
...**...
Pukul 11.30.
Hase Sensei saat itu baru saja keluar dari kamar Yuuto, setelah ia berhasil merawat Yuuto dengan sangat baik. Ia tidak akan tenang jika Yuuto telah sembuh. Saat itu ia melihat Yuuto telah memejamkan matanya setelah meminum obat yang ia beli di apotek terdekat.
"Syukurlah jika kau sudah agak mendingan dari yang sebelumnya." Dalam hatinya sangat senang.
"Hase sensei. Apakah kita bisa berbicara sebentar?." Natsume Sensei saat itu terlihat sangat gelisah. Hatinya pada saat itu benar-benar tidak tenang sama sekali.
"Apa yang Anda selesai sampaikan padaku sebenarnya?." Hase Sensei masih ragu?. Apa yang ia ragukan?. Meskipun ia telah mendengar secara langsung bagaimana pengakuan dari Yuuto?.
"Hase sensei. Tujuan kita datang ke sini bukan untuk itu." Natsume Sensei sekali lagi mempertegaskan pada Hase Sensei tentang tujuan kedatangan mereka di sana. "Bukankah kita datang ke sini untuk memastikan yuuto telah melakukan itu?." Ia hampir tidak percaya?. "Kenapa kau malah dengan mudahnya luluh padanya?. Hanya karena kondisinya yang seperti itu?." Natsume Sensei tidak habis pikir dengan siap Hase Sensei yang seperti itu?.
"Tenanglah natsume sensei." Hase Sensei dapat menangkap bagaimana rasa cemas itu. "Bisa jadi itu adalah kecelakaan, dan itu tidak ada hubungannya dengan yuuto." Entah kenapa ia masih belum percaya jika Yuuto melakukan hal gila itu.
"Hase sensei?. Kau masih?." Natsume Sensei sangat heran?. Ia hampir saja kehilangan kata-kata.
"Bukan kah itu jalan tol menuju desa yang sangat jauh?. Bagaimana mungkin hase kun, ah!. Maksudku bagaimana mungkin yuuto bisa ke sana dalam waktu yang sangat singkat?." Itulah yang menjadi pertanyaannya. "Apakah dia bisa menghilang?. Terbang?. Punya kekuatan gaib?. Walaupun saat ini dia dibantu adikku?!." Ia sedikit kesal dengan kenyataan itu?.
"Nah?. Hase sensei?. Kau bisa berpikir ke arah sana?. Kan?." Natsume Sensei dengan jengkelnya berkata seperti itu.
"Tapi tidak mungkin, kan?. Jika adikku hase bisa mengetahui jika mereka ingin meninggalkan kota ini?. Apakah natsume sensei berpikir?. Jika adikku adalah iblis yang mengetahui segala hal?." Entah kenapa ada amarah yang ia rasakan saat itu.
Tanpa keduanya ketahui, jika Mikoto Hase telah ikut mendengarkan pembicaraan itu. Ia tersenyum kaku mendengarkan pembicaraan Hase Sensei dan Natsume Sensei.
"Apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya pada mereka?." Dengan senyuman licik ia menatap keduanya yang sedang berdebat?.
"Aku tidak bisa lama-lama di sini. Jadi aku serahkan ini sementara waktu padamu, hase sensei." Sepertinya ia memiliki firasat yang sangat tidak baik mengenai apa yang ia rasakan saat itu.
__ADS_1
"Memangnya sensei mau ke mana?." Hase Sensei sangat heran dengan sikap Natsume Sensei. Ditambah lagi, wajahnya saat itu benar-benar sangat pucat pasi.
"Aku hanya ingin pulang saja. Aku sedikit memiliki masalah dengan mentalku saat ini." Ucapnya dengan perasaan gugup. Dan ia tidak berbohong dengan apa yang ia katakan saat itu.
"Baiklah." Balas Hase Sensei. "Tapi aku harap sensei dapat mengurangi sikap curiga sensei atas apa yang telah menimpa kedua matan siswa sensei." Itulah harapannya. "Jika sensei mengatakan pada pihak kepolisian pun, maka mereka tidak akan percaya jika yuuto yang melakukan itu. Karena tidak ada bukti sama sekali yang mengarah padanya." Lanjutnya. "Bisa jadi sensei yang akan mendapatkan masalah nantinya. Jadi sensei?. Jangan terlalu gegabah dalam menuduh seseorang." Itulah pesannya saat itu.
"Um." Ia hanya mengangguk patuh. Setelah itu ia buru-buru pergi dari sana. "Aku pergi dulu." Tanpa menunggu balasan dari Hase Sensei ia langsung cabut dari sana.
"Aku masih percaya, jika hase atau yuuto tidak akan melakukan itu." Ucap Hase Sensei dengan sangat yakin dan percaya. "Bisa jadi itu hanyalah
"Sayang sekali mikami nii. Kami memang melakukan itu. Jadi tidak ada gunanya kau percaya pada kami." Mikoto Hase malah menertawai sikap polos kakak laki-lakinya itu?. Sungguh sangat kejam sekali.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...**...
Sementara itu, Umihara dan Teman-temannya sedang berusaha untuk menemukan Di mana rumah Hasegawa Yuuto?.
"Apakah kalian yakin jika ini adalah rumahnya?." Dengan sangat terpaksa ia bertanya seperti itu pada mereka?.
"Daro data yang aku dapatkan memang seperti itu." Matsumoto terlihat sedikit takut?.
"Rumah kecil seperti ini?. Dia benar-benar anak haram yang sangat miskin sekali." Yousuke merasa jijik melihat itu?.
"Jangan tanyakan padaku." Izaki sangat kesal dengan pertanyaan yang seperti itu.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?." Tanya Umihara dengan perasaan cemas.
"Nanti kita ke sini lagi." Jawab Matsumoto. "Kita hanya memastikan rumahnya di sini. Setalah itu kita lakukan rencana kita dengan sangat baik." Lanjutnya.
__ADS_1
"Aku setuju." Yousuke langsung setuju begitu saja?.
"Kalau begitu ayo kita segera pergi dari sini." Umihara merinding melihat itu.
"Oke!." Mereka benar-benar pergi meninggalkan tempat itu?. Apakah yang akan mereka lakukan setelah itu?. Rencana apa yang akan mereka lakukan pada Yuuto?. Lanjut!.
...***...
Sementara itu Yuuto yang baru saja terbangun setelah tertidur cukup lama?. Perlahan-lahan ia membuka matanya, dan saat itu ia menangkap sosok Hase Sensei yang sedang tertidur di sebelahnya?.
"Biarkan saja dia tidur." Ucap Mikoto dengan senyuman kaku.
"Apakah hase sensei tidak pergi meninggalkan aku?." Yuuto dengan pelan bertanya seperti itu.
"Dia sangat cemas padamu. Makanya dia tidak pergi meninggalkan mu." Jawabnya.
"Lalu bagaimana dengan natsume sensei?. Apakah dia telah pergi?." Yuuto sama sekali tidak melihat keberadaan Natsume Sensei.
"Mana berani dia berlama-lama di sini?. Paling dia takut padaku yang merupakan hantu gentayangan." Jawabnya diiringi dengan gelak tawa yang membuat bulu kuduk merinding.
"Oh?. Pantas saja dia tidak berani berada di sini." Yuuto memahami apa yang dikatakan Mikoto Hase. "Tapi kau tidak menjahili dia, kan?." Yuuto agak curiga dengan Mikoto.
"Kau tenang saja. Tanpa aku takuti dia sudah takut duluan. Karena itulah dia ingin pulang duluan. Meskipun dia masih bersikeras mengatakan pada mikami nii, jika kau yang telah melakukan pembunuhan itu." Jawabnya dengan nada bosan. "Tapi sepertinya mikami nii sangat tidak percaya, jika kau yang telah melakukan kejahatan itu." Lanjutnya lagi.
"Hase sensei masih polos ternyata." Bisik Yuuto, agar hanya Mikoto yang mendengarkan ucapannya. Bisa jadi Hase Sensei menguping pembicaraan mereka, dan ia hanya berpura-pura tidur, untuk memastikan tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Mikoto?.
Lalu apa yang akan mereka lakukan?. Jika Hase Sensei masih berada di sana?. Apakah ia akan memperlihatkan pada Hase Sensei bagaimana ia yang sesungguhnya?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1