
Hari pertama toko dibuka,Argana dan kedua sahabatnya kembali ke kota.Mereka ingin berlama-lama di desa,namun tuntutan pekerjaan menunggu mereka di kota.
Setiba di kota,Argana mengantar Takeshi terlebih dahulu.Setelah itu dia mengantar Marcelian pulang.
Argana pun tiba dirumah dengan keadaan lelah,karena dia sendiri yang membawa mobilnya tadi.Dia melirik jam tangannya,sudah pukul sepuluh.Dia akan berangkat ke kantor setelah shalat dzuhur saja.Karena tubuh nya sangat lelah saat ini.
Dia pun berbaring diatas ranjang miliknya.Dia memang lelah,namun mata nya enggan untuk terpejam.Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Yasmin.
Tidak lama kemudian,Yasmin mengangkat teleponnya.
"Assalamualaikum."ucap Yasmin diseberang sana
"Wassalamu'alaikum, lagi ngapain?"sahut Argana,pemuda itu langsung bertanya pada calon istrinya
"Sedang menjahit pakaian."ucap Yasmin ,lalu dia kembali berkata."Abang sendiri,lagi ngapain?"
"Lagi termenung."ucap Argana
"Termenung kenapa? Abang kepikiran tentang keinginan bapak yaa? Maaf yaa bang,kalau Abang tidak mau yaa tidak usah dituruti kemauan bapak.Menurutku ini sangat berlebihan."ucap Yasmin yang tidak henti-hentinya meminta maaf.Wanita itu merasa bersalah dan tidak nyaman pada keluarga Argana.Karena bapaknya meminta yang tidak-tidak.
"Hei,kenapa meminta maaf.Kau tidak salah apa-apa.Dan tidak usah khawatir,aku menyanggupi permintaan bapakmu.Aku hanya kepikiran dengan mu sayang,aku tidak sabar menikah denganmu."ucap Argana dengan lembut,hingga membuat Yasmin yang sedang merasa bersalah tadi.Kini dia merasa malu dan terasa ada yang menggelitik dihati nya.
"Kau mau kan menikah dengan ku?"tanya Argana
"Mau."sahut Yasmin singkat
"Mau apa?"tanya Argana lagi
"Iya mau,menikah dengan Abang."sahut Yasmin,wanita itu terasa gemas sekali dengan Argana
"Kapan?"tanya Argana lagi
"Tidak lama lagi,cuma lima puluh hari kok."sahut Yasmin
"Itu sangat lama, bagaimana kalau besok kita menikah?"tanya Argana dengan senyum-senyum sendiri
"Abang jangan macam-macam yaa? Kan waktu dan tanggal pernikahan sudah ditentukan.Bagaimana mungkin kita menikah besok?"tanya Yasmin dengan sebal terhadap Argana
"Apa yang tidak mungkin,jika kita mau.Bisa banget pernikahan kita dipercepat sayaang."ucap Argana manja
"Idiih hahaha."gelak tawa terdengar dari ponsel Argana
"Kok malah ketawa?"tanya Argana
"Lucu aja, abang sih ada-ada saja."
"Lho, kenapa dengan abang? Kan bagus kalau kita cepat menikah."ucap Argana dengan santai
"Tau ah, aku mau lanjutin pekerjaan ku dulu.Aku tutup yaa telepon nya."ucap Yasmin
"Ehh tunggu dulu."ucap Argana mencegah Yasmin untuk menutup teleponnya
"Ada apa?"tanya Yasmin
"I love you."ucap Argana
Hanya tiga kata yang Argana ucapkan,pipi Yasmin langsung memerah.Wanita itu terlihat tersipu malu saat ini.
"Kok diam."panggil Argana
__ADS_1
"Iya."sahut Yasmin
"Iya apa? Kok gak dibalas ucapan abang?"tanya Argana pura-pura merajuk
"Love you too."sahut Yasmin malu-malu
Argana sangat senang sekali mendengar perkataan Yasmin.Suara lembut Yasmin mampu menyejukkan kalbunya.Ingin sekali Argana menemui Yasmin dan memeluk nya
Setelah itu, panggilan telepon mereka pun berakhir.
*********
Argana melirik jam dinding nya,sudah menunjukkan pukul sebelas siang.Dia beranjak dari ranjangnya,dan menuju ke dapur.
Disana ada sang kakek yang sedang memotong puding.Dia pun berjalan pelan menuju sang kakek.
"Kek."panggil Argana pelan
Pria tua itu langsung tersentak dari kegiatannya,dia sangat terkejut dengan kedatangan cucunya.
"Kau mengagetkan saja."ucap Johan sambil menaruh puding yang sudah dipotong ke piring batu.Dan dia pun membawanya ke meja makan.
"Hehe maaf kek."ucap Argana
"Kapan kau datang,Arga?"tanya Johan setelah duduk
"Jam sepuluh tadi kek."sahut Argana
"Ohh begitu,terus kau masuk kantor hari ini?"tanya Johan lagi
"Masuk,kira-kira pukul satu aku berangkat.Hari ini ada meeting sebentar.Ohh yaa kek,kita mendapatkan undangan pernikahan putri dari salah seorang rekan bisnis kita.Apakah kakek pergi kesana minggu depan?"tanya Argana
"Pernikahan kakak Marcelian."ucap Argana
"Marcelian teman mu?"tanya Johan
"Iya,benar sekali kek."
"Ohh,kakek lupa. Insyaallah kakek akan pergi, bagaimana denganmu?"
"Tentu saja aku pergi kek,tapi kalau aku mengajak Yasmin bagaimana yaa?"tanya pemuda itu pada kakeknya
"Jika gadis itu mau,ajak saja dia kesini.Jika tidak,jangan dipaksakan."ucap Johan
"Baiklah,nanti aku akan bertanya pada dia."ucap Argana
Setelah itu mereka terus berbicara tentang hal yang lainnya.Hingga akhirnya Argana memutuskan untuk ke kamar mandi.Dia ingin segera mandi dan berwudhu,karena sebentar lagi azan dzuhur berkumandang.
Dan benar saja,saat Argana menyelesaikan kegiatan mandinya.Azan pun berkumandang dan Argana pun dengan cepat berwudhu.Lalu dia melakukan ibadah didalam kamarnya.
*********
Setelah menyelesaikan jahitannya,Yasmin merapikan semuanya yang berserakan dilantai. Sambil beres-beres, yasmin teringat percakapan nya dengan Argana.
"Ada apa?"tanya Yasmin
"I love you."ucap Argana
Hanya tiga kata yang Argana ucapkan,pipi Yasmin langsung memerah.Wanita itu terlihat tersipu malu saat ini.
__ADS_1
"Kok diam."panggil Argana
"Iya."sahut Yasmin
"Iya apa? Kok gak dibalas
"Love you too." Sahut Yasmin malu-malu
Itulah yang sering terlintas dibenak Yasmin,seolah kata-kata itu tengah mempermainkan nya.
Suara lembut Argana dan suara manja nya,terdengar begitu menggelitik ditelinga Yasmin saat itu.
Selesai membereskan semua nya,Yasmin masuk kedapur.Dia mulai mencuci beras dan memasaknya.Sambil menunggu beras menjadi nasi,Yasmin memetik daun singkong dan akhirnya dia rebus hingga matang.Dan dia pun memarut kelapa yang sedang,tidak tua dan tidak terlalu muda.Kemudian dia membuat sambal pangatan ( Seperti resep sambal asam pedas ).Dia akan membuat urap daun singkong.
Setelah itu,Yasmin menggoreng daging ayam yang dia beli tadi pagi.Setelah semuanya selesai dan matang.Yasmin menata semua masakan nya ke dalam piring dan di nampan.
Tidak lama kemudian,kedua orang tuanya pulang dari kebun.Mereka pun menyantap makanan dengan santai.
*********
Pukul sebelas malam, Yasmin tidak bisa memejamkan matanya.Lalu dia beranjak dari tempat tidur nya menuju ke meja riasnya.
Sambil membuka ikat rambutnya,Yasmin menyisir rambutnya dengan perlahan.Saat dia kembali menatap wajahnya yang nampak dicermin.
Tiba-tiba,sekilas ada sosok yang berdiri tidak jauh dari belakangnya.Sosok itu berdiri dengan menatap tajam ke arah Yasmin.Sosok itu memperlihatkan wajahnya yang terbakar separuh dengan darah yang mengalir dimatanya.
Darah itu jatuh ke lantai dan berceceran,hingga mengenai ujung kakinya.Dia pun terkejut saat darah itu mengenai kakinya.Hidung nya membaui anyir nya darah dan bau gosong.
Yasmin pun segera menoleh ke belakang,namun sosok itu tidak ada lagi.
"Aneh, perasaanku tidak enak."ucap Yasmin pelan
Dia pun segera beranjak dari tempat duduknya dan mendekati ke posisi sosok itu tadi berdiri.
Tidak ada apa-apa,apakah itu semua hanya halusinasi nya saja? Entahlah,semua nya terjadi begitu cepat.
Yasmin pun melirik jam dinding, ternyata sudah pukul dua belas malam.Tiba-tiba terdengar lolongan Drugo,anjing kesayangannya.
Tidak biasanya Drugo melolong panjang seperti itu, perasaan nya kembali tidak enak.Yasmin pun bergegas ke depan rumah.Karena Drugo biasanya akan berjaga di pelataran rumah nya.
Klik.
Pintu pun dibuka oleh Yasmin,dan dia melihat Drugo terus melolong sedari tadi.Dan Yasmin mendekati peliharaan nya itu.Dia pun berusaha menenangkan nya,namun anjing itu tetap berbunyi terus menerus.
Seakan-akan dia seperti melihat sesuatu di arah kegelapan.Yasmin ikut memandang ke arah yang dipandang oleh Drugo.
Sekali lagi.
Dia melihat sosok yang berada di kamar nya tadi,namun sosok itu berjalan di kegelapan.Sosok itu terus melangkah tanpa dan menyusuri jalanan yang sudah sepi ini.
Setelah sosok itu hilang dari pandangan,Drugo berhenti bersuara.Lalu dia merebahkan tubuhnya,dan Yasmin pun membelai lembut Drugo.
Dia pun kembali ke dalam rumah dan menutup pintu dengan pelan.Kemudian dia masuk ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuhnya.
Dia berusaha memejamkan matanya,tanpa peduli apapun.
*********
BERSAMBUNG
__ADS_1