
Semua warga telah berkumpul dihalaman rumah pak kades,termasuk juga tetua adat ada disana.Para pria itu sudah bersiap untuk mencari Bima.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh."ucap pak kades
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh."ucap Warga serempak
"Baiklah,karena kita sudah berkumpul disini.Alangkah baiknya kita bagi menjadi empat kelompok.
Kelompok Pertama aku yang memimpin ke arah Utara bersama Karim ,Jufri,Hasan, Ishaaq,Ridwan dan Amin.
Kelompok kedua ke arah Selatan yang dipimpin oleh Badar dan anggota nya adalah Agam, Indra, Alan, Irwan, dan ustadz Mirza.
Kelompok ketiga ke arah Barat yang dipimpin oleh Aziz, Imam, Ali, Rafi , Ilham dan Reza.
Dan terakhir Kelompok empat ke arah Timur yang dipimpin oleh Farhan dengan anggota Fadil, Abim , Ibnu, Septian , Dani dan Dicky.
Nah, itulah pembagian kelompok kita.Sebelum kita berangkat,alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu.Ustadz, mohon pimpin doa nya yaa ustadz."ucap pak kades dan ustadz Mirza mengangguk cepat
Dan ustadz Mirza pun memimpin doa hingga selesai.Mereka pun mulai mencari Bima dengan kelompoknya masing-masing.
Kelompok tiga yang berjalan ke arah barat terus menyusuri jalan.Saat itulah Aziz mulai bicara."Menurut kalian,kemana kah Bima itu pergi?"tanya Aziz,Namun dia hanya mendapatkan gelengan dari teman satu rombongannya.
"Sebenarnya untuk apa sih si Bima itu dicari? Dia itu bukan orang penting didesa ini."ucap Aziz lagi
"Benar juga yang dikatakan Aziz,baru juga satu hari dia hilang sudah dicari."ucap Ali menyahuti perkataan Aziz
Rafi pun ikut berkata pelan."Padahal,dia juga jarang ikut-ikutan acara pengajian.Malah nih yaa,yang aku dengar.Ibu dan paman nya merupakan dukun santet."
"Hiiihhh.....yang benar Raf?"tanya Ilham
"Aku juga pernah dengar kalau kabar itu."ucap Imam pada mereka semua
Reza ikutan menyahut. "Apa jangan-jangan,waktu kejadian yang menimpa Fandi dahulu. Keluarganya Bima yang menyantet anak pak Badar?"
"Wah,kalau bicara hati-hati kau Rez. Ini bisa jadi fitnah."ucap Ali dan dibalas anggukan yang lain kecuali Aziz
"Asal kalian tahu,aku punya rahasia besar tentang Bima. Dan ini ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Fandi dan istrinya saat itu."ucap Aziz
"Serius?"ucap yang lain bersamaan dan dibalas anggukan Aziz
"Kalian pasti bertanya-tanya kan,kenapa Lukman dan Ahmad bisa meninggal?"ucap Aziz
__ADS_1
"Kenapa?"
"Iya kenapa?"
"Karena Bima yang membunuh."ucap Aziz
"HAH."
"Yang benar saja,Ziz? Kok bisa dia melakukan hal itu?"tanya Ilham
Lalu Aziz menceritakan kepada mereka,kenapa dia dan Lukman serta Ahmad hendak dicelakai.Semua orang dalam rombongan itu terkejut dan rasa nya mereka tidak percaya. Bagaimana mungkin Bima bisa melakukan hal tercela itu,hanya karena cemburu? Namun,mereka sadar. Jika manusia bisa saja melakukan hal buruk terhadap manusia lain nya.Apalagi jika manusia itu sudah iri hati dan dengki,pasti mereka akan melakukan apapun yang mereka mau.
"Jadi,selama ini kau ikut terlibat Ziz?"tanya mereka geram
"Maaf,aku terpaksa. Saat itu,aku tidak mempunya uang dan aku mendapat tawaran pekerjaan seperti itu dari Bima.Siapa sih mau menolak uang,apalagi hanya bekerja seperti itu saja."ucap Aziz lirih
"Bisa-bisanya kita ditipu selama ini."ucap Reza dengan emosi tertahan,karena dia merasa marah.Tentu saja dia marah,karena abang kandungnya harus tewas di bunuh oleh kuntilanak Arum.
"Kenapa kau tidak mengatakan hal itu selama ini Aziz."ucap Imam dengan lantang
"Aku pernah ingin jujur kepada kalian bersama Ahmad dan Lukman. Namun Bima menghalangi kami dan membunuh Lukman dan Ahmad.Sedangkan aku,beruntung saat itu aku masih selamat hingga saat ini.Jika tidak, mungkin aku sudah mati seperti mereka."ucap Aziz
"Tentu saja aku akan jujur,pukul dua belas siang nanti.Seorang pria yang merupakan kakak kandung Fandi akan datang.Dan aku harap,kalian membantu ku untuk menyuruh warga berkumpul.Asalkan kalian tahu,Bima tidak menghilang."ucap Aziz
"Apa maksudmu?"tanya mereka serempak
"Bima diculik oleh kakak nya Fandi yang bernama Jefri. Dia menculik dan menekan Bima untuk mengakui perbuatan yang Bima lakukan pada Fandi dahulu.Karena Bima lah yang menghasut pak Badar,jika anak pak Badar di santet oleh Fandi.Padahal hal itu tidak pernah terjadi,itu hanya fitnah yang dilakukan oleh Bima saja. Dan pria bernama Jefri itu,tadi dia mengirim video kepadaku.Kalian bawa ponsel tidak?"tanya Aziz
"Bawa."ucap mereka semua,lalu Aziz mengirim kan video itu kepada mereka semua.Dan mereka pun menonton video rekaman itu.
Terlihat dalam video,Bima dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.Namun bukan itu yang menjadi permasalahan mereka, kejujuran Bima lah yang membuat mereka semakin meradang.Ternyata benar,selama ini mereka telah membunuh orang yang tidak salah.Seharusnya mereka mempercayai ucapan Fandi saat itu.Dan mereka baru ingat,jika Fandi semasa hidupnya tidak pernah berlaku buruk.Dan dia selalu baik kepada semua orang.
Sedangkan Bima,yang mereka tahu.Dia hanya lah anak dari seorang janda miskin.Dia kaya karena menikahi Yuanika yang merupakan anak orang kaya didesa itu.
Setelah menonton video itu,mereka semua menghentikan pencarian Bima dan pulang ke rumah masing-masing.Sedangkan Aziz,dia hanya tersenyum senang.Akhirnya,keburukan yang disimpan oleh Bima terbuka juga.Dan dia juga paham,dia akan ikut terseret juga dalam masalah ini.Karena itu,dia akan membantu Jefri untuk jujur kepada seluruh warga.
*********
Dua mobil telah memasuki gerbang desa beringin,mobil pertama diisi oleh Bima dan tiga orang anak buah Jefri.
Sedangkan Jefri,dia satu mobil dengan ayahnya.Yaitu mobil kedua.Dia tidak sabar,bagaimana respon warga terhadap Bima.Jika Bima telah menghasut mereka untuk melenyapkan Fandi dan akibatnya salah satu keluarga mereka tewas karena balasan kuntilanak Arum.
__ADS_1
Setelah tiba di desa,semua orang berkumpul disebuah lapangan.Dan mobil Jefri dan anak buah nya berhenti didekat lapangan itu.Jefri keluar dari mobilnya bersama sang ayah.Begitu pun anak buah Jefri dan mereka membawa paksa Bima keluar.
Semua orang yang memang disuruh berkumpul oleh Aziz,mereka menatap rombongan Jefri yang datang.Dan mereka terkejut melihat Bima yang berada dalam rombongan Jefri.Dan keadaan Bima sedang tidak baik-baik saja.
"Bapak."ucap Yasmin saat melihat ayahnya dan dia segera menghampiri pria yang dia panggil ayah."Apa yang kalian pada bapakku, lepaskan!"teriak Yasmin
"Yasmin."lirih Bima
"Bapak,kenapa bapak bersama mereka? Dan apa yang telah mereka lakukan pada bapak? Sehingga bapak dalam kondisi seperti ini. Hei,kenapa kalian memperlakukan bapakku Seperti itu?"tanya Yasmin marah pada Jefri dan anak buahnya
'Ternyata ini gadis yang dicintai Argana,cantik. Tapi sampai kapanpun,aku tidak akan merestui hubungan mereka.Apalagi,anak ini keturunan dari pria yang menjadi penyebab kematian anak dan menantu ku.' ucap Ibrahim dalam hati
"Kau pasti Yasmin kan? Putri dari pria in?"tanya Jefri pada Yasmin,sambil menunjuk Bima
"Iya,dan siapa anda? Kenapa anda memperlakukan bapakku seperti ini? Dimana hati nurani kalian?"ucap Yasmin bertanya balik
"Nurani? Untuk apa punya hati nurani kepada pria yang kau sebut bapak ini. Andai kau tahu, dia lebih tidak bernurani."Ucap Jefri dengan sinis
Belum sempat Yasmin menyahut,pak kades berkata."Kalian siapa? Dan kenapa Bima diperlakukan seperti itu?"
"Hei,katakan yang sebenarnya pada mereka. Jika kau menyebabkan kematian adikku dan istrinya. CEPAT."bentak Jefri
"Jangan membentak bapakku,LEPASKAN AKU."teriak Yasmin yang masih di pegang oleh anak buah Jefri,karena gadis itu ingin menghampiri ayahnya
"Baik."ucap Bima dengan lirih,lalu dia menatap semua orang yang terlihat penasaran.Berbeda dengan para pria yang berada dalam rombongan Aziz tadi.Mereka datang dengan membawa parang dan senjata lainnya ke arah Bima.Melihat pada bapak-bapak itu,rombongan pak kades menghalangi mereka.
"Ada apa ini bapak-bapak? Kenapa kalian membawa senjata segala?"tanya pak kades yang heran
"Pak kades harus tahu,jika selama ini kita telah ditipu oleh Bima."ucap Reza
"Apa maksud perkataan mu,Reza?"tanya pak kades
"Pak kades lihat video ini."ucap Reza memperlihatkan sebuah video di ponselnya
Pak kades dan yang lainnya merapat pada Reza.Video itu mereka lihat dan sontak saja mereka terkejut.Didalam itu,Bima membuat sebuah pengakuan yang sangat membuat mereka semua marah.
Semua orang langsung menatap ke arah Bima, tatapan mereka seperti ingin menguliti saja.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1