DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 40


__ADS_3

...***...


Yuuto telah kembali ke sekolah?.


Karena Minggu ini adalah Minggu ujian pertengahan semester pertama. Jadi ia terpaksa masuk, dari pada ia mendapatkan pencerahan dari Hase Sensei yang terlihat sangat bersemangat menceramahinya. Akan tetapi saat di kelas pun. Mereka masih saja menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Apakah kita perlu membunuh mereka semua hari ini juga?. Sangat mudah bagiku untuk melakukan itu." Mikoto yang tidak tahan melihatnya.


"Tenang saja. Jangan gegabah dulu, kita belum mengetahui siapa yang telah mengirim surat itu padaku." Bisik Yuuto sambil memperhatikan sekitarnya yang sangat parah aura kegelapan yang mereka perlihatkan padanya.


"Aku rasa mereka telah bersekongkol untuk membunuhmu." Mikoto dapat merasakan itu.


"Membunuh, dibunuh?. Atau diam?." Yuuto merasakan gejolak luar biasa. "Kau mau yang mana mikoto-kun?." Matanya terlihat sangat bergejolak.


"Kau memang wadah yang sangat tepat, yuuto." Mikoto juga merasakannya.


Sementara itu Umihara, Yousuke, Izaki, dan Matsumoto saat itu dapat melihatnya dengan sangat jelas bagaimana Yuuto yang masuk dalam keadaan baik-baik saja.


"Kalian lihat?. Anak sialan itu masih saja di sini." Hatinya telah menggebu-gebu ingin melakukan sesuatu pada Yuuto.


"Tahanlah sejenak. Kita tidak boleh gegabah. Kita harus mengatasi masalah ini dengan matang. Akan berbahaya jika kita sampai ketahuan di sini." Yousuke kembali mengingat Umihara agar tidak terlalu terburu-buru.


"Kita lakukan setelah ini." Matsumoto terlihat kesal. "Aku sebenarnya tidak tahan lagi." Ia sangat kesal dengan apa yang terjadi.


"Kalian semua jangan sampai terbawa suasana." Izaki juga kesal. "Ini semua demi keselamatan kita semua." Lanjutnya.


Mereka semua telah berencana melakukan niat mereka pada hari ini juga. Apakah akan berhasil?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


...***...


Sementara itu Natsume Sensei dan Hase Sensei saat itu berada di ruang BK. Mereka masih membahas masalah Hasegawa Yuuto, dan hubungan dengan kecelakaan yang dialami oleh Kentaro dan Tsuruhima.


"Apakah kau telah menanyakan tentang kecelakaan itu?. Hase sensei?." Ia terlihat sangat tidak sabaran.


"Yuuto telah mengatakannya, jika kecelakaan itu tidak ada hubungan dengannya. Jadi berhentilah mencurigainya natsume sensei." Balas Hase Sensei sedikit jengkel. "Dendam apa yang kau rasakan pada anak itu?. Sehingga kau ingin sekali mendengarkan pengakuan bersalahnya itu?." Kesal memang, itulah yang ia rasakan saat itu. "Bahkan jika aku ingin menuntut, maka kau juga harus bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi pada adikku mikoto hase. Karena kau telah berani menyembunyikan semua rahasia itu dari kami!. Aku sama sekali tidak terima atas apa alasan kenapa adikku hase bunuh diri!." Ada gejolak emosi yang ia rasakan saat itu. Sungguh, hatinya sangat kesal, marah, dan ingin menghajar Natsume Sensei saat itu.


"Kegh!. Kau ini kenapa malah membela yuuto?. Saat ini dia telah melakukan kriminal!. Apakah itu yang kau inginkan darinya?!." Dengan kesalnya ia sedikit mengeraskan suaranya. Karena perasaan sesak yang mengekang rongga dadanya, hingga ia ingin melampiaskan amarahnya dengan meninggikan suaranya kala itu.


"Sudahlah natsume sensei. Jika kita terus seperti ini, kita tidak akan menyelesaikan masalah ini." Rasanya ia sangat lelah jika hanya berdebat. "Kita harusnya mencari jalan keluar dari masalah ini. Merangkul kembali hati yuuto agar tidak melakukan hal yang lebih buruk lagi." Lanjutnya sambil memperhatikan foto Hasegawa Yuuto yang sangat mirip sekali dengan adiknya.


"Kau ini sangat lemah sekali. Aku rasa itulah alasan yuuto tidak mau mengakui kesalahannya. Karena kau terlalu baik padanya." Natsume Sensei memiliki pandangan lain terhadap Yuuto. "Aku akan mencoba membuatnya mengakui apa yang telah dilakukan yuuto. Walaupun pada akhirnya aku harus berhadapan dengan mikoto hase nantinya." Ucapnya dengan perasaan sesak. Setelah berkata seperti itu ia langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Apa yang akan dia lakukan memangnya?." Dalam hati Hase Sensei sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Natsume Sensei.


...***...


Sementara itu.


Suasana kelas masih tenang, karena saat itu sedang berlangsung ujian bahasa Inggris. Mereka semua telah diatur dengan serapi mungkin, supaya tidak ada yang menyontek. Hasegawa Yuuto diasingkan sendirian, karena posisinya saat itu tidak bisa dibiarkan untuk membuat keributan. Itu semua ide dari Hase Sensei yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Hasegawa Yuuto ketika ujian nantinya.


"Mikami nii memang sangat luar biasa." Mikoto hampir saja tertawa melihat ide kakaknya yang sangat agresif pada Yuuto.


"Diam lah mikoto-kun. Kau membuat aku terganggu." Bisik Yuuto dengan kesalnya.


"Ayolah. Diam saja aku tidak bisa." Balasnya. "Mereka semua itu sedang melakukan kecurangan ketika ujian loh?." Lanjutnya. "Bagaimana kita beri dia pelajaran berharga?." Mikoto mengedipkan matanya dengan genitnya.

__ADS_1


"Lakukan sesukamu. Tapi jangan ganggu aku." Yuuto tidak mencegahnya sama sekali.


"Akan aku lakukan dengan sesuka hati." Mikoto semakin bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan.


Kembali ke masa itu.


Ketika Mikoto Hase hidup 6 tahun yang lalu. Di tempat yang sama, dan kala itu di tanggal yang hampir sama?. Mikoto Hase juga mengikuti ujian semester pertama di kelas 3.


"Hari ini kita akan mengadakan ujian pertama. Saya harap kalian tidak melakukan kecurangan ya?." Daisuke Sensei yang kala itu mengawasi ujian mereka. Karena ujian bahasa Inggris kala itu, sehingga ia yang bertanggungjawab atas ujian itu.


"Baik pak!." Balas mereka dengan kompak.


Kertas ujian itu pun berikan semua pada siswa yang masuk dalam ujian pada hari itu. Mikoto Hase yang pada saat itu duduk di tempat duduk paling belakang barisan di dekat tembok, ia mendapatkan kereta paling terakhir.


"Kau akan menerima ujian juga dari kami." Nakisa yang kala itu masih saja suka mengancam Mikoto Hase.


"Kegh!. Apa yang dia inginkan dariku dengan melakukan itu?. Benar-benar sangat menyebalkan!." Dalam hati Mikoto Hase sangat kesal dengan itu.


"Ingat ya?. Jika kalian ketahuan mencontek?. Maka kalian akan langsung dikeluarkan dari kelas ini." Daisuke Sensei kembali memberikan peringatan pada mereka semua.


"Baik pak." Balas mereka dengan sangat patuhnya.


Lima menit, sepuluh, menit, lima belas menit. Suasana masih tenang, tidak ada satupun yang berulah saat itu. Suasana tenang seperti itu sama persisnya dengan waktu yang dialami Hasegawa Yuuto di masa enam tahun mendatang?. Apakah waktu saat itu terhubung?. Apakah ada dimensi waktu yang membuat mereka memiliki persamaan waktu?.


Saat itu, ada sebuah kertas yang terlempar ke arah Mikoto Hase, dan juga ke arah Hasegawa Yuuto. Sungguh persamaan yang sangat hebat, sehingga keadaan itu membuat seisi kelas melihat ke arah sumber itu. Seakan-akan mereka memang menyadarinya.


Apakah yang terjadi sebenarnya?. Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2