
Setelah menepikan mobilnya,Johan segera masuk ke dalam rumah.Dan dia segera menuju ke kamar Arum, putrinya.Dan dia melihat Arum merintih kesakitan.
"Tuan."ucap bibi
"Ayah."lirih Arum
"Arum,ayo kita ke rumah sakit."ucap Johan yang begitu panik melihat putrinya kesakitan
"Aku tidak apa-apa ayah,ini hanya karena magh ku kambuh.Setelah aku makan dan minum obat,aku akan sembuh."ucap Arum dengan santai, padahal perutnya terasa kram sekali dan dada nya terasa sesak.
"Kau jangan banyak alasan,ayah akan membawa mu ke rumah sakit sekarang."ucap Johan lalu mengangkat tubuh putrinya,dan segera berjalan dan membawa nya ke dalam mobil.Lalu bibi juga ikut masuk ke dalam mobil, tepat nya disamping Arum.Sedangkan Johan mengemudi didepan.Kebetulan sekali hari ini sang supir nya sedang izin untuk pulang kampung,karena istrinya melahirkan.
Setelah sepuluh menit mengendarai mobil,akhirnya mobil Johan berhenti tepat didepan rumah sakit.Dan langsung keluar dari mobil dan membuka pintu mobil belakang.Dia langsung mengangkat putri kesayangannya dan membawanya kedalam rumah sakit.
Seorang perawat melihat nya dan membawa kan brankar untuk Arum.Johan pun meletakkan putrinya dengan hati-hati.Kebetulan ada seorang dokter yang lewat.
"Dokter,tolong bantu sembuhkan putriku."ucap Johan
"Berdoa saja kepada tuhan,supaya anak bapak cepat sembuh."ucap dokter dan pergi ke ruang rawat
Johan pun segera mengisi formulir data untuk putrinya dan membayar biaya pengobatan.Setelah selesai,dia menuju ke ruang rawat putrinya.Didepan ruangan putrinya, pengasuh anak nya itu sedang berjalan mondar-mandir.Dia begitu khawatir dengan keadaan Arum.Mau bagaimana pun,dia lah yang tahu keadaan Arum.Selama ini,Johan memperkerjakan nya untuk merawat Arum dari kecil hingga besar.
Tentu saja wanita itu khawatir,Arum sudah dia anggap seperti anak nya sendiri.Dia pernah menikah sekali dan tidak pernah diberikan keturunan sampai akhirnya suaminya meninggal.Dia lebih memilih menjanda dan hidup sendirian.Puncak nya dia bertemu dengan Johan dan Johan meminta nya untuk merawat Arum yang masih bayi saat itu.Dan dia langsung menyetujuinya,karena dia sudah lama mendambakan anak kecil.
"Bagaimana bi,apa kah dokter nya sudah keluar?"tanya Johan,belum sempat bibi memberi jawaban kepadanya.Dokter segera keluar dan menemui nya.
"Dokter , bagaimana keadaan anakku?"tanya Johan
"Anak bapak hanya mengalami magh saja.Tapi, walaupun begitu.Untuk penderita magh, sebaiknya jadwal makan nya di perhatikan juga.Walaupun penyakit ini terlihat sepele,magh juga bisa menyebabkan kematian.Jadi,tolong perhatikan apa saja yang harus dimakan atau pun tidak yaa.Apakah dia pagi tadi tidak makan ?"tanya dokter setelah menjelaskan
Johan memandangi bibi,bibi pun dengan segera menjawab."Non Arum menolak untuk makan tuan."ucap bibi yang merasa Serba salah.Karena dia telah lalai dan tidak mampu membujuk Arum untuk makan.
"Itu lah yang menjadi penyebab magh nya kambuh.Dan membuat perut nya terasa kram dan perih.Aku akan segera meresepkan obat untuk anak bapak.Mari ikut aku ke ruangan ku."ucap dokter,dan Johan hanya mengangguk saja mengiringi nya.Sebelum melangkahkan kakinya,Johan berkata kepada bibi.
"Bibi,tolong jaga Arum sebentar yaa.Aku akan menebus obat yang akan dokter resepkan."ucap Johan
"Baik ,tuan."sahut bibi
*********
__ADS_1
Terlihat seorang pemuda yang sedang bekerja dan tidak semangat.Dia menebas rumput dengan parang nya,teman nya melihat dirinya tidak semangat bekerja.
"Kau kenapa tidak semangat begitu,Fandi?"tanya teman Fandi
Fandi menghentikan kegiatan nya dan menjawab."Aku tidak apa-apa."ucap Fandi sembari tersenyum tipis
"Tidak mungkin tidak apa-apa,pasti ada yang mengganjal di pikiran mu."ucap temannya itu
Fandi menghela nafas."Malam tadi aku di tolak ayah kekasih ku,dia bilang derajat kami tidak sama.Yaa aku sadar diri,jika perekonomian kami memang berbeda.Dia anak orang kaya,sedangkan aku hanya pemuda miskin dan pekerjaan hanya sebagai petani saja."ucap Fandi sedikit bersedih
Teman Fandi menepuk bahu nya pelan."Kau jangan terus bersedih Fandi.Sebaiknya kau fokus saja bekerja,masalah itu kau pikirkan nanti saja."
"Tapi,aku kesulitan untuk tidur malam tadi.Karena aku terus kepikiran dengan Arum."ucapnya dengan lirih
"Lalu kau mau apa? Apakah kau mau pelet dia?"tanya teman Fandi
"Hust! Pelet apaan? Tidak boleh Seperti itu.Lagian,aku dan Arum saling mencintai.Dan untuk apalagi pakai pelet segala.Hahaha.....Hei Faisal,kau ini ada-ada saja."ucap Fandi tertawa
Pria bernama Faisal itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Terus,bagaimana caranya kau menarik perhatian ayah kekasihmu itu?"tanya Faisal lagi
"Aku tidak tahu,malam tadi saja aku melamar Arum didepan ayahnya.Namun,aku mendapat penolakan dari ayahnya.Aku paham,jika ayah nya melakukan ini semua demi kebaikan anaknya.Ayah mana yang rela melihat anak semata wayangnya yang hidup penuh kemewahan semasa bersamanya.Dan tiba-tiba datang seorang pria miskin yang menginginkan anak nya untuk dijadikan istri.Pasti saja dia akan menolak,andai aku menjadi dia pun akan melakukan hal yang sama."ucap Fandi
"Usaha apa yaa biar cepat kaya?"tanya Fandi kepada Faisal
"Mau tau?"sahut Faisal
"Hmm."
"Jadi babi ngepet."usul Faisal
"Boleh juga ide kau ini.Tapi,yang jadi babi nya kau.Aku yang jaga lilin."sahut Fandi
"Enak di kau nya nanti."ucap Faisal dengan kesal
"Hahaha kan itu ide kau."Ucap Fandi sambil tertawa,dan Faisal juga ikut tertawa.Lalu mereka melihat mandor berjalan ke arah mereka dari kejauhan.Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Hari ini sangat panas,peluh dengan cepat berjatuhan.Saat pukul sebelas,mereka yang bekerja disana berisitirahat.Mereka duduk berkumpul di sebuah pondok yang telah disediakan.Mereka pun membuka bekal mereka masing-masing.Dan saling berbagi lauk dan nasi.Walaupun mereka kadang mereka sedikit kekurangan,namun mereka suka sekali berbagi diwaktu seperti ini.
"Kau mau coba masakan ibu ku,Fan?"tanya Faisal yang langsung menyodorkan bekal nya kepada Fandi.Fandi pun menghormati Faisal,dia langsung mengambil sedikit makanan yang dimasak ibu Faisal.Dan dia merasakan jika makanan yang dibuat ibu temannya sangat enak.Tiba-tiba saja dia merindukan masakan ibunya.
