
Setelah shalat Ashar, rombongan Argana menuju ke rumah Yasmin.Calon mempelai pria dan wanita akan melakukan adat mandi.Disana sudah dipersiapkan keperluan untuk adat ba mandi.Yaa,mereka menggunakan adat istiadat banjar.Adat yang berasal dari Kalimantan Selatan.
Sebelum melakukan adat ba mandi pengantin, rombongan Argana terlebih dahulu memasuki rumah mempelai wanita.Mereka membawa hahadap dan lain nya.
Serta peralatan hias dan berbagai macam jenis keperluan untuk sang mempelai wanita nanti.
Dalam penyerahan hahadap ini,yang menjadi juru bicara pihak Argana adalah pak kades.Sedangkan pihak Yasmin, diwakilkan kepada tetua adat keluarga mereka.
"Assalamualaikum."ucap pak kades memulai pembicaraan diantara mereka
"Waalaikumsalam."sahut mereka yang hadir disana dengan serempak
"Kedatangan kami disini,ingin menyerahkan hahadap kepada pihak mempelai wanita.Sudi lah kira nya diterima."ucap pria yang menjadi pemimpin desa beringin itu
"Sebelum kami menerima hahadap ini,biarkan kami memeriksa semua nya terlebih dahulu.Supaya tidak ada kekeliruan nantinya."ucap kerabat Yasmin dengan sopan
"Silahkan."ucap pak kades
Lalu beberapa orang memeriksa yang pihak pria berikan.Setelah itu,mereka mengangguk senang.Karena tidak ada hal yang akan membuat mereka keliru kan nanti.
Argana memakai sarung dan singlet,sedangkan Yasmin memakai tapih yang di lilit kan kebagian dada.Setelah itu,mereka berdua diberikan kemban dan diletakkan di atas bahu mereka masing-masing.
Kemudian,calon mempelai pria dibawa ke luar rumah.Begitu pula dengan calon mempelai wanita.Karena sebentar lagi,mereka akan melakukan adat ba mandi.
Setelah duduk di kursi yang telah disediakan, seorang wanita yang memimpin adat ba mandi memulai semuanya.Pertama kali dia mengambil mayang kelapa dan diangkat ke atas kepala Argana.Lalu dia menyiramkan air kelapa ke atas mayang itu.
Kemudian bergantian dia menyiramkan air selanjutnya ke Yasmin.Riuh suara terdengar begitu nyaring,ini sudah menjadi kebiasaan bagi warga banjar.Apalagi dengan aneka macam wadai yang sudah digantung diatas tali.Begitu menggoda mata yang melihatnya.
Begitu pun para pria dan wanita,baik tua maupun muda.Mereka sudah bersiap-siap sedari tadi,mereka akan mengambil tebu yang menjadi tiang penyangga disekeliling calon pengantin.Disalah satu tebu yang menjadi tiang penyangga,ada satu tombak dengan payung yang menjadi incaran setiap orang.
Setelah adat ba mandi selesai,mereka yang berada di dekat pengantin tadi berebutan mengambil tebu dan lainnya.Semua orang yang menonton saja senang,apalagi yang melakukan nya.
*********
Di rumah sakit besar,seorang gadis yang terbaring lemah.Kini mulai menggerakkan tangannya,hingga membuat dua orang paruh baya yang berbeda jenis kelamin terkejut dan senang.
Wanita yang berumur sekitar empat puluhan panik dan menekan tombol darurat.Tidak lama kemudian,dokter datang bersama perawat.Dokter pun memeriksa keadaan gadis itu.
"Dokter, bagaimana keadaan putri ku?"tanya wanita yang merupakan ibu dari sang gadis.
Baru saja wanita itu berkata, tiba-tiba mata gadis itu terbuka setelah setahun lamanya terbaring koma.
"Shifana, akhirnya kau sadar nak."ucap wanita itu mendekati sang putri.
Gadis yang bernama Shifana itu menatap ke sekelilingnya.Dia melihat wanita yang dia panggil mommy dan pria yang dia panggil daddy pun juga ada.Shifana melihat kedua orangtuanya berdiri dengan senyum sumringah kepadanya.Senyum hangat yang dia inginkan selama ini.
Dan dia juga melihat dokter dan perawat menatapnya.
Kemudian dia melihat-lihat sekelilingnya,orang yang dia cari tidak ada.
Kecewa. Itulah yang dia rasakan saat ini, teman-temannya tidak hadir disisinya.
Mungkin mereka sedang sibuk. Batin nya berucap
"Ini benar-benar suatu keajaiban,pasien bisa sadar secepat ini."ucap dokter pada orang tua Shifana
"Terimakasih yaa Allah,engkau telah menyadarkan putriku."gumam pria yang merupakan daddy nya Shifana
"Nak,kau mau apa? Mau minum atau mau apa saja.Katakan lah sayang,mommy akan melakukan apa saja untukmu."ucap mommy Shifana dengan lembut
"Mom."lirih nya,lidah nya terasa kelu dan bibirnya pun terasa kering
__ADS_1
"Kau mau minum nak, sebentar."ucap sang mommy,lalu wanita bernama Lestari itu mengambil segelas air untuk diminum Shifana.Dengan perlahan Shifana meminumnya hingga tandas setengah gelas.
"Bagaimana keadaanmu sayang? Apa yang sakit?"tanya Lestari
"Tubuh ku rasa nya kebas mommy."ucap Shifana dengan lirih
"Itu memang sering terjadi pada pasien yang bangun setelah koma.Untuk itu,pasien harus melakukan gerakan-gerakan ringan terlebih dahulu.Agar memudahkan pergerakan seperti biasanya."ucap sang dokter menjelaskan,kemudian dia pamit keluar bersama perawat nya
Kini, tinggal lah Shifana dan kedua orang tuanya.Shifana memandang pada pria yang selalu menolaknya sedari kecil hingga sekarang.Dia hanya diam dan tidak mengatakan apapun.Dia sudah cukup lelah,memanggil pria yang dia sebut Daddy itu.Pria yang selalu mengabaikan nya dengan seribu alasan.Bahkan,sewaktu kecil pun dapat dihitung beberapa kali pria itu menemani nya bermain.
Dan sekarang,dia tidak ingin kecewa lagi.Biarlah semuanya berjalan dengan semestinya saja.Dia hanya perlu mengikuti takdir yang telah Tuhan tetapkan.Shifana kembali menatap wajah sang mommy.
Sementara itu,Arshaka yang tadinya ingin mengatakan sesuatu menjadi urung.Dia ingin mengatakan banyak hal pada Shifana.Kata maaf saja tidak cukup dia uraikan.Shifana merupakan putri semata wayangnya bersama Lestari,yang dia anggap hadir karena kesalahan semalam.Gadis yang lahir dari wanita yang tidak dia cintai.Gadis kecil yang dulu dia biarkan bermain sendiri,dan hanya ada pembantu dirumah yang menemani.
Hari-hari Arshaka hanya disibukkan pada pekerjaan dan istri keduanya saja.Dia tidak memperdulikan istri pertamanya dan putri pertamanya itu.
Sebenarnya,bukan ancaman sang ayah lah yang membuat Arshaka takut.Namun kecelakaan yang menimpa Shifana menjadi koma lah yang membuat dirinya merasa,entah lah.Perasaan takut akan kehilangan Shifana, mungkin itulah yang dia rasakan saat mendengar kecelakaan yang menimpa putrinya.
Karena merasa tidak dihiraukan, akhirnya Arshaka keluar dari ruangan putrinya.Saat diluar,dia berjalan dan berpapasan dengan pria yang dia panggil papa.
"Bagaimana keadaan cucuku?"tanya Edrick dengan sedikit heboh
"Dia sudah siuman."ucap Arshaka
"Syukurlah."ucap kakek Shifana mengucap syukur,lalu dia memandang wajah dan pakaian putranya.
Sedikit berantakan,itulah yang dia lihat.
"Kau mau kemana?"tanya Edrick setelah menatap putra nya
"Aku mau pulang dulu pa,badan ku sedikit letih."ucap Arshaka
"Yasudah,menyetir lah dengan hati-hati."ucap Edrick
*********
Malam harinya,didesa beringin warga berkumpul dirumah Yasmin.Ini sudah menjadi kebiasaan warga disana,setiap ada yang mengadakan pesta pernikahan.Semua orang akan berkumpul lalu mengobrol dan ada pula yang memasak.
Sementara itu,didalam kamarnya Yasmin melakukan Inai dan meletakkan daun pacar yang sudah di giling untuk semua jari tangan serta kakinya.
Salah seorang teman Yasmin yang sudah menikah sedang fokus memakai kan henna ke tangan Yasmin.Sedangkan yang lain,ada yang mengobrol dan menggoda Yasmin terus menerus.
Yasmin pun sesekali menanggapi godaan teman-teman serta para sepupu nya.Kadang,dia hanya menanggapi dengan senyuman saja.
Hal itu juga tidak berbeda jauh dengan Argana.Sekarang dia berada dirumah pak kades,pria itu sedang duduk dengan gagah.
Kuku tangannya juga dipakaikan daun pacar yang sudah di giling,yang melakukan itu semua adalah Bu kades.Wanita itu dengan senang hati melakukan nya.
Apalagi,dia teramat suka dengan Argana dan teman-teman.Para pemuda itu sangat sopan pada nya,mengingat para pemuda itu.Tiba-tiba saja dia rindu dengan putra semata wayangnya yang kini telah berada disisi Allah.
