
Arum pulang kerumah dengan wajah kesal dan Fandi faham jika istrinya tersinggung dengan perkataan juragan Salim.Fandi juga sebenarnya kesal dengan ucapan juragan salim,namun dia tidak bisa membela diri.Karena dia sadar,jika ucapan nya benar.
"Sayang,dari pada muka cemberut begitu.Mending tersenyum kepada mas,karena senyum nya seorang istri merupakan hal yang terindah bagi suami."ucap Fandi
"Jangan merayu."sahut Arum ,padahal diri nya ingin sekali tersenyum setelah mendengar perkataan Fandi tadi.
"Yasudah,daripada begitu mending kita makan yaa. Mas sudah lapar benget."ucap Fandi
Arum pun beranjak dari tempatnya dan mengambil piring di dapur ,kemudian membawa nya kembali ke tempat suami nya duduk.Setelah itu mereka berdua makan bersama dan menikmatinya sambil berbicara dan bercanda.
*********
Lima bulan bulan kemudian.....
"Hoek."
Saat ingin sarapan,Arum langsung berlari menuju ke kamar mandi.Dia langsung muntah,Fandi yang melihat istrinya berlari pun bergegas menyusul.Dia mengusap punggung istrinya dengan pelan."Kau kenapa sayang?"tanya Fandi
"Aku tidak tahu mas, tiba-tiba saja aku mual."ucap Arum setelah membasuh wajahnya dengan air
"Jangan-jangan,kau hamil sayang."ucap Fandi dengan senyum sumringah dan penuh harap
Mata Arum terlihat berbinar."Mungkin saja mas,soal nya sudah tiga bulan aku tidak menstruasi."
"Kalau begitu,bagaimana kalau kita berangkat ke rumah bi inah setelah sarapan."ajak Fandi dan dibalas anggukan cepat oleh Arum
Kemudian mereka bersiap-siap menuju ke rumah bi inah yang berada di ujung jalan.Mereka berangkat ke sana memakai motor milik ayah nya Faisal, tetangga Fandi.Fandi membawa motor itu dengan santai,dia tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan istrinya.Jika ternyata benar istrinya sedang hamil.
Tidak lama kemudian,mereka tiba didepan rumah bi Inah.
"Assalamualaikum." Ucap Fandi dan Arum bersamaan
Lalu terdengar sahutan dari dalam."Waalaikumsalam." Ucap pemilik suara tersebut dan keluar menyambut kedatangan pasangan suami istri itu.Bi Inah pun mempersilahkan mereka berdua masuk.
Lalu mereka duduk berhadapan dengan bi Inah."Ada apa keperluan apa kalian datang kemari?"tanya bi Inah setelah meletakkan dua gelas air putih dan ubi rebus
"Tidak usah repot-repot,Bi."ucap Fandi
"Tidak merepotkan."sahut Bi Inah dengan santai
"Kedatangan kami kesini adalah,ingin memeriksa keadaan istriku.Dia pagi tadi mengalami mual-mual,apakah kemungkinan besar istriku sedang hamil?"tanya Fandi
"Sini berbaring dulu nak."ucap Bi Inah menyuruh Arum berbaring,Arum pun menuruti perintah Bi Inah.Dia mengusap perut Arum dan merasakan,kemudian dia tersenyum."Selamat untuk kalian berdua,tidak lama lagi kalian akan mempunyai seorang anak.Aku menduga,jika istrimu ini sedang hamil tiga bulan.Tolong dijaga kandungan istrimu yaa nak Fandi."ucap Bi Inah sembari tersenyum
"Alhamdulillah."ucap syukur pasangan suami istri itu.Mereka teramat senang dan bersyukur,akhirnya mereka dikaruniai anak.Dan mereka tidak sabar menunggu kelahiran anak mereka sekitar enam bulan lagi.
Setelah memberi satu kilo beras dan yang sepuluh ribu,pasangan suami istri itu pamit pulang dengan wajah bahagia.
*********
Hari-hari yang Arum lewati bersama suami nya penuh dengan kebahagiaan.Tanpa mereka sadari,ada seorang pria yang terus mengutuk hubungan mereka.Pria itu terus memandangi wajah bahagia Arum dengan perut yang sudah kelihatan membuncit.
__ADS_1
'Harus nya aku yang berada disisi Arum saat ini hingga nanti.Bukan Fandi,ck ck dasar menyebalkan.Aku tidak bisa bahagia jika melihat Fandi bahagia.Harus nya aku yang menjadi suami Arum,bukan Fandi.'Batin pria itu
Dia berbalik dan beranjak meninggalkan tempat itu.Hati nya telah diliputi amarah dan rasa cemburu.Bohong jika dia tidak cemburu,hati nya sangat-sangat cemburu melihat wanita yang dicintainya begitu bahagia bersama pria lain.
Kenapa Arum lebih memilih Fandi daripada aku? Kenapa Arum?
Karena kesal,dia berjalan tanpa memperhatikan ke depan.Hingga akhirnya dia menabrak seorang wanita bermata sipit.
"AWW.....". Mereka berdua saling mengaduh dan berpandangan.Pria tadi menatap kesal kepada wanita itu,sedangkan wanita itu malam menatap penuh damba kepada pria yang menabraknya.
"Kalau jalan pakai mata."ucap Pria itu dengan tegas
"Kenalin,namaku Liu Yuanika."ucap wanita itu sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pria itu.Namun pria itu hanya menatap nya dengan kesal.
"Maaf."cicit wanita itu pelan,
Sedangkan pria tadi hanya menghela nafas."Iya."ucap nya,setelah itu dia meninggalkan wanita bernama Yuanika itu dengan cepat.Sedangkan Liu Yuanika masih bengong menatap kepergian pria tadi.
"Aku harus mendapatkan pria itu, bagaimana pun caranya."ucap wanita itu pada dirinya sendiri.
Setelah itu dia pulang ke rumah nya dengan langkah riang.
*********
Sejak kepergian Arum,Johan menyibukkan dirinya dengan berkerja.Sampai Bastian sang asisten hanya geleng-geleng kepala melihat sikap bos nya itu.Dia sering menegur bos nya untuk tidak terlalu memforsir diri dalam bekerja.Namun ucapan dari Bastian hanya Johan anggap sebagai angin lalu saja.
Lagi dan lagi,Bastian hanya bisa menghela nafas saat dicuekin oleh sang bos,jika dia sedang menasehati.
"Tuan,saat nya jam makan siang."ucap Bastian mengingatkan Johan
"Tuan harus makan,aku mendapatkan kabar gembira tentang putri tuan."ucap Bastian
DEG.
Mendengar Bastian menyinggung tentang Arum,sontak saja dia langsung memandang Bastian dengan tatapan penasaran.
"Katakan."ucap Johan dengan nada datar,tapi dia juga menunggu Bastian mengatakan apa yang dia ketahui tentang kondisi Arum sekarang.
"Tapi tuan harus makan dahulu,supaya tuan bisa semangat bekerja setelah itu."ucap Bastian lagi
"Baiklah."ucap Johan yang akhirnya mengalah dan beranjak dari tempatnya.Dia pun duduk di sofa miliknya,kemudian dia membuka bungkus makanan yang dibeli oleh Bastian tadi.Setelah itu dia makan dan dia juga menyuruh Bastian untuk ikut makan.Bastian pun dengan patuh duduk di samping Johan.
Setelah selesai makan,Johan menunggu Bastian yang masih melahap makanannya dengan santai.Sepertinya Bastian sengaja melakukan hal itu,dia ingin membuat Johan makin penasaran.
"Waktu satu menit bagiku sangat berharga,Bastian!"ucap Johan dengan nada tegas
"Hehehe maaf tuan,ini juga sudah selesai."ucap Bastian sedikit cengengesan
Lalu dia berkata."Semalam aku mendapatkan kabar dari menantu tuan...."belum selesai Bastian meneruskan perkataannya,Johan langsung menyahuti."Dia bukan menantuku."
Johan masih enggan mengakui Fandi sebagai menantunya,padahal Fandi sudah sah menjadi suami Arum.Ego Johan terlalu besar,hingga membuat dia masih marah terhadap suami putrinya itu.
__ADS_1
"Baiklah,maaf tuan. Jadi begini tuan,non Arum sedang mengandung sekarang."ucap Bastian
"Mengandung? Maksud mu Arum hamil?"tanya Johan dengan ekspresi terkejut
"Benar tuan."
Wajah Johan langsung berbinar seketika,namun kembali meredup.Dia bertanya."Berapa bulan usia kandungannya?"
"Kata Fandi,non Arum sudah hamil tiga bulan."
"Benarkah?"tanya nya tidak percaya
"Benar tuan,jika tuan ingin tahu secara langsung.Aku akan menelpon Fandi."ucap Bastian berpura-pura ingin mengambil ponselnya dan menelpon Fandi
"Tidak perlu. Berita ini sudah cukup,kau bisa lanjutkan pekerjaan mu."ucap Johan dengan tegas
Setelah Bastian keluar dari ruangannya,Johan bersandar di sofa miliknya.Dari ekspresi wajahnya saja sudah terlihat jelas,jika dia sangat bahagia dengan berita yang disampaikan oleh asisten nya tadi.Ayah mana yang tida bahagia saat mendengar kabar,jika putri nya sedang mengandung cucunya.Dia berharap,semoga saja suatu saat dia bisa berkumpul dengan cucunya itu.
"Arum,apa kabar mu sekarang nak? Ayah sangat merindukan mu dan ayah juga merindukan calon cucu ayah.Semoga kau baik-baik saja disana nak."gumam Johan
Lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
*********
Seorang pria memasuki rumahnya dan menutup pintu dengan keras.Sehingga wanita yang berada dihadapan nya itu terkejut.Dahi nya mengerenyit saat melihat wajah putra nya seperti sedang menahan amarah.
"Ada apa dengan kau Bima, datang-datang dengan wajah seperti itu?"tanya wanita itu pada putranya yang ternyata bernama Bima.
Bima menghela nafas."Aku bertemu lagi dengan wanita yang kucintai itu ibu.Dia sedang bahagia dengan kehamilannya dan seperti nya dia sangat mencintai suaminya."ucap nya dengan nada kesal
"Tentu saja wanita yang hamil itu berbahagia,apalagi dengan suaminya sendiri."ucap Ibunya Bima sedikit tertawa
"Kenapa ibu tertawa,tidak tahu kah ibu.Jika putra mu ini sedang patah hati."ucap Bima menatap tidak suka pada ibunya yang mentertawakan nya
"Lalu,kau mau apa?"
"Aku ingin mendapatkan wanita itu,namun aku tidak bisa memiliki nya.Aku bingung harus melakukan apa? Aku tidak ingin suaminya bahagia dengan wanita yang kucintai itu.Jika aku tidak bisa memiliki Arum,aku juga ingin suami nya tidak bisa memilikinya.Agar dia bisa merasakan apa yang aku rasakan."ucap Bima dengan emosi membara
"Kau ingin membunuh suaminya?"tanya ibunya yang menatap ke arah Bima
"Untuk sekarang,aku tidak akan melakukan hal itu."
"Lalu?"
"Aku akan memfitnah nya terlebih dahulu,jika tidak mempan aku akan terus mencoba nya."ucap Bima dengan seringai liciknya
"Apa yang kau lakukan,jika itu membuat mu bahagia.Ibu akan terus mendukung mu nak."ucap ibunya Bima.
"Tentu saja ibu harus mendukung ku,aku ini adalah putra ibu."
Wanita itu hanya tersenyum dengan perkataan putra nya.Walaupun putra nya sedikit sombong,namun dia tidak marah.Apapun yang membuat Putra nya bahagia,dia akan melakukan nya.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG