DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 25


__ADS_3

...**...


Bel jam istirahat pun pada saat itu telah berbunyi, saat itu Hase Sensei terburu-buru menuju kelas. Tentunya ia ingin menemui Hasegawa Yuuto, karena ada hal yang penting yang harus ia bicarakan.


"Hase kun?. Apakah kau bisa mengikutiku sebentar?." Hase Sensei dengan senyuman ramah memanggil siswanya itu.


"Haik!. Sensei." Yuuto hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Hase Sensei.


Sedangkan mereka yang masih berada di kelas tentunya melihat kepergian Yuuto. Ada perasaan waspada yang mereka rasakan pada saat itu.


"Apakah kalian percaya jika dia memang membawa kutukan kematian bagi siapa saja yang pernah membelinya?."


"Lalu apa yang akan kita lakukan padanya?. Teman kita telah menjadi korbannya. Dia itu memang anak iblis."


"Kita harus mencari cara yang tepat untuk mengusirnya dari sini. Aku tidak mau terbunuh seperti youichi, yuko, juga ryoutaro."


"Kita buat rencana untuk membuatnya bunuh diri?."


Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Hasegawa Yuuto. Apakah yang akan mereka lakukan?. Simak terus ceritanya.


***


Sedangkan Yuuto yang mengikuti Hase Sensei, ternyata mereka menuju ruang BK.


"Duduklah yuuto." Hase Sensei tersenyum kecil sambil mempersilahkan Yuuto untuk duduk.

__ADS_1


"Terima kasih hase sensei." Balas Yuuto.


"Apakah hase kun ada di sampingmu saat ini, yuuto?." Pada saat itu ia berusaha untuk menekan perasaannya.


Yuuto melirik ke sampingnya, yang memang Mikoto Hase berdiri di sebelahnya pada saat itu.


"Apakah mikami nii mau mengatakan sesuatu padaku?." Mikoto memang berada di sana.


"Mikoto bertanya, apakah sensei ingin bertanya sesuatu padanya?." Yuuto menyampaikan apa yang dikatakan oleh Mikoto.


"Apakah aku tidak bisa mengurangi bebanmu pada saat ini?. Sehingga kau memilih jalan untuk membalaskan dendam pada masa lalu?. Mengapa kau melibatkan hasegawa yuuto dalam perasaan sakit yang kau rasakan?." Hase Sensei masih belum mengerti mengapa adiknya bisa gentayangan seperti itu. Hatinya sangat sakit dan sangat pedih, ketika ia kehilangan adiknya.


"Katakan pada mikami nii. Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaannya." Dengan nada dingin Mikoto Hase berkata seperti itu.


"Apakah kau yakin akan menjawab seperti itu?. Mikoto?." Yuuto meyakinkan sekali lagi apakah yang dikatakan oleh Mikoto itu memang dari hatinya.


"Katakan saja padanya seperti itu. Aku tidak ingin balas dendam kita sia-sia." Mikoto memperlihatkan Bagaimana amarah yang ia rasakan pada saat itu. "Kau dan aku sama-sama menderita. Meskipun ada orang yang peduli pada kita, namun pada akhirnya kita akan merasakan kesakitan yang tidak akan pernah dirasakan oleh mereka." Perasaan yang membuatnya menjadi menderita, hingga ia lupa bahwa ia dulu adalah seorang manusia yang memiliki hati nurani.


"Baiklah kalau begitu." Yuuto hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Mikoto Hase.


"Yuuto?." Hase Sensei terlihat tidak sangat sabaran ketika Yuuto belum juga menjawab pertanyaannya.


"Mikoto kun mengatakan jika iya tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan dari sensei." Balas Yuuto.


"Hase kun." Dengan perasaan yang sangat sakit, yang menyebut nama adiknya itu. Hatinya sangat sesak dan sakit, karena adiknya itu tidak mau menjawab pertanyaannya?. "Aku mohon katakan sesuatu. Jangan libatkan orang lain dalam masalah dendam masa lalu mu, hase kun." Hase Sensei terlihat sangat memohon pada saat itu. "Katakan padaku, bagaimana caranya aku bisa mengurangi beban yang ada di dalam hatimu itu." Hase Sensei benar-benar menangis saat itu.

