
Setelah keluar dari rumah sang kakek,Argana terlalu asik dengan pikirannya.Tiba-tiba dia melihat ada seseorang hampir menyeberang,dan dia pun segera menghentikan mobilnya.Sepertinya dia mengenali siapa yang didepannya itu,SELENA.
Wanita yang pernah Marcelian ceritakan kepadanya.Dan wanita itu lah yang menjadi cinta pertama Marcelian dan wanita itu pula lah yang pertama kali menyebabkan Marcelian patah hati.
Argana segera melepas sabuk pengaman nya dan keluar dari mobil.Dia segera menghampiri wanita yang sedang membawa bayi itu.Sedangkan wanita itu asik melihat putranya dalam gendongannya.Dia memastikan jika anak nya baik-baik saja.
"Selena."panggil Argana,merasa nama nya disebut.Selena pun menoleh.Dia memandang wajah Argana,berusaha mengingat.Dan yaa,dia ingat siapa pemuda dihadapan nya ini.Argana,sahabat Marcelian.
"Iya."sahut Selena setelah memastikan putra nya masih tidur dengan nyenyak
"Kau mau kemana dan apakah dia putramu?"tanya Argana, sebenarnya dia tidak ingin perduli.Karena dia bukan siapa-siapa wanita itu.Namun,hati nya masih peduli pada orang lain.
"Aku tidak tahu dan yaa ini putraku."sahut Selena yang kembali memandang wajah putra tampan nya.Dia sudah memutuskan untuk tidak kembali ke rumah Bram lahu.Dia tidak ingin kembali terluka atas perbuatan pria yang masih berstatus suaminya itu.
Selena berpikir,bagaimana kehidupan nya ke depannya.Dia belum tahu.Tapi,dia akan berusaha bekerja untuk membiaya buah hati nya ini.Setiap melihat wajah bayi mungilnya ini,dia selalu merasa tenang.
Sedangkan Argana,dia paham jika Selena ada masalah.Namun,dia perlu tahu kenapa wanita ini berada disini dengan bayi yang berada dalam gendongannya.
"Dimana suamimu?"tanya Argana
"Entahlah."sahut Selena cuek,lalu dia menatap Argana dan berkata."Sepertinya aku harus pergi,permisi." Kemudian dia berlalu dari hadapan Argana
"Tunggu."ucapan Argana menghentikan langkah Selena.Wanita itu masih diam tanpa menoleh dan menunggu apa yang ingin Argana katakan
"Ikutlah bersama ku."ucapan Argana membuat Selena menoleh ke belakang dan memandang wajah Argana dengan tatapan bingung. "Setidaknya sampai kau menemukan tempat tinggal yang baru.Apakah kau tidak kasihan melihat putramu yang kepanasan begitu.Ikutlah bersama ku,aku tidak akan berbuat macam-macam.Aku tidak seperti Marcelian kok."ucap Argana tersenyum
"Apakah tidak merepotkan?"tanya Selena hati-hati,dia tidak ingin memaksa kehendak nya sendiri.Walaupun sejatinya dia di ajak oleh Argana sendiri.
"Tidak,aku tidak merasa di repotkan."ucap Argana dengan santai
Selena masih bingung,setelah berpikir dua menit.Akhirnya dia mengiyakan ajakan Argana.Kemudian dia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi bagian belakang.Argana pun duduk di kursi bagian kemudi,lalu dia menghidupkan mesin mobil nya dan melajukan nya ke rumah kakeknya.
*********
Johan sedari tadi mondar-mandir di rumah nya,dia mengkhawatirkan Argana.Dia terus berharap pada Tuhan,semoga cucu nya itu tidak bertindak berlebihan pada paman dan kakeknya itu.Begitu pula dengan mereka pada Argana.
Johan mendengar suara mobil di depan rumahnya,dia pun bergegas keluar dan dia mengetahui siapa pemilik mobil itu.Argana keluar dari mobilnya,lalu dia menuju ke mobil bagian belakang dan membuka pintu mobil itu.Lalu keluarlah Selena dengan bayi di gendongan nya.
__ADS_1
Dahi Johan mengerenyit ,dia tidak tahu siapa wanita yang dibawa cucunya itu.Lalu Argana menghampiri kakeknya bersama Selena yang sedikit takut dengan tatapan Johan.
'Mungkin kah Argana diam-diam menikah dan punya anak? Astaga,,apa yang aku pikirkan!!' begitulah yang ada dipikiran Johan saat ini
"Kakek."
"Siapa wanita ini Arga?"tanya Johan
"Dia teman ku dan dia akan tinggal disini."ucap Argana
"Selena."ucap Selena menyapa Johan
"Yaa,aku Johan kakeknya Argana."sahut Johan membalas ucapan Selena. "Kenapa harus tinggal disini ? Lalu dimana suaminya?"tanya Johan
"Ceritanya panjang,dia mendapat kan kdrt dari suaminya.Dan setelah melahirkan dia tidak tahu ingin kemana,karena dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi.Itu sebabnya aku membawanya kesini."ucap Argana menjelaskan intinya kepada sang kakek
"Ohh begitu,yasudah. Mari masuk dan suruh bibi mengantarkan dia ke kamar tamu. Dan kau ikut dengan ku,ada hal yang ingin aku bicarakan. Aku akan menunggu di taman belakang."ucap Johan berlalu duluan
"Maaf Arga,aku merepotkan kalian."ucap Selena sedikit bersalah,karena kedatangan nya pasti mengganggu.
"Tidak,kau jangan berkata seperti itu.Ayo masuk! Aku akan panggil kan bibi. Bibi....!!" Ucap Argana memanggil bibi,dan Riska lalu kemudian bibi datang.
"Tolong antarkan teman ku ke kamar tamu yaa bi."ucap Argana
"Baik tuan. Ayo non."ucap bibi pada Selena dan Selena pun mengangguk.Mereka pun segera ke kamar tamu yang di tunjukkan oleh bibi.
*********
Argana segera menuju ke taman belakang,dia menemui kakeknya.Dan mereka pun berbicara hal penting.Argana duduk di kursi berhadapan dengan sang kakek.
Tidak lama kemudian,bibi datang membawa teh panas dan kue.Setelah dia meletakkan itu,bibi pun pamit ke belakang.
"Minum dulu nak."ucap Johan sambil menyeruput teh panas nya "Awwwhh..... panas sekali."ucap Johan sedikit mengomel dan Argana terkekeh kecil.
"Tiup dulu kek atau dingin kan sebentar. Kalau masih panas jangan diminum langsung,nanti bibir kakek melepuh.Dan bisa-bisa bibir kakek lepas dari sana hehehe."ucap Argana sedikit gurauan
"Hussstt.... Kau ini,bibir kakek ini dulu sekuat baja. Saking kuat nya,bicara dengan orang saja malas heheh."ucap Johan dengan lelucon nya, walaupun itu tidak lucu.
__ADS_1
Sambil menunggu minuman nya dingin,Johan berkata."Sepertinya wanita tadi cocok dengan kau Argana."ucap Johan sedikit menggoda cucu nya
Argana yang sedang memakan kue dan memandang ke arah taman belakang sontak menoleh ke arah kakeknya."Apa maksud kakek?"tanya Argana yang sedikit tidak paham dengan ucapan kakeknya yang senyum-senyum sendiri
"Wanita tadi,siapa namanya?"tanya Johan
"Selena."sahut Argana
"Dia sangat cocok bersanding dengan mu,apalagi kau mengatakan tadi.Jika dia mendapatkan kdrt dari suaminya.Setelah dia bercerai,kau bisa menikah dengan nya.Janda pun tidak masalah,apalagi wanita itu seperti sangat dewasa."ucap Johan yang masih menggoda cucu nya
"Kakek jangan berpikir yang aneh-aneh."ucap Argana yang mulai paham maksud kakeknya,kemudian dia menyambung ucapannya."Jika kakek mau dengan nya,aku bisa saja mengurus pernikahan kakek dengan nya.Supaya aku bisa mendapatkan bibi kecil dari kakek."ucap Argana dengan usil
Johan menjewer telinga Argana dengan cepat."Aduh-aduh....sakit kek!"ucap Argana
"Kalau bicara yaa di saring dulu,kakek mu ini sudah tua.Mana mungkin berpikir untuk menikah lagi."omel Johan
"Minuman kali ahh di saring. Yaa .... siapa tau aja kakek berminat."sahut Argana sambil mengusap telinga nya yang memerah setelah di jewer sang kakek
"Apa yang kau lakukan tadi saat bertemu dengan Ibrahim dan Jefri?"tanya Johan
"Kami hanya berbicara serius."ucap Argana
"Benarkah?"
"Iya kek."
Lalu Argana mulai menceritakan semuanya,dan dia juga menceritakan maksud paman Dan kakek nya itu.Johan mendengar kan cerita Argana dengan seksama.Dia pun mengerti,jika yang dilakukan Jefri tidak lah salah.Dan dia pun mendukung rencana Jefri itu.
"Paman dan kakek pun juga menyuruh ku untuk melupakan Yasmin."ucap Argana lirih
Johan paham perasaan cucunya itu,namun dia tidak bisa berkata-kata lagi.Karena dia juga setuju apa yang Jefri dan Ibrahim katakan.Jika mereka menginginkan Argana untuk berpisah dengan Yasmin.Karena ayah Yasmin telah membuat fitnah yang menyebabkan kematian putra putri mereka.Dan akibatnya cucu mereka ini harus mengalami nasib menjadi yatim piatu setelah baru dilahirkan.
"Lalu apa keputusan mu?"tanya Johan hati-hati
"Aku akan berusaha melupakan Yasmin,namun aku tidak bisa berjanji untuk mencari pengganti nya.Karena bagiku, mencintai tidak semudah mengedip kan mata."ucap Argana dan Johan mengangguk paham maksud Argana.
Dia bangga dengan cucunya ini,cucunya patuh dengan ucapannya.Dan tidak egois,malah dia yang kepikiran.Jika dia dan Jefri serta Ibrahim telah egois atas perasaan mereka.Namun sekali lagi,mereka hanya ingin yang terbaik untuk muda-mudi itu.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG