DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 6


__ADS_3

...***...


Hasegawa Yuuto, keadaannya sudah baikan, ia kembali masuk kelas setelah dua hari izin. Yuuto masih bungkam dengan apa yang terjadi pada dirinya, ia hanya tidak mau ada masalah baru jika ia menceritakan semuanya.


ia hanya berusaha tersenyum untuk meyakinkan pada Hase Sensei bahwa semuanya baik-baik saja.


Flash back on.


Di RS.


"Semuanya baik-baik saja sensei." Yuuto tersenyum lembut pada Hase Sensei, kondisinya sudah baikan.


"Jangan sungkan hase kun, mungkin aku bisa membantumu." Hase Sensei ingin menggali lagi informasi dari Yuuto, tidak mungkin siswanya ini baik-baik saja.


"Umm daijobu. Mungkin mereka belum terbiasa dengan siswa pendiam seperti saya sensei." Yuuto menganggukkan kepalanya, ia hanya tidak ingin merepotkan Sensei nya ini.


Hase Sensei menghela nafasnya, ternyata tidak mudah untuk membuat Yuuto jujur dan terbuka padanya.


"Baiklah, jika ada kendala jangan sungkan untuk menceritakannya padaku hase kun." Kali ini Hase Sensei mengalah, ia juga tidak mau memaksa Yuuto untuk bercerita padanya.


"Arigatou Gozaimasu Sensei menolong saya." Yuuto sangat berterima kasih pada Hase Sensei karena telah menyelamatkan dirinya. Jika tidak, mungkin ia hanya tinggal nama saja.


"Umm sama-sama hase kun. Cepat sehat ya. Setelah itu kembali ke kelas. Aku akan menunggumu besok." Hase Sensei mengelus sayang kepala Yuuto. Mungkin pada saat jam pelajaran di sekolah Hase Sensei menganggap Yuuto siswanya, tapi diluar itu Hase menganggap Yuuto seperti adik yang harus ia lindungi. Entah kenapa Hase Sensei reflek melakukan itu, ia hanya melihat senyuman Yuuto yang mirip dengan orang itu.


Sedangkan Yuuto hanya menundukkan kepalanya, ada perasaan senang diperlakukan seperti itu oleh wali kelas nya. Rasanya Yuuto mau menangis karena masih ada orang yang perhatian pada dirinya.


"Hase kun. Kali ini aku pasti akan melindungi dirimu. Pasti!." Dalam hati Hase Sensei dengan perasaan sedih, ia berjanji, kejadian itu tidak akan terulang kembali. Yaaa cukup dia saja yang mengalaminya, tidak dengan Hase yang ini. Cukup satu Hase saja yang menjadi korban bully. Karena itu Hase Sensei akan terus mengawasi Hase ini, ia tau Hase yang ini banyak menyimpan luka di hatinya, tapi ia tidak mau menceritakan padanya, sama seperti Hase itu.


Hingga ia tidak dapat menggapai Hase itu untuk selamanya. Kali ini!. Kali ini Hase Sensei berjanji, akan melindungi Hase ini dengan caranya sendiri. Meski Hase ini berkata bahwa ia baik-baik saia, tapi ia tetap akan menyelidikinya. Senyuman itu, senyuman yang berusaha menyimpan luka yang tidak akan pernah ia bagi pada siapapun.

__ADS_1


Flash back off.


Pelajaran matematika di mulai, hari ini diadakan kuis di pertemuan kedua,


Di kelas 3A.


Suasana agar tenang karena siswa mengikuti pelajaran dengan tenang. Haruki Sensei, Guru matematika mengawasi dari depan jika ada siswa yang berani menyontek. Namun suasana yang tenang itu berubah heboh karena ulah Megumi Nao.


"Hah?. Kau minta ajarin nomor 2?." Ucapnya dengan suara keras, hingga membuat semua orang dikelas melihat ke arahnya.


"Ada apa megumi san?." Haruki Sensei yang melihat itu langsung menghampiri Megumi Nao.


Sedangkan yang lainnya hanya melihat ke arah Megumi, dan mereka belum berkomentar apa-apa karena belum tau apa yang terjadi.


"Sensei, hasegawa minta jawaban nomor 2." Balas Megumi sambil menatap tajam ke arah Yuuto.


Tentunya Yuuto sangat terkejut atas tuduhan yang dilayangkan oleh Megumi terhadapnya. Ditambah lagi, suasana berubah menjadi heboh.


"Iya tu sensei. gak guna banget punya siswa seperti ha-se Kun."


Dan mereka malah menghakimi Yuuto yang tidak melawan sama sekali?.


"Hasegawa, berdiri di belakang, nanti temui guru BK." Haruki Sensei hanya memutuskan seperti itu, ia juga berusaha meredam suasana heboh di kelas.


"Haik, sensei." Yuuto hanya menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup menatap yang lainnya.


"Kau ini tidak ada bosan-bosannya berurusan dengan guru BK. Kapan kau akan sadar hasegawa yuuto?." Ucapan Haruki Sensei membuat siswa yang lainnya menertawakan Yuuto.


Ada yang terang-terangan mengejek dirinya?. Rasa perih dihatinya semakin bertambah. Apa lagi tuduhan mencontek itu sangat tidak baik. Yuuto hanya pasrah berdiri di belakang kelas.

__ADS_1


"Sudah!. Kembali kerjakan kuisnya!. Setelah itu kita belajar seperti biasanya." Haruki Sensei mengambil kertas jawaban Yuuto di mejanya.


"Sudah terisi semua?. Tapi mengapa malah mencontek?." Dalam hatinya merasa aneh, sambil melihat jawaban yang ditulis oleh Yuuto di kertas yang ia berikan. Ada lima soal, dan sudah diisi semua oleh Yuuto?. Tapi kenapa ia malah minta jawaban nomor 2 pada Megumi?. Apakah ia ragu dengan jawabannya?.


Hummm Haruki Sensei hanya menghela nafasnya saja, ia tidak tau mana yang benar dan mana yang salah, sebab ini bukan kasus pertama bagi Yuuto.


Tidak beberapa lama kemudian, pergantian pelajaran. Yuuto berdiri sampai jam pelajaran matematika berakhir.


"Baiklah, aku rasa cukup sampai di sini pelajarannya, jangan lupa kerjakan tugasnya si rumah." Haruki Sensei menutup pertemuannya hari ini. Setelah itu ia meninggalkan kelas, menuju kelas lainnya. Begitu Haruki Sensei keluar.


"Kau belum boleh duduk hase kun." Ryuto bersuara ketika Yuuto ingin melangkah hendak menuju tempat duduknya.


"Bukannya pelajaran matematika nya sudah selesai?. Tentu saja aku boleh duduk lagi." Balas Yuuto dengan suara pelan, ia takut juga jika dilihat oleh teman sekelasnya.


"Hei!. Apa kalian dengan jika haruki sensei menyuruhnya duduk tadi?." Daiki menghampiri Yuuto.


"Tidak!." Bisik mereka semua, dan juga tatapan mereka begitu menusuk.


Yuuto tidak tahan melihat itu, kakinya terasa bergetar takut. Kenapa semua orang memperlakukan nya dengan buruk?. Kenapa dirinya diperlakukan seperti ini?. Juga bisikan-bisikan yang sangat menusuk ulu hatinya.


"Hei!. Lihatlah!. Anak haram ini sepertinya ketakutan wahahaha." Yuko, Kimiko malah menambah suasana makin tidak nyaman.


Mereka semua mengecap dirinya anak haram yang tidak pantas hidup di dunia ini, anak haram seperti dirinya lahir dari wanita perusak rumah tangga orang lain. Sakit?. Pusing?. Dan mau muntah?.


"Mati saja kau anak haram!." Yuko menyiram kepala Yuuto dengan sekotak susu coklat yang biasa ia minum. Suasana kembali heboh karena mereka menertawakan Yuuto.


"Siapa saja. Tolong aku!. Kenapa mereka jahat padaku?." Batin Yuuto merintih sedih. Kenapa teman sekelasnya ini membully dirinya?. Apa salah dirinya?. Namun ketika suasana ribut itu terjadi.


Ada kejadian aneh yang mereka rasakan pada saat itu, sungguh mereka tidak menduga sama sekali jika mereka ada hal gaib yang kembali terjadi. Apakah itu?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2