__ADS_1


Yuuto kembali melihat ke arah Mikoto yang menatap kakaknya dengan tatapan dingin. "Sebaiknya mikami nii katakan pada ibu. Sebenarnya aku juga sangat dendam padanya. Bukan hanya menyiksa diriku saja, tapi dia telah melukai hatiku. Bisa jadi aku akan membunuhnya karena dia telah melakukan hal yang sangat buruk padaku." Hati Mikoto Hase pada saat itu juga merasakan sakit yang sangat luar biasa. "Katakan seperti itu padanya." Ia hampir saja hilang kendali ketika mengingat apa yang telah terjadi padanya di masa lalu.


"Bagaimana kau gunakan tubuhku saja mikoto kun." Bisik Yuuto.


Dan saat itu Yuuto menyeret tangan Mikoto agar masuk ke dalam tubuhnya. Saat itu Yuuto tampak berbeda dari yang sebelumnya.


"Mikami nii tidak usah bersusah-susah payah lagi memikirkan bagaimana perasaan kami pada saat ini." Suara Yuuto juga terdengar sangat berbeda dari yang sebelumnya.


"Hase kun?. Apakah kau itu hase kun?!." Perasaan Hase Sensei pada saat itu benar-benar sangat bercampur aduk ketika ia mendengarkan suara adiknya. Hase Sensei yang tadinya duduk di kursinya langsung mendekati Yuuto?. Ketika ia hendak memeluk Yuuto, akan tetapi pada saat itu Yuuto memberi kode padanya agar tidak mendekati dirinya?.


"Maaf saja mikami nii." Ucapnya dengan dinginnya. "Sejujurnya aku ada perasaan dendam padamu. Karena jika aku berada di dekatmu, ayah dan ibu akan selalu menyiksaku. Perasaan sakit itu tidak mudah hilang begitu saja bahkan ketika aku mati." Ucap Mikoto Hase melalui Yuuto.


Deg!.


Hase Sensei sangat terkejut mendengarkan ucapan adiknya yang seperti itu.


"Ketika aku mati dalam keadaan menyakitkan, aku pikir pada saat itu rasa sakit yang ada di dalam hatiku benar-benar hilang. Tapi nyatanya aku semakin menderita ketika ingatanku berkeliaran, memikirkan dan membayangkan bagaimana menderitanya aku selama hidup." Pada saat itu Mikoto Hase benar-benar mengatakan apa yang ada di dalam hatinya pada saat itu. "Dendam ku bukan hanya sebatas pada teman-teman sekelasku saja, makan setelah ini aku berniat untuk membunuh kalian semua. Karena kalianlah yang telah membuat kami menderita selama ini." Yuuto menyeringai lebar. Ada hasilnya sangat luar biasa yang ia rasakan pada saat itu.


Deg!.


Hase Sensei semakin terkejut mendengarkan ucapan itu. Jantungnya semakin berdesir hebat ketika telinganya mendengarkan kalimat yang sangat mengerikan dari seorang siswa, dari seorang adik, yang selama ini menanggung rasa sakit yang sangat luar biasa.


"Jangan lakukan itu hase kun. Aku akan membawa ayah dan ibu ke sini untuk meminta maaf padamu. Aku mohon jangan lakukan sesuatu hal yang berbahaya." Sungguh, Hase Sensei tidak dapat menahan kesedihan yang ia rasakan pada saat itu.


"Tidak ada gunanya kau membujukku setelah sekian lama aku menanggung penderitaan ini. Inilah saatnya aku membalaskan semua rasa sakit hati yang aku dan yuuto rasakan. Jika kau masih sayang dengan nyawamu, maka jangan halangi kami untuk melakukan ini." Setelah berkata seperti itu ia segera pergi meninggalkan ruangan itu. Ia tidak peduli bagaimana tanggapan dari Hase Sensei.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.


...***...


__ADS_2