
Bima dibawa warga ke balai desa,dia di adili semua orang.Warga sangat membenci dirinya,karena pria itu lah yang menyebabkan anak mereka tiada.Memang tidak secara langsung,tapi karena fitnah yang dia ciptakan.Akhirnya warga kalap dan membakar Fandi dan isterinya didalam rumah.
"LEPASKAN AKU."teriak Bima sambil memberontak
"DIAM."bentak salah satu pria yang memegang lengannya dengan kuat.Badan nya sangat besar begitupun suaranya.Hingga saat dia membentak tadi, suaranya menggelegar.
"AKU TIDAK PERNAH MELAKUKAN ITU SEMUA,KALIAN SALAH MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI INI.KALIAN SUDAH DI HASUT OLEH PEMUDA KOTA ITU."teriak Bima lagi, sehingga membuat warga geram dengan tingkah nya.Sudah salah,masih saja berkelakuan seperti itu.
Setiba di balai desa, mereka mengikat tangan dan kaki Bima dan mendorong nya ke langai.Mereka memperlakukan Bima dengan tidak baik.Karena bagi mereka,itu tidak sebanding dengan perbuatannya.
Setelah semua orang berkumpul,tetua desa dan kepala desa duduk berdekatan.Begitu pula dengan para pemerintah desa.
"LEPASKAN AKU,AKU TIDAK SALAH.,"ucap Bima sambil menggerakkan tangan serta kakinya yang diikat.
"Bima,aku tidak menyangka dengan perbuatan mu.Tega sekali kau melakukan ini.Apa salah Fandi dan istrinya,hingga kau tega memfitnah nya?"tanya pak kades mulai berbicara setelah warga hening.Padahal,semua warga ingin sekali memukuli Bima.Mereka sangat kesal dengan tingkah Bima.
"Aku tidak pernah melakukan apapun.Dan lagi pula,kenapa pak kades lebih mempercayai perkataan pemuda itu daripada aku.Padahal aku warga desa beringin."sentak Bima
Pak kades dan yang lainnya menggelengkan kepala dengan sikap Bima.
"Aku bisa membedakan yang mana baik dan jahat.Pemuda itu tidak jahat dan aku mempercayai nya.Bukan kah kau ingat, bahwasanya bukan hanya pemuda itu yang berkata.Tapi,ada Aziz yang berkata jujur tadi."pak kades kembali berkata
"Benar,aku memang bersalah karena mengikuti perintah Bima.Dia juga tega membunuh dua temanku yang merupakan temannya juga.Dia tidak ingin kami melaporkan perbuatan nya kepada warga.Beruntung aku selamat dari pembunuhan yang dia lakukan."ucap Aziz bersaksi
"Bohong. Jangan mempercayai perkataan nya,dia hanya ingin mempengaruhi kalian semua.Aku tidak bersalah,ku mohon lepaskan aku."ucap Bima dengan lantang
"Hei Bima,lebih baik kau mengaku saja atau kami akan memperlakukan kau dengan buruk.Seperti perlakuan kau terhadap ayah ibu pemuda tadi."bentak salah seorang warga yang sudah kesal dengan perilaku Bima
"Iya,mengaku saja."teriak warga,hingga membuat ruangan yang tadi nya dalam keadaan hening.Kini menjadi ramai dan semakin panas saja.
Tetua adat mengangkat tangannya,memberi kode pada semua warga agar kembali diam.Warga pun menuruti kemauan sang tetua adat yang sudah lanjut usia itu.
"Aku bertanya sekali lagi,katakan saja
yang sejujurnya Bima.Aku masih bersikap lembut terhadap mu.Jangan sampai aku melakukan kekerasan terhadap kau."ucap sang tetua adat yang bernama Badrun
Bima terdiam mendengar perkataan Badrun,dia ingin jujur tapi takut.Gara-gara cinta,dia melakukan segala cara.Dan demi kepuasan semata,dia tega memfitnah teman karibnya dan membakar teman serta orang yang dia cintai.
Sampai detik ini,Bima masih mencintai Arum.Dia tidak pernah mencintai istrinya,dia hanya menyayangi kedua anaknya.Bagi Bima, isterinya tidak lah penting.
Semua orang masih menunggu penjelasan Bima,hingga salah seorang warga kesal dan melempar nya dengan batu.Lemparan itu mengenai pelipis nya hingga berdarah.
__ADS_1
"HERMAN,APA YANG KAU LAKUKAN?"bentak Badrun,dia kesal dengan perbuatan Herman.Pria yang melempari Bima dengan batu itu.
"Dia sangat lambat berkata paman,aku sudah bosan."ucap Herman dengan santai
Badrun sang tetua desa hanya menghela nafas,lalu dia berkata."Sabar Herman,jangan lakukan perbuatan tadi.Aku akan menindaklanjuti dan memberi hukuman kepada kalian jika berbuat seperti tadi."ucap Badrun Dnegan lantang
Semua warga hanya tertunduk dan diam,salah seorang teman Herman menyuruh Herman untuk segera duduk.Akhirnya Herman duduk kembali, walaupun dia masih kesal dengan Bima.
"Bima,kau ingin berkata sendiri atau dipaksa dulu?"tanya Badrun dengan ekspresi datar
Bima menghela nafas panjang,namun dia tidak mengatakan apapun.
*********
Rombongan Argana segera mengemasi barang-barang mereka.Setelah berpamitan dengan Bu kades,mereka masuk ke dalam mobil dan pulang ke kota.Tidak ada perubahan tempat dalam mobil.Mereka tetap semobil seperti saat datang ke desa ini.
Sejak kejadian tadi hingga masuk ke dalam mobil,Argana hanya bisa duduk termenung dan berdiam diri.Johan sebagai kakek hanya bisa diam dan menunggu cucu nya untuk berbicara.
Sedangkan Argana larut dalam hayalan nya,kenangan saat dia berjumpa pertama kali dengan Yasmin.Hingga akhirnya dia jatuh hati pada gadis itu.Cintanya pun bersambut dan tidak bertepuk sebelah tangan.Yasmin juga mencintai nya,namun cinta mereka terhalang restu dari bapak nya Yasmin.
Cukup sulit mereka berhubungan dan tiba saatnya dia melamar gadis itu,entah kenapa bapak nya Yasmin menerimanya.Persiapan pernikahan pun mulai dilakukan dan saat mereka ingin melakukan akad.Argana mendapatkan fakta besar yang sangat menyakitkan.
Dia sudah berdamai atas kematian orang tuanya.Tapi,saat dia mengetahui jika gadis yang akan dia nikahi adalah anak dari penyebab kematian kedua orang tuanya.Dia sangat kecewa dan tidak bisa berpikir banyak,dia sangat terkejut.
Argana menoleh pada kakeknya yang masih berdiam diri, kakeknya yang tahu peristiwa itu.Dan kakeknya yang melakukan balas dendam terhadap warga desa beringin yang terlibat.Dan sekarang kakek nya sudah bertobat,Argana sangat bersyukur.
"Kakek."panggil Argana,Johan segera menoleh ke arah nya dan tersenyum lembut."Ada apa nak."sahut Johan
"Bagaimana perasaan kakek?"tanya Argana
Johan mengerenyitkan dahinya,dia bingung dengan perkataan Argana."Perasaan ku? Apa maksudmu Arga?"Johan balik bertanya
"Perasaan kakek tentang kejadian tadi,pasti kakek malu kan.Karena aku tidak jadi menikah dan aku membuat kakek malu."ucap Argana dengan nada rasa bersalah.Karena dia, keluarganya pasti menanggung malu.Hari ini seharusnya menjadi hari bahagia untuknya,namun takdir memilih hari ini menjadi hari menyakitkan baginya.
"Walaupun sebenarnya kakek sedih.Seharusnya kau berbahagia dengan pernikahan mu,namun nyatanya pernikahan mu gagal karena fakta itu."ucap Johan
"Maafkan aku kek."lirih Argana
"Ini bukan salah mu nak,andai kakek tahu siapa dia sedari awal.Dia yang menyebabkan luka di hati kita,karena dia penyebab semuanya.Jika kakek boleh jujur, sebenernya gadis itu tidak salah apa-apa.Namun,dengan dia menutupi kebenaran itu.Kakek sangat kecewa padanya,harus nya dia jujur kepada kita.Mungkin akan kakek pertimbangkan untuk hubungan kalian.
Tapi,dengan fakta tadi.Kakek dan paman mu juga mendengar semuanya.Jadi,sangat mustahil mereka mendukung mu untuk bersama gadis itu."ucap Johan mengeluarkan kata-kata yang dia pendam sedari tadi.
__ADS_1
Argana membenarkan perkataan kakek nya, kemungkinan besar sekali kakek dan paman nya merestui hubungan mereka.Dan Argana yakin,mereka tidak akan tinggal diam pada Bima.
Argana ingin sekali balas dendam kepada keluarga Bima.Tapi dia sadar,balas dendam itu tidak ada artinya.Sangat percuma dan tidak berguna.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?"tanya Johan setelah terjadi keheningan diantara mereka.
Argana menyahuti pertanyaan kakeknya."Aku tidak tahu kek."ucap Argana
"Jika kau ingin menenangkan diri,kakek akan memegang pimpinan perusahaan untuk sementara.Dan kau bisa menenangkan diri mu atau kau ingin berlibur?"tanya johan
"Aku akan memikirkan nya nanti kek."sahut Argana
*********
Bukan hanya Argana yang terluka, Yasmin pun juga.Gadis itu harus menerima kekecewaan yang mendalam.Kecewa karena Argana memutuskan hubungan mereka secara sepihak.Hanya karena bapak nya penyebab kematian orang tua Argana.Namun,dia tidak bisa menyalahkan Argana.Karena mereka hanya korban atas apa yang bapak nya lakukan.
Yasmin hanya bisa menangis dan duduk termenung di rumah nya. Ibunya sudah beberapa kali pingsan saat mengetahui fakta tentang Kematian kedua orang tua Argana.Dan bapak nya yang menjadi penyebab itu semua.Ditambah lagi pernikahan nya yang harus batal,padahal persiapan pernikahan sudah matang.
Banyak warga yang mencemooh keluarga mereka,tidak ada yang menatapnya iba.Karena perbuatan bapak nya tidak bisa dimaafkan. Bahkan keluarga besarnya ikut mencemooh dan tidak peduli pada keluarga nya.
Padahal Yasmin dan ibu serta adiknya hanya korban atas kesalahan yang bapak nya lakukan.Cukup lama Yasmin berdiam diri dan dia kepikiran dengan sang nenek.dia harus mencari neneknya dan mengatakan bahwa bapaknya ditangkap warga.
Baru saja yasmin akan mengganti pakaiannya tiba-tiba seorang wanita yang sudah lanjut usia tiba di depannya. Wanita itu tidak lain adalah sang nenek. Dia baru saja tiba karena kesibukannya, dan dia sudah berjanji akan datang hari ini.
Belum sempat Yasmin berkata,sang nenek sudah mendahului."Kenapa sepi? Dimana bapakmu dan yang lain?" Dan kenapa kau seperti habis menangis?" Pertanyaan beruntun dilontarkan oleh wanita tua itu kepada Yasmin
"Pernikahan ku batal dan bapak dibawa warga nek."ucap Yasmin dengan riasan diwajahnya yang sudah rusak
"APA."ucap wanita tua itu dengan keras,lalu dia kembali berkata."Kenapa kau batal menikah? Dan kenapa bapak mu dibawa warga?"tanya nya dengan ekspresi terkejut
"Bang Argana dan keluarganya tahu jika bapak penyebab kematian orang tua nya.Dan itu karena aku yang teledor,aku dan bapak berbicara tentang kejadian itu dikamar.Dan ada yang mendengarkan serta merekam pembicaraan kami.Lalu orang itu melaporkan nya pada bang Arga.Dan mereka mengatakan nya pada semua warga dan membatalkan pernikahan kami.Sekarang bapak dibawa warga ke balai desa."ucap Yasmin menjelaskan
Tangan nenek Yasmin mengepal,dia membatin.'Pantas saja firasat ku tidak enak.Rupa nya ini penyebabnya,pantas saja aku merasa gelisah tiap hari.Dan habis lah sudah,tapi aku tidak akan berdiam diri.Aku akan membuat mereka yang memperlakukan anak serta cucuku hidup tidak tenang.Awas saja kalian.'
"Kau tenang saja Yasmin,lebih baik kau masuk ke dalam dan kau ibu dan adikmu harus saling menguatkan.Aku akan mengurus ini semua.Kau jangan khawatir."ucap wanita itu sambil membelai kepala Yasmin yang masih memakai jilbab
"Baik nek."ucap Yasmin dengan menurut
Setelah itu,wanita tua itu meninggalkan kediaman anaknya.Dia kembali kerumahnya dan akan membuat perhitungan kepada orang yang menggangu keluarganya.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG