
Saat sarapan bersama,terjadi kecanggungan antara Argana dan Johan.Mereka menikmati makanan dalam diam.Argana mengangkat kepala nya dan menatap sang kakek.
"Kakek . Argana." Ucap mereka bersamaan
"Kakek saja. Argana saja."ucap mereka kembali bersamaan
Kedua nya menghela nafas,akhirnya Johan berkata duluan."Arga,apakah kau sudah memutuskan hubungan mu dengan gadis itu?"tanya Johan
"Maaf kek,aku belum mengatakan apa-apa kepadanya.Dan saat ini aku masih bingung."sahut Argana
"Kakek mengerti,tidak mudah mengakhiri hubungan dengan orang yang kita cintai.Tapi kau harus tahu nak,bahwa ayah gadis itu lah penyebab utama kematian orang tua mu."ucap Johan dengan tegas
"Aku paham maksud kakek,aku akan menghubungi dan kalau perlu aku akan menemui Yasmin ke sana."
"Terserah kau saja,kakek hanya berharap terbaik untuk mu.Maafkan atas keegoisan kakek."
"Tapi, bagaimana dengan perkataan paman dan kakek kemarin,mereka berkata,jika mereka ingin balas dendam kepada ayah Yasmin?"
"Itu urusan mereka Arga,aku harap kau tidak menghentikan mereka."
"Tapi kek....!!!"
"Arga,aku mohon mengerti lah."
"Tidak bisa kek,aku harus menghentikan mereka."ucap Argana setelah menyelesaikan sarapannya.Dia langsung beranjak dari tempat duduknya.
Dia mengganti celana pendeknya dengan celana panjang.Kemudian dia memakai jaket ke tubuhnya.Setelah itu dia mengambil ponsel dan kunci mobil serta dompet nya.Kemudian dia menuju ke luar meninggalkan rumah.
"Arga, hei! Mau kemana kau?"tanya Johan
"Aku akan ke rumah kakek Ibrahim,aku ingin menemui pamanku.Aku takut jika dia melakukan hal yang buruk kepada keluarga Yasmin."ucap Argana dengan cepat dan dia berlari menuju ke mobilnya.Dia pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sang kakek.
Sedangkan Johan,dia hanya bisa menghela nafas."Yaa Allah, lindungi lah cucuku itu Dimana pun dia berada."lirih Johan ,kemudian dia masuk ke dalam rumah
*********
Argana sudah tiba dihalaman rumah pamannya,dan dia Sera turun dari mobil.Kemudian dia berjalan ke dalam rumah,dia melihat sang kakek sedang berada di meja makan.Terlihat disana jika kakek nya sudah selesai sarapan.
"Arga."ucap Jihan begitu melihat kedatangan Argana yang tiba-tiba.Sontak saja Ibrahim dan ibunya Jihan memandang ke arah Argana.
Tidak biasanya Argana pagi-pagi kesini. Begitulah yang ada dalam pikiran semua orang yang berada dimeja makan.
__ADS_1
"Arga kesini nak,mari kita sarapan." panggil ibunya Jihan
"Maaf bibi,aku sudah sarapan di rumah. Aku hanya ingin bertemu paman, dimanakah paman?"tanya Argana saat tau disana tidak ada pamannya
"Pagi-pagi sekali dia pergi,kata nya ada urusan penting sebentar."ucap istri paman nya Argana
"Kenapa kau mencari paman mu Argana?"tanya Ibrahim dengan tatapan menyelidik
"Ada hal penting yang menyangkut pekerjaan kek,maaf mengganggu waktu sarapan kalian."ucap Argana
"Tidak mengganggu nak,bahkan kami sudah selesai sarapan sejak kedatangan mu. Makan lah pudding buatan Jihan,jika tidak enak maaf saja yaa nak."ucap ibunya Jihan sambil menyodorkan sepiring pudding
"Ibuuuu.......pudding buatan ku enak lho Arga. Jangan dengarkan ucapan ibu,dia memang begitu."ucap Jihan sedikit kesal karena ledekan sang ibu.
Sedangkan ibunya,Ibrahim dan Argana tertawa kecil dengan sikap Jihan.
"Lihat lah Arga,bibi dan sepupu mu ini seperti Tom and Jerry saat berdekatan.Jika sudah berjauhan,mereka saling merindu."ucap Ibrahim pada Argana
"Bukan aku yang sering merindukan,tapi ibu kek. Setiap aku pergi jauh,pasti ibu selalu menelpon ku setiap saat.Kata nya rindu."ucap Jihan asal, seketika ibunya langsung melotot padanya.
"Kalau sama-sama rindu bilang aja,gak usah gengsi."sahut Ibunya Jihan, sehingga Jihan langsung terkekeh
"Darimana paman?"tanya Argana tiba-tiba
"Ada urusan sebentar."sahut Jefri langsung duduk dan mengambil sepotong pudding kemudian memakan nya
"Benarkah?"tanya Argana dan dibalas anggukan kepala oleh Jefri
"Ada apa?"tanya Jefri balik
"Sebaiknya kalian ke ruang tamu saja,ada hal penting yang ingin Argana bicarakan dengan mu Jef."ucap Ibrahim
"Hal penting apa? Ohh baiklah,ayo!"ucap Jefri langsung berdiri
Lalu Jefri berdiri dan berjalan duluan menuju ke ruang tamu.Argana pun berdiri,kemudian dia berkata kepada kakeknya."Kakek boleh ikut juga ke ruang tamu,hal penting ini ada kaitan nya dengan kakek juga."ucap Argana dan berjalan menuju ruang tamu,Ibrahim pun mengiringinya
Mereka bertiga duduk , sempat hening di antara mereka.
"Apa yang ingin kau katakan Argana?"tanya Jefri memulai pembicaraan
"Begini paman,apa yang akan paman lakukan kepada keluarga Yasmin?"ucap Argana bertanya balik kepada Jefri
__ADS_1
"Entahlah."sahut Jefri cuek
"Paman, aku harap paman tidak berbuat hal buruk kepada keluarga Yasmin."ucap Argana dengan serius sambil menatap pamannya
"Kenapa kau masih peduli pada mereka Arga,bukan kah kau tahu siapa mereka.Terutama ayah dari gadis yang kau suka itu,dia adalah dalang dari penyebab kematian orang tua mu."ucap Ibrahim penuh tekanan
"Aku tahu kek,aku tidak ingin kalian berdua menjadi seperti kakek ku Johan.Lihat lah dia,selama dua puluh tahun lebih dia melakukan balas dendam kepada warga desa beringin.Dan apa yang dia dapatkan, hanya penyesalan.Apakah kalian mau seperti nya?"ucap Argana
"Argana,aku tahu maksudmu baik.Tapi,aku hanya sedikit memberi pelajaran kepada mereka."sahut Jefri lalu dia menghisap rokok dan menghembuskan nya perlahan
"Paman....!!"ucap Argana yang rasa nya tidak bisa berkata apa-apa lagi
"Argana,kakek harap kau tidak ikut campur.Biarkan saja paman mu memberi dia pelajaran sedikit.Dia tidak akan membunuh ayah nya Yasmin.Dia hanya akan memaksa pria itu untuk bicara jujur kepada seluruh warga desa itu.Dan aku yang menyuruh paman mu melakukan itu,dan aku juga berharap setelah kejujuran pria itu,maka nama orang tua mu bersih dari fitnah yang dia lakukan dahulu."ucap Ibrahim panjang lebar pada Argana
"Benarkah yang dikatakan kakek itu paman?"tanya Argana ada Jefri
"Benar Arga,aku melakukan itu semua agar dia jujur dan nama adik ku bersih dari segala fitnah yang pernah dia lemparkan kepada Arum dan Fandi.Kau jangan khawatir,aku tidak akan melakukan perbuatan buruk kepada keluarganya.Tapi satu hal yang kau ingat,kami tidak akan pernah merestui hubungan mu dengan gadis itu.Karena sampai kapan pun,aku tidak ingin berbesan dengan keluarga dari penyebar fitnah.Dan warga disana juga lah yang menyebabkan kematian orang tua mu."ucap Jefri
"Apakah kau masih mencintai gadis itu Arga?"tanya Ibrahim
Argana mengangguk dan menjawab,"Tentu saja kek,tapi kalian tenang saja.Aku akan segera mengakhiri hubungan ku dengan nya.Tapi,aku tidak yakin akan bisa melupakan dia."ucap Argana dan dia pun berdiri,kemudian dia berpamitan ingin pulang
Setelah kepergian Argana,kini tinggallah Jefri dan sang ayah.
"Aku sebenarnya sedih ayah,dan rasa nya aku tidak tega memisahkan Argana dengan gadis yang dia cintai.Andai saja gadis itu bukan anak dari pria itu,tentu saja aku mendukung hubungan mereka berdua."ucap Jefri kemudian mematikan rokoknya
"Mau bagaimana lagi, seperti nya hubungan mereka harus sampai disini.Apalagi Johan juga mengatakan,jika dia tidak akan merestui hubungan Argana dengan gadis itu.Ini memang berat,tapi ini harus dilakukan."ucap Ibrahim
"Iya ayah."
"Bagaimana dengan pria itu,apa yang kau lakukan tadi?"tanya Ibrahim
"Ayah pasti tahu kan,apa yang sering aku lakukan kepada musuh."sahut Jefri dengan senyum miring
"Dasar psikopat."ucap Ibrahim
"Ayah juga."ledek Jefri
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1