__ADS_1
'Semoga ibu tenang disisi Allah SWT.'ucap Fandi didalam hatinya
"Bagaimana?"tanya Faisal
"Enak.Rasa nya enak sekali,kau juga silahkan coba masakan ku."ucap Fandi yang juga menyodorkan bekal miliknya
"Sangat enak,kau sungguh berbakat memasak yaa."puji Faisal
"Kau ini,jangan terlalu memuji."ucap Fandi
Lalu mereka kembali melanjutkan makan siangnya.Setelah selesai makan,Fandi melihat matahari sudah tinggi.Dan dia mendengar suara adzan didesa sebelah.Fandi dan Faisal izin sebentar untuk shalat dzuhur.Lalu mereka mengambil air wudhu dan shalat di pondok secara bergantian.Sebenarnya mereka bisa shalat berjamaah,tapi pondok itu sekarang dipenuhi oleh warga yang selesai makan dan berisitirahat.Mereka berdua pun tidak ingin mengganggu istirahat mereka.Itu sebab nya mereka bergantian shalat didalam.
*********
Arum bangun dari tidurnya,dia melihat ayah nya yang tertidur.Ayah nya selalu ada untuk dirinya,dan ayah nya selalu melakukan apapun yang dia inginkan.Tapi tidak dengan hubungan nya dengan sang kekasih.Ayah nya tidak mengabulkan keinginannya untuk bersama Fandi.Hanya karena Fandi bukan anak orang kaya.Apakah salah jika dia menyebut ayah nya begitu egois?
Jujur saja,didalam hatinya yang paling dalam.Arum sangat mencintai ayah nya lebih dari apapun.Tapi sekarang,sekarang dia juga mencintai Fandi.Jika di suruh memilih,maka dia akan kesulitan harus memilih siapa diantara mereka.Mereka berdua sangat berarti dan begitu penting untuk nya.
Arum melirik ke arah jam didinding,sudah menunjukkan pukul empat sore.Dan dia sangat bosan di rumah sakit ini.Ingin sekali dia membangunkan ayahnya dari tidur, tapi dia tidak sampai hati.Dia tahu jika ayah nya kekurangan tidur,sebab dia selalu memforsir diri untuk selalu bekerja dan bekerja.Padahal dia sudah banyak mempunya harta.Apakah bagi nya harta ini tidak cukup? Entahlah,hanya ayah nya yang tahu.
Arum asik melamun dan dia tidak memperhatikan ayah nya yang mulai menggerakkan tubuhnya.Dan Johan langsung menatap ke arah anak nya yang sedang duduk diatas ranjang.
"Arum,kau sudah bangun nak?"tanya Johan lembut
"Sudah ayah dan aku sangat bosan disini.Ayo kita pulang."ucap Arum sambil merengek
"Yakin ingin pulang?"tanya Johan
"Iya ayah."
"Baiklah,tunggu sebentar.Ayah akan menemui dokter dulu."ucap Johan sambil membelai lembut rambut anak kesayangannya ini.Setelah itu dia beranjak meninggalkan kamar inap anak nya dan menuju ke ruangan dokter.Setelah meminta izin kepada dokter,akhirnya anak nya dibolehkan untuk pulang.
Johan pun menghampiri Arum dan mengatakan kepada putrinya.Jika dia sudah dibolehkan untuk pulang,Arum pun sangat senang.Lalu dia dibantu keluar dari ruangan bersama ayahnya.Ayah nya begitu perhatian kepada dirinya,sanggup kah dia mengecewakan ayah nya lebih dalam hanya karena dirinya sangat mencintai Fandi?
Setelah tiba di parkiran,mereka masuk ke dalam mobil.Dan supir pribadi ayah nya pun melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang.Tidak ada pembicaraan di antara mereka,hanya ada keheningan saja dalam perjalanan dan saat tiba ke rumah.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1