
...***...
Yamazaki Yui memperhatikan bagaimana Yuuto yang masih tertidur di tempat tidur pasien. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. "Bagaimana mungkin?. Kau bisa terhubung dengan anak malam ini?. Apakah selama ini kau sangat menderita?." Entah kenapa suasana hatinya saat itu sangat sedih. " Jika saja kau mau membagikan rasa sakit dan rasa sedihmu saat itu denganku?. Aku sangat yakin kau tidak akan pernah berakhir seperti ini." Itulah yang paling ia sesali selama ini.
"Ekhem!." Saat itu ada seseorang yang memberi kode padanya.
"Remon-ji?." Yui sedikit terkejut dengan kedatangan dokter Remon.
"Bagaimana dengan kondisinya hari ini?. Apakah ada perkembangan?." Dokter Remon duduk di samping Yui.
"Aku selalu berharap jika keadaannya akan baik-baik saja." Ada perasaan sedih yang ia rasakan saat itu.
"Yui-chan. Apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?." Ia menatap Yui dengan sangat serius.
"Ya, tentu saja boleh." Balasnya.
"Apakah kau pernah bertemu dengan yuuto sebelumnya?." Ia melihat ke arah Yuto. "Sebab, dari apa yang aku dengar tadi. Kau seperti memiliki penyesalan yang sangat dalam padanya. Apakah kau kenal dengannya?." Rasa ingin tahu yang sangat kuat.
Yui menghela nafasnya dengan sangat pelan. "Aku mengerti dengan apa yang kau tanyakan remon-ji." Ucapnya dengan senyuman kecil. "Rasanya akan kesulitan aku menjelaskan padamu mengenai masalah ini." Ucapnya dengan sangat berat hati.
"He?. Apakah serumit itu masalahnya?. Sehingga kau terlihat keberatan untuk mengatakannya padaku." Dokter Remon dapat menangkap itu.
Kembali ia menghela nafas. "Aku janji akan menceritakannya padamu, jika yuuto telah sadar nantinya." Hanya itu saja yang dapat ia katakan saat itu.
"Aku semakin penasaran dengan apa yang hendak kau sampaikan." Dokter Remon terlihat sangat kecewa. "Tapi aku tidak bisa memaksamu untuk mengatakannya." Ia bukanlah seorang pemaksa yang ingin apa saja harus dapat hari itu juga.
__ADS_1
"Sekarang aku yang bertanya padamu remon-ji. Apakah aku boleh bertanya padamu?." Kali ini ia yang bertanya?.
"Baiklah. Apa yang ingin kau ketahui?." Dokter Remon tersenyum kecil.
"Nama depanmu azuki, sedangkan yuuto?. Hasegawa. Kenapa itu bisa terjadi?. Apakah itu nama keluarga ibunya?." Yui sampai berpikiran seperti itu.
"Jadi itu yang membuatmu penasaran?." Dokter Remon tidak menduga itu. "Kalau itu yang kau tanyakan, aku rasa itu tidak keduanya." Hatinya sangat sakit mengatakan itu.
"Eh?. Tidak keduanya?." Yui bingung. "Lantas yuuto menggunakan nama siapa?. Siapa yang telah memberi nama padanya?." Yui terkejut dengan kenyataan itu.
Dokter Remon terlihat menghela nafas setelah mendengarkan ucapan Yui. "Itu adalah kesalahan yang sangat besar yang pernah aku lakukan dalam hidupku." Ucapnya dengan penuh penyesalan. "Ketika aku ketahuan selingkuh oleh renna-chan, aku langung dilarang bertemu dengannya. Aku sangat ingat dengan nama siswi itu. Namanya adalah hiroya hinata." Ia masih ingat dengan nama siswi itu. "Tapi aku menyelidiki secara daim-diam anakku, yang ternyata bernama hasegawa yuuto." Ucapnya lagi. "Saat enam tahun berlalu, aku kehilangan kontak dengan mereka. Aku sama sekali tidak bisa mencari keberadaan mereka. Apa lagi saat itu hinata sangat melarang aku untuk bertemu dengan yuuto." Hatinya sangat sedih mengingat itu semua. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin seorang siswi sma merawat seorang bayi?." Hatinya sangat miris membayangkan itu semua.
"Apakah orang tua siswi itu mengetahui apa yang telah terjadi pada anaknya?." Yui semakin penasaran.
"Mengerikan sekali." Yui bergidik ngeri membayangkan itu. "Apakah dia tidak memiliki perasaan apapun saat berkata seperti itu?. Sungguh wanita yang sangat menyeramkan." Yui tidak bisa membayangkan itu. "Ternyata imanmu sangat lemah sekali remon-ji. Aku sangat benci pada laki-laki seperti kau!." Yui menatap tajam. "Kau ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Dia selama ini menderita!. Dan dia tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi!." Ada perasaan benci yang ia sampaikan. "Apakah kau tidak bisa membayangkan rasa luka yang ia rasakan selama ini?. Apakah kau tidak berusaha untuk mencari keberadaannya?. Sangat kejam sekali kau sebagai seorang ayah!." Tangannya terasa gatal hendak melayangkan pukulan yang sangat kuat pada lelaki dewasa itu.
"Ahaha!. Aku memang salah." Ya. Ia telah mengakui itu.
"Kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi padanya. Kau lah yang telah membuat ia lahir ke dunia ini." Dengan tegas ia berkata seperti itu.
"Ya. Aku pasti akan bertanggungjawab." Dengan sangat serius ia menanggapi ucapan Yui.
Apakah yang akan terjadi setelah itu?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1
Di sekolah.
Saat itu Hase Sensei datang menemui Natsume Sensei yang masih berada di ruang kesehatan.
"Dua hari lagi penerimaan rapor semester. Dan aku sangat yakin setelah ini akan libur. Apa yang akan kita lakukan?." Hase Sensei duduk di depan Natsume Sensei.
"Apa maksudmu dengan melakukan apa?." Natsume Sensei malah balik bertanya.
"Tentang yuuto." Jawabnya dengan cepat. "Tentunya kita tidak akan membiarkan yuuto sendirian begitu saja. Meskipun nona yamazaki mengatakan agar menyerahkan padanya. Tentunya kita mengetahui kondisi yuuto yang bersama hase adikku, kan?." Itulah yang ada di dalam pikirannya.
"Apakah kau cemas?. Jika yuuto melakukan sesuatu?." Natsume Sensei mencoba untuk menebaknya. "Apakah menurutmu orang sedang koma bisa melakukan hal yang aneh?." Meskipun ia sangat takut, tapi ia rasa itu tidak akan terjadi.
"Orang yang telah mati, orang yang telah membawa dendam sangat lama. Apakah kau masih belum percaya dengan apa yang telah terjadi?. Dan apa yang kau saksikan saat itu?." Hase Sensei sedikit terbawa suasana. "Apakah aku perlu datang ke pendeta?. Mengatakan padanya agar mengusir roh adikku dari sisi yuuto?. Agar yuuto tidak mencelakai orang lain?. Walaupun dalam keadaan koma?." Perasaan itu begitu saja. Memuncak tanpa diundang sedikitpun.
"Memang benar. Yuuto dibantu mikoto hase. Sangat besar kemungkinan mereka akan membuat hal yang tidak terduga." Dalam hatinya sedang memikirkan itu semua.
"Pikirkan keselamatan bersama. Jangan sampai ada korban lagi." Hase Sensei tentunya tidak ingin itu terjadi.
Belum ada tanggapan dari Natsume Sensei, karena ia sedang memikirkan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.
"Coba pikirkan lagi natsume sensei. Yuuto jadi seorang pembunuh, karena dendam yang ia rasakan saat itu." Hase Sensei memberikan gambaran yang paling mengerikan tentang Hasegawa Yuuto yang menyimpan dendam pada siapa saja yang telah membuatnya terluka parah.
Bagaimana kelanjutannya?. Apakah Natsume Sensei hanya akan membiarkan itu?. Next.
...***...
__ADS_1