DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 1


__ADS_3

...


...***......


Lonceng pagi jam pertama berbunyi nyaring, siswa mulai memasuki kelas masing-masing. Sebab pagi masih segar jadi masih ada semangat untuk menerima mata pelajaran dengan baik. Namun ada satu siswa yang tidak bisa masuk kelas?.


Kau mau tau kenapa?.


Byuuur!!!.


Ketika ia hendak memasuki kelasnya, di pintu masuk kelas ia mendapatkan hadiah yang kurang mengenakkan, ember yang berisi air tepung kotor telah membasahi kepala dan sebagian badan atasnya, kejadian tak terduga ini membuatnya tidak bisa masuk kelas pagi ini.


"Selamat pagi hasegawa!."


"Oh?!." Kau terlihat sangat tampan sekali dengan penampilan yang seperti itu!."


"Kau sangat keren sekali hasegawa!. Aku sangat iri padamu!."


"Ahaha!."


Sedangkan siswa yang lainnya menertawakan dirinya, tidak ada satupun yang mau membantunya, yang ada dirinya diejek, dicibir dengan kata² yang pedas dan tidak pantas untuk ukuran anak sekolahan seperti mereka, dan kejadian ini telah berlangsung selama hampir 2 bulan pada semester kedua di kelas 3A.


Sedih?.


Tentunya. Siapa yang tidak sedih mendengar perkataan menusuk seperti itu. Kata-kata itu seperti pisau yang langsung menusuk jantungnya.


"Lihat lah!. Dia mau menangis!. Ahaha!."


"Sebaiknya kau pergi saja dari sini hasegawa!."


Namun seorang guru yang hendak memasuki kelas terlihat terkejut, ketika ia melihat kondisi siswanya yang dalam keadaan berantakan?.


"Oi!. Kau baik-baik saja?!." Guru tersebut membuka jas nya dan mengenakannya pada siswa tersebut. "Apa yang terjadi padamu?!." Ia merasa bersimpati pada siswanya ini. Apa yang terjadi, kenapa siswanya kotor begini?.

__ADS_1


Yuuto tidak menjawabnya, karena ia sedang menahan perasaan sedih yang sangat luar biasa di hatinya. "Kenapa mereka selalu saja memperlakukan aku seperti ini?." Dalam hatinya sedang bergejolak.


"Ayo ikut sensei." Dengan suara lembut penuh simpati guru tersebut membimbing siswanya menuju ruang kesehatan.


Sedangkan siswa yang melihat itu malah merasa kecewa. Hah?. Apa yang mereka pikirkan sebenarnya?. Tidak adakah simpati pada mereka. Entahlah, lupakan karena itu sangat mustahil mereka lakukan.


"Ah!. Tidak asik!. Sangat menyebalkan!."


"Siapa guru itu?. Berpura-pura bersimpati pada hasegawa?."


"Aku rasa dia adalah guru baru. Mungkin saja seperti itu. Sebab guru lama sudah mengetahui siapa hasegawa yuuto. Aku yakin mereka tidak akan repot-repot mengurusnya."


"Aku rasa kau benar."


Mereka memang tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Hasegawa Yuuto. Mereka memang melakukan itu sudah sejak lama. Bahkan sebelum naik kelas tiga, Hasegawa Yuuto memang sering di bully. Akan tetapi, di pojok kelas, ada sosok yang tak kasat mata yang sedang memperhatikan apa yang telah mereka lakukan.


Minato Hase on.


Itu adalah permulaan saja. Itu adalah beberapa kejadian yang dialami oleh hasegawa yuuto. Dan aku?. Adalah adalah hantu gentayangan yang selalu mengamatinya. Dia memiliki nasib yang sama denganku, nasib yang sangat malang ketika berada di lingkungan sekolah. Orang dewasa yang ada di sekolah seakan-akan tidak melihatnya, tidak menyadari jika siswa mereka telah mengalami masalah yang sangat besar. Mereka menganggap itu adalah bagian dari proses belajar mandiri?. Apakah itu disebut dengan belajar menghadapi betapa kerasnya hidup di masa sekolah?. Mari kita lihat, sejauh mana dia akan bertahan?. Dan sejauh mana aku akan membiarkan perasaan hasegawa yuuto berkembang dalam menghadapi masalahnya.


***


Mari kita lihat bagaimana kondisi siswa malang tadi, siswa malang yang mendapatkan siksaan mental dan fisik dari teman-teman sekelasnya. Dengan perhatiannya sebagai seorang guru, ia membantu Siswa tadi membersihkan diri di ruang UkS?.


"Gunakan pakaian ini." Ucap guru tersebut menyerahkan seragam pada siswanya yang baru saja selesai mandi di ruang kesehatan. Tidak mungkin siswanya ini mengenakan pakaian basah bukan?. Akan tetapi sepertinya siswa tersebut memiliki pakaian lain di tasnya, sehingga ia tidak terlalu membutuhkan pakaian itu.


"Arigatou sensei. Tapi saya bisa memakai pakaian olahraga." Yuuto mencoba tersenyum.


"Tidak apa-apa. Pakailah!. Seragam ini aku berikan padamu sebagai perkenalan dariku. Apakahpa kau mau menolak pemberian dari wali kelas mu?." Ia terlihat sedih.


"Ah!. Gomen sensei. Jadi sensei adalah wali kelas baru saya ya?." Ia sangat terkejut.


Siswa tersebut merasa canggung, karena merasa tidak sopan dengan pemberian dari wali kelasnya. Ia tidak menduga jika yang membantunya adalah wali kelasnya yang baru?.

__ADS_1


"Oh iya, ia aku lupa, jika meria sensei sedang cuti karena sudah dekat dengan tanggal lahiran." Dalam hati Yuuto saat itu ingat, jika wali kelasnya sedang mengambil cuti karena suatu alasan.


"Namaku hase mikami." Ia memperkenalkan dirinya. "Panggil saja hase sensei." Lanjutnya. "Aku baru ditugaskan di sekolah ini. Meskipun sebagai guru BK, aku juga bisa mengajarkan beberapa mata pelajaran, loh?." Ia tersenyum lembut melihat tingkah lucu malu-malu siswanya ini.


Yuuto mendengarkan gurunya berbicara dengan sangat lancar tanpa adanya perasaan yang canggung padanya. Mungkin saja karena guru itu belum mengenal dirinya?.


"Haik!. Nama saya hasegawa yuuto yoroshiku onegai shimasu sensei." Balasnya sedikit canggung.


Ini pertama kalinya ia memperkenalkan dirinya pada guru lain dalam keadaan seperti ini?. Namun siapa sangka guru tersebut malah terlihat sangat senang?.


"Wah!. Hase juga namamu ya?." Ucapnya.


"Ya, begitu lah sensei." Hanya seperti itu balasannya.


"Kalau gitu aku panggil kamu hase-kun saja, supaya nama kita sama." Senyaman ceria Hase Sensei mengembang di wajahnya, ia senang berkenalan dengan siswa pertamanya di hari pertama. "Hase-kun." Saat itu ia teringat seseorang yang berharga dalam hidupnya, rasanya ada kerinduan dalam hatinya saat ini.


"Ah!. Tidak sensei, yuuto saja." Dalam hatinya merasa semakin canggung, karena Hase Sensei memanggilnya seperti itu.


"Yosh!. Hase-kun, kenakan pakaian ini." Ia menyerahkan pakaian itu. "Setelah itu kita ke kelas bersama-sama, ok?!." Hase Sensei menyuruh Yuuto untuk mengenakan pakaian yang ia berikan, dari pada masuk angin?. Lebih baik menggunakan pakaian itu


"Um. Baiklah sensei. Terima kasih banyak, nanti akan saya kebalikan pakaian ini." Yuuto hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Hase Sensei dari pada dirinya kena masalah nantinya.


"Tidak usah. Pakai saja, karena pakaian ini sudah memang akan aku berikan pada seseorang." Ucapnya dengan sangat yakin.


"Terima kasih kalau begitu sensei. Akan saya jaga dengan baik pakaian ini." Yuuto hanya bisa menerimanya saja.


"Ya, sama-sama." Balasnya dengan senyuman ramah.


Setelah itu Yuuto segera menggantikan pakaian olahraga yang ia kenakan tadi dengan pakaian seragam itu. Namun apa yang terjadi ketika ia mengenakan pakaian itu?.


Deg!.


Tiba-tiba saja jantungnya berdebar-debar dengan sangat kencang, seakan-akan ia telah melintasi sebuah dimensi yang sangat aneh. Apa yang terjadi?.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2