
...***...
"Hasegawa yuuto telah membunuh youichi, dan kemungkinan ia yang membunuh ryoutaro juga yuko." Begitu berat ia mengatakannya, tapi ia tidak punya pilihan lain.
"Apa maksudnya sensei?!. Tidak-." Ucapan Hase Sensei terpotong oleh suara Natsume Sensei
"Aku melihatnya!. AKU MELIHAT DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI BAHWA YUUTO TELAH MEMBUNUH YOUICHI!." Suara teriakan Natsume Sensei, juga ekspresi depresinya sangat jelas, membuat Hase Sensei terkejut.
"Hiks, hiks aku menyaksikannya, tapi Yuuto tidak mungkin tau kejadian lima tahun yang lalu Sensei." Air matanya berlinang menceritakan pengalaman pahitnya itu, kenapa ia harus menjadi saksi kejahatan yang dilakukan Hasegawa Yuuto.
"Natsume sensei." Hase Sensei tidak tau harus berkomentar apa, ia jadi bingung. Hasegawa Yuuto melakukan kejahatan? Jadi Yuuto yang membunuh Ryoutaro dan kedua temannya? Bagaimana bisa?
"Aku harus menghentikannya Hase Sensei, jangan ada korban lain lagi" Natsume Sensei masih terisak menangis, setidaknya ia telah mengatakannya pada Hase Sensei, mungkin Hase Sensei ada solusinya.
"Aku akan berbicara dengan hasegawa nantinya." Ya, mungkin itu jalan terbaiknya. Tapi ia tidak mungkin langsung menuduh Hasegawa Yuuto berbuat jahat kan?.
Apa yang akan mereka lakukan?.
Sementara Nakisa, Tsuruhima dan Kentaro yang menunggu di luar.
"Aku ke kamar mandi dulu." Nakisa pergi meninggalkan kedua temannya, ia pergi ke kamar mandi untuk keperluan sesuatu. "Kalian tunggu di sini ya?." Lanjutnya.
"Um." Tsuruhima hanya mengangguk kecil, kemudian ia duduk di samping Kentaro. "Segera kembali." Balasnya.
__ADS_1
"Ne apa yang guru baru itu jika dia adalah abangnya mikoto." Ada perasaan cemas menghampiri Tsuruhima saat ini, perasaan berkecamuk sedang bergejolak di dalam hatinya saat ini. "Apakah dia akan menuntut kita?. Karena kita sudah cukup umur untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah kita lakukan di masa lalu." Siapa yang tidak cemas dalam keadaan yang seperti itu.
"Aku harap Natsume Sensei bisa mengatasi masalah ini." Ya, hanya berharap jika masalah ini tidak berlanjut lagi, dan mereka akan aman. "Aku tidak mau berurusan dengan kepolisian hanya karena kasus ini." Lanjutnya.
Ketakutan mereka karena kejadian masa lalu, tidak seenak apa yang mereka lakukan pada waktu itu.
Di sisi lain.
Nakisa yang menuju kamar mandi siswi, entah mengapa perasaanya tidak enak. Ketika ia mau membuka salah satu pintu kamar mandi ia terkejut melihat sosok Mikoto dengan wajah pucat pasi menatap tajam ke arahnya, matanya melotot tajam ke arahnya.
Bfuuuuh
"Kya!." Nakisa terkejut karena tiba-tiba ia seperti disembur dengan darah segar, hingga wajahnya basah oleh darah kental aneh. Ia berlari keluar dengan tidak karuan sambil berteriak ketakutan, matanya tidak bisa melihat dengan jelas, namun hanya satu yang ia lihat, yaitu sosok Mikoto Hase yang sedang berdiri di hadapannya dengan wajah seram.
"Maaf katamu?. Bahkan kau belum merasakan apa aku rasakan nakisa san!." Mikoto menyeringai lebar menatap Nakisa, ia menunjuk dada kirinya yang terasa berdenyut sakit. "Akan aku tunjukkan rasa sakit yang sebenarnya." Gejolak itu semakin besar ia rasakan, ketika ia mengingat semua yang ia rasakan pada saat itu.
"Rasa sakit itu selalu kalian tanamkan di dalam diriku setiap harinya, dan sekarang aku menuntut balas perbuatan busuk kalian!." Suara dingin yang menusuk mengingat masa lalunya yang diperlakukan buruk oleh Nakisa dan kawan-kawannya masih membekas bahkan ketika ia menjadi roh gentayangan.
"Aku mohon!. Maafkan aku!. Maafkan aku!." Nakisa bersujud dihadapan Mikoto, ia berharap Mikoto akan memaafkannya.
"Kau pikir rasa sakit itu mudah hilang dengan kata maaf?!." Ada emosi yang keluar dari Mikoto hingga memberi efek negatif, membuat tubuh Nakisa terpental dan terhempas ke tembok belakangnya.
"Akhh!." Nakisa yang tidak tahu apa yang terjadi hanya meringis kesakitan, tubuhnya terhempas kuat efek dari kemarahan Mikoto, tubuhnya terasa sakit dan ngilu.
__ADS_1
"Kau pantas untuk mati!. Pergilah bersama pacarmu yang tidak berguna itu!." Mikoto berjalan pelan menghampiri Nakisa, membuat gadis itu panik, ia berlari menghindari kejaran Mikoto.
"Jangan mendekat!. Kau sudah lama mati!. Kenapa masih menggangguku?." Dengan keadaan panik, Nakisa berusaha melarikan diri.
Namun ketika ia hendak menuruni tangga ia seakan melihat tumpahan cairan kental di tangga hingga membuatnya terpeleset jatuh di tangga, kepalanya terbentur anak tangga, ia berguling-guling ke bawah.
"Itulah yang kau dapatkan nakisa san. Aku hanya membalas apa yang kau lakukan di masa lalu." Mikoto keluar dari tubuh Yuuto. "Kau akan mendapatkan apa yang telah kau lakukan di masa lalu. Dendam yang membara ini tidak akan pernah luntur begitu saja meskipun kau menjerit minta maaf padaku." Hatinya sangat sakit mengingat masa lalunya yang sangat pedih atas perbuatan mereka.
"Ukhuk!." Yuuto terbatuk agak keras, dan tak lupa darah kental ikut serta saat ia batuk. "Umm aku dapat melihat perbuatan sadisnya padamu di masa lalu, mikoto-kun." Yuuto mengerti, dan dapat merasakan, melihat masa lalu saat Mikoto merasuki tubuhnya, karena beban rasa sakit itu juga berdampak terhadap tubuhnya, memberi tekanan kuat pada tubuhnya. "Sungguh sangat kejam sekali mereka padamu." Nafasnya hampir saja sesak karena penglihatan itu.
"Kau dan aku sama-sama menderita. Karena itulah jangan buang kesempatan ini untuk balas dendam. Waktu kita tidak banyak, sampai aku terbunuh pada tanggal itu, yuuto." Ucapnya sambil menahan perasaan sakit itu.
"Ya, tentu saja aku mengetahuinya." Yuuto tidak akan lupa dengan perjanjian itu, janji yang harus dibayar dengan nyawanya sendiri, demi balas dendam yang membara di dalam hatinya saat itu.
"Ne yuuto, kamu adalah bayangan masa lalu ku. Kejadian itu bisa saja menimpamu, tapi aku siap saja membunuh mereka jika perlu." Mikoto menatap Nakisa dengan tatapan penuh kemenangan, Nakisa saat ini tidak sadarkan diri, kepalanya berlumuran darah karena terbentur, dan pemandangan itu membuat suasana hatinya bergejolak kebahagiaan.
"Um, arigatou mikoto-kun." Yuuto menyeka darah di sudut mulutnya, ia juga dapat merasakan perasaan gejolak di dalam hati Mikoto saat ini.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat, dan kejadian itu tidak ada satu orangpun yang tau. Hanya alam sunyi yang menjadi saksi, bahwa kejahatan tidak langsung yang dilakukan oleh Yuuto adalah perbuatan Mikoto Hase.
Apa yang akan terjadi berikutnya?. Apakah Nakisa akan berakhir karena banyak kehilangan darah?. Lalu apakah Natsume Sensei masih akan menyembunyikan hubungannya dengan Yuuto?. Sungguh kejadian yang sangat memilukan hati.
...***...
__ADS_1