DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 10


__ADS_3

...***...


"Ukhuk, ukhuk." Yuuto mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak, lumayan kuat juga cekikan tangan Ryoutaro. Jika tidak dilerai oleh Hase Sensei, mungkin ia akan berakhir.


Semua siswa menatap tajam ke arah Yuuto, membuat tubuhnya merinding, seakan ingin menelannya hidup-hidup. Mereka menghakimi Yuuto, seakan memang ia yang telah melakukan kesalahan itu.


"Itu pasti balas dendam hasegawa. Karena yuko selalu menyiramnya dengan coklat susu, makanya dia melakukan hal yang sama." Umihara juga menuduh Yuuto.


"Ya, itu betul Sensei. Pasti karena dendam pada yuko, makanya anak haram itu melakukannya. Dia yang telah membunuh yuko." Semua orang menatap benci padanya, ada, menuduhnya tanpa bukti. Sangat menyakitkan, dadanya terasa sesak, kepalanya terasa pusing.


Perut Yuuto terasa mual dan sakit, dunianya seakan ingin tenggelam dalam kegelapan yang dalam, di mana tidak ada yang bisa menjangkaunya lagi.


"Mikoto kun. Mikoto kun tolong aku." Bibirnya yang bergetar itu mengucapkan nama Mikoto. Pikirannya yang kacau masih sempat memikirkan Mikoto. Hanya Mikoto yang sekarang menjadi penopangnya.


Tapi apakah Mikoto akan datang disaat seperti ini?. Ia pagi tadi sebelum masuk kelas berpisah dengan Mikoto karena Mikoto beda kelas dengannya, apakah Mikoto akan menolongnya?. Tapi Mikoto sudah berjanji padanya, jika ia menyebutkan nama Mikoto maka Mikoto akan datang saat itu juga.


Disaat ketakutan melanda dirinya, ia melihat Mikoto berdiri di samping Hase Sensei dengan senyuman dingin. Antara senang dan tak percaya, jika Mikoto memang datang, bahkan hanya dengan bisikan kecil karena bibirnya bergetar menahan takut.


"Aku datang untuk mu, yuuto." Yuuto masih dapat membaca gerakan mulut Mikoto, entah kenapa Yuuto merasa hangat dengan ucapan Mikoto.


"Arigatou mikoto kun." Itulah yang diucapkan oleh Yuuto, air matanya menetes membasahi pipinya.


"Aku akan melakukan apapun untuk mu, yuuto." Setelah berkata seperti itu sosok Mikoto tidak terlihat lagi.


"HWAAAAAAAA!." Yuuto berteriak frustasi, dadanya sangat sesak, nafasnya naik turun menahan sakit. Sedangkan teman sekelasnya melihat aneh ke arahnya.


"HASEGAWA,,,, OOOOI HASEGAWAAAAAA!." Hase Sensei berusaha menenangkan Hasegawa Yuuto, ia tiba-tiba berteriak ketakutan karena tidak tahan tuduhan teman sekelasnya.


Hase Sensei sangat takut karena teriakan frustasi Yuuto. Pasti sangat berat beban yang dipikulnya hingga ia hilang kendali. Hase Sensei memeluk erat tubuh Yuuto untuk menenangkan Yuuto. Ada rasa bersalah dalam dirinya, dan itu mengingatkan ia pada adiknya.


"Hiks, hiks, hiks."

__ADS_1


Eh?. Yuuto tersadar, ia menangis?.


"Aku menangis?." Batin Yuuto merasa aneh dengan dirinya. Bukankah ia tadi berbicara dengan Mikoto?. Lalu di mana dia?.


"Tenanglah hase kun." Hase Sensei memeluknya dengan erat? Dan Hase Sensei menangis? Apa yang terjadi sebenarnya?. Yuuto tidak tahu.


"Hiks, hiks mikoto kun, hiks mi,,,hiks koto kun." Yuuto sudah mulai tenang, namun ia masih terisak sambil menyebut nama Mikoto yang tidak terlihat oleh matanya lagi.


"Tenanglah Hase Kun. Ayo kita ke ruang kesehatan." Hase Sensei membimbing Yuuto menuju UKS, sepertinya Yuuto perlu menenangkan diri.


Yuuto yang kebingungan hanya nurut saja, ia memang butuh istirahat. Kepalanya masih terasa sakit dan perutnya terasa mual mau muntah.


"Jangan katakan pada siapapun yuuto." Sayup-sayup Yuuto mendengar suara Mikoto berkata seperti itu. "Kau tenang saja, aku pasti akan membalas mereka. Jadi kau istirahat saja dulu." Lanjutnya lagi, ia hanya membutuhkan waktu sampai ia menemukan target berikutnya.


Yuuto hanya diam, ia juga sudah berjanji pada Mikoto, bahwa dirinya tidak akan menceritakan tentang Mikoto pada siapapun.


"Um arigatou mikoto kun." Balas Yuuto dengan suara pelan, karena ia masih menahan sesegukan tangisnya tadi.


Sedangkan kelas?. Agak heboh saat Yuuto bertingkah aneh tadi. Mereka belum puas sebelum Yuuto mengakui perbuatannya.


"Anak itu,,,anak haram kurang ajar!. Pasti akan aku beri pelajaran padanya." Ryoutaro merasa dendam pada Yuuto. Ia sangat membenci Yuuto.


Dan tanpa disadari, sosok Mikoto sedang mengawasi Ryoutaro, senyumannya begitu mengerikan, ia telah menandai Ryoutaro sebagai korban berikutnya. Sebab selain Yuko, masih ada yang bersikap kejam pada Yuuto. Karena itulah.


"Akan aku tunjukan padamu, betapa kejamnya fitnah itu,,, Ryou chan." Suaranya dingin dan menusuk. Jika kau menyadarinya, aura kental balas dendam menguat begitu pekat menyelimuti tubuhnya. Sangat mengerikan untuk dilihat. Apalagi Mikoto memperlihatkan wujud aslinya, yaitu wujud rasa sakit yang ia dirasakan oleh Yuuto dan dirinya, hingga menjadi satu padu yang mengerikan. Tunggu saja hingga Mikoto melepaskan semua itu.


**


Dua hari kemudian.


Suasana sekolah mulai tenang, meski tuduhan masih melekat pada Yuuto. Suasana yang seakan tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Saat itu jam pulang.


Yuuto juga ingin pulang, dan ia sudah ditunggu oleh Mikoto di depan pintu. Untung saja yang lainnya sudah pulang, jadi ia tidak akan dicap gila lagi karena bicara sendirian. Apakah mereka tidak melihat Mikoto?. Entahlah....


"Apa kau ingin pergi kerja sambilan lagi, Yuuto?." Tanya Mikoto saat Yuuto berjalan di sampingnya.


"Um, begitulah." Balas Yuuto dengan senyuman kecil. Ia selalu berwajah ceria saat mengobrol dengan Mikoto.


"Ganbate ne, Yuuto. Aku juga akan ke tempat kerja setelah ini." Mikoto tersenyum kaku, ia mengusap kepala Yuuto dengan sayang. Hatinya selalu menghangat saat menyentuh Yuuto.


"Heee mikoto kun kau kerja sambilan juga?. Dimana? " Yuuto mendadak Kepo, teman barunya ini kerja sambilan juga? Kenapa dia tidak mengatakan sebelumnya?.


"Hi-mi-tsu." Mikoto terkekeh kecil, rasanya lucu melihat ekspresi Yuuto yang sedang kepo ingin tahu dimana ia bekerja. Mikoto lari kecil meninggalkan Yuuto, dan tak lupa ia menyentil dahi Yuuto.


"Haaa curaaaaaaang." protes Yuuto sambil mengejar Mikoto, ia mengusap dahinya yang sedikit berdenyut.


Tanpa disadari oleh Yuuto, Hase Sensei diam-diam mengawasinya. Hase Sensei melihat Yuuto berbicara sendirian, menyebut nama Mikoto?.


"Apa yang terjadi sebenarnya, hasegawa yuuto?. Mikoto mana yang kau maksudkan. Apakah aku harus mencari tahu sendiri?." Hase Sensei tidak mengerti, tapi tidak mungkin Mikoto adiknya?. Sedangkan Mikoto adiknya sudah lama meninggal, lima tahun yang lalu. Di sekolah ini karena bunuh diri dengan melompat di atap gedung sekolah.


"Hase kun, jika arwahnya bersama hasegawa yuuto." Hase Sensei berandai saja, tapi itu tidak mungkin kan?.


Kembali ke Hasegawa Yuuto.


Ketika ia hendak meninggalkan gerbang, baju belakangnya ditarik kuat oleh seseorang, yang tak lain adalah Ryoutaro Rio, membuat Yuuto menghentikan langkahnya.


"Ne hase kun anak haram." Ryoutaro menepuk pundak, matanya terlihat tajam, membuat Yuuto sedikit merinding.


Next halaman.


...***...

__ADS_1


__ADS_2