DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
88.


__ADS_3

TING.


Bunyi pesan masuk ke ponsel Fandi, kebetulan sekali dia belum tidur.Dia pun dengan cepat mengusap layar ponsel nya dan membuka isi pesan.


+628....


[Besok pukul sepuluh,kau datang ke rumahku dan persiapkan diri mu untuk menikah dengan Arum. ]


Sepertinya,Fandi bisa menduga siapa pemilik nomor ini.


[ Baik Om, berapa mahar Arum.] Tanya Fandi pada pemilik nomor itu, tidak lama kemudian dia mendapat balasan.


+628....


[ Kau tidak perlu bertanya,cukup datang saja atau pernikahan kalian BATAL.]


[ Baiklah,aku akan datang. ]


Setelah mengakhiri pesan nya,Fandi langsung merebahkan tubuhnya.Kemudian dia tidur.


___


Sedangkan Johan,dia sudah menelpon Bastian siang tadi untuk menyiapkan semuanya.Pesta pernikahan untuk putrinya besok tidaklah besar,hanya akad saja.Dan hanya di hadiri oleh orang terdekat Johan saja.Andai saja Arum tidak melakukan hal itu,pasti Johan akan mengadakan pesta pernikahan putrinya secara besar-besaran.


Dia melirik jam tangannya, ternyata sudah pukul sebelas malam.Mata nya sudah mengantuk,tapi rasanya dia enggan sekali untuk tidur.Lalu dia mengambil foto dia dan istrinya yang sedang hamil Arum saat itu.Kenangan demi kenangan terus bergelayut di pikiran nya.


"Sayang,apa kabar mu disana? Sudah lebih dari dua puluh tahun kau meninggalkanku.Tapi,kenapa rasa nya seperti baru saja.Kenapa kau tega meninggalkan aku bersama putri kita.Padahal aku sangat mendambakan hidup bahagia bersama mu untuk selama-lamanya.Membangun indahnya mahligai rumah tangga."ucap Johan lirih


Karena terlalu larut dengan perasaan nya, Johan pun kelelahan dan akhirnya mata nya mulai terpejam secara perlahan-lahan.Dia pun akhirnya memasuki alam mimpi.


*********


Keesokan harinya,Arum bangun pukul tujuh pagi.Setelah selesai mandi dia menuju meja makan,disana makanan sudah disiapkan oleh bibi dan terlihat ayah nya duduk dimeja makan dengan ponsel ditangannya.Johan mengangkat kepalanya saat mendengar langkah kaki ke arah meja makan.Dia melihat putri nya yang terlihat sedikit lesu.


"Makan lah yang banyak,pukul sepuluh nanti seorang desainer dan MUA akan datang merias mu."ucap Johan.


"Maksud ayah?"tanya Arum yang tidak mengerti dengan perkataan ayahnya


"Siang nanti kau dan kekasih mu itu akan menikah.Jadi bersiap-siaplah nanti."ucap Johan,lalu dia memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


"Benarkah itu ayah?"tanya Arum dengan senyum sumringah


"Hem."


"Terimakasih ayah."ucap Arum senang


Arum pun makan dengan semangat,tapi dia melupakan satu hal.Jika dia menikah,maka dia harus siap untuk keluar dari rumahnya.Sedangkan Johan menatap Arum yang asik melahap makanan nya.Wajah Johan menyendu,dia sangat tidak siap.Namun,dia harus siap untuk semua ini.


Mungkin ini sudah takdir tuhan,dan dia hanya bisa menjalani dengan ketentuan yang sudah tuhan tetapkan.


___


Fandi dan Faisal bersiap-siap untuk menuju ke rumah Johan.Yaa,Faisal sudah diberi tahu oleh Fandi.Jika Fandi akan segera menikahi Arum disana nanti.Dan Faisal meminta izin pada Sofia untuk bisa menghadiri pernikahan teman nya ini.Sofia pun mengizinkan mereka.


"Kok aku jadi deg-degan begini yaa."ucap Fandi


"Kalau gak deg-degan,berarti mati!"sahut Fandi


"Bukan itu maksudku."sahut Fandi sedikit kesal

__ADS_1


"Manusia kan emang semuanya deg-degan,aneh."


"Terserah kau lah!!"


"Calon ayah mertua mu itu minta mahar apa?"tanya Faisal


"Dia bilang,dia sudah menyiapkan semuanya."jawab Fandi


"Dih,enak banget yaa! Sudah di sediakan oleh calon mertua. Biasalah,orang kaya emang begitu wkwkw."ucap Faisal


"Mau bagaimana lagi,aku harus nurutin kemauan nya.Jika tidak,dia akan membatalkan pernikahan kami."ucap Fandi lesu


"Sabar yaa."ucap Faisal sambil merangkul pundak teman nya


"Aku jadi rindu ibu,kalau ibu ada disini.Pasti dia senang melihat aku menikah."


"Sering kirim doa untuk ibu."


"Tentu."


___


Pukul sembilan pagi,kedua pemuda itu pergi menuju kediaman Johan Mahendra.Mereka tiba di perumahan mewah dan terlihat seorang satpam berjaga disana.


Melihat Fandi dan Faisal didepan pagar rumah Johan,satpam itu melangkah dan menemui kedua pemuda itu."Mas Fandi yaa?"tanya nya


"Iya Pak."


"Silahkan masuk,tuan sudah menunggu."


"Baik pak."


Mungkin teman pemuda itu. Begitu lah yang ada dalam pikiran Johan."Masuk dan duduk lah kesini."ucap Johan


Kedua pemuda itu berjalan dan menuju ke sofa yang berada diruang tamu.Tidak lama kemudian,bibi datang membawa minuman dan sepiring kue.


"Silahkan."ucap bibi


"Terimakasih bi."ucap Fandi


"Sama-sama."


Setelah kepergian bibi,kini hanya terlihat kesunyian diantara mereka bertiga.Johan pun bingung harus mengatakan apa.Karena dia memang tipikal orang yang jarang bicara.Bagi nya,terlalu banyak bicara itu hanya akan menjadi omong kosong.


"Makan lah,aku ada urusan sebentar. Tidak lama lagi,seorang desainer akan datang memakaikan kau pakaian pengantin."ucap Johan lalu meninggalkan mereka


"Baik Om."sahut kedua pemuda itu kikuk


*********


Arum sangat cantik dengan kebaya pengantin berwarna putih.Dia terus memandangi cermin dan melihat wajahnya.Dia menyangka,jika dia akan segera menikah hari ini.Jantung nya sedikit berdebar dan dia rasanya tidak sabar menunggu momen indah ini.Senyum nya pun tidak pernah pudar sejak di rias oleh MUA tadi.


"Andai saja ibu masih ada,pasti dia senang melihat aku yang akan menikah ini.Dan dia pasti menyukai kecantikan yang dia wariskan kepadaku.Kata ayah,aku bagai duplikat ibu.Setiap melihat aku,ayah pasti terkenang dengan ibu.Yaa tuhan,berikan lah ibu kedamaian dan tempat yang indah di surga mu."ucap Arum


Dia tidak sadar,jika ayah nya masuk ke dalam kamarnya dan mendengarkan perkataan nya.Hati Johan terasa terasa sakit saat mendengar perkataan anak semata wayangnya itu.Ibunya meninggal setelah beberapa menit menyusui nya.Dan gadis itu harus menjadi piatu sejak bayi.


Bukan lah hal yang mudah untuk Johan sebagai orang tua tunggal saat itu.Banyak hal yang harus dia lakukan,agar putri nya itu bisa tumbuh tanpa kekurangan apapun.Dan sekarang,putri semata wayangnya ini akan menikah hari ini.


Sanggup kah Johan berpisah jauh dari putri nya ini? Bisa kah pemuda itu membahagiakan putri nya dan tidak membuat Putri nya walau segores pun?

__ADS_1


Begitu banyak pertanyaan lain yang berkecamuk dalam pikirannya,dia sendiri bingung.


"Ayah." Panggil Arum setelah melihat kedatangan ayahnya,dia langsung mendekati ayah nya dan memeluk nya dengan erat.Johan pun membalas pelukan Arum tidak kalah erat,mungkin ini pelukan terakhir.pikirnya


Johan mencium puncak kepala Arum."Maafkan ayah nak,ayah selalu membatasi pergerakanmu.Ini bukan semata-mata ayah ingin mengekang mu,tapi karena ayah terlalu sayang padamu.Ayah tidak bisa membiarkan kau terjerumus ke dalam hal yang tidak baik.Namun,ayah sadar.Jika putri ayah bukan lah anak kecil lagi,kini putri ayah telah dewasa."ucap Johan dan melepas pelukannya


"Ayah aku....."ucap Arum ,namun ucapan nya belum selesai.Ayah nya memotong dengan berkata."Setelah menikah,semoga kau bisa menemukan kebahagiaan bersama dengan pemuda pilihan mu itu.Dan kau bisa pergi dari rumah ini setelah itu."ucap Johan lalu meninggalkan Arum yang masih termangu menatap kepergian sang ayah.


"Bagaimana mungkin aku melupakan satu hal.Aku bisa menikah dengan mas Fandi,namun aku juga harus meninggalkan rumah ini dan ayah seorang diri."gumam Arum


Dia ingin sekali menangis,namun rasa nya air mata nya tidak sanggup untuk jatuh.


Yaa tuhan,aku telah banyak melukai perasaan ayah.


*********


Setelah shalat Dzuhur,semua orang berkumpul diruang tamu.Disana hanya ada Johan yang duduk disebelah penghulu dan Fandi disamping Arum. Lalu dua orang saksi serta bibi,Bastian dan Faisal.Acara pernikahan Arum dan Fandi hanya dihadiri orang terdekat saja dan hanya melakukan akad aja tanpa resepsi.


"Apakah sudah siap?"tanya penghulu pada Fandi dan Arum,dua orang itu serempak mengangguk


"Pak Johan,apakah anda ingin menikahkan putri anda sendiri atau di wali kan kepada ku?"tanya Penghulu terlebih dahulu


"Aku serahkan semua nya kepada pak penghulu saja."ucap Johan dengan yakin


"Baiklah,kita akan mulai dengan membaca basmallah."ucap Penghulu dan dia menghela nafasnya.Kemudian berkata."Aku nikah dan kawin kan saudara Fandi Ibrahim bin Ibrahim dengan saudari Arum Kamilah Binti Johan Mahendra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


Setelah menghela nafas nya,Fandi berkata dengan lantang."Aku terima nikah dan kawin nya Arum Kamilah binti Johan Mahendra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi? SAH ?"


Dan para saksi serempak menjawab.


" SAH "


"Alhamdulilahirabbil'alamin."


Lalu penghulu berdoa dan setelah itu, Arum menyalami tangan Fandi yang kini telah menjadi suaminya.Kemudian mereka bertukar cincin,setelah itu mereka berfoto sebentar.


Setelah acara selesai,Arum berkemas dan dibantu oleh bibi.


"Non,tolong jangan pergi."ucap bibi yang terisak


"Aku tidak bisa bi,ini sudah keputusan ayah.Aku telah melakukan kesalahan dan kini aku harus menanggung nya.Selama aku tidak ada disamping ayah,tolong perhatikan dan rawat ayah yaa bi.Aku sangat menyayangi ayah,namun ini sudah takdir.Aku sekarang akan mengikuti kemana pun suami ku tinggal.Dan aku harap kita bisa berhubungan selalu lewat telepon yaa bi."ucap Arum sambil menyapu air mata nya,untung saja dia sudah tidak memakai make up lagi.


"Bibi akan menjaga tuan,non. Dan bibi harap,bahagia selalu dengan mas Fandi yaa.Jika non Arum ingin bercerita dengan bibi, hubungi saja bibi yaa non. Bibi akan selalu ada untuk non Arum,karena non Arum sudah bibi anggap seperti anak sendiri."ucap wanita tua itu,mendengar perkataan bibi.Arum langsung memeluk erat bibi,benar yang dikatakan bibi.Jika mereka sudah dekat dari kecil dan Arum juga menganggap bibi adalah ibunya.


Setelah selesai berkemas,Arum dan bibi keluar sambil menyeret koper Arum.Disana Arum melihat ayah nya yang sudah berdiri didepan rumah dan Fandi juga sedang menunggu nya.


"Ayah. Jaga kesehatan ayah selama aku tidak ada disamping ayah."ucap Arum


"Kau tenang saja,ada bibi dan Bastian yang menjaga ku.Tidak perlu khawatir,fokus lah pada kehidupan mu yang baru."ucap Johan dengan nada dingin,padahal dalam hatinya ingin sekali menangis.Namun dia tidak ingin melakukan hal itu,dia adalah seorang pria.


Setelah berpamitan kepada Johan dan yang lain nya,Arum meninggalkan rumah yang dia tinggali sejak kecil.Dan kini dia harus pergi untuk selama-lamanya.


Akan kah dia bisa kembali lagi ke rumah ini? Rasa nya sangat mustahil.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2