
Setelah shalat subuh,Shifana dan kakeknya berangkat ke desa beringin.Awalnya Edrick ingin pergi saat pukul delapan saja,namun Shifana bersikeras untuk berangkat lebih awal.Shifana mengatakan perjalanan jauh,dan dia tidak ingin terlambat datang dan menyaksikan pernikahan Argana.
Melihat Shifana bersikeras akhirnya Edrick mengalah,padahal dia tahu jika kondisi cucu kesayangannya ini belum stabil betul.Namun dia tetap menuruti keinginannya,karena dia tidak ingin membuat cucunya ini kecewa padanya.Begitu besar kasih sayang seorang kakek,padahal ayah kandungnya Shifana sendiri menolaknya sedari awal.
Sikap Edrick pada orang lain dan Shifana sangat berbeda.Jika terhadap orang lain dia akan bersikap datar,sedangkan terhadap Shifana dan Takeshi dia akan sangat ramah.Apapun yang kedua cucunya itu inginkan,pasti akan dia kabulkan.
Perlakukan hangat yang kakeknya berikan,membuat Shifana begitu betah bersama kakeknya daripada kedua orang tuanya.
Karena cuaca nya bagus,itu sangat memudahkan perjalanan Shifana dan kakeknya.Sebelumnya, Edrick menyuruh Shifana untuk tidur saja.Karena Shifana sudah mengatakan kepadanya,jika jarak yang ditempuh tidaklah dekat.
Awalnya Shifana tidak ingin tidur,karena memang dia tidak mengantuk.Tapi,Edrick memaksa nya untuk tetap tidur agar sampai disana nanti dia tidak kecapekan.Apalagi kondisi nya baru saja pulih.Akhirnya Shifana mengalah dan memejamkan matanya.
Bayangan-bayangan kebersamaan dengan Argana muncul dalam ingatan nya.Kebersamaan yang membuat nya nyaman dan akhirnya jatuh hati pada pemuda itu.Namun sayangnya,cinta nya tidak berambut.Perasaan nya pada Argana bertepuk sebelah tangan.Betapa sakit nya hatinya,namun dia sadar jika cinta tidak dapat dipaksakan.
Shifana merasa tidak ada yang menyayangi nya selain pengasuh dan kakeknya.Bahkan kedua orang tuanya pun tidak sedekat itu padanya.Apa salah nya hingga takdir begitu kejam.Dia baru tahu jika Daddy dan mommy nya menikah karena perjodohan.Dan dia tahu , jika sang Daddy telah menikah dan punya anak lagi dengan istri barunya.Mommy nya pun hanya mengasihi nya disaat senggang saja,malahan sang mommy lebih memilih bekerja dan bekerja.Untuk menghilangkan rasa sakit hatinya pada daddy.
Sejak kecil Shifana memang diasuh pembantu dirumahnya dan setiap kali dia meminta waktu pada orang tuanya.Mereka seolah tidak peduli dan sibuk dengan urusan masing-masing.Kedua orang tuanya akan berakting mesra jika dihadapan kakek dari pihak daddy dan kakek nenek dari pihak mommy nya.
Setelah tidak berada dihadapan mereka,Daddy dan mommy nya akan bersikap acuh tak acuh.Terutama sang daddy,dia sangat jarang pulang ke rumah.Dia sangat betah dengan keluarga barunya.Tanpa peduli betapa inginnya Shifana kecil mendapatkan kasih sayang dari daddy nya.
Kekecewaan yang dia rasakan tidak bisa dia tepis lagi.Dia kecewa pada orang tuanya.Jika selama ini dia dianggap sebagai kesalahan, seperti yang daddy nya katakan.Lalu apa dia hadir ke dunia ini? Andai dia bisa memilih,dia juga tidak ingin hadir dan menjalani kehidupan seperti ini.
Shifana mendambakan kasih sayang sepenuhnya dari orangtuanya.Dia tidak perlu kemewahan.Dia pernah melihat kehidupan orang yang ekonomi nya dibawah rata-rata.Walaupun hidup susah mereka tetap bersyukur.Dan mereka juga selalu bahagia.
Membahas tentang kehidupan Shifana bersama orang tuanya,sungguh rumit sekali.Dan tidak ada kenangan yang membahagiakan.
Terlalu larut dalam kenangan yang menyakitkan, akhirnya Shifana tertidur cukup lama.
___
Mobil yang membawa mereka masuk ke desa beringin dan Edrick tidak tahu dimana pesta akan dilaksanakan.Akhirnya dia menelpon Takeshi.Tidak menunggu lama,akhirnya Takeshi mengangkat teleponnya.
"Hallo,kek."ucap Takeshi diseberang sana
"Hallo Takeshi,dimana kalian berada?"tanya Edrick
"Kami berada dirumah pak kades kek,ada apa?"tanya pemuda itu dibalik teleponnya
"Kakek dan Shifana sudah sampai ke desa beringin,kami ingin ke tempat kalian.Tapi tidak tahu dimana rumahnya."ucap Edrick
"Jadi kakek kesini? Kenapa tidak kasih kabar? Dan kenapa Shifana pergi kesini, bukan kah dia belum sehat betul?"begitu lah deretan pertanyaan yang Takeshi ucapkan
Edrick menjawab pertanyaan cucunya itu."Aku mendapat undangan dari kakek-kakeknya teman mu itu.Dan aku mengatakan nya pada Shifana semalam.Dan dia kekeh ingin ikut kesini, padahal dia baru saja pulih.Kakek tidak bisa menolak keinginannya. kenapa aku malah curhat. Cepat katakan dimana rumah pak kades?"ucap Edrick
"Hehehe maaf kek, kakek suruh saja supirnya menjalankan mobilnya terus.Nanti akan aku akan suruh berhenti jika sudah tiba disini."ucap Takeshi
__ADS_1
Edrick pun menuruti perintah cucunya itu,lalu dia menyuruh supir pribadinya menjalankan mobilnya.Dan benar saja,didepan sebuah rumah keliatan Takeshi yang berdiri.Dan mengangkat tangannya untuk memberhentikan mobil.Mobil pun berhenti,Edrick pu membangunkan Shifana yang sempat terlelap.
"Sudah sampai kek?"tanya Shifana sambil menatap kakeknya dan melihat ke sekeliling.Dan dia melihat sepupunya sedang berdiri diluar mobil.
"Sudah,ayo kita turun."ucap Edrick sambil membelai lembut rambut Shifana
"Iya kek."sahut Shifana
"Pelan-pelan saja,jika lelah katakan pada kakek."ucap Edrick,dan Shifana mengangguk cepat
__
"Shifana."ucap Takeshi saat adik sepupunya itu keluar dari mobil
"Takeshi."ucap Shifana juga,lalu mereka berpelukan.Mereka berpelukan seolah melepas rindu yang selama ini terpendam.Sedari kecil mereka memang akrab hingga saat ini.
"Bagaimana kondisi mu? Kenapa datang kesini? Padahal kau masih sakit?"ucap Takeshi sambil menatap Shifana,gadis kecil kesayangannya ini makin kurus saja.Banyak sekali luka yang sepupu nya rasakan, bahkan Takeshi tahu jika sepupu nya ini sangat mencintai Argana sahabat nya.Namun,gadis ini malah datang kesini.Pun dalam keadaan yang baru pulih.
"Hei,aku baik-baik saja.Tidak perlu khawatir."ucap Shifana sambil tersenyum ke arah Takeshi
"Bagaimana aku tidak khawatir,kau baru saja bangun dari koma.Aku tahu kau belum pulih dan aku juga tahu dengan perasaan mu pada Arga.Jangan terlalu dipaksakan Shifa,jika sakit itu juga tidak baik akhirnya.Kau masih punya aku dan kakek yang selalu ada untukmu."ucap Takeshi sambil menatap gadis itu
"Kau bicara apa? Aku sadar kok,gadis pilihan Argana lebih baik daripada aku.Aku memang ahh kenapa kelilipan begini yaa hehehehe."ucap Shifana lalu dia tertawa.Dia pun sambil mendongakkan kepalanya,agar air matanya tidak menetes.Dia merasa rapuh saat ini.Apalagi kondisinya sekarang tidak baik-baik saja.Namun,dia akan berusaha baik-baik saja.
"Kau hobi sekali berbohong yaa sekarang.Sudah lah, tenang-tenang."ucap Takeshi lalu merengkuh tubuh Shifana ke dalam pelukannya dan membelai rambut gadis itu.Shifana terkejut dengan perlakuan Takeshi.Namun dia tidak melakukan apapun selain menangis dalam diam.
"Tidak,aku baik-baik saja."ucap Shifana tegas
"Kalau begitu,hapus air mata dan ingus mu itu."ucap Takeshi sambil tersenyum jahil
Shifana pun mengusap air matanya,lalu dia ingin mengusap hidungnya.Dan dia melotot mendengar perkataan Takeshi."Tidak ada ingus."ucapnya dengan nada kesal
"Hahaha iya maaf maaf,aku cuma berjanda ehh bercanda.Awww sakit."ucap Takeshi sambil mengusap lengannya yang kena cubit Shifana
"Bisa-bisanya ngomong begitu."ucap Shifana sambil melotot ke arah Takeshi,namun dia merasa lega sekarang.Setidaknya dia harus kuat saat melihat Argana menikah nanti.
