
Bram menghampiri wanita yang masih menjadi istrinya itu.Lalu dia memandangi Selena dengan tatapan yang sangat sulit ditebak.Lalu dia melirik box yang berada dibelakang Selena,dan dia melihat seorang bayi.Kemudian dia melihat perut istrinya yang sudah kempes.Berarti istrinya sudah melahirkan,begitu lah dugaannya.
"Mas..!!" Suara Selena terdengar pelan
Bram tidak menghiraukan panggilan Selena,namun dia memilih mendekati box bayi dengan tatapan datar.Dia menatap bayi yang sedang tertidur pulas itu.Dia melihat wajah bayi yang menurut nya sangat tampan,dia mengakui jika bayi itu sangat mirip dengannya.
'Apakah benar bayi ini putraku?'ucap Bram membatin
Sedangkan Selena menatap punggung suaminya,dia masih menunggu apa yang akan dilakukan suaminya.Dia merasa was-was,dia takut jika suaminya itu melakukan sesuatu terhadap bayinya.Namun,sudah lebih dari lima menit.Suami nya tidak melakukan apapun,dan akhirnya Bram berbalik menatap Selena.
Selena tentu saja salah tingkah dan berbalik menuju ke ranjang nya dengan langkah pelan.Dia pun ingin naik sendiri,namun lengan kokoh suaminya membantu nya untuk berbaring di atas ranjang.Dia pun tidak menolak,Selena pun masih diam.
"Kenapa tidak menelpon ku jika kau ingin melahirkan?"tanya Bram dengan pelan,namun masih bisa terdengar ditelinga Selena.
"Harusnya aku yang bertanya padamu.Kemana kau pergi dan Kenapa meninggal kan aku sendirian dirumah ?"ucap Selena bertanya balik dengan posisi nya yang masih berbaring memunggungi suaminya.
"Kenapa kau malah balik bertanya? Jawab dulu pertanyaan ku ?"ucap Bram Seperti biasa,dia tidak akan berhenti bertanya sebelum pertanyaan nya dijawab terlebih dahulu.
"Jika aku menelpon mu,aku yakin pasti kau tidak akan mengangkat nya.Karena aku tahu,jika aku tidak penting bagimu.Iyakan ?"ucap Selena dengan lirih
"Jika kau tidak penting,tidak mungkin aku akan mau membelimu dari tempat perkumpulan wanita malam.Dan jika aku tidak mencintaimu,tidak mungkin aku akan menikahi mu."ucap Bram dengan tegas
"Wow! Benar kah itu ? Itu betul-betul tulus dari hatimu satu cuma sandiwara?"tanya Selena dengan terkekeh pelan
"Aku berkata serius SELENA."ucap Bram dengan penuh penekanan
"Jika kau mencintaiku,tidak mungkin kau ringan tangan kepadaku.Dan harus kau ingat,kau hampir membunuh'ku beberapa kali.Dan kau juga hampir membunuh putraku yang masih berada didalam kandungan ku."ucap Selena uang yang langsung duduk berhadapan dengan Bram.Mata nya sudah mengembun,dengan susah payah dia berusaha menahan air matanya.
"Aku tidak sengaja Selena ?"ucap Bram dengan santai
"Tidak sengaja hah? Mudah sekali kau berkata mas,jika satu kali mungkin tidak sengaja.Tapi,jika berulang kali itu sengaja namanya."ucap Selena dengan air mata yang sudah menetes perlahan
"Saat itu aku sedang pusing Selena, perusahaan ku sedang dalam keadaan gulung tikar.Uang perusahaan ku dibawa kabur oleh Darma,bagian keuangan di kantor.Itu sebab nya aku pusing saat itu,di tambah kau bertemu dengan seorang pria yang dengan berani nya mendekati mu."ucap Bram
"Jika kau ada masalah,kenapa tidak bercerita kepadaku mas.Aku ini istrimu kan ? Kau masih menganggap aku istrimu kan ?"tanya selena dan mendapat anggukan kecil Bram.
__ADS_1
"Lalu? Kenapa kau tidak jujur kepadaku? Dan untuk masalah pria itu,kami tidak sengaja bertemu dan dia hanya membantu ku saja."ucap Selena menjelaskan
"Benarkah ?"tanya Bram yang masih meragukan perkataan Selena
Selena tidak habis pikir,bahkan suaminya sendiri meragukan perkataan nya.Untuk apa dia menjelaskan semuanya,jika dia masih saja tidak di percayai.
"Bahkan,kau tetap saja meragukan aku."ucap Selena,lalu dia berbalik dan merebahkan tubuhnya.Dia menangis dalam diam,tidak lagi memperdulikan suaminya yang terus memanggilnya.
Sedangkan Bram,dia mengacak rambutnya.'Salah apa aku? Salahkah aku,jika aku cemburu? Dan aku harus bagaimana? Apakah aku telah menyakiti nya?'ucap Bram membatin.Melihat Selena,Bram berpikir jika istrinya itu sedang tidur dan akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari ruangan.
*********
Argana dan Johan menatap ustadz Hamzah secara bersamaan.Wajah mereka berdua terlihat tegang,dan akhir nya Johan menghela nafas.Kemudian dia mulai bercerita,dari awal hingga akhir.Semua orang yang mendengar nya sangat merasakan hal perih dan rasa sakit hati,jika itu terjadi pada salah satu keluarga mereka.
Argana memejamkan mata saat kakeknya bercerita dari awal hingga habis.Hatinya sangat memang terasa sakit,namun dia selalu beristighfar didalam hatinya.Dia hanya takut jika mendengar cerita itu,dia menjadi seorang pendendam.Dan melakukan balas kepada pelaku penyebab kematian orang tuanya.
""Maaf pak Johan,aku telah membuat mu mengungkit cerita lama yang sangat menyakitkan bagi kalian."ucap ustadz Hamzah
Johan dengan cepat menggeleng."Tidak ustadz,aku sudah belajar mengikhlaskan kepergian mereka.Kalau boleh tahu,kenapa ustadz ingin tahu cerita ini?"tanya Johan
Akhirnya ustadz Hamzah menghela napas,"Aku akan mengatakan,kalian boleh percaya atau tidak.Itu hak kalian."ucap nya menjeda sebentar, kemudian dia menatap Johan dan berkata kembali."Saat pak Johan di rasuki oleh jin qarin Almarhumah putri bapak.Dia sempat mengatakan,jika dia ingin pelaku penyebab kematian nya harus di tangkap.Agar dia bisa tenang di alam nya.Dan itu lah yang dikatakan."
"Tapi,kejadian ini sudah lewat dari dua puluh tahun ustadz."ucap Argana yang sedari tadi hanya diam
"Yaa itu,aku juga bingung nak.Walaupun orang-orang tidak begitu mempercayai perkataan jin.Tapi,ada bener nya juga perkataan jin itu.Jika pelaku kejahatan yang menimpa kedua orang tuamu harus segera di tangkap."ucap ustadz Hamzah
"Tapi, bagaimana caranya kita mengetahui siapa pelaku itu? Seingatku,yang membakar rumah anak dan menantu ku semua pria yang berada di kampung itu.Dan karena dendam,aku mengirim jin itu untuk balas dendam kepada mereka yang pernah terlibat.Yang terbunuh sudah banyak,namun aku tidak tahu siapa pelaku utama.Yaitu orang yang memfitnah dan mengajak warga untuk membakar semuanya."ucap Johan yang juga bingung,karena menurutnya semua orang terlibat saat malam itu.
"Kenapa tidak bertanya kepada jin itu?"ucap Hamid lalu menunjuk ke arah belakang Johan dan Argana.Dibelakang kakek dan cucu itu terlihat sosok jin yang menyerupai Arum.Sosok itu sangat menyeramkan,wajah nya yang datar namun suara nya menggema lirih.
"Apa maksudmu anak muda?"tanya Johan,lalu dia menoleh ke belakang.Tidak ada apa-apa,kemudian dia bertanya kepada Hamid."Siapa yang kau tunjuk tadi? Tidak ada siapa-siapa dibelakang ku?"tanya Johan lagi
Argana juga tidak melihat apapun,namun dia tahu jika Hamid adalah anak indigo.Dia bisa melihat makhluk gaib,karena Hamid pernah mengatakan jika mata batin nya sudah terbuka sejak kecil.Begitu pun ustadz Hamzah,dia memang sudah tahu jika anak nya indigo.
Dan Hamid juga punya kelebihan lain selain indigo saja.Yaitu dia bisa melukis permasalahan yang terjadi pada setan.Dan dia juga bisa melihat masa lalu seseorang yang masih hidup atau pun telah mati.
__ADS_1
Dia pun ikut memandang ke belakang Johan dan Argana.Sosok jin qarin Arum berdiri dengan tatapan kosong, ekspresi nya pun datar.
"Kau ingin mengatakan apa?"ucap Hamid bertanya
Jin qarin itu menatap Hamid dengan wajah datar,lalu dia berkata."Aku ingin masuk ke dalam raga ayahku,agar putraku percaya jika aku meminta bantuan kalian."
Hamid dan ustadz Hamzah mengangguk,kemudian Arum merasuki tubuh Johan.Lalu Johan yang telah dirasuki itu tertunduk dan menangis lirih."Hiks....hiks....hiksss.....Arga putraku. Hikss.....hiksss....."
Argana menegang mendengar kakeknya yang dirasuki,dan dia juga mendengar.Suara kakeknya telah berubah menjadi suara wanita yang masih menangis lirih.
"Dia adalah jin qarin ibu mu Arga."ucap Hamid setelah melihat wajah Argana yang bingung.Lalu Argana menatap Hamid, kemudian dia menatap ustadz Hamzah.Terakhir dia menatap kakeknya yang telah di rasuki.
"Kenapa merasuki kakek ku."tanya Argana
"Nak,ibu rindu padamu nak.Ibu hanya sebentar di tubuh kakek mu dan ingin mengatakan sesuatu. Hikss.....hikss....
Aku tahu siapa yang memfitnah keluarga kecilku dan menghasut warga untuk membakar rumah serta kami.Dia adalah Bimasena,pemuda yang begitu terobsesi kepadaku sejak dahulu.Aku tidak bisa membunuh nya,karena dia dijaga oleh ibunya yang merupakan dukun sakti.Pria bernama Bimasena itu adalah ayah dari gadis yang dicintai putraku, namanya Yasmin."ucap jin qarin Arum
Sontak saja Argana terkejut dengan perkataan jin qarin ibunya itu.Bagaimana mungkin ayah Yasmin juga ikut terlibat dan lebih parahnya lagi.Ayah kekasihnya itu,yang sampai saat ini tidak merestui hubungan mereka.Adalah dalang dari permasalahan yang terjadi puluhan tahun silam.
'Bagaimana mungkin? Jika pun iya dia pelaku nya, pantas saja dia tidak mau merestui hubungan kami.Dan Yasmin juga tidak mengatakan hal yang sebenarnya.Tapi,apakah Yasmin tahu apa yang ayah nya perbuat kepada orang tua ku?'Ucap batin Argana
Seolah tahu apa yang ada dibenak Argana,jin qarin Arum yang berada di tubuh Johan berkata."Gadis itu sudah tahu,dan dia tidak ingin mengatakan jika ayah nya lah pelaku utamanya.Karena dia sangat menyayangi mu dan dia juga sangat menyayangi ayahnya.Itu sebab nya dia tidak mengatakan apapun."
"Tapi,apakah perkataan mu bisa dipercayai?"tanya Argana yang masih bimbang dengan semua ini.Dia merasa otak nya sangat sulit di ajak berpikir.
"Aku berkata jujur,jika kau tidak percaya.Kau bisa tanyakan pada teman mu itu.Dia bisa melihat kejadian di masa lalu."ucap jin qarin itu yang tahu kemampuan Hamid.
"Hamid,tolong lihat masa lalu dan katakan apa yang kau lihat kepada kami."ucap Argana
"Baiklah tunggu sebentar,aku akan mencoba."sahut Hamid
Lalu pemuda itu memejamkan matanya dan mengucap basmalah tujuh kali.Lalu dia berucap dalam hatinya.'Yaa Allah, permudahkan lah aku untuk melihat masa lalu keluarga Argana.Dan melihat kejadian yang menimpa Arum Kamilah binti Johan. Laa haulaawalaa quwwataa illabillahil'aliyil 'adzim .". Lalu Hamid melihat masa lalu ibu Argana
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG