DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 53


__ADS_3

...***...


Pukul 01.30 pagi.


Umihara belum juga bisa memejamkan matanya. Entah kenapa saat itu ia malah teringat dengan apa yang telah la lakukan pada Hasegawa Yuuto.


Kembali ke masa itu.


Umihara, Izaki, Yousuke, dan Matsumoto telah sepakat untuk melakukan rencana mereka sebelum libur nanti.


"Jika kita tidak melakukannya sekarang?. Maka liburan kita nanti tidak akan tenang sama sekali." Umihara sudah tidak tahan lagi. "Aku tidak mau menghabiskan liburanku dengan gangguan, dan yang paling parah?. Kita yang akan jadi korbannya." Itulah yang ia takutkan.


"Aku setuju." Yousuke menepuk pundak Umihara. "Jangan sampai liburan kita rusak hanya karena merasa terancam oleh anak haram itu." Hatinya sangat Panas membayangkan itu semua.


"Baiklah. Nanti pulang Sekolah langsung kita kerjakan." Izaki juga sudah tidak tahan. "Aku juga tidak ingin liburan dalam tekanan yang sangat mencekam, hanya karena anak haram sialan itu." Lanjutnya dengan perasaan dendam yang sangat luar biasa.


"Jika kalian semua telah setuju?. Aku tidak punya pilihan untuk menolaknya." Matsumoto selalu menuruti apa yang dilakukan oleh teman-temannya.


"Ok.kalau begitu kita lakukan persiapan. Umihara memang bersemangat diantara mereka semua.


Setelah pulang sekolah.


Secara diam-diam mereka mengikuti Hasegawa Yuuto, Meskipun mereka tidak mengetahui Hasegawa Yuuto hendak ke mana?. Saat itu mereka memiliki kesempatan yang sangat bagus. Mereka menyeret Hasegawa Yuuto ke tempat proyek pembangunan yang berada di kota?.


"Oi!. Apa yang kalian lakukan padaku?." Yuuto sangat terkejut dengan apa yang telah mereka lakukan padanya.


"Diam kau anak haram!." Umihara memukul wajah Yuuto dengan sangat keras.


"Yuuto!." Mikoto Hase sangat terkejut dengan apa yang telah mereka lakukan pada Yuuto. Ia tidak menduga sama sekali kejadian itu.


"Mati kau anak haram sialan!. Pergi saja kau ke neraka!."

__ADS_1


"Pembunuh bajingan busuk!"


"Mati kau!. Ini adalah balasan dari kami semua yang menitip salam kematian padamu!."


Sumpah serapah mereka katakan serta pukulan bertubi- tubi Saat itu ia terima saat itu.


"Yuuto!." Mikoto Hase sangat terkejut dengan apa yang telah mereka lakukan pada Yuuto. Hatinya sangat sakit melihat itu, ia ingin merasuki tubuh Yuuto agar dapat membalas apa yang telah Mereka lakukan


"Ukh!. Uhuk!." Yuuto tidak melawan sama sekali. Ia hanya pasrah ketika mereka memukulnya, meringis sakit.


"Yuuto."


Saat itu matanya memang menangkap raut wajah Mikoto Hase yang sangat panik.


"Mati kay anak haram sialan!."


Teriak mereka sambil mendorong ke tiang eak bangunan, yang masih di topang dengan kayu.


Mata Mikoto Hase melebar sempurna ketika itu, jantungnya seakan-akan hendak melompat dari tempatnya ketika menyaksikan pembangunan itu runtuh?. Dan menimpa Yuuto.


"Hei!. Apa yang kalian lakukan?!." Teriak seseorang dengan raut wajah ketakutan.


"Lari!." Umihara memberi aba-aba pada mereka segera meninggalkan tempat itu. Mereka sangat terkejut, karena ada seseorang yang memergoki apa yang telah mereka lakukan.


Kembali ke masa ini.


Itulah yang ia ingat saat itu. Ia sangat gelisah ?. Tapi kenapa ia terlihat sangat gelisah ?. "Wanita sialan itu!." Dalam hatinya sangat mengutuk wanita yang saat itu datang?. Dan ikut campur?. "Aku harap dia hanya kebetulan saja." Dalam hatinya sangat gelisah. "Tapi ayah dan ibu telah mengetahui jika aky telah mencelakai hasegawa dari hase sensei." Ucapnya dengan sangat kecewa. "Hase sensei juga!. Benar-benar sangat menyebalkan!. Dari mana dia mengetahui jika kami yang melakukan itu?. Walaupun melalui rekaman cctv?." Hatinya sangat dongkol. "Aku rasa itu karena wanita sialan itu." Pikirannya sangat yakin, jika wanita itu telah memberitahu Hase Sensei. Hatinya saat itu dipenuhi dengan rasa takut yang sangat luar biasa. "Sial!. Gara-gara memikirkan itu?. Aku benar-benar tidak bisa tidur!." Ucapnya dengan suasana hati yang kacau parah.


"Kau tidak usah semarah itu. Kau itu masih muda."


Deg!!.

__ADS_1


Suara itu memang terdengar sangat ramah, akan tetapi entah kenapa?. Suara itu membuat jantung hendak melompat dari tempatnya.


"Tubuhku tidak may digerakkan. "Dalam hati Umihara dipenuhi dengan ketakutan yang sangat luar biasa.


"Kau tenang saja umihara-kun." Dengan senyuman ramah ia berkata seperti itu. "Aku hanya menyapa saja. Jadi kau tidak perlu setakut itu padaku." Ucapnya dengan sangat santainya. Seakan-akan la sedang mengobrol biasa, seakan-akan ia sangat akrab dengan Umihara. "Aku tidak seseram yang kau bayangkan, loh?." Lanjutnya, tawa yang sangat aneh. Tentunya itu membuat Umihara semakin ketakutan.


"Pergi kau sialan!." Dalam hatinya ingin berkata seperti itu. Sayangnya mulutnya seperti bisu saking takutnya, sepertti ada yang menahan suaranya sehingga tidak mau keluar.


"Kau tenang saja. Aku hanya menyapamu saja, aku tidak melakukan apapun padamu. Jadi kau tidak usah takut hanya karena ini." Yuuto malah tertawa aneh. Namun apa yang terjadi setelah itu?. Yuuto terlihat sangat menyeramkan, dan ia naik ke atas tubuh Umihara yang saat itu masih terbaring kaku di tempat tidurnya?. "Kau yang telah membuat aku seperti ini!." Ucapnya dengan sangat seram. "Jadi kau harus tanggung jawab!."


"Huwah!."


Umihara sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat itu. Tiba-tiba saja Yuuto memperlihatkan wajah seramnya?. Dan yang paling parahnya adalah?. Yuuto menimpa dirinya?. Jantungnya semakin berpacu dipenuhi dengan ketakutan yang sangat luar biasa. Saat Yuuto masuk ke dalam tubuhnya?. Barulah ia bisa bergerak dengan sangat bebas. Umihara terbangun dari tidurnya?. Nafasnya terasa sangat sesak, seperti seseorang habis dikejar singa.


Umihara Saat itu menatap sekitarnya?. Itu masih kamarnya "Sial!." Umpatnya dalam ketakutan. Ternyata itu tadi cuma mimpi saja!." Hatinya sangat sakit setelah mengetahui kenyataan itu. "Anak haram itu memang siluman!. Dalam keadaan Sekarat dia masih saja bisa meneror aku?!." Tubuhnya sampai menggigil ketakutan. "Aku harus segera berangkat ke sekolah." Dalam hatinya masih ingat berangkat sekolah?. Karena pada saat itu matanya menangkap jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 6.30 pagi?. Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


Sementara itu Yuuto dan Hase yang memperhatikan Umihara dari alam kegelapan?. Mereka sebenarnya belum puas jika hanya menakuti saja.


"Sukma ini memang tidak bisa menyakiti mereka." Yuuto memperhatikan tubuhnya yang kini telah berbeda. "Tapi setidaknya dengan tubuh ini aku masih bisa menakuti mereka." Lanjutnya dengan senyuman mengerikan.


"Setidaknya itu sangat mengurangi bebanmu yuuto." Hase mencoba menyemangati Yuuto.


"Ya. Aku rasa sepertti itu." Yuuto tidak membantah itu.


"Kalau begitu ayo kita pergi." Hase mengajak Yuuto pergi dari sana.


"Ya." Yuuto hanya mengikuti apa yang dikatakan Hase.


Mereka memang berbeda, karena ada ikatan kontrak. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2