
Yasmin menarik nafas panjang ketika adik sang nenek yang duduk menikmati sarapan bersama dengan keluarganya saat ini terus menatapnya.Dia sangat merasa risih diperhatikan seperti itu, walaupun hanya sesekali.Ini bukan pertemuan pertama mereka,tapi tetap saja dirinya merasa canggung.Karena mereka tidak sedekat itu.
Sedangkan Alang,bukan tanpa alasan memandang cucu keponakannya itu.Dia merasa gadis itu memilik khadam,yaitu penjaga yang hanya bisa dilihat oleh orang tertentu.Orang yang mempunyai sedikit kelebihan.
"Kau mau tambah nasi dan lauk nya lagi Alang?"tanya nenek nya Yasmin
Alang langsung menggeleng."Tidak perlu kak,ini sudah cukup."ucap nya
"Paman tidak usah merasa sungkan,kita adalah keluarga."ucap Ibunya Yasmin
"Benar paman,paman jangan merasa sungkan disini.Anggap saja seperti dirumah sendiri."timpal Bima
"Kalau boleh dianggap rumah sendiri,boleh paman jual rumah kalian?"ucap Alang bercanda,dia langsung tertawa saat melihat wajah tegang Bima."Aku hanya bercanda,jangan dimasukkan ke dalam hati."ucap Bima cepat
"Hahaha paman ini."ucap Bima tertawa malu
Lalu mereka kembali melanjutkan makan dan akhirnya selesai.Farisham langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja dan berpamitan kepada keluarganya.
"Hati-hati dijalan yaa nak."ucap Alang setelah Farisham mencium punggung tangannya
"Baik kek."sahut Pemuda itu,setelah itu dia pergi menuju ke toko.Kini tinggal lah Bima dan Alang yang duduk di kursi yang berada didepan rumah.Mereka pun mengobrol dan membicarakan berbagai macam hal.Asik mengobrol,Yasmin datang membawakan dua cangkir kopi panas dan sepiring ubi rebus dengan gula merah yang sudah diiris
"Terimakasih nak."ucap Alang sambil menatap cucu kakak nya
"Sama-sama kek."sahut Yasmin ,lalu dia pamit ke belakang
"Bima,berapa umur anak sulung mu itu?'tanya Alang pada keponakan nya
"Sudah dua puluh dua tahun paman."sahut Bima
"Tidak ada kah tanda-tanda dia untuk menikah? Bukan kah dia termasuk kembang desa ? Apakah tidak ada yang meminang nya?"tanya Alang yang merasa heran, biasanya diumur seperti itu.Seorang wanita didesa nya sudah memiliki suami dan anak.Lalu cucu kakak nya ini,jangan kan punya anak.Memiliki suaminya saja tidak.
"Yang mau dengan nya sangat banyak paman,tapi aku harus selektif dalam memilih pasangan untuk nya."ucap Bima sambil mengisap rokoknya
"Jangan terlalu pemilih,kata orang dulu.Terlalu pemilih tidak baik."ucap Alang menasehati
"Aku tahu yang terbaik untuk putriku paman."ucap Bima dengan tegas
Alang hanya bisa menghela nafas,sifat keras kepala keponakannya ini sama persis dengan sifat kakaknya.Tidak Seperti almarhum Abang iparnya yang bersifat lemah lembut.
"Sebenarnya ada seorang pemuda yang berniat serius dengan Yasmin.Pemuda itu dan putri ku saling mencintai,tapi aku tidak ingin mereka bersama."ucap Bima yang langsung teringat dengan Argana,anak dari wanita yang dia cintai.Dan wanita yang tidak bisa membuatnya melupakan, walaupun sedikit pun.
__ADS_1
"Lalu? Kenapa kau tidak ingin mereka bersama?"tanya Alang dengan alis berkerut
"Paman masih ingatkan dengan peristiwa yang terjadi didesa ini."
"Peristiwa yang mana?"tanya Alang
"Kebakaran yang terjadi malam itu dan kemudian roh nya menghantui semua orang."
"Apa hubungannya percintaan putrimu dengan kejadian puluhan tahun silam?"
"Pemuda itu adalah putra mereka."ucap Bima pelan sambil menghisap rokok nya dan membuang asap nya
"Apa? Lalu bagaimana dengan putrimu? Apakah dia tahu alasan kau tidak menyetujui hubungan mereka?"
"Yasmin sudah tahu,dia tidak sengaja mendengar pembicaraan aku dan ibu.Awal nya dia sangat marah,tapi sekarang entahlah.Aku tidak tahu."ucap Bima
"Kau ini, gara-gara rasa sakit hatimu.Kini putrimu yang harus merasa patah hati."ucap Alang geleng-geleng kepala. "Aku ingin sekali menyetujui hubungan mereka,tapi aku takut pemuda itu dan keluarga nya tahu fakta yang sebenarnya.Dan putri ku akhirnya akan merasa terluka.Aku tidak ingin itu semua terjadi.Padahal pemuda itu kaya raya."ucap Bima
"Apa salahnya kau berikan Restu kepada mereka.Jika urusan pemuda itu dan keluarga nya tahu,itu urusan belakangan Bima.Yang penting perasaan putrimu baik-baik saja.Lebih baik dia cepat kau nikah kan,umur semakin bertambah.Apa kata orang nanti jika dia disebut perawan tua.Kau mau itu terjadi?"tanya Alang
"Tentu saja tidak,aku hanya memilih-milih pasangan yang baik untuk anak ku."ucap Bima
"Terserah kau saja,aku sudah memberimu saran."ucap Alang
*********
Mobil yang johan tumpangi memasuki pedesaan dan tidak lama kemudian mereka tiba didepan rumah yang paling besar didesa itu.Didepan rumah terlihat seorang pria yang seumuran dengan Johan sedang duduk sambil menghisap rokok nya.Pria bernama Aji langsung berdiri dan menghampir Johan yang telah keluar dari mobil.
"Apa kabar Johan?"tanya Aji
"Baik. Bagaimana dengan mu?"ucap Johan balas bertanya
"Aku baik. Mau mampir dulu atau langsung kesana ?"tanya Aji
"Langsung saja,kalau mampir dulu bisa kemalaman nanti aku diperjalanan."ucap Johan
"Baiklah. Rupanya kau tidak sabar menemui guruku."ledek Aji
"Benar sekali."
Mereka memilih berjalan kaki saja,karena jarak nya tidak jauh.Lebih kurang sepuluh menit perjalanan mereka,akhirnya mereka tiba didepan rumah yang sangat tua.Rumah itu berada didekat pohon beringin dan tiba-tiba saja pintu depan langsung terbuka.
__ADS_1
"Masuk."ucap seseorang dari dalam,mereka berdua pun lekas berjalan ke dalam rumah.Dan Seperti dahulu,rumah ini tidak ada perubahan.Baik luar maupun didalamnya.Hanya ruangan tempat Ki Kardi saja yang terang,terang karena api yang berada didekat tempat ritual nya.
"Duduk."titah dukun bernama Kardi
Johan dan Aji segera duduk,dan Johan langsung mengatakan kepada dukun itu."Apakah Ki Kardi bisa membantu aku agar bisa lepas dari jin yang menyerupai almarhum putriku?"
"Tidak semudah itu bisa lepas dari nya. Dia sudah melakukan banyak hal kepadamu.Dan sosok itu juga sepertinya sangat nyaman bersama mu."ucap Ki Kardi
"Tapi aku yang merasa tidak nyaman Ki."ucap Johan mengeluh
"Jin itu tidak bisa sembarangan di usir,apalagi kau yang memanggilnya.Dia sudah nyaman dengan identitas nya seperti itu.Akan sangat sulit bagimu untuk lepas darinya."ucap Ki Kardi,sehingga membuat Johan bingung.
"Jadi,apa yang harus aku lakukan Ki."
"Kau hanya perlu memberinya makan setahun sekali.Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan,kau boleh pergi."ucap pria itu
"Terimakasih Ki."ucap Johan lalu dia memberikan uang kepada dukun itu.Itu hanya sebagai bentuk ungkapan terimakasih.Lali Johan dan Aji meninggal kan rumah dukun itu.
Johan mampir sebentar ke rumah Aji dan mereka terus berbincang-bincang,hingga tidak terasa hari sudah semakin sore.Dan akhirnya Johan pamit undur diri.
Mobil yang ditumpangi Johan melaju keluar dari desa tempat temannya.Hari sudah memasuki maghrib,namun mereka belum tiba ke rumah.Tiba-tiba dijalanan yang sangat sepi,mobil mereka berhenti.
Setelah diperiksa,ternyata ban mobilnya kempes.Dan kebetulan sekali sinyal sangat susah.Akhirnya Johan merasa kesulitan untuk menghubungi Argana.Dia duduk diam dimobil,sedangkan supir nya memeriksa mobil itu dan mengambil ban serep untuk mengganti ban mobil yang bocor.
Asik memegang ponselnya, tiba-tiba saja Johan merasa seperti di awasi.Saat dia mengangkat wajahnya ke depan,dia langsung menjerit.Karena sosok jin yang menyerupai Arum putrinya berada tepat didepan nya.Sehingga dia sangat terkejut."A-apa yang kau lakukan disini?"hanya Johan
Sedangkan sosok itu hanya diam dan memainkan rambutnya.Johan melihat sosok itu hanya berdiam diri.Tapi dia terus menatap Johan dengan ekspresi datar.
Beberapa kali Johan bertanya,namun sosok itu tidak menjawab pertanyaan nya.Akhirnya Johan berdiam diri sambil menunggu supir pribadinya yang sangat lama sekali menurut nya.
Tidak lama kemudian, supir pribadi johan masuk ke dalam.Lalu dia menoleh ke sampingnya dan sontak saja dia terkejut."Se-setaaaannnn.....!!!"gumam sang supir itu sambil menutup matanya
Sosok itu segera menghilang dan Johan menghela napas.Sosok itu tidak lagi meminta makan, karena tadi pagi dia sudah memberikan sosok itu makan.Makanan nya yaitu darah ayam jantan dan kembang kantil.Sosok itu sangat menyukai jenis kembang-kembang harum.
"Kenapa pak?"tanya Johan,dia hanya berpura-pura seolah tidak tahu.
"Ada setan' pak."ucap Supir
"Tidak ada,mungkin itu cuma halusinasi kau saja.Cepat hidupkan mesin mobil.Kita harus segera pulang,karena Maghrib sudah lewat.Lalu mereka kembali pulang dengan mobil.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG.
🔥🔥🔥