
Malam ini, Argana dan Johan langsung pulang ke rumahnya.Mereka tidak langsung beristirahat,namun mereka memilih duduk di sofa.Kedua nya duduk berhadapan dan mereka mulai berbicara.
"Kek,aku ingin mengatakan sesuatu."ucap Argana mulai bicara
"Katakan lah nak."ucap Johan
"Begini,kakek masih ingatkan tempat dimana rumah ayah dan ibu dibangun."ucap Argana dan dibalas anggukan Johan.Kemudian Argana melanjutkan perkataannya."Jadi begini,aku tadi pagi pergi ke desa menemui pak kades dan bertanya tentang tempat itu.Setelah sekian lama,tanah itu dibangun rumah oleh seseorang yang tidak aku kenal.Pak kades pernah mengatakan bahwa pemilik rumah itu dulunya adalah seorang pemuja setan.
Dan pemilik rumah itu telah tiada karena dihukum oleh warga.Karena dia ketahuan menculik wanita hamil dan menumbalkan bayi yang dilahirkan secara paksa dari perut ibunya.Warga murka dan membakarnya.Jadi,sekarang rumah itu tidak ada pemiliknya lagi.Aku mengatakan kepada pak kades,jika aku ingin membeli rumah itu jika ada ahli warisnya.
Yaa, walaupun sebenarnya tempat itu kan tanah ayah dan ibu.Tetapi, tetap saja bangunan rumah itu bukan milik kedua orang tua ku, melainkan orang lain."ucap Argana menjelaskan
Johan menyimak perkataan cucu kesayangannya itu,lalu dia berkata."Kenapa kakek tidak kepikiran yaa dengan tempat itu sedari dulu.Kalau kau sudah memilik tempat itu,lalu mau kau gunakan untuk apa tempat itu?"tanya Johan
"Entahlah kek,aku hanya ingin saja.Mungkin karena tanah itu bekas perumahan ayah dan ibu.Dan disitu juga tempat kelahiran ku."ucap Argana
"Jika itu yang kau inginkan, lakukan saja nak."ucap Johan sambil menatap hangat cucunya
"Terimakasih kek."ucap Argana,karena kakek nya selalu paham apa yang dia ingin kan
"Sama-sama. Ohh yaa, bagaimana hubungan mu dengan gadis itu?"tanya Johan
"Masih seperti biasa."ucap Argana
"Belum mendapatkan restu?"tanya Johan lagi
"Heheh belum kek."ucap Argana sambil tersenyum tertahan
"Tetap semangat dan berusaha,jangan pantang menyerah.Kalau di ingat-ingat,dulu ayah dan ibu mu hampir sama seperti kau Arga.Dulu aku tidak merestui hubungan mereka juga dan aku malah mengusir mereka."ucap Johan dengan mata berkaca-kaca,bila mengingat Arum hatinya selalu diliputi rasa bersalah.
"Itu semua sudah berlalu kek."ucap Argana menenangkan kakeknya
"Tapi aku masih diliputi rasa bersalah nak,dan kini kau harus merasakan hal yang sama juga.Yaitu hubungan kalian di tentang oleh bapak gadis itu.Dan aku harap,kau harus berusaha dan jangan melakukan backstreet.Karena itu tidak baik akhirnya."ucap Johan menasehati cucunya,agar tak melakukan backstreet.Karena hubungan yang dijalin dengan cara kabur-kaburan tidak akan baik.
Karena sudah larut malam,Johan dan Argana masuk ke kamar masing-masing.Andai saja belum mengantuk dan larut malam, Johan ingin berbicara lagi dengan cucunya.Dia ingin sekali bercerita banyak kepada pemuda itu.
*********
Tepatnya pukul dua belas malam.Angin berhembus begitu lirih,rasa dingin menusuk sampai ke tulang.Didalam kamarnya,Johan terlihat gelisah tidak bisa tidur.Sebab, akhir-akhir ini dia sering merasa seperti ada yang terus menerus melihatnya.
PRAANKK
BUUGGG
Terdengar bunyi benda jatuh,Johan langsung bangun dari tempat tidur nya."Suara nya seperti di kamar sebelah."ucap Johan bermonolog
Lalu pria yang tidak muda lagi itu bangkit dari tempat tidur nya dan menuju ke keluar.Dia memeriksa kamar yang berada disebelah kamar nya.Dan dia tidak menemukan apapun.Benda-benda disana pun masih tersusun rapi."Aneh sekali,tidak ada apa-apa.Tapi bunyi nya tadi seperti disini."ucapnya heran
Lalu dia ingin keluar dari kamar itu, tiba-tiba.....
KRAAAKK KRAAAKK KREEETAAAKK KREEETAAAKK
__ADS_1
Terdengar seperti bunyi sesuatu yang patah dibelakangnya,Johan segera menoleh.Dan dia sangat terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.
Pemandangan dihadapannya sangat menyeramkan.Bagaimana tidak,sosok itu memakai pakaian putih lusuh dan rambut panjang.Sosok itu sedang tersenyum sinis kepadanya dan sosok itu menggerakkan lehernya ke kanan.
KRAAAKK KREEETAAAKK KRAAKK
"Ayaahh.....beri aku makan."ucap sosok itu lirih."Aku sangat lapaarrr."
Johan tidak bisa berkata apa-apa,namun dia ingat siapa sosok dihadapan nya itu.Sosok itu adalah jin qarin yang menyerupai putrinya,yang sempat dia pelihara dan membantu nya membalaskan dendam atas kematian putrinya.Sosok ini sudah lama tidak menampakkan dirinya,kecuali dia panggil.Namun,malam ini sosok itu hadir kembali setelah dia tidak pernah melakukan balas dendam pada warga desa beringin.
Biasanya,sosok jin yang dia pelihara ini akan datang ketika di panggil.Sosok itu selalu minta disajikan darah ayam kampung jantan dan bunga kantil.Dia sangat menyukainya.
Johan memang bertobat,tapi dia lupa untuk membuang peliharaannya ini.Saking lupa nya,dia tidak pernah mengatakan kepada siapapun tentang sosok jin qarin ini.Dia pikir,sejak dia bertobat tidak ada gangguan apapun.Sosok itu pun tidak pernah datang lagi.
Dan sekarang,sosok itu berdiri dihadapannya untuk meminta makan.Karena di kamar ini lah dia melakukan segala ritual.
'Ku mohon pergi lah,aku tidak membutuhkan mu lagi.'ucap Johan
Namun sayang sekali, ucapannya itu hanya sampai tenggorokan nya saja.Dia tidak bisa bersuara dan sosok itu mulai mendekat ke arahnya dengan ekspresi datar.Lalu sosok itu membuka mulutnya dan ........
ARGGHHHHHH
Johan pun langsung menjerit."Aaaaa tidaaaakk....hhhh hhhh....."
Tiba-tiba saja Johan langsung terbangun dari tidurnya dengan terengah-engah.Dia langsung mengusap wajahnya."Ternyata cuma mimpi,tapi rasanya seperti nyata sekali."ucap Johan
Lalu dia melirik ke jam dinding,sudah pukul tiga dini hari.Dia beranjak dari tempat tidur lalu menuju ke kamar mandi.Johan membasuh wajah nya dan bercermin.Terlihat kerutan di wajah nya,namun dia masih terlihat gagah sampai saat ini.
Kemudian dia masuk kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya.Dia masih teringat dengan mimpi tadi,bahkan dirinya merasa merinding.Masih terlintas di pikiran nya,jika dia pernah balas dendam dengan keji.Dan dia menggunakan jin itu sebagai perantara untuk membunuh mereka.
*********
Disebuah rumah yang berada didesa beringin,semua anggota keluarga terlihat panik.Seorang wanita tua terlihat terbaring dengan kondisi tubuh kaku.Namun mata nya masih bergerak-gerak melotot ke arah atap.Dada nya terlihat turun naik dan suara menggumam sesuatu yang tidak jelas.
Wanita itu menginap dirumah anak nya,karena dia ingin melakukan serangan secara diam-diam pada orang yang sok alim didesa ini.
"Ibu. Ibu kenapa begini?"tanya pria paruh baya yang berada didekat wanita tua itu
"Jawab dong bu."ucap pria itu lagi,pria tidak lain adalah Bima.Dia adalah bapak nya Yasmin.
Karena tidak kunjung mendapatkan sahutan dari sang ibu,Bima mengambil ponselnya dan menelpon nomor seseorang.Tidak lama kemudian,terdengar suara diseberang sana.
"Hallo,ada apa Bima."ucap pemilik yang berada dibalik telepon
"Paman,tolong datang ke rumah ku.Ibu sedang sekarat."ucap Bima dengan nada panik
"Apa? Sekarat? Apa maksudmu Bima,katakan dengan jelas."terdengar suara keras dibalik telepon
"Pokoknya paman segera datang kerumah ku,ibu tidak terlihat baik-baik saja sekarang."ucap Bima lalu menutup panggilan nya.
Selama tiga puluh menit Bima menunggu kedatangan paman nya.Akhirnya paman nya datang dengan masuk tergesa-gesa.Paman nya itu langsung mendekati saudari wanitanya.
__ADS_1
"Kak,kenapa kau seperti ini?"tanya pria itu
Tiba-tiba pria itu mendengar suara bisikin lirih disampingnya."Tuan,lihat lah kakak tuan dengan mata batin."ucap sosok itu,sosok itu tinggi besar dan berwajah rupawan saat menampakkan diri didekat paman nya Bima.
Paman Bima yang dikenal dengan panggil Alang itu membuka mata batinnya.Dan dia melihat kakaknya terkena banaspati yang dia kirim kepada orang lain.Banaspati itu berbalik menghantam kakaknya sendiri.Sontak saja Alang terkejut,tidak pernah dalam hidupnya.Kakak nya kalah dan menerima serangan balik dari yang dia kirimkan.
Namun ini lah nyata nya,banaspati itu mencelakai kakak nya.Jika orang biasa,mungkin saja kakak nya itu sudah mati.Alang pun berkata kepada jin peliharaan nya."Bujang,bantu kakak ku melepaskan banaspati yang kembali kepada dirinya."titah Alang
Sosok pria bernama Bujang itu mengangguk dan wujudnya berubah menjadi gumpalan asap.Kemudian masuk ke dalam tubuh ibunya Bima.Tidak lama kemudian,ibunya Bima kembali sehat seperti sedia kala.Tidak melotot seperti tadi.
Bujang pun sudah keluar saat Ibunya Bima bergerak dengan baik.Sosok Bujang tetap setia di samping Alang,karena dia abdi setia paman nya Bima.
"Bagaimana keadaan mu kakak?"tanya Alang
"Sekarang aku baik-baik saja."ucap wanita itu pelan,dan dia melihat ke arah semua orang."Tinggalkan aku bersama Alang,kalian boleh keluar dari kamar."ucap wanita itu lagi
"Bu,apakah ibu baik-baik saja?"tanya Bima yang sekarang sudah merasa lega,sebab ibunya telah sehat seperti sedia kala.
"Aku baik-baik saja."
Setelah itu Bima dan anak-anak serta istrinya keluar.Kini tinggal lah ibunya Bima dan Alang berdua.Tidak,bukan berdua tapi bertiga.Karena sosok Bujang itu hanya bisa dilihat oleh orang yang mempunyai kelebihan saja.
"Siapa orang yang kakak kirimkan Banaspati,hingga banaspati itu menyerang sendiri ke tuan nya? Pasti orang itu bukan orang biasa."ucap Alang
"Dia hanya pria biasa."ucap Ibunya Bima
"Lalu."
"Tapi dia pria alim,mungkin itu yang membuat kiriman ku mengenai aku sendiri.Benar-benar tidak bisa dibiarkan,aku akan kembali menyerang orang itu."ucap nya dengan geram
"Ada masalah apa kakak dengan nya, sehingga kakak menyerang nya."tanya Alang
"Aku tidak menyukai pria alim itu,karena dia separuh warga disini melakukan ibadah.Seharus nya tempat ini tidak boleh di adakan ibadah."ucap wanita tua itu
"Ohh begitu,jika kakak butuh bantuan.Aku akan membantu kakak."ucap adik Ibunya Bima
"Terimakasih Alang,kau telah membantuku lepas dari Banaspati yang menyerang ku."ucapnya
"Tidak,bukan aku yang menolong mu kak.Tapi Bujang lah yang melakukan itu semua."
Ibunya Bima menatap sosok pria tampan yang berada disamping Alang.Kemudian dia tersenyum,"Terimakasih Bujang,berkat pertolongan mu aku bisa selamat."
"Tidak perlu berterimakasih,aku akan selalu melakukan apapun perintah dari tuanku."ucap Bujang
Setelah itu,terdengar suara ayam berkokok dengan lantang.Semua orang mulai bangun.
"Sudah pagi,kau bisa beristirahat dulu Alang.Pasti kau lelah saat ini."ucap ibunya Bima
"Baik kak."
Lalu Alang beristirahat di atas lantai yang beralas tikar pandan.Kemudian dia memejamkan matanya.
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG