DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 43


__ADS_3

...***...


Saat itu Yuuto dan Mikoto baru saja hendak meninggalkan kelas, karena ujian terakhir telah selesai. Akan tetapi pada saat itu, langkah keduanya terhenti karena ada dua orang yang saat itu berdiri di hadapannya.


"Sepertinya aku memiliki pengawal pribadi yang sangat luar biasa. Sehingga akhir-akhir ini mereka tidak berani lagi menggangguku." Ucapnya dengan senyuman kecil sambil memperhatikan siapa saja yang ada di hadapannya.


"Diam kau anak nakal!." Natsume Sensei sangat kesal mendengarkan ucapan itu.


"Ahaha!. Jangan berkata seperti itu yuuto kun." Hase Sensei hanya tertawa kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh siswanya itu.


"Lantas?. Apa yang akan sensei berdua lakukan pada diriku ini?." Dengan ada iseng ia bertanya seperti itu.


"Bffh!." Mikoto hampir saja tidak bisa menahan tawanya pada saat itu.


"Untuk saat ini kau berada di dalam pengawasan kami, jadi kau harus pulang ke rumahku." Tanpa basa-basi lagi ia berkata seperti itu dengan nada penuh penekanan pada Yuuto.


"Aku menolaknya." Jawabnya cepat. "Aku bukan tahanan kalian. Jadi aku tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti apa yang telah kalian katakan padaku." Yuuto sama sekali tidak menyukai itu.


"Yuuto!." Natsume Sensei dan Hase Sensei secara bersamaan berkata seperti itu karena mereka sangat cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh remaja label itu.


"Jika kalian berani mengekang aku." Ia menatap tajam ke arah kedua gurunya itu. "Maka pada hari ini aku akan membunuh mereka semua. Akan aku bunuh mereka dengan cara bunuh diri massal." Itulah ancaman yang akan ia lakukan jika mereka berani mengekang dirinya.


Deg!.


Keduanya pada saat itu benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Hasegawa Yuuto. Pada saat itu mereka merasakan hawa membunuh yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Sampai jumpa besok, sensei." Ucapnya dengan senyuman yang sangat ramah. "Pastikan ujian besok adalah ujian yang sangat menyenangkan untukku di sekolah." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan Natsume Sensei dan Hase Sensei yang terpaku di tempat.


"He?. Mereka sangat pedas sekali mendengarkan apa yang kau katakan, yuuto." Mikoto sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan oleh Yuuto. "Jika seperti ini terus, mungkin saja kekuatanmu lebih besar dari kekuatannya aku miliki saat ini." Ucapnya dengan nada bercanda.


"Hahaha!. Itu tidak mungkin." Yuuto hanya tertawa kecil mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh temannya itu.


"Apakah kau hari ini akan menuju tempat kerja?." Mikoto bertanya mengenai apa yang akan dilakukan oleh Yuuto setelah ini.


"Aku rasa harus. Jika aku tidak bekerja maka aku tidak akan bisa membayar uang sekolahku. Jika aku tidak bisa melanjutkan sekolah maka aku tidak akan bisa balas dendam kepada mereka semua." Dengan perasaan yang sangat kesal ia berkata seperti itu. Perasaan dendam yang sangat membara di dalam hatinya masih membuncah, sehingga ia tidak bisa memaafkan siapa saja yang telah menyakitinya selama ini.


"Kau tenang saja. Kita pasti memiliki banyak cara untuk balas dendam kepada mereka semua." Mikoto tentunya akan membantu balas dendam itu.


Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Ada seorang wanita cantik yang baru saja turun dari sebuah mobil. Saat itu ia memperhatikan kota dengan sangat baik. Pada saat itu ia sedang memperhatikan sebuah tempat yang menurutnya itu adalah tempat yang sangat memiliki sebuah kenangan baginya di masa lalu.


"Hase kun." Dalam hatinya pada saat itu mengingat seseorang yang sangat ia kenal di masa lalu. "Apakah benar kabar yang aku dengar saat ini?." Dalam hatinya sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia dengar pada saat itu. "Sarjana kau telah pergi 6 tahun yang lalu akan tetapi kenapa?." Ia benar-benar telah mendengarkan informasi yang sangat aneh itu. "Ada kabar yang mengatakan jika orang-orang yang dulunya menyakiti dirimu, satu persatu telah tewas. Apakah kau benar yang melakukan itu?. Tapi itu telah berlalu selama 6 tahun yang lalu. Kenapa malah sekarang balas dendam itu terjadi?." Dalam hatinya pada saat itu sangat tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. "Aku sendiri yang akan menyelidikinya." Ia masih meragukan informasi yang beredar di kalangan teman-temannya yang sangkakatan dengannya.


Deg!.


Namun saat itu jantungnya berdetak dengan sangat kencang, ketika kedua matanya melihat seseorang yang sangat lama tidak terlihat oleh matanya itu.


"Mikoto Hase?." Dengan bibir bergetar ia menyebut nama itu?.

__ADS_1


Ia melihat Mikoto Hase?. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Namun rasa terkejutnya bukan hanya sampai di situ saja, tiba-tiba saja ia melihat ada beberapa orang yang menyeret Mikoto Hase ke sebuah tempat?.


"Kegh!." Wanita cantik itu sangat kesal, ia sangat kesal karena kakinya seakan-akan tertanam di tempat ia berpijak. "Kurang ajar!." Teriaknya dengan sangat keras, hingga orang-orang sekitarnya memperhatikan dirinya dengan para pemuda terkejut. "Apa yang akan kalian lakukan padanya?!." Dengan penuh amarah yang sangat membara, ia berusaha untuk menyeret kakinya untuk melihat beberapa orang yang membawa paksa Mikoto Hase?.


Ia berlari dengan sangat cepat, menuju tempat di mana ia melihat Mikoto Hase tadinya di bawa. Akan tetapi pada saat itu matanya sangat terbelalak terkejut ketika melihat ada beberapa orang yang mendorong Mikoto Hase ke sebuah tempat yang berisikan sebuah jebakan yang sangat aneh?.


"Hase kun?!." Detak jantungnya saat itu seakan tidak stabil pada saat itu, kakinya semakin tepat aku di tanah?. Sedangkan mulutnya bergetar kuat sehingga ia tidak bisa memanggil nama Mikoto Hase.


Sedangkan beberapa anak remaja yang berada di depannya saat itu malah tertawa dengan suara yang sangat keras.


"Hahaha!. Itulah yang kau dapatkan hasegawa yuuto!."


"Kau pasti tidak akan selamat!."


"Kau harus mati hari ini!."


Suara mereka sangat keras saat berkata seperti itu sehingga membuat wanita cantik itu semakin berdebar-debar mendengarnya. Saat itu matanya melihat Mikoto Hase yang sedang terbaring kesakitan, ada beberapa pipa besar yang menimpa tubuhnya sehingga ia tidak bisa bergerak sedikit pun.


"Apa yang telah kalian lakukan?!. Bajingan busuk!." Teriaknya dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa. Pada saat itu ia menguatkan langkahkan kakinya untuk melakukan hal yang seharusnya.


"Lari!." Umihara memberikan kode pada teman-temannya agar lari dari sana.


"Oi!." Ternyata Mikoto Hase yang asli sangat terkejut saat itu. Ia sama sekali tidak bisa menolong Hasegawa Yuuto. Ia tidak menduga apa yang terjadi pada hari itu, sehingga terjadi sesuatu yang sangat tidak diinginkan pada Yuuto.


Apakah yang terjadi sebenarnya?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2