
...***...
Malam itu, pukul 11.45.
Yuuto dan Mikoto menuju sebuah tempat. Tentunya itu adalah tuntunan dari Mikoto yang saat itu sedang dirasuki oleh dendam yang sangat membara.
"Apakah kau merasakan sesuatu, mikoto-kun?." Yuuto yang saat itu seakan-akan sedang berjalan melayang.
"Aku merasakan mereka akan segera meninggalkan kota ini." Jawab Mikoto. "Aku tidak akan membiarkan mereka melarikan diri dari sini, setelah apa yang telah mereka lakukan padaku." Hatinya saat itu sakit, tersiksa ketika ingatannya di masa lalu membayangi pikirannya.
"Apakah kau mengetahui ke arah mana mereka akan meninggalkan kota ini?." Yuuto yang merasakan dan dapat melihat ingatan itu juga merasakan perasaan yang sangat sesak yang membuatnya menderita.
"Aku akan mengikuti bau busuk mereka. Tadi aku sempat menandainya." Dengan perasaan yang sangat sesak ia mengandalkan bau Tsuruhima tadi.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan mengikuti apa yang kau inginkan." Yuuto tentunya akan mengikuti apa yang menjadi keinginan Mikoto pada saat itu.
Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Simak dengan baik kisahnya.
...***...
Hase Sensei baru saja sampai di rumahnya.
Sungguh perasaanya sangat gelisah memikirkan apa yang akan dilakukan Yuuto dan Mikoto. Hatinya tidak bisa tenang sedikitpun telah mendengarkan pengakuan dari Yuuto, bahwa ia memang melakukan kejahatan itu. Saat itu smartphone miliknya berbunyi, saat itu ia melihat ada nama ibunya yang memanggilnya.
"Selamat malam ibu." Jawabnya.
"Sudah agak lama ibu tidak menghubungimu. Apakah kau baik-baik saja?." Suara seorang wanita yang telah memasuki usia yang sangat matang bertanya pada anak laki-lakinya. "Ibu sangat merindukan dirimu. Kapan kau akan pulang?. Apakah kau tidak merindukan ibumu ini?. Dengan nada sedih ia bertanya seperti itu.
"Aku baik-baik saja ibu." Balasnya sambil menekan perasaan yang sedang bergemuruh di dalam hatinya saat itu. "Mungkin pertengahan bulan ini aku akan pulang bu. Sebab, aku masih harus mengerjakan soal ujian untuk anak kelas tiga nantinya." Lanjutnya. "Tentu saja aku sangat merindukan ibu." Itulah yang ia rasakan saat itu. "Aku akan segera pulang, setelah aku menyelesaikan masalah di sini. Tunggulah sebentar ibu. Aku pasti akan kembali." Ia hampir saja menangis karena menahan perasaan sesaknya.
__ADS_1
"Ibu akan menunggu, jadi cepatlah kembali ya?." Tentunya ia akan sabar menunggu anaknya.
"Ibu, ketika aku kembali nanti, aku akan membawa seseorang." Ucapnya mengingat seseorang yang sangat lama telah menghilang dari dirinya.
"Benarkah?. Apakah dia seorang perempuan?. Apakah kau ingin menikah dalam waktu dekat ini?." Entah kenapa perasaannya sangat senang saat itu.
"Nanti akan aku ceritakan pada ibu." Ucapnya dengan berat hati.
"Eh?. Kenapa main rahasia?. Apakah kau tidak sayang pada ibu lagi?." Ada perasaan kecewa yang ia rasakan saat itu.
"Maaf ya ibu. Aku takut ibu tidak percaya dengan apa yang aku ceritakan sekarang. Jadi ibu bersabarlah ketika aku kembali nanti. Ibu akan melihat sendiri siapa yang telah aku bawa." Balasnya sambil menekan perasaannya.
"Kau ini pintar sekali membuat ibu penasaran." Wanita itu malah tertawa cekikikan mendengarkan ucapan anaknya. "Baiklah. Ibu akan menunggumu. Jaga dirimu di sana ya?." Ia mencoba bersabar, meskipun itu terasa sangat sulit.
"Ibu juga jagalah kesehatan ibu di sana. Kalau begitu ibu istirahat lah. Ini sudah malam." Ucapnya sambil melirik jam dindingnya.
"Selamat malam mikami kun." Dengan suara yang lembut ia menyapa anaknya.
Apakah yang akan ia lakukan setelah itu?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sedangkan Natsume Sensei juga gelisah, saat itu pikirannya masih kacau. Apakah benar?. Yuuto saat itu mengakui apa yang telah ia lakukan?.
"Untuk apa tiba-tiba saja dia mengakui apa yang dia lakukan saat itu?." Ia merasa heran dengan apa yang telah dilakukan oleh Yuuto saat itu. "Biasanya seseorang akan menyembunyikan apa yang telah ia lakukan, tapi kenapa dia malah mengakuinya?. Apakah dia sedang menguji kesabaran yang aku miliki selama ini?." Bisa jadi itu adalah tebakannya saat itu. "Tapi aku tidak akan membiarkan dirinya melakukan kejahatan apapun. Aku sangat benci padanya." Dalam hatinya sangat benci mengingatnya.
Apakah yang akan ia lakukan setelah itu?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1
Pukul 11.58.
Saat itu Yuuto yang telah dirasuki oleh Mikoto pada akhirnya menemukan apa yang mereka cari saat itu. Di sebuah jalan yang sepi?. Saat itu ia melangkah dengan santainya, ketika ada sebuah mobil di depannya melaju dengan kecepatan tinggi?. Akan tetapi karena mereka berdiri di depan, tepatnya di tengah jalan membuat mobil itu menghentikan lajunya.
Seseorang yang jantungnya hampir saja keluar dari tempatnya karena melakukan pengereman mendadak. "Hoi!. Bajingan busuk!. Apa yang kau pikirkan!. Apakah kau sudah bosan untuk hidup?!." Teriak seseorang dari dalam mobil, walaupun hanya setengah badan saja yang keluar saat itu.
"Maaf saja. Memangnya kau mau ke mana malam-malam seperti ini?." Dengan santainya ia berkata seperti itu.
Deg!.
Lelaki itu sangat terkejut ketika mendengarkan suara itu.
"Kentaro!." Tsuruhima sangat ketakutan saat itu, ketika matanya menangkap sosok Mikoto Hase?.
"Soal!. Kenapa kau malah mengetahui kami akan pergi meninggalkan tempat ini?!. Kau memang hantu yang sangat menyebalkan!." Teriak Kentaro dengan penuh ketakutan yang sangat luar biasa.
"Kentaro!. Jangan ladani ucapannya!. Lebih baik kita pergi segera dari sini!. Dia itu sudah mati!. Sebaiknya kau tabrak saja dia!." Teriak Tsuruhima dengan prustasi. Ia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan orang yang telah lama mati.
"Baiklah!. Kalau begitu akan aku lakukan." Kentaro langsung setuju dengan apa yang dikatakan Tsuruhima. Ia langsung mengatur kecepatan mobilnya, dan saat itu ia menginjak gas dengan sangat kuat.
"Enak saja kalian ingin menabrak diriku setelah apa yang kalian lakukan?." Yuuto atau Mikoto saat itu merasakan sensasi yang sangat berbeda.
"Mari kita lakukan, mikoto kun." Yuuto dapat merasakan sensasi yang membara saat itu.
"Ya, tentu saja." Balas Mikoto tak kalah bersemangatnya.
"Mati kau hase mikoto!." Teriak keduanya dengan penuh emosi yang membara.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bisakah mereka memutuskan masalahnya?.
__ADS_1
...***...