
Hari ini adalah hari kebahagiaan dan hari kesedihan bagi Arum.Dia bahagia,karena dia telah menikah dengan Fandi.Namun kebahagiaan itu tidak mampu mengurangi kesedihan nya.Dia bersedih karena setelah menikah dengan Fandi , maka dia harus keluar dari rumahnya untuk selama-lamanya.Bukan hal itu yang ditangisi oleh Arum,tapi perpisahan antara dia dan ayahnya.
Kenangan demi kenangan terus menerus hadir dalam pikirannya.Dia masih ingat saat dia menginginkan sesuatu, apapun itu akan dikabulkan oleh ayahnya.
"Ayah,aku mau es krim banyak-banyak boleh kan?"ucap Arum kecil yang baru berusia enam tahun
Johan mendekati Arum,dan membelai rambut putri kecilnya dengan lembut."Tentu saja boleh,tapi kan Arum makan nya cuma satu.Lalu untuk apa Arum beli banyak-banyak?"tanya Johan lembut
"Aku ingin memberikan es krim itu kepada anak-anak yang duduk di sana.Pasti mereka ingin sekali."ucap Arum
Johan pun tersenyum lembut."Baiklah, lakukan apa yang kau inginkan sayang."
"Yeeeyyy...... terimakasih ayah."ucap Arum kecil yang kegirangan,kemudian dia mendekati sang penjual es krim."Om,beli es krim nya lima yaa.Nanti ayah ku yang akan membayar nya."ucap Arum dengan mata bulatnya itu
Sang penjual es krim rasa nya ingin meleleh saat melihat senyum Arum kecil yang manis sekali."Tentu saja anak manis."ucap penjual es krim itu,setelah itu dia memberikan nya kepada Arum.Karena tangan Arum kecil dan tidak bisa membawa semuanya.Maka Johan lah yang membantu nya membawakan es krim itu kepada anak-anak yang sedang duduk itu.
"Hai..."sapa Arum dengan senyum sumringah
"Hai juga..!!"sapa anak-anak itu balik
"Nih,aku kasih kalian es krim.Dimakan yaa!! Aku pergi dulu,dahhh!"ucap Arum ,kemudian memberikan es krim kepada mereka
"Terimakasih."ucap anak-anak itu kepada Arum,Arum pun mengangguk cepat."Sama-sama."
Setelah itu dia dan ayah nya meninggalkan anak-anak itu.
Kembali lagi pada Arum yang duduk melamun di kaca mobil milik ayah nya.Yaa,dia dan suami nya serta Faisal berada di mobil milik Johan.Yang menyetir adalah Bastian,Johan sengaja menyuruh anak buah nya itu untuk mengantar Arum ke mana dia akan tinggal nanti.
"Arum, sayang ....." Panggil Fandi,namun dia tidak mendengar panggilan dari pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.Dia terlalu asik dengan lamunannya.Fandi pun menghela nafas,dia tahu apa yang sedang istri nya pikirkan.Pasti istrinya terus memikirkan tentang ayah mertua.
Mungkin ini adalah pertama kali nya bagi Arum berpisah dengan ayah nya.Wajar saja dia terus melamun dan tidak mendengar panggilan nya tadi.
___
Mobil yang dikemudikan oleh Bastian tiba di kos-kosan Fandi.Lalu Fandi turun dan mengemasi barang-barang miliknya.Dia akan segera pulang ke kampung dan menempati rumah yang dia tinggalkan.
"Kau yakin ingin pulang kampung dan resign dari perusahaan Bu Sofia?"tanya Faisal pada teman nya itu
"Iya Fai, aku harus melakukan itu.Lagi pula,aku lebih menyukai hidup didesa yang penuh kedamaian daripada di kota.Jika aku tinggal di desa,maka bising kendaraan tidak akan banyak.Tapi entah lah Arum,apakah dia akan menyukai kehidupan didesa atau tidak? Aku akan mencobanya dulu,jika tidak terpaksa aku kembali lagi ke kota ini."ucap Fandi
"Jika itu keinginan mu,aku tidak bisa melarang. Berbahagialah lah kawan,dan jaga amanat yang diberikan oleh ayah mertua mu."
"Tentu."
Selesai berkemas,Fandi dan Faisal keluar dari kos-kosannya.Fandi pun pamit pada ibu kos.Fandi pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke desa beringin.Istrinya masih seperti tadi, melamun didekat pintu mobil.
"Sayang."panggil Fandi,Arum pun langsung menoleh
"Kita akan tinggal didesa,karena disana lah rumah ku.Apakah kau mau?"tanya Fandi dengan lembut
"Aku mau mas,kemana pun mas Fandi membawa ku.Aku akan ikut!"sahut Arum
"Terimakasih."
"Kita akan menuju kemana lagi tuan?"tanya Bastian pada menantu majikannya
"Kita akan ke desa beringin pak,tolong jangan panggil tuan.Panggil saja namaku,Fandi."ucap Fandi
"Baik."
Lalu dengan kecepatan sedang,mobil yang dikemudikan Bastian menuju ke desa beringin.
__ADS_1
"Kau tidurlah sayang, perjalanan yang kita tempuh masih jauh."ucap Fandi dan dibalas anggukan kecil Arum.Fandi menarik tubuh Arum untuk nyender didada nya.
Tiga jam kemudian,akhirnya mereka tiba didesa beringin.Disana hanya beberapa rumah yang menggunakan listrik, sedangkan kebanyakan dari warga disana menggunakan lampu minyak dan obor.
*********
Setelah kepergian Arum,Johan hanya bisa menghela nafas dan dia langsung masuk ke dalam kamar Arum.Sebelum Arum pergi, diam-diam dia menyuruh bibi untuk memasukkan ATM,emas dan uang kertas sebanyak lima juta ke dalam koper Arum.
Johan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang milik Arum,dia masih mencium aroma parfum putri kesayangannya.Karena kelelahan dan terlalu banyak berpikir,akhirnya Johan ketiduran di kasur milik putrinya.
Entah berapa jam Johan tertidur, tiba-tiba ponsel nya berdering.Dia pun mengusap wajah nya lalu melihat ponselnya.Terlihat di layar ponselnya,bahwa yang menelponnya adalah Bastian.
"Hallo Bas, ada apa?"tanya Johan
"Aku sudah berada di tempat tinggal Fandi dan non Arum tuan,mereka akan tinggal didesa beringin."ucap Bastian
"Apakah jauh dari rumah ku?"tanya Johan
"Kurang lebih,sekitar tiga jam perjalanan jika menggunakan mobil,tuan."sahut Bastian diseberang sana
"Lumayan jauh juga. Kapan kau pulang?"tanya Johan
"Apakah tuan ingin aku kembali?"ucap Bastian balas bertanya
"Iya."
"Baik tuan."
Setelah menutup panggilan telepon,Johan bergegas menuju ke kamar mandi nya.Selesai mandi dia langsung memakai pakaian nya dan menuju kembali ke kamar Arum.Dia akan menempati kamar Arum mulai dari sekarang.Karena aroma tubuh anak nya masih terasa di kamar itu,hanya ini jalan satu-satunya untuk menghibur diri nya sendiri.
"Tuan,apakah tuan ingin makan sekarang?"tanya bibi pada Johan
*********
Setelah menurun kan barang-barang milik Fandi dan Arum,Bastian berpamitan kepada pasangan yang baru menikah itu.
"Lho, kenapa cepat sekali pulang nya pak? Bapak pun belum mampir ke rumah ku?"tanya Fandi
"Tuan Johan sudah memanggil ku untuk pulang. Sekali lagi,maaf. Suatu saat jika ada waktu,aku akan berkunjung ke rumah kalian."ucap Bastian
"Baiklah, terimakasih paman. Karena paman sudah mengantar kami sampai ke rumah.Hati-hati dijalan paman."ucap Arum
"Terimakasih non."
Lalu asisten ayah Arum itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah Fandi.Kedua pasangan itu pun segera masuk ke dalam rumah,karena hari sudah senja.Maka nya warga sudah tidak ada yang diluar rumah.
___
Mereka berdua masuk ke dalam rumah, keadaan rumah sedikit gelap.Karena tidak ada cahaya sedikitpun.
Fandi lampu di ponselnya dan dia menuju ke dapur.Kemudian mengambil lampu minyak dan menghidupkan nya.Dia kembali ke luar dan menemui istrinya yang sedang membereskan ruangan yang sedikit berdebu.Padahal tidak lama Fandi meninggalkan rumah itu.
"Maaf yaa,begini lah kondisi rumah ku sekarang.Aku bahkan belum menyambung listrik,karena biaya nya sangat besar."ucap Fandi
"Mas,tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak bisa kita miliki.Aku bisa kok hidup bersamamu,asalkan mas mau mengajari ku dan aku juga akan belajar hidup seperti warga biasa."
"Maaf,aku telah membawa mu dalam kesusahan."
"Stop meminta maaf,aku tidak masalah hidup seperti ini.Asalkan aku bisa hidup bersama mu,itu sudah membuat ku bahagia."
Fandi memeluk istrinya,dia terharu dengan perkataan istrinya."Mas janji,mas akan selalu membahagiakan mu."ucap Fandi lirih
__ADS_1
"Terimakasih mas."bisik Arum
Setelah itu,mereka kembali melanjutkan berberes-beres.Saat Arum membuka koper miliknya,dia terkejut dengan ATM,emas dan uang pecahan seratus lima juta.Sejak kapan uang itu ada dalam koper nya.Arum tidak habis pikir,pasti ini ulah bibi atas perintah ayahnya.
Walaupun ayah nya kecewa kepadanya,tapi ayah nya masih memperhatikan dirinya.Sekali lagi Arum merasa bersalah kepada sang ayah.
Maaf ayah. Ucap nya dalam hati
Tidak terasa,waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan pasangan suami istri itu merasa lapar.
"Kau ganti baju dulu sayang,kita akan ke warung Cik Jamilah dan makan di sana saja."ucap Fandi
"Benarkah mas?"tanya Arum
"Iya."
Lalu Arum mengganti pakaian nya,begitu pun Fandi.Setelah itu mereka menuju ke warung Cik Jamilah yang buka sampai malam.Tentu saja malam akan terus buka,karena disana warga bisa menonton TV milik Wak Kasim,suami Cik Jamilah.
Mereka hanya berjalan kaki dengan membawa senter.Sepuluh menit kemudian,akhirnya mereka tiba didepan warung Cik Jamilah yang sudah sangat ramai akan warga.
"Wah Fandi,bawa cewek."
"Cewek mana yang kau bawa Fan,cantik sekali."
Warga bertanya kepada Fandi dan Fandi lekas menjawab."Perkenalkan,ini Arum istriku.Kami baru saja menikah."
"Selamat malam semuanya,salam kenal."ucap Arum lembut
"Wah,jadi ini istrimu. Cantik sekali."
"Baru juga pergi,pulang nya bawa istri ni Fandi hahaha."ucap seorang bapak langsung tertawa dan dibalas anggukan yang lain
"Kami sudah berpacaran lima tahun lebih.Maka dari itu mas Fandi ke kota dan kerumah ku,kemudian menikah dengan ku."ucap Arum dengan sopan
"Ohh sudah lama."
"Walau pun sudah lama kenal,sayang sekali jika kau menikah dengan pemuda Seperti Fandi."ucap pria yang berkata sambil tertawa tadi
"Kenapa dengan mas Fandi?"tanya Arum bingung dan sedikit kesal,seperti nya pria itu mulai menghina suaminya.Dan dia akan membalas pria itu,jika menghina suaminya.
"Sudah,jangan di ladeni.Kita kesini ingin beli makanan sayang."bisik Fandi,
Kemudian,Fandi pun memesan nasi dan lauk untuk dibawa pulang saja.Seperti nya situasi sekarang mulai memanas,jadi dia memutuskan untuk membeli makanan dan makan dirumah saja.Kemudian dia membeli dua botol air putih.
Dia tahu jika pria yang dikenal dengan panggilan juragan Salim itu sering menghina nya.Karena dia pernah menolak perasaan putri kesayangannya.Namun,Fandi tidak pernah membalas hinaan pria itu.
Belum sempat Arum menyahuti perkataan suaminya,pria yang dikenal sebagai juragan itu Berkata."Karena dia hanya pemuda miskin dan yatim piatu."
"Walaupun mas Fandi miskin dan yatim piatu,aku tidak masalah.Kami juga menikah karena saling mencintai dan apa salah nya? Terkadang,harta tidak bisa menjamin kebahagiaan.Permisi."ucap Arum tegas
Lalu Arum dan suami nya meninggalkan tempat itu setelah membayar pesanan mereka.Juragan Salim hanya menggerutu kesal dengan ucapan Arum.
"Belagu sekali wanita itu."ucap juragan Salim
"Sepertinya dia bukan wanita dari kalangan bawah,juragan."ucap anak buah juragan
"Omong kosong,jika dia sudah menikah dengan Fandi.Maka dia miskin."sentak juragan dan meninggalkan warung dengan emosi
********
BERSAMBUNG
__ADS_1