontak saja Marcelian panik dan segera menyuruh perawat mengambil brankar.Suster pun mencegah kepergian Marcelian."Pak,bayar administrasi dulu dan isi data pasien terlebih dahulu."ucap suster itu


Marcelian sangat kesal kepada suster itu,namun dia tidak mengatakan apapun.Dia langsung mengisi data dan membayar biaya administrasinya.Kemudian dia berjalan menuju ke ruangan Selena yang akan segera melahirkan.Dokter yang berlari ke ruangan Selena pun segera bertanya kepada Marcelian.


"Bapak pasti suami ibu Selena tadi kan,mari ikut kami masuk ke dalam."ucap dokter


"Tapi dok,aku bukan ......"ucap Marcelian tertahan,belum selesai dia berkata.Dokter tadi langsung menarik lengannya masuk ke dalam.


Marcelian pun diberi baju,kemudian dia disuruh berdiri disisi Selena.Sedari tadi Selena mengerang keras dan Marcelian disuruh memegang tangan Selena.Selena pun memegang tangan Marcelian dengan kuat.Sehingga Marcelian merasakan tangannya sakit,namun rasa sakit itu hilang saat dia melihat wajah Selena yang terlihat kesakitan.


"Ayo Bu, tarik nafas dan hembuskan secara perlahan.Lalu dorong dengan relax."ucap dokter dengan tag nama Maria itu


"Hahhh huuhhhh hahhh huuhhhh arrhhhhhh ...."teriak Selena


Begitu lah dia mengulang ,tidak lama kemudian terdengar tangisan bayi dengan keras.Selena pun menghela napasnya dan mengucap syukur,karena anak nya telah lahir dengan selamat.


"Terimakasih,Marcel."ucap Selena pelan dengan tulus


Marcelian memandangi wajah pujaan hatinya,lalu dia menyeka peluh di wajah Selena."Sama-sama, beristirahat lah."ucap Marcelian lembut dan dibalas anggukan kecil oleh Selena.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2