DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Brak.


Tiba-tiba pintu rumah dibuka dengan kasar oleh seorang pria.Selena sangat kaget,dia sudah mengetahui siapa pelakunya.Siapa lagi kalau bukan suami nya.


Pria yang berstatus suaminya itu mendekati nya,lalu menjambak rambut Selena.


"Awww…..apa yang kau lakukan?"tanya Selena dengan meringis kesakitan,saat rambutnya dijambak kuat oleh suaminya


"Kau masih bertanya apa yang aku lakukan.Dasar wanita pelacur,kau berselingkuh dibelakang ku.Kenapa kau lakukan itu?"bentak pria itu


"Arghhhh,aku tidak pernah berselingkuh."ucap Selena dengan tangan kanan memegang perutnya dan tangan kiri memegang tangan suaminya yang sedang berada di rambutnya.


"Bohong. Berani sekali kau membohongi ku.Apakah kau bosan hidup hah?"tanya Pria itu dengan menjambak kuat rambut istrinya.Kemarahan telah membuat nya buta,jika wanita yang sedang dia jambak itu sedang hamil anaknya.


"Aku bersumpah,aku tidak pernah berselingkuh.Siapa yang dengan tega mengatakan aku selingkuh.Sedangkan aku sedang hamil anakmu."ucap Selena dengan air mata yang mulai mengalir


"Lalu siapa pemuda yang membawa barang belanjaan mu saat itu.Apa jangan-jangan dia ayah dari bayi yang kau kandung? Berarti selama ini aku kau tipu. Dasar wanita pelacur,jika berasal dari dunia pelacur tetap saja pelacur."umpat pria itu dengan lantang


Selena sangat syok dengan perkataan suaminya.Dia sadar jika dia berasal dari dunia yang nista.Tapi,bagaimana mungkin pria ini meragukan anak yang sedang dia kandung.Pria itu boleh mengatakan jika dia mantan seorang pelacur atau apapun.Tapi,jika suaminya sendiri meragukan anak yang dia kandung.Sungguh,hati Selena sangat sakit.


Pria itu melepaskan Selena dengan mendorong,lalu dia pergi dari hadapan Selena.Wanita itu hanya bisa menangis setelah kepergian suaminya.


Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa suaminya mengetahui jika dia bertemu Marcelian.Dan mengetahui barang belanjaan nya dibawakan oleh Marcelian.


Apakah Pak Dedi yang mengatakan pada suaminya,jika Marcelian membawakan barang belanjaan miliknya?


Itulah yang berada dalam pikiran Selena saat ini,jika benar seperti itu.Sungguh dia harus berhati-hati terhadap supir pribadinya.Hanya hal sepele begitu, suaminya sudah sangat marah.


Mengingat suaminya sendiri,Selena hanya bisa memejamkan matanya.Dia sangat sakit hati dengan perkataan suaminya tadi.


Dia kecewa dengan sikap sang suami,pria itu tidak mau mendengar penjelasannya.Dan dia hanya bisa pasrah.


Penyesalan terus hadir dihatinya,karena dia terlalu terburu-buru menerima pria itu menjadi suaminya.Dan menolak cinta yang tulus dari seorang Marcelian.Kini nasi sudah menjadi bubur,dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi.Dan kini juga dia sedang hamil.Sebisa mungkin dia akan mempertahankan bayi dalam kandungannya.


Dia sudah dua kali mengalami pendarahan, beruntung bayi dalam kandungannya sangat kuat dan terus bertahan.Dia bersyukur,sangat bersyukur.Semoga anak nya lahir dengan selamat,dan dia tidak sabar menunggu momen itu.


*********

__ADS_1


Seminggu lagi, pernikahan Argana dan Yasmin akan dilaksanakan didesa beringin.Semua orang sudah sibuk mempersiapkan semuanya.


Tiga hari sebelum pernikahan,Yasmin akan dipingit terlebih dahulu.Mereka menggunakan adat Banjar,karena bapak Yasmin asli Kalimantan Selatan.


Hari ini, dikediaman Yasmin orang-orang sudah sibuk.Didepan rumahnya,para pria membuat pelaminan.Sedangkan didalam rumah,riuh suara terdengar begitu nyaring oleh canda tawa ibu-ibu yang sedang membuat sambal-sambal.


Para gadis desa berkumpul dikamar Yasmin,mereka bercanda dan meledek Yasmin yang tidak lama lagi akan menikah.Mereka menggoda Yasmin dengan berbagai macam candaan,ada yang bercerita tentang malam pertama dan lainnya.Gelak tawa pun tidak terelakkan lagi didalam kamar calon pengantin itu.


"Kak Yasmin, calon suami kakak punya teman cowok gak? Kalau punya, kenalin dong sama kita."ucap salah seorang gadis berambut panjang daripada yang lain


"Jangan kak, Retno kan sudah punya pacar. Mending kenalin sama aku aja.Aku kah jomblo hehehe."sahut gadis bermata sipit


"Pacar kan belum tentu jodoh,jadi jaga-jaga aja."timpal gadis bernama Retno itu


"Huuuu….." suara gadis lain menyoraki gadis bernama Retno itu.Yasmin hanya tertawa menanggapi lelucon mereka.


Pukul delapan malam,Yasmin duduk dilantai kamarnya.Gadis itu tidak hanya sendiri,disana juga ada beberapa gadis lainnya.Dua orang gadis tengah membalurkan kunyit yang sudah dicampur ke tubuh Yasmin.Mereka hanya sedikit membalurkan nya,tentu nya dibagian luar tubuh Yasmin saja.Sisa nya,Yasmin sendiri melakukan itu.


Setelah selesai,para gadis itu pamit pulang.Kini tinggal lah Yasmin seorang diri di kamarnya.Gadis itu tengah membalurkan sisa kunyit tadi ke seluruh tubuhnya.Setelah itu dia hanya duduk berdiam diri sampai kunyit itu kering.


Yasmin duduk melamun,dia tengah memikirkan sesuatu.Sebentar lagi pernikahan nya akan tiba, pernikahan yang didambakan oleh setiap gadis.


Akhirnya Yasmin membaringkan tubuhnya di atas ranjang baru miliknya.Dia berusaha memejamkan matanya,karena esok hari dia akan memakai Inai.


Tidak menunggu lama, akhirnya Yasmin mulai memasuki alam mimpi.


*********


Dikediaman Johan,semua orang sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan yang akan dibawa ke tempat tinggal calon istri Argana.Argana dan Yasmin satu suku,yaitu suku Banjar.


Oleh karena itu,dia akan membawa hahadap ( seserahan ) yang akan mereka berikan kepada keluarga pengantin wanita.


Sehari sebelum akad, rombongan Argana pergi ke desa dengan menaiki mobil.


Mobil pertama diisi oleh Argana,Johan,dan dan supir serta bibi.


Mobil kedua diisi oleh Jefri beserta istri dan anaknya.Ayah nya pun juga satu mobil dengan nya.

__ADS_1


Mobil ketiga diisi oleh Marcelian dan Takeshi,serta ustadz Hussein dan istrinya.


Mobil keempat diisi oleh keluarga angkat Argana,yaitu Rizal sekeluarga.


Sedangkan mobil terakhir,dibawa oleh Biantara.Disana terdapat berbagai macam keperluan dan lainnya.


Kendaraan mereka beriringan, melewati jalanan yang sudah menggunakan sedikit aspal.


"Kapan kita akan tiba disana Pah?"tanya seorang wanita berusia empat puluh lima tahun.Dia duduk di kursi depan disamping supir,supir itu adalah Jefri sendiri.Yang bertanya tadi adalah istrinya.


"Kira-kira hampir waktu dzuhur mah."sahut Jefri yang sedang mengemudi itu


"Lumayan lama yaa, kalau begitu mama mau tidur dulu."ucap istrinya Jefri,lalu wanita itu memejamkan matanya


Sedangkan dimobil lain,Johan sedari tadi terus bermenung diri.Hal itu tidak luput dari pandangan Argana.


"Kakek sedang melamun kan apa?"tanya Argana


Mendengar pertanyaan Argana, sontak saja lamunan Johan terhenti.Pria itu menatap wajah cucunya yang sangat mirip dengan putri kesayangannya dan menantunya.Pemuda ini sangat adil,dia lebih mengambil kemiripan antara ibu dan ayahnya.


"Ahh tidak,aku hanya sedang senang saja."ucap Johan sekena nya


"Senang tentang apa?"tanya Argana lagi


"Aku sangat senang,karena cucu kesayangan ku akan segera menikah."ungkap Johan,Argana menatap sang kakek dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


"Terimakasih."ucap Johan lagi


"Untuk?"tanya Argana bingung


"Terimakasih telah hadir dihidup kakek selama ini.Kau telah merubah hidup ku yang kesepian menjadi lebih berwarna.Jika kau tidak datang dalam hidupku, mungkin selama nya aku akan terjebak dalam kubangan dosa dan dendam."ucap Johan sambil menatap Argana


"Sudah yaa kek, yang berlalu biarlah berlalu.Kita hanya perlu menata masa depan mulai sekarang.Tidak usah dikenang lagi masa lalu yang buruk, itu hanya akan memperburuk suasana hati."ucap Argana menenangkan kakek nya.Setelah itu, hanya ada keheningan diantara mereka.


Cukup lama perjalanan, akhirnya mereka tiba di desa beringin.Lebih tepatnya,mobil mereka berhenti dihalaman toko milik Argana dan sahabatnya.


Mereka masuk kedalam,mereka akan beristirahat sementara disana.Karena didesa ini tidak ada penginapan,rumah pak kades pun tidak akan cukup menampung mereka semua.

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2