"Kenapa harus dibungkus seperti itu Bu kades?"tanya Marcelian yang penasaran,Setelah melihat kuku tangan Argana yang dibungkus.
"Ini memudahkan supaya pacar yang ditangan nya tidak kena kemana-mana."ucap Bu kades
"Ohh begitu.Padahal kan kalau pacar nya gak mau kemana-mana,yaa diikat aja."ucap Marcelian dengan nada tengil nya.Sehingga membuat semua orang yang berada disana tertawa.
Pluk.
Begitu lah bunyi botol plastik yang Takeshi lemparkan ke arah Marcelian.
"Itu sih mau nya elu."omel Takeshi
__ADS_1
"Hahaha kan tadi supaya gak kemana-mana, yaa diikat aja bro."ucap Marcelian sambil tertawa
"Pantas aja sampai sekarang masih jomblo, soalnya para cewek yang dia didekatin pasti takut itu Bu kades."ucap Takeshi pada istri pemimpin desa beringin itu
"Lho,kenapa?"tanya wanita paruh baya itu
"Dia kan tadi bilang,jika pacarnya gak boleh kemana-mana,yaa pasti dia ikat."ucap Takeshi dengan gurauannya
"Bisa aja lu lawak."ucap Marcelian lalu membalas melempar botol plastik tadi ke arah Takeshi.Hingga kelakuan mereka kembali membuat semua orang tertawa.
"Hahaha kalian ini ada-ada saja. Andai ibu punya anak gadis,pasti kalian sudah ibu jadikan menantu."gurau Bu kades
"Ahh sayang sekali yaa Bu,padahal kita dengan segenap hati dan jiwa raga kami ikhlas jika menjadi menantu ibu."ucap Marcelian menyahuti gurauan Bu kades
"Hahahha sudah-sudah,kau ini nak."ucap Bu kades yang tidak tahan untuk tidak tertawa dengan gurauan Marcelian
"Sudah selesai nak."ucap Bu kades pada Argana
"Terimakasih Bu."ucap Argana tulus
"Sama-sama."
"Rasanya ingin banget gua bungkus ni calon pengantin.Dari tadi senyum-senyum mulu."ucap Marcelian jengkel,karena melihat Argana selaku tersenyum
"Senyum kan ibadah."ucap Argana santai
"Cel,elu jangan gangguin dia.Dia itu sangat senang,karena mulai besok dia akan menikah dengan gadis pujaannya."ucap Takeshi
"Bener banget ucapan lu,tinggal kita aja yang belum punya calon."ucap Marcelian sedih
"Elu aja kali yang enggak punya,gua sudah ada."ucap Takeshi
"Serius lu? Kagak percaya gua."ucap Marcelian sedikit memicing kan mata nya ke arah Marcelian
"Yaelah,elu gak percayaan banget sih sama gua.Gua ngomong beneran."ucap Takeshi serius
"Tunggu-tunggu,gua tebak. Keponakan Arga itu tuh gak?"tanya Marcelian dengan berbisik,dia juga menatap Takeshi yang sedari tadi sambil mencuri-curi pandang ke arah Alifa yang sedang duduk disamping ibunya.Gadis itu pun sedari tadi juga curi-curi pandang ke arah Takeshi.
Takeshi mengangguk,dan Marcelian melirik sahabatnya itu dengan tatapan usil.
"Itu kan gadis incaran gua."ucap Marcelian menggoda Takeshi,sontak saja Takeshi memandang sengit ke arahnya.
"Ngomong apa lu barusan?"ucap Takeshi dengan nada ketus
"Dia gadis incaran gua,gua mau deketin dia ahh."ucap Marcelian kembali menggoda Takeshi dengan pura-pura berdiri
Takeshi sangat kesal pada Marcelian dan dia melotot ke arah Argana yang mentertawakan nya.Dia menarik tubuh Marcelian dengan cepat dan berkata."Dia gadis incaran gua,elu gak boleh nikung gua.Awas lu yaa,Cel. Gua pecat lu jadi sahabat."ancam Takeshi
"Hahahhhaa."akhirnya meledak lah tawa Marcelian dan Argana
"Gua berjanda."ucap Marcelian dengan santai
"Bercanda."ucap Takeshi dan Argana berbarengan
"Hahaha iya berjanda ehh bercanda."gelak tawa Marcelian
"Sialan lu."gerutu Takeshi sambil mengusap wajahnya.
Kemudian dia menatap ke arah Alifa,kebetulan sekali gadis itu melirik ke arah nya juga.Dia pun tersenyum mengangguk pada gadis itu,dan gadis itu pun pura-pura memalingkan wajahnya karena malu.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG