DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
80.


__ADS_3

Setelah makan malam,Arum langsung masuk ke kamarnya.Sampai pagi menjelang,dia tidak keluar-keluar dari kamarnya.Dia sengaja mengurung diri dan tidak ingin berjumpa dengan ayahnya.Dia masih terbayang kejadian malam tadi.Dimana dia dan kekasihnya saling mencintai namun tidak mendapatkan restu dari ayahnya.Hanya karena kekasihnya bukan anak orang kaya,ayah nya memisahkan hubungan mereka.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi,dia masih betah didalam kamarnya.


TOK...TOK..


"Arum,buka pintu nya sayang."ucap Johan sambil mengetuk pintu kamar Arum.Sedangkan Arum berpura-pura tidak mendengar panggilan ayahnya.Dia tidak ingin berjumpa dengan ayahnya.Hati nya masih terasa sakit saat melihat perlakuan ayahnya kepada sang kekasih.


"Arum,ayo makan nak.Ini sudah pukul delapan lho! Kalau Arum lambat makan,nanti magh nya kambuh."ucap Johan dengan lembut dari balik pintu kamar.Namun, lagi-lagi tidak ada sahutan dari Arum.Gadis itu tahu jika dirinya lapar,namun dia memilih untuk bungkam.


"Ayah tahu jika kau masih kesal nak,tapi ayah mohon segera lah makan.Ayah tidak ingin terjadi sesuatu padamu.Makan yuk!"ajak Johan lagi


Mendengar suara ayahnya Seperti itu, sebenarnya hati Arum tidak tega.Dia sangat menyayangi ayahnya lebih dari apapun.Tapi,sungguh dia sangat kesal dan kecewa kepada ayahnya.


'Kenapa jadi begini sih! Harusnya ayah memberikan restu kepada kami.Kalau masalah harta,kan ayah punya harta yang banyak.Kan bisa memperkerjakan mas Fandi di kantor ayah.Kenapa sih ayah jadi begini?' batin nya berucap kesal


"Kalau sekarang Arum tidak mau bertemu ayah juga tidak apa-apa.Tapi,Arum tetap makan yaa nak.Biar bibi yang mengantar makanan ke kamarmu.Ayah berangkat kerja dulu yaa sayang."ucap Johan setelah menghela nafas,lalu terdengar langkah nya meninggalkan kamar Arum.


Setelah kepergian ayahnya,Arum mendengar panggilan dari bibi.


"Non Arum,ini bibi bawakan sarapan dan segelas susu nya untuk non."panggil bibi


"Bawa kembali ke dapur,Bi."ucap Arum


"Tapi,non....!!"ucap bibi terhenti saat mendengar sahutan Arum."Tolong yaa,Bi.Bawa saja ke dapur,aku tidak ingin sarapan."ucap Arum


Dengan langkah pelan dan terpaksa,Bibi meninggalkan kamar Arum.Arum mengambil ponselnya dan menekan nomor Fandi.Namun Fandi tidak menjawab telepon nya.


"Mungkin mas Fandi sedang bekerja."gumamnya


Lalu dia kembali merebahkan tubuhnya ke atas ranjang miliknya.Dan dia kembali memejamkan matanya sembari menahan lapar.Perut nya terasa sakit,namun dia akan berusaha kuat menahan nya.


*********


Setelah meninggalkan rumah,Johan langsung menuju ke kantornya.Disana sudah ada asisten sekaligus sekretaris nya yang sedang menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Apa jadwal ku hari ini?"tanya Johan


"Hari ini kosong tuan."ucap Asisten Johan yang bernama Bastian


Setelah itu,hanya keheningan yang menyelimuti mereka.Bastian melihat bos nya yang sedang melamun, Seperti ada masalah.pikir nya


"Bastian."ucap Johan


"Iya tuan."sahut Bastian cepat


"Apakah aku salah melarang putriku mencintai seseorang?"tanya Johan pada Bastian


"Tergantung,apa dulu masalahnya tuan."ucap Bastian dengan hati-hati,dia tidak ingin salah ucap.


"Putriku mencintai seorang pemuda yang ekonomi nya rendah.Aku tidak bisa membiarkan putriku hidup bersama pemuda itu.Aku hanya takut jika putriku tidak bahagia nantinya."ucap Johan


"Kebahagiaan tidak dapat diukur dari kekayaan,tuan."ucap Bastian dengan hati-hati


"Lalu? Apakah dengan hidup miskin akan bahagia? Dan hidup dengan kemewahan tidak bahagia? Apakah menurut mu begitu?"tanya Johan yang langsung menatap wajah Bastian dengan sedikit tertawa getir.


"Iya tuan."


Namun karena ketidakmampuan ku,aku hanya bisa membayar semampuku.Istriku pun langsung di operasi dan melahirkan putriku.Setelah menyusui putriku,dia meminta ku untuk berjanji untuk selalu menjaga putri kami.Setelah itu,setelah itu.....dia pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya.


Setelah istriku dimakamkan,aku hanya tinggal berdua bersama putriku yang masih bayi saat itu.Gadis kecilku itu,yang manis sekali.Tidak tahu apa-apa saat dibawa ke pemakaman.Mata nya yang indah berkedip-kedip menatap ku yang begitu terpuruk saat kepergian istriku tercinta.


Awal nya aku memang terpuruk atas kepergian istriku,namun saat melihat gadis kecilku yang masih membutuhkan perhatian ku.Aku harus berusaha bangkit demi gadis kecil ku itu.Aku menitip anakku itu pada seorang wanita yang sedikit lebih muda dari ibuku untuk merawatnya.Dan wanita itu mau dengan senang hati.Wanita itu tinggal sendirian dan sudah lama hidup menjanda.


Akhirnya,aku bekerja dari siang sampai malam.Begitu lah kehidupan ku selama dua tahun kemudian.Karena aku begitu tekun bekerja,akhirnya bos ku memberikan aku kepercayaan untuk memimpin cabang perusahaan nya.Awal nya aku memang menolak,namun karena terus didesak oleh bos ku.Akhirnya aku mau menerima perintah nya.


Dengan sabar aku mengelola perusahaan itu,dan akhirnya aku sukses hingga sampai sekarang.Andai kau tahu, perusahaan ini bos ku yang memberikan nya.Walaupun aku terus menolak pemberiannya,namun dia tetap saja memberikan perusahaan ini kepadaku.Padahal aku bukan siapa-siapa dirinya,hanya karena aku pernah menolongnya dari sebuah mobil yang melaju dan ingin menabraknya.Sejak saat itu lah dia selalu menolong ku, walaupun aku selalu menolak.


Karena aku sudah sukses,aku membeli rumah yang bagus untuk di huni dengan layak.Aku membawa gadis kecil ku bersama wanita yang mengasuh anakku ke rumah yang ku beli.Kami tinggal serumah dan aku juga memperkerjakan seorang wanita lagi untuk menjadi Asisten rumah tangga.Dan satu orang satpam serta satu orang supir.Semua orang itu cukup untuk membantuku.


Gadis kecil ku itu pun setiap tahun bertambah,maka bertambah pula umurnya.Akhirnya dia tumbuh menjadi gadis cantik dan dia sangat mirip dengan almarhumah ibunya.Rasa nya aku sangat rindu kepada istriku jika melihat Arum." Johan menghentikan ucapannya,dia sudah bercerita terlalu banyak kepada Bastian sang asisten.

__ADS_1


Namun setelah bercerita,dia merasa sedikit lega.Selama ini dia tidak sempat curhat kepada siapapun,yang dia lakukan hanya bekerja dan terus bekerja dari pagi hingga malam hari dia baru pulang.Dia memang giat bekerja mencari uang,hanya untuk putrinya.Yaa,semua uang yang dia cari hanya untuk Arum.Dan membayar semua pekerja dirumahnya.


"Nasib seseorang tidak ada yang tahu,Bastian."ucap Johan dengan lirih


Sedangkan Bastian yang sedari tadi berdiri,dia merasa terenyuh mendengar cerita bos nya ini.Rupanya perjalanan hidup bos nya tidak semudah yang orang bayangkan.Dan untuk mencapai menjadi seorang pemimpin disini pun,dia pasti tidak akan menyangka.Namun sekali lagi,takdir tuhan yang mampu membuat seseorang berubah menjadi apapun yang tuhan inginkan.


"Maafkan atas perkataan ku tadi tuan,aku tidak tahu jika perjalanan hidup tuan tidak semulus yang aku bayangkan."ucap Bastian yang merasa malu dengan perkataannya tadi.Padahal dia tidak tahu ,jika perjalanan sang bos sangat rumit.


"Tidak masalah Bastian,kau tidak salah.Kadang aku berpikir,apakah salahku? Kenapa aku merasa begitu dipermainkan oleh takdir dengan santai? Apakah orang-orang diluar sana juga merasakan seperti yang aku rasakan? Aku terkadang merasa iri."ucapnya sambil menatap kosong


Dreeetttt ... Dreeetttt.... Dreeetttt.....


Ponsel Johan bergetar di saku celana nya,dan dia tidak merasa.Bastian melihat jika sesuatu dibalik saku celana Johan bergetar.Dan dia tahu,jika itu ponsel milik Johan.


"Tuan,ponsel mu bergetar sedari tadi."ucap Bastian


"Hah, apa?"tanya Johan tersentak dari lamunannya


"Ponsel tuan bergetar."ucap Bastian sambil menunjuk ke arah saku celana Johan.


Johan pun segera melihat ke saku celananya dan benar saja ponsel nya sedang bergetar.Lalu dia merogoh ponselnya yang berada disaku celananya.Dan dia melihat nomor yang menelponnya,nomor telepon dirumahnya.


"Hallo,ada apa Bi."ucap Johan


"Tuan,tubuh non Arum sangat panas dan dia juga merintih kesakitan sambil memegang perutnya."ucap pembantu dirumahnya yang terdengar seperti ingin menangis


"Apa? Bibi tunggu sebentar yaa,aku akan segera pulang ke rumah."ucap Johan dengan panik


"Bastian,aku serahkan tugas kantor hari ini kepadamu."ucap Johan


"Baik tuan."ucap Bastian patuh


Johan pun segera menuju ke mobilnya dan mengendarai dengan cepat serta hati-hati.


*********

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2