DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
71


__ADS_3

Didepan mesin jahit, Yasmin duduk melamun.Dia masih kepikiran dengan mimpinya tadi pagi.Rasanya sangat sulit bernafas,jika sampai kejadian dalam mimpi itu terjadi di dunia nyata.Dia tidak bisa membayangkan jika seandainya itu terjadi.Sungguh,hati nya sangat hancur sekali.


Bagaimana tidak,mimpi itu terasa sangat panjang.Dan hati nya pun rasa nya masih dag dig dug sampai sekarang.Mulai dari dia bermimpi Argana datang melamarnya dan bapak nya langsung memberikan restu.Sampai akhirnya mereka akan melakukan akad.Namun sayang sekali,akad itu harus gagal.Karena Argana mengetahui fakta,bahwa bapaknya lah yang menjadi penyebab kematian orang tua Argana.


Yasmin dalam mimpi saja sudah ketar ketir,apalagi sampai nyata.Karena asik melamun, dia tidak menyadari bahwa adiknya masuk ke rumah.


"Woooyyy......"teriak Farisham, sehingga Yasmin terkaget-kaget."Allahuakbar."seru Yasmin terkejut


Sedangkan Farisham hanya tergelak melihat kakak nya terkejut.Yasmin menggerutu."Kau yaa, ngagetin saja."


"Lagian,kak Yasmin sih pakai menghayal segala.Lagi mikirin bang Ucok yaa?"tebak Farisham


"Dih ogah, siapa juga yang mikirin bang Ucok."sahut Yasmin dengan kesal


"Kan siapa tahu,kak Yasmin mau jadi bini nya yang ke lima wkwkw."ucap Farisham sambil ngakak


"Amit-amit deh,mending jadi bini nya bang Arga aja."sahut Yasmin sambil senyum-senyum sendiri


"Minta izin dan restu dulu sama bapak sana. Kalau bapak tidak merestui hubungan kalian,mana bisa menikah."ucap Farisham


"Memang iya sih! Bapak sih pakai acara tidak merestui lagi,gini banget yaa hidup hmm....!!!"sahut Yasmin


"Hahaha galau mulu,mending kakak ke Toko bang Argana dan kawan-kawan nya yuk.Bantuin kami,kan lumayan ada pemasukan."ucap Farisham


"Emang nya, teman-teman mu yang berkerja disana gak ada? Kok ngajak kakak?"tanya Yasmin


"Ada sih,cuma ngajakin kakak aja heheh."ucap Farisham cengengesan,sedangkan Yasmin hanya menatap Farisham geleng-geleng.


"Yasmin,beli garam ke warung sana sama gula."teriak ibunya dari dalam


"Iya bu."Yasmin balas berteriak


Lalu Yasmin bergegas menuju ke kamar nya dan mengambil uang.Kemudian dia mengambil jilbab instan milik nya dan setelah itu dia menuju ke warung terdekat.Sedangkan adik nya langsung ke toko.


Diperjalanan menuju ke warung,Yasmin bertemu dengan bang Ucok.Pria yang berusia sama dengan bapak nya,namun masih genit kepada para gadis dan istri orang.


"Ehh dek Yasmin,mau kemana?"tanya bang Ucok dengan sopan


"Mau ke warung bang."sahut Yasmin, seharusnya pria ini dipanggil paman atau kakek saja.Tidak pantas di panggil Abang,rasa nya sungguh aneh.


"Ohh ke warung,mau Abang anterin sekalian."tanya bang Ucok sambil menawarkan tumpangan


"Tidak perlu bang,Yasmin bisa sendiri.Permisi."ucap Yasmin dengan sopan,lalu dia melangkahkan kakinya menuju ke warung.Namun,Si Ucok mencegat jalan nya."Abang anterin yaa,sekalian juga Abang mau ke warung."ucap pria itu sembari tersenyum,namun perkataannya mengandung paksaan.


Belum sempat Yasmin berkata, tiba-tiba anak nya yang seumuran Yasmin datang."Bah,mamak cari-cari bapak tadi.Disini rupa nya,cepat lah pulang.Kalau tidak cepat pulang,nanti ngamuk mamak itu.Pening aku."ucap anak nya yang bernama Juan


"Heh kau ini, mengganggu bapak kau pdkt saja.Yasudah,sebentar lagi bapak akan pulang."sahut Ucok dengan bahasa khas nya


"Jangan sebentar-sebentar,nanti ngamuk mamak aku tidak akan peduli lagi."sahut Juan


"Iya iya,banyak kali omong kau ini."omel nya pada Juan,lalu dia berpaling ke pada Yasmin yang dua langkah dekatnya."Dek Yasmin, Abang pulang dulu yaa.Sampai jumpa lagi. I love you."ucap Ucok sambil memperlihatkan jari telunjuk dan ibu tangan nya yang menyatu.Istilah anak jaman sekarang,bentuk ungkapan cinta.

__ADS_1


Yasmin hanya menahan mual, sedangkan Juan hampir ngakak melihat bapak nya itu masih genit kepada wanita.Entah kenapa, mamaknya sangat betah hidup bersama bapak nya itu.Padahal bapak nya sudah mempunyai empat orang istri,termasuk mamak nya Yaa,mamak nya Juan adalah istri pertama.


Mungkin mamak nya bertahan demi dia dan adik-adiknya.Entah lah,Juan juga bingung.


Setelah kepergian Ucok,kini tinggallah Yasmin dan Juan.


"Yasmin,maafkan tingkah laku bapak ku yaa."ucap Juan sambil menatap gadis didepannya ini.Gadis yang dia sukai sejak SD sampai sekarang.Mereka sudah lama berteman,dari kecil hingga sekarang.Hanya Juan yang mempunyai perasaan terhadap Yasmin.Namun, perasaan itu dia simpan di hati nya.Karena dia tahu jika Yasmin mencintai orang kota.Dan orang kota itu lebih baik daripada dirinya.


"Kenapa kau yang meminta maaf,Juan.Kau tidak bersalah,biasa saja.Yasudah,aku pergi ke warung dulu yaa."ucap Yasmin dan melangkah kan kaki nya ke warung yang hampir dekat.


"Yasmin,aku ikut."ucap Juan,lalu mengikuti langkah gadis pujaannya.Sedangkan Yasmin hanya tersenyum melihat tingkah teman kecil nya itu.Mereka pun berjalan berdampingan dan tiba di warung.


"Cik Jamilah,beli gula sekilo dan garam kasar sebungkus yaa."ucap Yasmin


"Nih, total nya dua puluh lima ribu."ucap Cik Jamilah sambil menyerahkan bungkusan yang berisi pesanan Yasmin


"Terimakasih Cik."ucap Yasmin lalu menyerahkan uang dua puluh lima ribu kepada Cik Jamilah.Kemudian gadis itu melangkahkan kakinya menuju rumahnya.


Sedangkan Juan masih berdiri di warung Cik Jamilah,dia masih memandang langkah Yasmin.


"Kalau naksir,lamar aja."ucap Cik Jamilah


Juan segera menoleh ke arah Cik Jamilah,selaku pemilik warung."Cik ini ada-ada saja,mana mungkin dia mau sama aku ini."ucap Juan merendahkan diri karena malu


"Siapa yang berani menolak kau ini Juan,sudah tampan ,berduit dan shaleh.Kurang apa lagi.Kalau Cik punya anak gadis,sudah cik suruh dia menikah dengan kau nak Juan."ucap Cik Jamilah,


Andai saja dia punya anak gadis,pasti sudah dia jodohkan dengan Juan.Namun sayang,seluruh anak nya adalah pria.


Lalu cik Jamilah mengambil pesanan Juan."Berapa?"tanya pemuda itu


"Total nya dua puluh satu ribu."ucap Cik Jamilah


"Nih uang nya,ambil saja kembaliannya."ucap Juan lalu pemuda itu menyodorkan uang lima puluh ribu.Kemudian dengan cepat dia meninggalkan warung Cik Jamilah.


"Yaa Allah, terimakasih atas rejeki yang engkau berikan kepada hamba.Makasih yaa nak Juan."ucap Cik Jamilah kepada Juan yang sudah berjalan sepuluh langkah dari warungnya.Pemuda itu hanya menoleh dan tersenyum.


*********


Ibrahim memasuki kediamannya,sedari dulu dia tinggal bersama anak serta menantu dan cucunya.Setelah membersihkan tubuhnya,dia menatap ke arah jam dinding.Jam telah menunjukkan pukul satu sore.Ternyata cukup lama dia dan Johan berada di restoran.Saking lama nya,mereka sampai lupa waktu.


Ibrahim mengambil air wudhu dan melakukan ibadah shalat dzuhur.Saking khusyuk nya,dia terus berdzikir di akhir salam.Setelah itu dia menengadahkan tangan nya dan berdo'a."Yaa Allah yaa Rabb,dzat yang maha tinggi,yang maha pengampun dan pengasih.Berikan lah kedamaian untuk anak-anak serta ibu dari anak-anakku yang telah mendahului ku.Berikan lah mereka tempat yang layak disisi mu Yaa allah.


Rabbana aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qina'adzabanar. Walhamdulillaahirabbil'alamin."


Tidak banyak kegiatan Ibrahim dimasa tua ini.Dia hanya duduk santai sambil membaca buku di perpustakaan milik nya.Perusahaan yang dia kelola sedari dulu dia serahkan semuanya kepada Jefri.Andai saja Fandi masih ada, dia juga termasuk yang mewarisi harta nya.Harta yang dia wariskan kepada Fandi kini dia serahkan kepada Argana.Awal nya pemuda itu menolak,atas desakan nya dan Jefri.Akhirnya pemuda itu mengiyakan saja.


"Ayah,makan dulu yuk."ucap seorang wanita yang tidak lain adalah istri Jefri


Ibrahim menutup buku yang dia baca dan menatap ke arah menantunya."ayok."ucapnya sambil tersenyum,Lalu dia beranjak dari tempatnya dan mengikuti langkah menantu satu-satunya.


Andai saja Fandi dan Arum masih hidup,mungkin keluarganya akan tambah bahagia.Semua itu hanya andai-andai Ibrahim saja.Takdir tuhan lah yang menentukan akhirnya.

__ADS_1


Setiba nya dimeja makan,dia melihat Jefri dan cucunya sudah ada disana.Argana pun juga ada disana serta Johan.


"Lho,kok kalian ada disini?"tanya Ibrahim sambil menatap penuh tanya ke arah mereka.Semua orang tersenyum kepadanya dan terlihat istri Jefri membawakan kue.Lalu mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Selamat ulang tahun


Selamat ulang tahun


Selamat ulang tahun


Selamat ulang tahun


Melihat mereka semua dan lagu selamat ulang tahun yang mereka nyanyikan.Membuat pria itu menahan air matanya yang ingin keluar.Semua orang menghampirinya dan mengucapkan selamat.


"Selamat ulang tahun Ayah.Bahagia selalu yaa,Yah.."ucap Jefri dan istrinya


"Selamat ulang tahun kakek. Sehat selalu yaa dan jangan sering melamun."ucap Jihan,putri Jefri


"Selamat ulang tahun kakek. Jaga kesehatan dan bahagia selalu."ucap Argana memeluk sang kakek


"Selamat ulang tahun besan,tambah tua saja yaa."ucap Johan sambil meledek dan memeluk mertua anaknya


Ibrahim menatap mereka haru,di usia yang sudah tujuh puluh ini.Dia bersyukur bisa melihat keluarganya hidup bahagia.


"Terimakasih."ucap Ibrahim,hanya kata itu yang bisa dia ucapkan.


Setelah itu,mereka menikmati makan-makan nya sambil mengobrol.


"Jihan."panggil Ibrahim,gadis yang bernama Jihan langsung menoleh ke arah nya dan menyahuti."Iya kek."


"Kapan menikah?"tanya pria berusia tujuh puluh tahun itu


"Kapan-kapan kek hehehe."sahut Jihan sembari tersenyum cengengesan


"Kapan-kapan terus,kakek butuh cicit."ucap Ibrahim


"Minta sama Argana saja kek."ucap Jihan


Sedangkan Argana langsung memandang kakak sepupu nya itu dengan mengerutkan keningnya."Lho,kok aku?"tanya Argana


"Iya,kan kau juga cucu kakek hehehe."sahut Jihan


"Jihan....!!!"tegur ibunya


"Hehehehe."


Gadis itu berpura-pura tidak tahu,sedangkan kakek nya hanya geleng-geleng kepala melihat cucunya mulai usil.Lalu mereka kembali berbicara dan bercanda bersama.


Momen ini lah yang paling Ibrahim tunggu,hanya bersama keluarganya lah dia bisa merasakan apa itu kebahagiaan.Karena keluarga adalah harta yang paling berharga.Tanpa keluarga,dia tidak akan bisa seperti sekarang.


*********

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2