DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 11


__ADS_3

...***...


Sepertinya masalah itu belum selesai, dan mereka masih melanjutkan kejadian itu?. Apakah yang terjadi sebenarnya?.


"Aa,, apa yang kau inginkan ryoutaro san." Yuuto sedikit gugup karena intimidasi dari Ryoutaro. Matanya melihat ke arah Mikoto yang masih berdiri tenang di sampingnya. Namun raut wajahnya begitu dingin dan datar tanpa ekspresi.


"Ne hase kun anak haram. Ada yang ingin bertemu dengan mu, jadi ayo ikuti aku." Ryoutaro menarik paksa kerah baju belakang Yuuto, hingga membuatnya jalan terseret, itu membuatnya tidak nyaman sama sekali.


"Aaa tunggu." Yuuto berushaa melepaskan diri dari Ryoutaro, namun cengkraman Ryoutaro begitu kuat.


"Mikoto kun." Yuuto berusaha meraih tangan Mikoto, namun tidak bisa, apalagi Mikoto hanya diam di tempat.


"Kau tenang saja yuuto. Tidak perlu khawatir." Senyuman mengerikan terlihat di wajah Mikoto, senyuman balas dendam dimulai.


Saat Yuuto berjalan ditempat sepi bersama Ryoutaro, namun tiba-tiba Yuuto menghentikan langkahnya, membuat Ryoutaro merasa kesal.


"Kau kenapa sialan!. Kita belum sampai tujuan!." Bentak Ryoutaro dengan suara keras. Namun Yuuto tidak bergeming sama sekali, tidak seperti biasanya jika dibentak Yuuto akan meminta maaf dengan suara ketakutan, namun apa yang dilihat Ryoutaro hari ini.


Wajah Yuuto tersenyum meremehkan dirinya, seakan mengejek dirinya, itu membuatnya kesal dan marah.


"Kau mau melawanku ya anak HARAM!" teriaknya sambil melayangkan sebuah pukulan ke arah Yuuto. Sayangnya Yuuto dengan mudahnya menangkap pukulan Ryoutaro.


Deg!.


Ryoutaro terkejut karena Yuuto dengan mudahnya menangkap kepalan tangannya?.


"Ne ryoutaro san, akan aku tunjukan padamu bagaimana rasanya sakit, akibat dari fitnah yang kau lakukan padaku." Ucap Yuuto dengan senyuman mengerikan, membuat Ryoutaro merinding. Tidak biasanya Yuuto seperti ini, apakah ia sudah berubah?. Apakah dia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang ia lakukan padanya?.


Setelah berucap seperti itu, Ryoutaro merasa berada di sebuah gedung tua yang tak terpakai.


"He?. Dimana aku?." Ia melihat sekelilingnya, tidak ada satupun orang di sini. Ia kebingungan, kenapa ia tiba-tiba berada di sini?. Bukankah ia bersama Yuuto tadi?.

__ADS_1


"HEI,,, LIHAT, ITU DIA ORANG YANG MAU MENANTANG KITA!." Tiba-tiba Ryoutaro mendengar suara seseorang berteriak, dan ketika ia melihat ke arah sumber suara. Ia melihat ada sekitar 6 orang siswa SMA berlari ke arahnya dengan membawa tongkat bisbol dan senjata tajam lainnya?.


Ryoutaro yang masih dalam kebingungan malah jadi ketakutan, ia harus melarikan diri, dan malangnya di belakangnya jalan buntu alias tembok bangunan. Alhasil Ryoutaro dihajar habis-habisan oleh mereka dengan membabi buta.


"HWAAAAAAAAAAAAAA!." Teriakan memilukan terdengar dari Ryoutaro, teriakan penuh ketakutan, putus asa.


Dan seakan kembali ditarik paksa dari dunia mimpi yang mengerikan, nafas Ryoutaro terasa sesak.


"Kau yang suka memfitnah ku, dengan mengatakan kalau aku suka berkelahi dengan sekolah lain. Dan sekarang, rasakan lah rasa sakit nya,,,, Ryoutaro." ucap Yuuto dengan nada dingin, ia menatap tajam ke arah Ryoutaro.


"HwaaaAAAAAAAAAAA!." Teriakan terakhir dari Ryoutaro, dan senyuman puas dari Yuuto.


"Yuuto, kau dengar teriakan menyakitak itu?. Tapi itu belum seberapa dibandingkan rasa sakit yang kita rasakan setiap harinya." Air matanya menetes di pipinya, menandakan rasa sakit yang ia rasakan ketika masa itu. Dan rasa sakit itu menyatu dengan perasaan Yuuto saat ini. Yuuto juga menangis karena memiliki perasaan yang sama dengan Mikoto.


Itulah pembalasan yang dilakukan oleh Mikoto melalui Yuuto tang tidak menyadari apa yang ia lakukan.


...***...


5 tahun yang lalu.


Mikoto Hase siswa kelas 3A, baru saja meninggalkan gerbang sekolah nya. Setelah ini ia menuju tempat kerja sambilan. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menepuk pundaknya dari arah samping.


"Yhooo mikoto chan." Yukihira menepuk pundak Mikoto, membuat remaja itu terperanjat kaget.


"Ada apa Yukihira san?." Hase, itulah nama kecilnya, ia sedikit takut karena Yukihira termasuk teman sekelasnya yang ikut membully dirinya.


Tanpa menjawab pertanyaan Mikoto Hase, Yukihira menarik paksa tangan Mikoto menuju suatu tempat yang sepi.


"Ini, siswa yang paling garang di sekolahku." Ucapnya sambil mendorong tubuh Mikoto, hampir saja Mikoto terjatuh jika ia tidak kuat berpijak.


"Hah?. Si kerempeng kurus kering seperti ini kau bilang garang?." Seseorang yang tidak dikenal oleh Mikoto berkata dengan nada tinngi, ia menatap Mikoto dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


"Dia ini kuat loh, jangan salah liat dari penampilannya tapi liat dari kekuatannya." Yukihira melebih-lebihkan yang tidak pernah ada, ia selalu memfitnah Mikoto dengan cara seperti itu.


"Hooo kalau begitu ayo hajar dia." Siswa tersebut memberi instruksi pada 4 temannya yang lain untuk menghajar Mikoto.


"Hwaaakh." Tubuh Mikoto dihajar habis-habisan oleh mereka. Sakit tubuh dan juga sakit dihatinya. Kenapa Yukihira selalu membully nya dengan cara seperti ini?. Ia sering difitnah ke sekolah lain, alhasil dirinya selalu dikejar oleh preman sekolah lain, bahkan dikeroyok hingga tubuhnya babak belur.


"Ukhuk, hentikan." Teriakan kesakitan Mikoto tidak di dengar sama sekali oleh mereka.


...***...


Kembali ke masa ini.


"Ukhuk." Tiba-tiba Yuuto terbangun dari alam sadarnya, ia terbatuk dan muntah darah. Ia dapat merasakan sakit akibat dari apa yang ia lihat, yaitu gambaran masa lalu Mikoto yang menyakitkan.


"Kita sama yuuto. Kita adalah orang yang tersakiti di dunia ini." Air mata Mikoto menetes di pipinya nya, hatinya masih terasa pedih. "Yuuto, kau adalah bayangan masa lalu ku." Lanjutnya lagi, ia tidak dapat menahan rasa sakit yang terlalu lama menumpuk dihatinya.


"Mikoto kun." Yuuto dapat merasakan sakit itu, mereka seakan satu raga, satu sakit dan lainnya juga ikutan sakit.


"Kau tenang saja Yuuto, aku bersumpah akan selalu ada untukmu. Karena itu lah panggil saja aku seperti sebelumnya." Meski matanya basah oleh air mata, namun senyumnya mengembang diwajah Mikoto. Senyuman tulus di wajah pucat Mikoto dapat dirasakan oleh Yuuto.


"Umm, arigatou mikoto kun." Yuuto tersenyum manis, ia sangat lega ada teman yang memahaminya, meski Yuuto tidak tau siapa Mikoto. Tapi hanya Mikoto yang dapat meringankan bebannya saat ini.


Yuuto tidak menyadari jika bajunya, tangannya dilumuri oleh darah, dan ia juga tidak tahu jika ia telah melakukan kejahatan tanpa ia sadari. Mikoto hanya memperalat Yuuto untuk balas dendamnya di masa lalu pada orang yang telah berbuat jahat pada Yuuto.


"Aku dan kau harus membalas mereka semua,,, Yuuto." Suasana hati Mikoto berubah kembali menjadi dendam.


Siapakah target berikutnya?. Ayo kita lihat bersama. Apakah Yuuto pada akhirnya akan menyadari apa yang ia lakukan?.


Baca terus ceritanya, jangan lupa vote n komentar agar Arthur yang tidak berwujud ini semangat lanjutin ceritanya. Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2