
Setelah pulang dari desa itu,bukan nya hidup dengan tenang.Johan justru merasa hidupnya terasa was-was.Dia trus kepikiran dengan sosok jin yang selama ini dia jadikan sebagai perantara balas dendam nya.Jin yang menyerupai almarhum putrinya itu selalu mengikuti nya kemana pun.Bahkan saat dia pergi ke desa itu kemarin,dia melihat jin itu mengikutinya.Namun dia berpura-pura tidak tahu.
Hari ini dia akan pergi ke tempat seseorang yang bisa membantunya.Dia ingin segera melepas jin itu jauh-jauh darinya.Perkataan Ki Kardi kemarin pasti salah,yaitu tentang dia tidak bisa lepas dari jin itu.
Menurut informasi yang supir nya berikan,ada seorang pria yang sudah terkenal karena kepandaian nya dan banyak menolong orang agar bisa lepas dari berbagai macam gangguan gaib.Dan mobil yang Johan tumpangi melaju dengan kecepatan sedang ke tempat orang itu.Tidak membutuhkan waktu lama,akhirnya dia tiba didepan rumah orang yang disebut pandai dalam hal gaib.
Rumah nya tidak begitu besar,namun tidak pula kecil.Rumah nya sangat sederhana,halaman nya pun sangat bagus.Karena di halamannya terdapat berbagai macam tanaman bunga dan lainnya.
"Assalamualaikum,permisi."ucap supir Johan
Tidak lama kemudian ada orang yang menyahut dari dalam dan membuka pintu."Waalaikumsalam."ucap seorang pria paruh baya yang memakai kopiah putih.Pria itu juga memakai baju putih dan celana hitam.Pria itu seperti seorang ustadz.
"Apakah benar ini rumah Pak Hamzah?"tanya supir Johan
"Benar. ini adalah rumah ku.Ada keperluan apa?"tanya pria itu,lalu dia segera menyuruh Johan dan supir nya masuk
Setelah duduk di kursi,mereka duduk berhadapan.Johan memandang pria yang menurutnya lebih muda daripada dirinya." Begini ustadz Hamzah,aku ingin meminta bantuan mu.Apakah bisa?"tanya Johan
"Bantuan apa pak....?"ucap nya menggantung
"Johan."
"Bantuan apa yang pak Johan inginkan,aku akan membantu semampuku."ucap pria yang bernama Hamzah itu
Johan ingin berbicara berdua dengan pria itu dan dia mengkode supir pribadinya untuk keluar.Kini tinggallah mereka berdua,sebelum dia memulai pembicaraan.Seorang wanita muda mengantarkan dua cangkir teh hangat dan sepiring kue kering untuk mereka.
Setelah kepergian wanita itu,ustadz Hamzah berkata kepada Johan."Maaf seadanya,pak."
"Tidak masalah."ucap Johan tersenyum,lalu dia mulai menceritakan keinginannya datang kemari.Ustadz Hamzah sedari tadi terus menyimak perkataan Johan.Terkadang dia beristighfar didalam hatinya,dia merasa kasian dengan pria dihadapannya ini.Perjalanan hidupnya begitu rumit.
Setelah bercerita,Johan bertanya kepada ustadz Hamzah."Bagaimana cara nya agar aku lepas dari jin itu ustadz? Dia selalu mengikuti aku pergi kemana pun."ucap Johan sembari memijit pelipisnya
Ustadz Hamzah menghela nafas, dan berkata."Apakah pak Johan sudah merelakan kepergian almarhumah putri bapak?"tanya ustadz Hamzah
"Sebenarnya aku sulit merelakan kepergian putriku.Bagaimana tidak, kejadian malam itu begitu membekas dalam ingatan ku.Rasa sakit hatiku begitu dalam."ucap Johan dengan lirih
"Memang sulit melupakan semua hal yang begitu menyakitkan dalam hidup kita.Tapi,dengan kita mencoba melupakan nya secara terus menerus,insyaallah.Allah akan mempermudah jalan kita."
"Pak Johan,apakah bapak mau di ruqyah?"tanya ustadz Hamzah
"Ruqyah? Apa itu ruqyah? "Tanya Johan
"Mendengar kata ruqyah, kebanyakan orang mungkin akan tertuju pada praktik pengobatan mistis untuk menangani penyakit-penyakit nonmedis seperti kesurupan, guna-guna, santet, teluh, dan gangguan gaib lainnya. Padahal, ruqyah tidak selalu berkaitan dengan hal-hal demikian. Sebab, ruqyah juga digunakan untuk pengobatan medis.
Kalau kita coba mendefinisikan, ruqyah merupakan praktik pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, doa-doa, atau zikir-zikir khusus untuk menyembuhkan orang yang memiliki keluhan penyakit medis ataupun nonmedis. Dalil praktik pengobatan demikian adalah firman Allah swt.
__ADS_1
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Artinya, “Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Surat Al-Isra ayat 82).
Jadi,apakah pak Johan mau di ruqyah?"tanya ustadz Hamzah sekali lagi
Johan mengangguk."Aku mau ustadz."ucap nya dengan penuh keyakinan,Johan pun berharap dengan media ruqyah.Setelah di ruqyah dia akan merasa sedikit lebih nyaman.
"Baiklah,pak Johan mau sekarang atau nanti?"tanya ustadz Hamzah lagi
"Kalau sekarang, bagaimana?"ucap Johan balik bertanya
"Baiklah. Mari kita mulai,pak Johan ikuti ucapanku. A'udzubillahiminassyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. "Ucap ustadz Hamzah
"A'udzubillahiminassyaitanirrajim.Bismillahirrahmanirrahim."ucap Johan mengikuti apa yang ustadz Hamzah baca
Allahu la ilaha illa huw, al-hayyul-qayyum,
La ta’khuzuhu sinatuw wa la na’um,
Lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard,
Man zallazi yasyfa’u ‘indahu illa bi’iznih,
Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum,
wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard,
wa la ya’uduhu hifzuhuma, wa huwal-‘aliyyul-‘azim
Bismillahirrahmanirrahim.
Qul huwallahu ahad allahu somad lam yalid wa lam yulad wa lam yakul lahu kufuwan ahad
Bismillahirrahmanirrahim.
Qul a’uzu birabbil-falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri gasiqin iza waqab. Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad. Wa min syarri hasidin iza hasad
Bismillahirrahmanirrahim.
Qul a'uzu birabbin-nas. Maikin-nas. Ilahin-nas. Min syarril-waswasil-khannas. Allazi yuwaswisu fi sudurin-nas. Minal-jinnati wan-nas
Setelah bacaan selesai,Johan masih tertunduk.Tiba-tiba saja terdengar suara lirih dan besar bersamaan dari mulut Johan.
"Hiks hiks hiks."
__ADS_1
Ustadz Hamzah yang sudah terbiasa menemui hal seperti ini menyentuh lengan Johan."Kenapa?"tanya ustadz Hamzah
"Hiks......aku sedih...karena aku ayah jadi seperti ini.Aku tidak bisa pergi jauh dari ayah.Selama hidupnya,aku hanya menyusahkan ayah saja.Dan hiks.....akuu...sayang menyayangi ayah."ucap Johan dengan lirih,bukan suara Johan yang terdengar,tapi suara wanita.Ustadz Hamzah melihat sosok jin qarin didalam tubuh pria itu.
Dengan perlahan dia bertanya kembali."Kenapa harus menyiksa diri,biarkan ayah mu hidup dengan damai.Dan kau juga harus hidup dengan tenang.Semua sudah menjadi masa lalu,masa lalu yang buruk sebaiknya dilupakan."
"Tidak semudah itu,bahkan setelah membunuh mereka pun.Dendam dihati ayah pun masih membara,apalagi aku yang menjadi korban.Aku sangat dendam kepada mereka,karena mereka lah ayah jadi menderita."ucap sosok jin yang berada dalam tubuh Johan
Ustadz Hamzah menghela nafas."Lalu,apakah kau tidak ingin pergi dari hidup ayah mu?"tanya ustadz Hamzah
"Tidak. Aku ingin selalu bersama ayah,aku ingin menemani dirinya yang selalu kesepian.Walaupun dia hidup bersama putraku,tapi tetap saja dia selalu merindukan aku setiap malam."bantah johan menolak permintaan dari ustadz Hamzah yang menyuruh nya pergi dari sisi ayahnya.
"Tapi,jika kau masih berada disisinya.Kau hanya akan membuat nya semakin sedih.Hiduplah dengan tenang,alam kalian sudah berbeda.Kau harus ikhlas,lupakan semua yang telah berlalu.Bagaimana jika putramu tahu,bahwa ibunya masih berkeliaran di dunia fana ini.Dia akan menyangka,jika ibunya sudah hidup dengan tenang.Padahal sebaliknya."ucap ustadz Hamzah menasehati
"Tapi aku sangat menyayangi ayah hikss.....jika aku pergi, siapa yang akan menjaga ayah?"tanya sosok yang berada dalam tubuh Johan
"Ayah mu manusia hebat dan dia bisa menjaga dirinya sendiri.Lagi pula,bukan kah kau mengatakan jika putramu hidup bersamanya."ucap Ustadz Hamzah dan dibalas anggukan kecil oleh Johan
"Nah,untuk apa kau harus khawatir.Biarkan ayah mu hidup bahagia dan kau juga harus kembali ke alam sana dengan tenang."ucap Ustadz Hamzah
Cukup lama ustadz Hamzah membujuk, akhirnya Johan mengangguk dan berkata."Aku akan pergi dari hidup ayah,namun ayah akan selalu berada dalam hatiku.Ayah akan selalu menjadi ayah terbaik dalam hidupku.Tolong katakan kepada ayah,jika aku sayang mencintai dan menyayangi nya lebih dari apapun.Tolong katakan juga kepada ayah,maafkan semua kesalahanku sedari kecil hingga akhir hayat ku.Aku akan pergi untuk selamanya."ucap Johan dengan lirih
Ustadz Hamzah mengangguk,"Aku akan menyampaikan keinginan mu.Pergilah dengan ikhlas."
Tidak lama kemudian,Johan pingsan.Setelah itu,tubuh nya menggeliat dan bergerak.Lalu dia melihat ustadz Hamzah yang tersenyum didepannya.
"Apa yang pak Johan rasakan saat ini?"tanya ustadz Hamzah
"Aku merasakan jika kepala ku terasa sakit dan mual saat aku mengikuti ustadz membaca ayat kursi dan surah lainnya.Setelah itu aku tidak mengingat apapun lagi."ucap Johan
Dia berkata dengan benar,bahwa dia memang merasakan hal itu tadi.Saat dia merasa mual dan pikirannya entah kemana.Saat itu lah sosok jin qarin itu merasuk ke dalam tubuhnya.Itulah awal mula Jin qarin itu bercerita.
Ustadz Hamzah memberikan segelas air putih untuk di
minum yang memang sudah tersedia di atas meja.Karena setiap tamu yang datang,mereka akan langsung memulai pengobatan dengan cara ruqyah.
Johan mengambil air yang diberikan ustadz Hamzah.Lalu dia mengucap basmalah dan meneguknya tiga kali.
Kemudian ustadz Hamzah menceritakan saat dia di rasuki oleh sosok jin qarin Arum.Mendengar cerita yang disampaikan oleh ustadz Hamzah,Johan meneteskan air matanya.Dia sangat merindukan Arum putrinya, dia teringat momen kelahiran Arum.
Saat istrinya pendarahan dan melahirkan putrinya dengan selamat.Namun istrinya sendiri setelah melahirkan putri mereka.Harus menghembuskan nafas terakhir setelah beberapa menit melahirkan.Momen bahagia dan sedih dalam kehidupan Johan saat itu.Momen bahagia karena kelahiran putri mereka dan momen sedih karena istri tercinta harus pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Sejak itu lah,hidup Johan hanya untuk Arum dan bekerja tiada henti.Hingga akhirnya dia sukses dan memanjakan Arum.Apa pun yang Arum ingin kan akan dia penuhi.Kecuali pernikahan Arum dengan Fandi,dia tidak merestui hubungan mereka karena Fandi bukan lah anak orang kaya saat itu.Fandi hanya lah pemuda miskin,yang berani melamar anak nya.
Kini, penyesalan dan kerinduan terhadap mereka begitu nyata dalam hidup Johan.Jika boleh berharap,dia ingin sekali hidup bersama keluarganya dengan lengkap.Namun, setiap ketentuan kehidupan kembali lagi kepada takdir tuhan.Karna takdir manusia hanya Allah yang menentukan.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG