DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
Bertemu masa lalu


__ADS_3

Pagi harinya di desa beringin terjadi kehebohan.Bagaimana tidak,dua ekor hewan ternak milik pak Jamal mati dengan hilangnya isi perut.Sungguh tidak masuk akal jika orang hanya mencuri organ dalam nya saja.Pasti ada sesuatu yang tidak beres.


Banyak warga yang berkumpul ditempat kejadian,pak Jamal sangat marah melihat dua ternak kesayangannya mati.


"Siapa yang melakukan ini semua."ucap Pak Jamal dengan keras


Tidak ada yang menjawab pertanyaan pria itu,semua orang hanya diam dan ada yang berbisik-bisik.


"Aneh sekali,siapa yang punya pekerjaan mencuri organ dalam hewan ternak begitu yaa?"bisik warga,teman disampingnya pun menyahut."Aku pun tidak tahu,dimakan setan mungkin.Kalau pun manusia,tidak mungkin tubuh hewan ini tidak diambil sekalian."


"Mungkin juga hewan buas."bisik pria pertama tadi


Sekeliling orang yang berbisik-bisik tadi mengangguk.Rasa nya tidak masuk akal jika manusia yang melakukan nya.Mungkin juga benar,jika hewan buas yang melakukannya.


"Mungkin saja dimakan hewan buas."celetuk salah seorang warga


"Mungkin juga."gumam pak Jamal


"Lalu bangkai nya mau di apakan ini pak?"tanya warga


"Yaa dibuang lah,masa dimakan."ucap pak Jamal dengan nada tegas


"Sudah jadi bangkai masa dimakan,kan haram."timpal warga


Beberapa orang mengangkat dua ekor kambing itu,mereka membuang kambing itu ke sungai.Setelah itu,mereka kembali pulang kerumah masing-masing.Dan akan berangkat kerja menuju ke kebun.


*********


Argana dan sahabatnya pergi ke rumah sakit dengan mobil masing-masing.Argana berangkat bersama Biantara dalam satu mobil.Tidak banyak yang mereka bicarakan,hanya tentang pekerjaan saja.


Setelah tiba dirumah sakit,Argana dan Biantara berjalan beriringan masuk ke dalam.Disana sudah ada Takeshi dan Marcelian yang menunggu nya.


Mereka pun masuk kedalam menjenguk Shifana yang belum bangun dari tidur panjangnya.Orang tua nya selalu mendampingi gadis itu, menunggu dia bangun dari koma nya.


Sejak Shifana kecelakaan dan koma,Arshaka tidak jadi menceraikan Lestari karena ancaman sang ayah.Jika Arshaka menceraikan Lestari,maka Edrick akan menyerahkan warisan yang dia berikan pada Arshaka pada Lestari da Shifana.


Arshaka tidak ingin itu terjadi,itu sebabnya dia masih mempertahankan pernikahannya dengan Lestari.Bukan karena cinta,tapi karena harta.


Arshaka menyadari,dia bukan hanya mempertahankan harta warisan itu.Tapi,dia memang berniat tidak ingin menceraikan istri pertamanya itu.Karena dia sudah mulai mencintai wanita itu,wanita yang selama ini dia acuhkan.


Perasaan Arshaka dia tutupi dengan sikap gengsinya.


Sedangkan Lestari tidak peduli lagi dengan Arshaka,pria yang selama ini masih berstatus suaminya.Status itu hanya berlaku di atas buku nikah dan pandangan semua orang.Sedangkan dikehidupan nya, status itu tidak mempunya arti lagi.


Lestari sangat menyesal telah mengabaikan Shifana.Anak yang dia kandung selama sembilan bulan dan dia rawat sampai usia lima tahun.Kini putri kesayangan nya sudah tumbuh menjadi seorang gadis jelita.


Putrinya yang dianggap Arshaka hadir karena kesalahan semalam.Lestari menganggap cintanya pada Arshaka telah mati.Walaupun begitu,di lubuk hati nya yang paling dalam dia masih sangat mencintai ayah dari putri nya itu.


__


Kembali lagi pada keempat pemuda itu,mereka melihat tubuh Shifana tambah kurus.Sudah hampir setahun dia terbaring lemah diatas brankar dalam keadaan koma.


Lestari pamit keluar pada pemuda-pemuda itu, dibelakangnya Arshaka mengikuti wanita yang sampai sekarang masih menjadi isterinya.

__ADS_1


"Shifana,bangun dong.Elu gak kangen Ama gue.Kok lu betah banget sih tiduran, biasanya elu paling gak betah diam walaupun cuma sebentar."ucap Takeshi pada Shifana,adik sepupunya.Takeshi membelai rambut hitam milik Shifana,dari kecil mereka tumbuh bersama hingga sekarang.


Disamping kiri Shifana,Marcelian menatap sahabatnya itu.Hati nya ikut sedih melihat sahabatnya terbaring lemah.


"Kok elu jahat banget sih,tiduran mulu. Kalau elu tidur terus, gimana kita bisa bertengkar.Gua kangen bertengkar dengan elu, Shifana. Dan apa elu gak mau bangun, sebentar lagi Argana akan menikah.Apa elu gak mau hadir di hari bahagianya,bukan kah elu suka sama sahabat kita ini."bisik Marcelian sambil menggenggam jemari tangan Shifana


Tiba-tiba setelah Marcelian bicara,jemari tangan Shifana yang dipegang Marcelian sedikit bergerak.


"Wah,tangan Shifana bergerak nih."ucap Marcelian syok namun senang dengan respon sahabat wanitanya ini.


"Iya,gue juga lihat."ucap Takeshi senang,lalu dia menekan tombol darurat.Tidak lama kemudian dokter datang bersama seorang suster.


Lalu dokter memeriksa keadaan Shifana,dia pun berkata."Ada kemajuan, tubuhnya merespon setelah kalian datang dan berbicara dengannya."


Mendengar perkataan dokter,ketiga pemuda itu sangat senang.


"Selama ini dia tidak mau bergerak sedikit pun.Dan ini suatu keajaiban,dan kalian terus aja dia bicara.Semoga keajaiban bisa tuhan berikan."ucap dokter dengan tag nama Frans Nicolas itu pada mereka


"Kami akan melakukannya dokter."ucap Takeshi


"Yaudah kalau begitu,permisi."ucap dokter lalu dia keluar dari ruangan itu


Kini tinggallah pemuda-pemuda itu.


"Kok bisa yaa dia cepat merespon,lu ngomong apaan tadi Cel?"tanya Takeshi pada sahabat tengil nya itu


"Elu mau tau gua ngomong apaan?"Marcelian bertanya balik, Takeshi dengan cepat mengangguk


"Gua bilang,kapan Shifana bangun.Dan gua tanya lagi,apa dia gak mau bangun dan menyaksikan pernikahan Argana.Setelah itu jemari tangannya sangat cepat merespon."bisik Marcelian dengan menjelaskan


"Yaa karena dia cinta banget sama Argana."ucap Marcelian lagi


"Wow,kok gue lupa yaa."ucap Takeshi pelan


"Elu kan emang pelupa haha."ucap Marcelian meledek sambil tertawa, sedangkan Takeshi hanya menanggapi dengan acuh tak acuh.


Sedangkan Argana,dia tidak mengatakan apa-apa.Namun,dia tetap mendoakan Shifana agar segera bangun.Dia mendengar perkataan dia sahabat nya tadi,jika wanita ini sangat mencintainya.Dia tahu dengan perasaan Shifana,namun cinta tidak bisa dipaksakan.Dia hanya bisa mencintai Yasmin.


Setelah menjenguk Shifana,mereka pun keluar setelah kedatangan kedua orang tua wanita itu.Dan mereka pun berpisah dan segera menuju ke tempat kerja masing-masing.


*********


Marcelian tiba di supermarket miliknya.


"Pagi pak Marcel."sapa kedua satpam yang berjaga didepan pusat perbelanjaan miliknya


"Pagi juga pak Ahmad , pak Sukri."ucap Marcelian membalas sapaan dua pria itu.


Kemudian dia masuk ke dalam,sudah banyak orang yang berdatangan belanja.


Semua karyawan dan karyawati disana menyapa Marcelian selaku pemilik pusat perbelanjaan itu.Dia pun membalas sapaan mereka dengan ramah.


Sekarang sudah pukul sepuluh, supermarket miliknya sudah buka satu jam yang lalu.

__ADS_1


Saat Marcelian berjalan,dia melihat seorang wanita yang sangat familiar menurutnya.Dia pun memperjelas memperhatikan wanita yang membelakangi nya itu.


Deg.


Bukan kah wanita itu Selena,wanita masa lalunya.Wanita yang dia cintai hingga saat ini.Dan kini,wanita itu sedang berdiri dengan membawa banyak belanjaan didalam troli.


Wanita itu kesulitan mengambil tiga kotak susu, Marcelian pun bergegas mendekati nya.Dan mengambilkan kotak susu untuk ibu hamil itu dan menyerahkan pada Selena.


Selena mengerjapkan mata nya saat melihat Marcelian yang mengambil kan kotak susu untuk nya.Pemuda yang terpaut usianya terpaut jauh dari nya.Pemuda yang menyatakan cinta kepada jua saat didalam tempat yang tidak pernah dia jamah lagi.


Namun cinta pemuda itu dia tolak dengan tegas,dengan alasan perbedaan usia.Padahal didalam hatinya,dia sangat mencintai Marcelian.Namun dia takut,jika cinta yang diberikan Marcelian hanya obsesi belaka.


Dan dia juga takut,jika keluarga pemuda itu menolak dirinya yang pernah berkerja ditempat yang sangat nista itu.


Sedangkan pandangan Marcelian tertuju pada perut Selena.Wanita itu sedang hamil dengan perut yang sudah besar.


"Apa kabar."tanya Marcelian memulai pembicaraan setelah menyerahkan tiga kotak susu pada Selena


Mendengar pertanyaan yang Marcelian ajukan,Selena dengan cepat memperbaiki ekspresi nya.


"Kabar ku baik-baik saja."ucapnya dengan santai


Marcelian memandangi Selena dalam, menurutnya wanita dihadapannya ini tidak baik-baik saja.Dia melihat tubuh Selena sangat kurus dan dalam keadaan hamil pula.Bawah mata nya pun sedikit menghitam, seperti kurang tidur.


"Benarkah?"tanya Marcelian memastikan


"Iya."sahut Selena singkat


Setelah itu,hanya keheningan yang menyelimuti mereka.Seakan sadar,Selena pun mendorong troli dengan kuat dan meninggalkan Marcelian yang sedang memandang nya.


Jujur saja,dia sangat risih terhadap pandangan yang Marcelian berikan.Namun,dia juga sangat merindukan tatapan pemuda itu.


Selama ini,dia tidak mencintai suaminya.Dia hanya mencintai Marcelian,apalagi sekarang suaminya itu sangat ringan tangan.Sedikit saja kesalahan Selena,maka pria itu akan melakukan kekerasan.Tanpa peduli dengan keadaan Selena yang sedang mengandung anaknya.


Timbul penyesalan dihati Selena,andai saja dia dulu tidak menerima ajakan menikah dari suaminya sekarang.Jika tahu suaminya itu tempramen,dia tidak akan mau.


Marcelian pun tersadar dari lamunannya, dia pun tersenyum pada Selena yang sudah melangkah jauh menuju ke kasir.Wanita itu pun membayar semua belanjaan nya.


Setelah itu,dia mengangkat semua barang yang banyak.Marcelian mendekati wanita itu dan mengangkat semua belanjaan Selena.


"Tolong kembalikan semua belanjaan ku,biar aku sendiri yang membawanya."ucap Selena berusaha merebut belanjaannya


"Aku akan membawakan ke mobil mu, katakan dimana letak mobil mu?"tanya Marcelian


"Tidak perlu,aku bisa sendiri."ucap Selena dengan tegas dan berusaha merebut barang miliknya,namun dia kalah tenaga dengan Marcelian yang kuat.Akhirnya dia mengalah saja,dia terus berjalan mendahului Marcelian.


Marcelian pun tersenyum senang melihat Selena yang berjalan mendahului nya.Artinya wanita itu tidak menolak bantuannya.Setelah tiba didepan mobil milik Selena,Marcelian memasukkan semua belanjaan ke dalam bagasi dan dibantu supir pribadi Selena.


Supir itu kembali masuk kedalam mobil dan Selena pun juga ikut masuk.Dia duduk dibelakang dengan menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.Supir itu mengirim pesan pada tuan nya,jika sang barang belanjaan sang nyonya dibawakan oleh seorang pemuda.


Pesan pun segera terkirim dan suami Selena yang sedang dikantor pun membuka ponselnya.Dia sangat marah setelah membaca isi pesan yang dikirim oleh anak buah nya itu.Dan akan membuat perhitungan terhadap Selena.


"Berani sekali wanita pelacur itu selingkuh dibelakang ku."ucap nya dengan sangat marah

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2