"Sudah bercanda nya."tegur Edrick
Kedua cucu Edrick itu serempak menoleh dan tertawa kecil.Lalu mereka masuk kedalam rumah dengan Takeshi masuk duluan.Shifana berjalan beriringan dengan sang kakek.
*********
"Apa yang kau lakukan disini?"tanya Bima pada pemuda dihadapan nya itu
"Maaf paman,aku hanya kebetulan lewat saja."ucap pemuda itu dengan sopan
__ADS_1
"Kau siapa?"tanya Bima selidik
"Aku keluarga pengantin pria paman,kenapa?"tanya pemuda itu lagi
"Ahh tidak ada apa-apa."ucap Bima
"Kalau begitu,aku permisi dulu paman."ucap pemuda itu dan dibalas anggukan Bima
Setelah kepergian pemuda itu,Bima menghela nafas."Mudahan saja dia tidak mendengar percakapan kami tadi."ucapnya berharap lalu menuju ke depan
Sementara itu,pemuda yang berbicara dengan Bima tadi keluar dari rumah dengan santai.Dia tidak ingin orang-orang melihatnya berjalan dengan cepat dan curiga kepadanya.
Dia mendengarkan percakapan calon istri dan calon mertua Tuan nya.Dia sangat terkejut mendengar percakapan ayah dan anak itu.Beruntung dia merekam percakapan mereka,dan beruntung juga dia dengan cepat menyimpan ponselnya saat merekam tadi.Jika sampai ketahuan,sangat berbahaya.
Pemuda itu adalah Biantara, asisten Argana.Dia memang ikut ke desa ini juga.Dia datang kerumah pengantin wanita hanya ingin berbaur dengan warga disana.Saat dia ingin ke wc dirumah Yasmin,dia mendengar percakapan Yasmin dan ayahnya didalam.Hal itu sungguh mengejutkan Biantara.
Dia tahu jika Argana yatim piatu,karena Johan lah yang mengatakan nya.Dan dia tidak tahu kejadian yang menimpa kedua orang tua Argana.
"Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya kepada tuan Arga."ucap Biantara setelah tiba didepan rumah pak kades,semua orang berada didalam
"Berkata tentang apa?"tanya seseorang,dan Biantara dengan cepat menoleh setelah mendengar suara bariton itu.Suara itu adalah milik Jefri, paman Argana.
"Tuan."ucap Biantara terkejut
"Apa yang ingin kau katakan pada keponakan ku? Apakah ada hal penting?"tanya Jefri
Biantara diam,harus kah dia mengatakan nya pada paman dari tuan nya ini.Jika dia mengatakan fakta itu,Biantara yakin jika tuan nya itu tidak akan percaya.Mungkin dengan mengatakan fakta yang sebenarnya kepada Jefri,mungkin dia akan mendapat solusi.
"Tuan,jadi begini.Tadi aku berbaur dengan warga desa yang berada dirumah pengantin wanita.Nah,saat aku akan ke WC aku mendengar percakapan didalam sebuah kamar.Entah kenapa,aku sangat penasaran dengan percakapan mereka.Padahal aku tidak tahu jika itu kamar pengantin."ucap Biantara,lalu dia menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.
"Begitu lah ceritanya,padahal calon mertua tuan Arga sempat memergoki ku.Beruntung aku cepat pergi dari sana.Dan sebelumnya,aku sempat merekam percakapan mereka."ucap Biantara menjelaskan dan menyerah kan rekaman itu pada Jefri
Jefri yang mendengarkan penjelasan anak buah Argana awal nya tidak percaya.Namun dia mengambil ponsel pemuda itu dan mendengarkan rekaman.Setelah itu dia sangat terkejut.Emosi memuncak pada dirinya,sekian tahun dia menunggu kehadiran adik kembarnya kembali.Namun,setelah besar dia tidak kunjung bertemu.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan Argana, yang merupakan anak kandung dari adiknya.Dan dia juga baru mengetahui jika adiknya telah meninggal dunia bersama istrinya dalam suatu tragedi.Tragedi yang dia sendiri tidak tahu seperti apa kejadiannya.
Setelah mendengar penjelasan Biantara tadi, rasanya Jefri sangat dilema.Apalagi gadis yang akan menjadi istri keponakannya ternyata adalah anak dari dalang terjadinya tragedi yang menimpa adik nya dan adik iparnya.
"TIDAK MUNGKIN."ucap seseorang dibelakang mereka,kedua pria itu menoleh dan mereka terkejut setelah mengetahui siapa pemilik suara itu.
"ARGA." "TUAN ARGA." ucap kedua pria itu bersamaan.
Tidak jauh dari mereka berdiri, Argana dan yang lainnya menatap penuh tanya pada mereka.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG