DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
93.


__ADS_3

Johan yang baru pulang dari luar kota mendapat telepon dari Bastian.Dengan malas dia mengangkat telepon itu."Hallo,ada apa Bas? Aku sangat mengantuk dan ingin segera tidur."ucap Johan sambil menguap


"Maaf tuan,rumah non Arum kebakaran?"ucap Bastian yang suara nya terdengar begitu panik


"APA. KAU BERCANDA KAN? JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KU BASTIAN,AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN KAU JIKA KAU TERUS SAJA BERCANDA."gertak Johan dengan kesal


"SIAPA YANG BERCANDA,TUAN. INI ADALAH FAKTA."


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"


"Seseorang mengatakan jika Fandi dan Arum telah menyantet salah seorang anak dari mereka hingga tewas."


"Tidak,tidak mungkin! Anak ku tidak mungkin berbuat seperti itu,dia sangat baik kepada semua orang"


"Aku akan segera menjemput tuan."ucap Bastian dan menutup panggilan nya.Tidak lama kemudian,mobil yang dikendarai Bastian memasuki halaman rumah Johan.Johan memakai pakaiannya dengan cepat dan segera keluar serta memasuki mobil.


Setelah itu,mobil yang dikemudikan Bastian menuju ke desa beringin."CEPAT BAS."sentak Johan


"Ini sudah cepat tuan."sahut Bastian yang merasa jika tuan nya sedang panik,dia pun paham perasaan tuannya.Ayah mana yang tidak panik jika mendapat berita,bahwa rumah anak nya kebakaran.Cukup lama perjalanan yang ditempuh mereka,hingga akhirnya mereka tiba.


Namun apa yang terjadi,mereka datang terlambat.Api sudah melahap rumah beserta isi nya.Johan langsung keluar dari mobilnya dan dia berlutut di tanah.Didepan nya api dengan pongah memakan semua nya.Bahkan sampai tidak tersisa lagi.Hancur sudah harapan Johan,anak dan menantunya serta cucunya telah tiada.


Kenapa harus dia yang merasakan kepedihan ini? Kenapa harus dia,bahkan cobaan terus bertubi-tubi datang kepadanya.Dan orang yang dia sayang satu persatu meninggalkan dirinya.Mulai dari istrinya,putrinya bahkan keluarga putrinya juga.


Bahkan,untuk bernafas saja rasanya sangat sulit.Begitu mudah tuhan mengambil orang tersayang nya.Apa salah nya, sampai-sampai dia harus merasakan kesedihan Seperti ini.


Air mata nya menetes menyaksikan sebuah rumah yang sudah menjadi debu.Kesedihan pria paruh baya itu berubah menjadi amarah dan dendam.Ketidakadilan yang dibuat penduduk telah membuat putri kesayangannya dan menantu nya tiada.


Walaupun dia tidak merestui pernikahan putri semata wayangnya,namun dia selalu mengawasi setiap kegiatan anak nya itu.Yaa,pria paruh baya ini adalah Johan Mahendra,Ayah dari Arum.Istri dari Fandi,pasangan suami istri yang dibakar hidup-hidup dalam rumahnya.


Sebelum pergi, Johan mengambil debu mayat yang dia yakini adalah abu bakar jasad anaknya.


Johan bertekad akan membalas perbuatan para penduduk.Dan dia mengutuk perbuatan mereka semua.


*********


Semenjak anak dan menantunya mati,Johan melakukan ritualnya.


Aroma menyan menusuk hidung,belum lagi asapnya membuat sesak siapa pun yang berada disana.Tali pocong Arum dan foto anak nya beserta abu mayat dia letakkan disebuah nampan sedang.Tidak lupa pula ayam kampung hitam dan telur ayam kampung 3 biji dia letakkan juga.


Mulutnya komat-kamit membaca mantra,tak lama kemudian timbul lah asap putih.Lalu bayangan sebuah kuntilanak tersenyum samar padanya, "pergilah nak,balaskan semua rasa sakit hati mu pada mereka."perintah Johan pada sosok kuntilanak itu,kemudian sosok kuntilanak itu pergi dari situ.


Disebuah desa,para penduduk sedang berjaga-jaga disebuah pos.Dan mereka asik bermain domino.


"Kok malam ini dingin banget yaa."ucap seseorang


"Iya,mana gerimis lagi."sahut yang lain


Auuuunggggggg......lolongan anjing pun terdengar lirih


"Hiii....kok tambah serem yaa."ujar yang lain ikut menimpali


"Hihihi....hiks...hihihihi...... hiks...."


Tiba-tiba terdengar tangisan lirih dan tawa.


"Suara apaan itu,periksa Don."ujar Bima pada Doni


"Lu aja,gua takut."ujar Doni perlahan


"Halah, bacot lu aja yang gede,dengar suara begitu aja takut."sahut Bima dengan nada sombong


"Lu aja gantiin Doni,cepat periksa sana."titah Bima lagi pada Iwan dan Basyir.


Lalu Iwan dan Basyir pun bergegas dia berdiri dan memeriksa,sambil membawa senter kecil.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa,"ucap Iwan


"Doni tu bacot aja gede hahahaha."sahut Basyir


"Iya hahahaha."


"Abang.",ucap seseorang dibelakang mereka berdua, kemudahan mereka berbalik dan telah berdiri seorang wanita cantik.


"Ehh iya dek."ucap mereka berdua kikuk


"Boleh minta anterin gak."ucap wanita itu


"Emm boleh,emang rumah adek dimana?"tanya Iwan genit,padahal dia sudah punya istri dirumah


"Diujung sana bang,cuma adek takut pulang sendirian.Takut gelap,bisa kan bang?"ucap wanita itu lirih


"Bisa dong,apasih yang enggak buat adek."ucap Iwan menggombal


Sedangkan Basyir walaupun dia tergoda dengan kecantikan wanita itu.Namun dia heran,darimana munculnya.Padahal tidak terdengar suara langkah kaki wanita itu.


"Syir,kita anterin yuk."ajak Iwan pada Basyir


"Enggak ahh,gua pulang ke pos aja."


"Dih,nolak rejeki lu.Cewek cantik gini di anggurin,dah lah gua duluan yaa."ucap Iwan


Sembari melangkah,sempat wanita itu menoleh ke arah Basyir dan tersenyum sinis.Hingga membuat Basyir merinding dan berjalan tergesa-gesa menuju pos tempat mereka tadi.


*********


"Disini kan kuburan dek."ucap Iwan pada wanita itu


"Emang,"


"Biar kita bisa berduaan bang,Abang gak mau kita berduaan."ucap wanita itu


Seketika fikiran liar Iwan bercokol di otak nya,wah kesempatan ini.batin nya


"Yaa mau dong dek,apasih yang enggak buat adek yang cantik ini."Iwan merayu dan mencolek dagu wanita itu,hingga mendapat cubitan kecil di pinggang Iwan.


Darah Iwan pun terasa bergejolak,ingin sekali dia melahap wanita ini.


Perlahan wajah keduanya saling memandang dan tinggal satu cm lagi jarak nya.Deru nafas kedua nya terasa sekali,dan wanita itu berubah menjadi kuntilanak.


"Haaaaaaaa........setan."teriak Iwan


"Hihihihihihihi...."lengkingan suara kuntilanak itu membuat bulu kuduk Iwan berdiri


"Kamu memang pantas mati."ucap kuntilanak


"Ampun,jangan bunuh saya."ucap Iwan memohon dengan penuh ketakutan


"Hihihihihihihi."


Lalu kuntilanak itu menggigit P3*!$ milik Iwan hingga Iwan menjerit dengan kencang.


"Aaaaaarrrrggggghhhhhh."


"Hihihihihihihi."


Darah pun keluar tiada henti diarea sel4**k4ngan Iwan,hingga dia tidak sadarkan diri.


Setelah itu, kuntilanak Arum pun menghilang dari tempat itu.


*********

__ADS_1


Para kawan-kawan Iwan mendengar teriakkannya,dan menuju ke arah suara iwan.Setelah tiba disana,mereka menemukan tubuh Iwan yang tergeletak diam diranah.Dan memeriksa keadaan iwan, ternyata teman mereka itu sudah meninggal.


"Innalilahiwainnailaihiraji'un."gumam mereka


"Kenapa bisa begini yaa."


"Gak tau juga, tragis banget."


"Ihh,takut gua."


"Daripada kalian banyak omong,mending angkat jenazah Iwan dan kita antarkan ke rumahnya."titah Bima pada mereka


"Ayok."


Lalu bergegas mereka menuju rumah Iwan,hingga jenazah Iwan disambut tangisan keluarga nya.Istri nya langsung pingsan memandang jenazah suaminya.


"Mas,kenapa kamu pergi ninggalin kita."ucap wanita berbadan gendut itu


Warga yang melihat hanya memandang,lalu mereka sibuk mengurus jenazah Iwan.Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah akan disembahyangkan lepas sholat subuh.


Istri Iwan pun sudah beberapa kali pingsan,tak sanggup dia melihat tubuh suaminya yang terbaring lemah tanpa nafas itu.


"Kamu yang sabar yaa nduk, ikhlaskan suami mu."ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu dari Iwan.Sedangkan bapak Iwan sangat syok melihat putra nya meninggal seperti itu.Dia merasa ada yang janggal dengan kematian anaknya.


Seperti nya ada sesuatu dibalik kematian Iwan,aku akan menyelidiki nya.Batin Bapak Iwan


"Akhirnya sudah satu orang yang mati, tunggulah kalian yang akan menyusul."ujar lelaki paruh baya yang tidak lain adalah Johan,ayah kandung Arum.Wanita yang dibakar hidup-hidup oleh penduduk dengan suaminya.Karena fitnah keji yang dilakukan oleh Bima.Hanya karena dendam asmara,namun bisa berakibat seperti itu.


*********


Teringat itu semua,membuat Johan tergugu menahan tangis.Anak kesayangannya harus menderita,dan andai saja saat itu dia tidak mengusir putri nya.Mungkin saat ini putri nya masih ada di dunia ini.


"Arumm...huuhuuhuu.....hiks...hiks.. Maafkan ayah nak,ayah begitu kejam padamu."


Tiba-tiba Johan terdiam,lalu dia bergumam."Aku tidak akan membiarkan kalian hidup damai,kematian harus dibalas dengan kematian.Agar kalian tahu bagaimana rasanya kehilangan."ucap nya membara


Lalu dia mengambil kemenyan,lalu memasukkan ke dalam wadah yang sudah dia persiapkan seperti biasa.Kemudian dia memanggil roh anak nya.


Angin malam berhembus begitu kencang, seakan-akan ikut merasakan apa yang sebentar lagi akan terjadi.Sosok kuntilanak itu terbang menuju ke sebuah perkampungan.Dimana saat ini semua penduduk sudah tidur dengan nyenyak.


___


Begitulah yang dilakukan Johan setelah kematian anak tersayang nya.Dua puluh tahun dia balas dendam,dan apa yang dia dapat kan.Hanya kemarahan dan kemarahan terus menerus,hingga akhirnya dia menyesal melakukan itu semua.


Hamid yang melihat lintasan kejadian itu meneteskan air matanya.Hati nya terasa sakit saat melihat Johan terpuruk dalam amarah dan dendam bertahun-tahun lamanya.


"Bagaimana Hamid,apakah kau tahu siapa sebenarnya dalang dibalik peristiwa yang menimpa kedua orang tuaku?"tanya Argana yang merasa gundah saat ini,dia takut jika ayah nya Yasmin dalang dari peristiwa itu.Jika itu benar-benar dilakukan oleh ayahnya,lalu bagaimana dengan hubungan nya? Apa yang harus dia lakukan?


"Maaf Arga,ternyata memang benar jika pelaku yang sebenarnya adalah seorang pria yang bernama Bimasena.Ayah dari kekasihmu itu dan jin qarin itu tidak akan pergi sebelum dia mendapatkan keadilan."ucap Hamid


Syok ! Tentu saja Argana sangat syok, dia berharap ini hanya lah mimpi.Namun sayang seribu kali sayang,ini benar-benar nyata.Johan yang duduk disamping Argana juga syok,dia awal nya merestui hubungan cucunya.Tapi setelah mengetahui apa yang dilakukan ayah nya Yasmin itu kepada anak dan menantunya.Johan tidak akan bisa memaafkan, terserah orang mau bilang apa.


"Aku akan menghubungi ayah dan saudara kembar Fandi ,mereka harus tahu berita ini.Dan kami akan memikirkan rencana selanjutnya besok pagi.Kalian berdua beristirahat dan menginap disini,karena besok aku membutuhkan kalian."ucap Johan berdiri dari duduknya


"Baiklah,kami akan menginap disini."sahut ustadz Hamzah


"Mari aku antar ke kamar."ucap Johan mulai melangkah dan diiringi oleh Ustadz Hamzah


Hamid menghampiri Argana."Arga,aku masuk ke dalam kamar dulu."ucap Hamid hingga Argana tersentak dari lamunannya."Ahh iyaa."


Setelah kepergian Hamid,Argana berdiri dan menuju ke dalam kamarnya.Dia mulai memejamkan matanya,dia akan memikirkan hal itu besok.Walau pun dia masih syok begitu mengetahui hal yang sesungguhnya.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2