DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
106.


__ADS_3

Kuntilanak itu pun menghilang dan meninggalkan tempat itu.Anak dan istri Bima berteriak histeris melihat Bima dan ibunya didalam lubang api.Sedangkan warga yang lain menatap tidak peduli ke arah keluarga yang malang itu.Malah mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Kenapa kalian diam saja,tolong bantu padamkan apinya."teriak Argana lantang,lalu dia berlari ke sumur yang berada didekat balai desa.Dia mencari wadah untuk mengisi air dan akhirnya dia mendapatkan nya.Kemudian dia membawa air itu dan menyiram api yang sudah semakin besar.Didalam lubang api itu,ibu dan anak itu berkelojotan kesakitan.


Farisham,ustadz Mirza,ustadz Saman ,pak kades serta Takeshi juga ikut membantu Argana membantu mengambil air untuk memadamkan api nya.Namun,api sebesar itu mana mungkin bisa padam begitu cepat.Setelah cukup berusaha , akhirnya api itu padam.Namun,Bima dan ibunya tidak bisa diselamatkan.Terlihat tubuh mereka gosong.


"Bapaaakkk......Neneeekkk....."jerit Yasmin , dia ingin memeluk tubuh ayah dan neneknya.Namun Argana dengan cepat menghalangi nya.


"Apa yang kau lakukan Yasmin,kau bisa melukai dirimy sendiri."ucap Argana keras sambil memeluk Yasmin


Yasmin memberontak dari pelukan Argana."Lepaskan aku,biarkan aku memeluk tubuh bapak dan nenekku.Aku tidak peduli perkataan mu.Pergi! Menjauh dari ku."bentak Yasmin sambil menangis dalam pelukan Argana


"Yasmin,lihat aku hei...."ucap Argana memegang kedua pipi Yasmin dan menatap wanita yang masih dia cintai."Maaf, aku tidak sempat menolong ayahmu."ucap Argana sendu pada Yasmin.


Yasmin akhirnya diam dan menatap datar Argana,merasa tidak ada lagi pergerakan Yasmin.Argana melepaskan pelukannya.Lalu Yasmin mundur dan akhirnya mendekati ibu dan adiknya yang meratapi kepergian sang ayah dan nenek.Yasmin menatap ayah dan neneknya yang tidak lagi bernapas.Asap masih mengepul dari tubuh Bima dan neneknya.Yasmin menatap kosong pada kedua orang yang dia sayangi.


Semua nya terjadi begitu cepat,kenapa musibah ini terjadi pada keluarganya? Kenapa ?


"Ayo ambil air lebih banyak lagi,setelah itu jenazah kita bawa ke rumahnya."ucap ustadz Saman dan dibalas anggukan yang lain


Setengah jam telah berlalu,mayat Bima dan ibu nya diletakkan di keranda mayat.Lalu mayat mereka berdua dibawa ke rumah Bima.Yasmin berjalan sekuat tenaga bersama ibu dan adiknya.Saat ini,mereka rapuh sekali.Butuh dukungan semua orang,namun hanya beberapa orang yang peduli pada keluarga mereka.


*********


Jefri dan ayah nya tersenyum senang melihat kematian Bima.Sedangkan Johan,dia menatap lekat wajah Argana.Cucu kesayangannya itu menatap sendu kepergian Yasmin.Takeshi disamping Argana berusaha menenangkan sahabatnya.


"Arga..."panggil Johan pada Argana,mendengar namanya disebut,Argana menoleh namun dia tetap diam."Mari kita pulang."ucap Johan sambil merangkul bahu Argana


"Tidak kek,jika kakek ingin pulang,silahkan! Aku akan pergi ke rumah Yasmin,aku akan membantunya dan menenangkan diri nya.Saat ini Yasmin butuh dukungan dariku."ucap Argana


"Arga,untuk apa lagi kau peduli pada gadis itu? Bukan kah kau pernah bilang,jika kau akan segera mengakhiri hubungan dengan nya."ucap Jefri

__ADS_1


"Paman,apakah paman punya hati?"tanya Argana menatap dalam mata Jefri,ditatap seperti itu membuat Jefri sedikit tertegun.Dia bisa melihat kemarahan dari tatapan Argana,namun pemuda itu menahan nya sedari tadi.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"ucap Jefri bertanya balik pada keponakannya


"Jawab saja pertanyaan ku,paman."ucap Argana tegas


"Tentu saja aku masih punya hati."ucap Jefri memandang ke arah lain


"Jika paman punya hati,kenapa paman tidak memberikan satu kesempatan pada ayah nya Yasmin untuk hidup? Cukup paman yang menghukum nya kemarin dan penjara kan saja dia.Tidak perlu membawa nya dan mengatakan fakta sebenarnya kepada warga desa ini."ucap Argana


"Dari pertanyaan mu,kau menuduh aku penyebab kematian pria itu Arga?"ucap Jefri menatap Argana dengan tajam


"Bukan itu maksudku,paman."ucap Argana jadi serba salah


"Ketahuilah Arga,bahwa penjara itu terlalu mudah untuk penjahat seperti dia.Beruntung aku membawa nya ke desa ini dan dihukum oleh warga.Ehh malah setan itu yang membunuhnya hahaha."ucap Jefri dengan lantang


Argana geleng-geleng kepala nya,dia tidak habis pikir dengan paman nya ini.Lebih baik dia kerumah Yasmin sekarang.Lalu Argana melangkahkan kakinya menuju ke rumah Yasmin.Melihat Argana pergi, Takeshi pun menyusul nya.Kini tinggallah Johan,Ibrahim dan Jefri.


"Dihantui rasa bersalah?"tanya Ibrahim


"Maksud paman?"tanya Jefri


"Dia pasti akan menyalahkan diri nya sendiri,karena dia merasa jika dia telah membiarkan ayah gadis itu tewas."ucap Johan


"Tapi,dia tidak bersalah sedikitpun.Seharusnya yang patut disalahkan adalah ayah gadis itu.Karena dia telah membuat Fandi dan Arum tewas dibakar warga.Dan warga disini pun juga bersalah."ucap Jefri


"Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan,saat itu pun aku tanpa peduli apapun.Aku malah membalas kan dendam ku lewat kuntilanak Arum pada mereka.Aku menyesali perbuatan ku,dan harus kalian tahu.Aku disadarkan oleh Argana,pemuda itu telah membawa kebaikan pada hidup ku.Melihat nya bersedih,aku juga ikut bersedih.Bagaimana pun,hanya dia salah satunya keluarga ku."ucap Johan menatap langit malam


"Aku juga bersedih melihat dia seperti itu,tapi mau bagaimana lagi.Ini sudah terjadi dan tidak akan bisa kembali seperti semula."ucap Ibrahim


Johan,Ibrahim dan Jefri terdiam.Lalu mereka pergi menuju ke mobil dan beristirahat.Ingin sekali mereka pulang,namun tubuh mereka sudah lelah.Terutama Ibrahim dan Johan,tubuh mereka cepat lelah karena faktor usia.

__ADS_1


*********


Argana dan Takeshi tiba didepan rumah Yasmin, terlihat mayat Bima dan ibunya ditutupi kain.Aroma daging terbakar masih tercium dimana-mana.


Argana dan Takeshi mendekati rumah itu dan berhenti didepan pintu.Mereka melihat ustadz Mirza ,ustadz Saman ,pak kades, Yasmin dan Farisham sedang membaca Yasin.Sedangkan Yuanika hanya bisa menangis terus menerus didekat mayat suaminya.Walaupun sebelumnya, hatinya masih sakit mendengar perkataan Bima.Itu tidak membuat cintanya pudar begitu saja.


Tidak ada yang Yuanika sesalkan selama hidup berumah tangga bersama Bima.Dia merasa hidupnya penuh cinta, walaupun akhirnya dia mengetahui.Jika suaminya tidak pernah mencintai nya sedikit pun.Tapi,itu tidak masalah.Karena dari pernikahan mereka, mereka dikaruniai dua orang anak yang cantik dan tampan.Dia sangat bersyukur dengan hidupnya ini.


"Pak,kenapa bapak tega meninggalkan kami.Kami masih butuh bapak disisi kami."ucap Yuanika lirih


Mendengar perkataan ibunya,Yasmin menggigit bibirnya supaya dia tidak ikut menangis.Sekuat tenaga dia membaca Yasin dan menahan air matanya yang ingin sekali keluar.Lalu dia menatap ke arah pintu.


DEG.


'Bang Arga.' ucap nya dalam hati,dia ingin sekali menghampiri Argana.Namun,kaki nya terasa berat untuk melangkah.Yasmin dan Argana saling menatap,cinta mereka begitu dalam.Namun,Yasmin segera memutus pandangan nya dan kembali melanjutkan membaca Yasin.


Berbeda sekali dengan Farisham,dia ingin sekali menangis.Namun dia enggan sekali,karena dia kecewa dan bersedih secara bersamaan.Kecewa karena bapak nya tega menghasut warga untuk membakar orang tua bang Arga.Kekasih dari kakaknya,Yasmin.Dan dia juga bersedih.Sebab,dia kehilangan sosok pria yang menjadi idola nya selama ini.Yaitu bapak nya sendiri.


Dan kini,dia pun memandang ke arah pintu yang terbuka.Dia melihat Argana berdiri sambil menatap Yasmin dan dia berdiri bersama Takeshi yang menatap ke arahnya.


""Silahkan masuk bang Arga dan bang Takeshi."ucap Farisham pada Argana dan Takeshi


Mendengar ucapan Farisham,semua orang selain Yasmin menatap ke arah mereka berdua.Yuanika menatap tajam ke arah Argana.Lalu dia berdiri dan membentak Argana."Untuk apa kau kesini? Kau kesini ingin mentertawakan penderitaan kami kan? Karena suamiku yang menyebabkan kedua orang tua mu telah meninggal.Iyakan?"ucap Yuanika tajam


"Bu istighfar."ucap Farisham pada ibu nya,Yasmin juga ikut menenangkan ibunya.


Sementara itu,Argana tertegun mendengar perkataan ibunya Yasmin.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2