DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 52


__ADS_3

...***...


Dua hari telah berlalu dan mereka masih merasa aman saja setelah Yuuto masuk rumah sakit?. Apakah memang seperti itu yang terjadi pada saat itu?. Mereka memang merasa aman setelah Yuuto tidak masuk selama dua hari?. Saat itu ujian telah selesai, dan mereka mengadakan acara gelar sekolahan. Lomba antar kelas sambil menunggu pembagian hasil lapor mereka?. Mereka tampak menikmati acara itu tanpa perasaan takut sedikitpun, jika memang itu adalah sebuah teror dari Yuuto. Namun saat itu ada seorang siswi yang saat itu  mengamati kelas 3A. Matanya memang tidak menangkap keberadaan Hasegawa Yuuto. Namanya adalah Shiina Ayuri, dari kelas 3B.


Sebenarnya ia selalu merasa bersimpati pada Hasegawa Yuuto yang menjadi korban pembulian di sekolah. Hanya saja ia tidak berani membantu Hasegawa Yuuto. Karena yang akan ia alwan nantinya adalah anak kelas 3A dan kawan seangkatan dengannya?. Namun yang lebih parah dalam mem-bully itu adalah anak kelas 3A.


Deg!.


Matanya terbelalak terkejut, jantungnya tiba-tiba saja berdesir dengan sangat hebatnya setelah apa yang ia lihat saat itu. "Bukankah?. Hasegawa kun katanya masuk rumah sakit?. Tapi kenapa malah berdiri di sana?." Dalam hati Shiina Ayuri sangat takut dengan apa yang ia lihat saat itu.


"Kau hanya melihat saja." Yuuto yang dalam bentuk roh saat itu menggerakkan bibirnya berkata seperti itu.


Deg!.


Shiina Ayuri yang dapat menangkap gerakan bibir Yuuto yang terkejut dengan apa yang dikatakan Yuuto padanya.


"Kau akan mendapatkan hukuman dariku." Kali ini suara Yuuto terdengar sangat jelas.


Deg!.


Kembali ia terkejut dengan apa yang dikatakan Yauto padanya. "He?." Ia sangat terkejut, karena saat itu ia tidak melihat keberadaan Yuuto. "Hasegawa yuuto." Dalam hatinya menyebut nama itu.


"Ada apa shiina-san?." Aria, teman dekatnya sangat heran dengan sikap temannya itu.


"Ah!. Tidak apa-apa. Mungkin aku tadi salah lihat." Ucapnya dengan sangat gugup.


"Memangnya kau melihat apa?." Ia melihat ke arah yang dilihat shiina Ayuri.


"Lupakan saja." Setelah berkata seperti itu ia berjalan meninggalkan Aria.


"Kau ini sangat aneh sekali. "Aria sangat bingung dengan sikap temannya.


...***...

__ADS_1


Dalam pengembaraan Yuuto selama menjadi roh gentayangan?. Banyak hal yang ia ingat. Hal yang paling menyakitkan yang ia rasakan, dan yang paling ingin ia lupakan saat itu. Kembali ke masa ketika ia masuk SMA. Saat itu telingannya telah mendengarkan bisikan, gosip mengenai dirinya.


"Ternyata dia anak haram yang sangat tidak diharapkan sama sekali."


"Kabarnya ibunya adalah simpanan om-om genit."


"Menurut kabar, anak haram itu membawa kesialan, loh?!."


"Eh?. Benaran?."


"Nenekku pernah bercerita, jika bencana besar akan dihadapi suatu tempat, jika kau memberikan tempat pada anak hamam.


"Hi!. Seram sekali."


"Kalau begitu kita usir saja, atau kita hajar saja dia. Jangan sampai anak haram itu malah memberikan bencana bagi kita semua nantinya."


Kabar aneh itu mulai beredar, jika anak haram. Sebutan bagi mereka yang saat itu tiba-tiba saja membenci dirinya. Hasegawa Yuuto yang sama sekali tidak mengetahui situasi saat itu hanya pasrah saja dengan apa yang mereka lakukan padanya.


"Lihat!. Anak haram itu malah satu kelas dengan kita."


"Aku sangat keberatan jika dia bersama kita."


Mereka Semua tanpa perasaan malah berkata seperti itu.


"Aku ini bukan iblis, atau pun penyihir yang dapat memberikan bencana bagi kalian semua." Dalam hati Yuuto sangat sedih mendengarkan ucapan mereka semua tentang dirinya. "Aku juga tidak ingin terlahir seperti ini. Tapi kenapa kalian dengan kejamnya memperlakukan aku seperti ini." Dalam hatinya merasa Sangat Sedih dengan ucapan mereka yang Seakan-akan menganggap dirinya adalah wabah yang memberikan dampak buruk bagi" Mereka semua. Hatinya sangat hancur saat itu. Haruskah ia menghilang dari dunia ini?.


Akan tetapi saat itu seperti ada sebuah dorongan baginya untuk tetap bertahan hingga naik kelas tiga.


"Tidak ada tempat nyaman di dunia ini untuk anak haram seperti kau!. Aku rasa sebaiknya kau menyerah saja." Ucapan itu memang sangat menusuk untuk diingat.


"Kau akan menderita selamanya di sini." Itu terdengar seperti seorang budak yang tidak akan bisa lepas, selain kematian yang menjemputnya.


Kembali ke masa ini.

__ADS_1


Itulah yang diingat oleh Hasegawa Yuuto ketika ia hidup dulu?. Kini Keadaanya sangat gawat, dan hanya perlu bertahan saja. Tapi pertanyaannya adalah?. Apakah ia sanggup untuk menjalani itu semua?." Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu Dokter Remon sedang memikirkan cara terbaik untuk merawat Yuuto yang saat itu dalam keadaan yang sangat parah. "Kenapa anak itu dalam keadaan parah seperti itu?." Dalam hatinya sangat heran. "Apa yang terjadi sebenarnya padamu yuuto?." Dalam hatinya sangat sedih. "Kenapa aku tidak bisa melindungi mu?. Aku ini adalah ayahmu." Sungguh!. Hatinya sangat sedih dengan apa yang terjadi pada Yuuto. "Aku harus fokus untuk membantu yui-chan menyembuhkan yuuto." Itulah satu-satunya cara yang ada didalam pikirannya saat itu. Namun pikirannya sangat kacau setelah ia mendengarkan ucapan Yui mengenai apa yang telah menimpa anaknya.


Kembali ke masa itu.


Matanya tak lepas dari Yuuto, ia mengamati bagaimana wajah pucat anaknya.


"Aku rasa yuuto mendapatkan perlakuan yang sangat buruk remon-ji." Yui terlihat sangat sedih. "Pasti dia akan bernasib sama dengan anak itu." Hatinya sangat Sakit mengingat masa lalu.


"Anak itu?. Anak siapa yang kau maksudkan yui-chan?." Dokter Remon heran mendengarnya.


"Dulu enam tahun yang lalu ketika aku sekolah. Di tempat sekolah yang sama dengan yuuto." Jawabnya dengan perasaan yang sangat berkecamuk. "Dia adalah teman yang sangat menderita di sekolah. Hanya karena semua orang mengetahui jika dirinya lahir dari wanita perusak rumah tangga orang lain." Lanjutnya. "Mikoto hase. Seorang anak yang sama sekali tidak mengetahui, kenapa dirinya bisa mengalami hari yang buruk?. Pada akhirnya menyerah dengan bunuh diri di sekolah. Setelah menerima Fitrah yang sangat kejam. "Rasanya ia tidak Sanggup untuk melanjutkan itu.


"Memangnya apa yang terjadi pada anak itu?!." Entah Kenapa perasaannya tidak nyaman sama sekali.


"Bahwa anak itu telah menghamili teman sekelasnya. "Jawabnya sambil meneteskan air mata. "Sungguh, itu adalah fitnah yang sangat kejam." Ia hampir saja tidak dapat menyembunyikan perasaanya saat itu.


"Oh?!. Sungguh sangat kejam sekali!." Dokter Remon tidak dapat Menyembunyikan perasaan terkejutnya.


"Tapi mereka semua telah mendapatkan karma atas apa yang telah mereka lakukan pada hase." Yui menghapus air matanya.


"Karma?." Dokter Remon sedikit penasaran.


"Kabar yang aku dengar. Mereka yang mem-bully-nya meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan satu persatu." Jawabnya.


"Ucapanmu itu membuat aku takut dengan keadaan yuuto yang saat ini dalam keadaan seperti ini." Dokter Remon tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anaknya.


"Karena itulah kita harus melindunginya. Kita harus memindahkan yuuto dari sekolah itu, sebelum semuanya terlambat." Itulah saran yang diusulkan Yui.


"Ya, aku rasa kau benar yui-chan. Aku akan mengurusnya setelah semuanya selesai." Dokter Remon sangat setuju. "Aku ingin melihat seperti apa mereka yang telah berani melakukan ini pada anakku." Ucapnya dengan penuh kebencian. "Aku tidak rela anakku diperlakukan seperti ini oleh mereka." Lanjutnya.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya?. Simak terus ceritanya.


...***...


__ADS_2