
Setelah para warga pulang,kini tinggallah Yasmin bersama ibu dan adiknya.Yuanika terus saja menangis,meratapi kepergian suaminya,Bima.
"Bapak,kenapa bapak secepat itu meninggalkan kami.Kenapa mereka kejam sekali!"ucap Yuanika lirih
"Bu,sudah yaa.Ikhlas kan bapak,agar dia bisa tenang di alam sana."ucap Yasmin mengusap kedua bahu ibunya dengan pelan
"Iya Bu, Sekarang kita harus fokus pada kehidupan kita sendiri.Bapak sudah tenang dialam sana bersama nenek."ucap Farisham pada sang ibu
Kedua anak Bima sedih melihat Yuanika terus-terusan Seperti itu.Mereka juga tidak bisa mengelak takdir yang tuhan berikan.Mereka hanya bisa pasrah dan ikhlas menjalani ketentuan yang tuhan berikan saat ini.
Setelah melihat puluhan kelabang tadi,mereka sebenarnya bergidik ngeri.Mungkin ini teguran dari Tuhan,atas kesalahan bapak dan nenek mereka di masa hidupnya.Dan sekarang,saat nya mereka melupakan kejadian demi kejadian itu dan menata hidup dengan baik.
"Ibu tidak rela bapak dan nenek mu diperlakukan seperti ini.Mereka tidak akan ibu biarkan hidup dengan tenang."ucap Yuanika dengan tatapan tajam ke arah pusara suami dan mertua nya
Mendengar perkataan ibunya, Yasmin dan Bima terkejut.Mereka tidak menginginkan hal seperti dahulu terjadi lagi,yaitu membalas dendam.Ini adalah hal yang mereka takutkan.Balas dendam episode kesekian kalinya,dan mereka harus menyadarkan ibunya dari niat balas dendam itu.
"Ibu....Yasmin mohon.Jangan melakukan hal buruk yang akan mengakibatkan penyesalan suatu hari nanti.Jangan biarkan api dendam membara dihati ibu."ucap Yasmin memohon
"Benar yang dikatakan kak Yasmin bu....Jangan ibu turuti kemauan hati ibu untuk balas dendam.Semua nya sudah berakhir, Farisham juga berharap pada ibu.Jangan ibu turuti bisikan setan itu Bu."ucap Farisham ikut menasehati ibunya
Yuanika menatap kepada kedua anaknya,dia mengerti maksud anaknya.Sepertinya,kedua anak nya tidak akan pernah menyetujui kemauan nya.Alangkah baik nya,dia berpura-pura saja tidak jadi melakukan hal itu.Dan dia akan melakukan balas dendam saat waktu nya tiba.
"Ibu hanya bercanda."ucap Yuanika pada mereka berdua
Yasmin dan Farisham menghela nafas lega,karena ibunya mengurungkan niatnya.Dan mereka sangat bersyukur,mereka sudah cukup lelah dengan permasalahan ini.
"Kak Yasmin,ibu.Setelah dari sini kita langsung pulang ke rumah dan mengemasi semua pakaian dan barang-barang yang penting.Kita akan pindah dari sini."ucap Farisham
"Pindah? Pindah kemana? "tanya Yuanika
"Iya Bu,kita sudah dikucilkan oleh warga desa.Apa guna nya jika kita masih tinggal disini."ucap Yasmin,lalu dia menyambung kembali perkataan nya."Lagi pula, keluarga kita sudah meninggalkan kesan buruk pada semua orang disini.Jadi,alangkah baiknya kita segera pergi meninggalkan desa ini untuk selama-lamanya."ucap Yasmin menjelaskan maksud perkataan adiknya
Pagi tadi,sebelum ayah dan neneknya dimandikan.Yasmin dan adiknya sudah berdiskusi,jika mereka akan segera pindah dari desa ini.Jika mereka tinggal didesa ini,mereka hanya akan terus mengingat kenangan buruk dan dikucilkan oleh semua orang.
"Pindah kemana?"tanya Yuanika pada kedua anak nya
"Kita akan pindah ke kota saja Bu,disana kita tidak akan diusik oleh orang banyak.Kehidupan dikota sangat berbeda dengan kehidupan didesa.Jadi, kita akan mencoba untuk menetap disana.Bagaimana?"tanya Farisham
Sebenarnya bukan ingin Farisham diam disana,tapi dia mendapatkan tawaran pekerjaan dari Takeshi dan Argana.Kedua pria itu sangat baik,terutama Argana.Walaupun ayah nya telah membuat kedua orang tua Argana tiada.Tapi pria itu tidak mendendam pada keluarganya, malah dia berbuat baik pada keluarga nya yang telah banyak menorehkan luka.Terutama ibunya,ibunya telah membuat Argana bersedih.
Dan Farisham tahu,jika kakak nya dan Argana telah mengakhiri hubungan mereka.Karena keluarga Argana tidak menyukai Yasmin, alasannya adalah karena Yasmin anak dari Bima.Memang masuk akal jika mereka membenci keluarga mereka.Jika Farisham dan keluarga nya menjadi seperti Argana.Belum tentu dia mampu berbuat baik pada orang yang telah menyebabkan orang tuanya tiada.
"Baiklah, ibu akan ikut dengan kalian saja.Mungkin ini sudah ketentuan yang tuhan berikan kepada keluarga kita."ucap Yuanika lirih,namun tidak ada yang tahu maksud dari ucapannya
Setelah itu,mereka bertiga berpamitan kepada Bima dan ibunya.Karena,mereka akan segera meninggalkan desa ini dan menetap di kota.Belum tentu mereka akan sebulan sekali pergi berziarah ke kuburan Bima dan Ibunya.
Kemudian mereka pulang ke rumah dan berberes-beres.Selesai membereskan semuanya,mobil yang akan membawa barang mereka telah datang.Semua nya sudah disiapkan Argana bersama Takeshi.Mereka hanya tinggal bersiap-siap saja.Yang datang bukan hanya mobil pengangkut barang,tapi mobil milik Argana yang dikemudikan oleh Biantara, asisten pribadinya.Biantara disuruh oleh Argana untuk menjemput Yuanika bersama anak-anaknya.
"Ini siapa?"tanya Yuanika sambil menatap Biantara
"Aku Bian,teman Farisham."ucap Biantara dan langsung menyalami tangan Yuanika.Yuanika menatap pemuda itu dengan senyum hangat.
"Maafkan kami yang telah merepotkan mu nak."ucap Yuanika
"Bibi tidak perlu sungkan kepadaku."ucap Biantara
Yasmin tahu jika pria itu adalah suruhan Argana,dia ingin protes pada adik nya karena mengikuti kemauan Argana dan Takeshi.Tapi dia tidak bisa seegois itu,dia tidak ingin membuat ibunya tinggal disini dan harus menerima celaan dari semua orang.
Setelah masuk ke dalam mobil,Biantara melajukan mobilnya.Mobil yang membawa barang-barang mereka telah melaju terlebih dahulu.
__ADS_1
Sementara itu,Argana bersama Takeshi,paman dan kedua kakeknya telah pulang pagi tadi.Mereka mempunya kesibukan yang tidak bisa ditunda.
*********
Sepuluh tahun kemudian.....
Terlihat seorang pria dewasa sedang duduk di kursi diperusahaan miliknya.Dia menghisap rokok dengan mata terpejam dan menghembuskan nya.Dia terlihat menikmati rokok milik nya itu.Dia hanya sesekali merokok,karena dia bukan pecandu rokok.
Tiba-tiba saja dia teringat kenangan-kenangan yang terjadi lebih kurang sepuluh tahun yang lalu.Baik itu kenangan terindah maupun kenangan terburuk nya.Dia masih saja teringat semua itu.Hubungan mereka harus berakhir karena permasalahan yang terjadi antara kedua orang nya dan orang tua gadis itu.Sungguh rumit sekali hubungan mereka.
Apa kabar gadis itu sekarang? Sudah kah dia menikah? Pasti dia sudah menikah dan mempunyai anak.Pria itu mengusap wajahnya pekan,mana mungkin gadis itu hidup menggadis selamanya.Seperti yang dia lakukan,hidup membujang.Padahal dia sudah berumur tiga puluh empat tahun.
"Ngayal Mulu Lo."ucap salah seorang pria yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya dengan membawa seorang bayi laki-laki yang tampan dan berusia tiga tahun.Satu orang nya lagi membawa gadis kecil berusia seumuran dengan bocah laki-laki itu.
"Iya nih,gak bosan apa biarin senjata Lo karatan."ucap pria yang menggendong gadis kecil nya dengan terkekeh
"Senjata Lo karatan."ucap gadis kecil itu meniru ucapan sang ayah,tentu saja ayah gadis itu panik.
"Sayang,jangan berkata seperti itu."ucap pria itu panik
"Kenapa?"tanya gadis itu dengan tatapan penasaran pada ayah nya
"Karena itu hanya boleh dikatakan oleh orang yang sudah dewasa.Sedangkan Merry masih kecil,nanti orang dewasa akan marah mendengarnya."ucap pria itu menjelaskan
"Ohhh." Hanya itu yang terdengar dari mulut mungil gadis kecil berwarna Merry
"Hahahaha panik kan Lo,anak Lo ngikutin kata ayahnya yang ceplas-ceplos."ucap pria yang meletakkan bayi laki-laki nya yang ingin turun
"Lo."ucap bayi laki-laki itu dengan tatapan tajam nya pada gadis kecil bernama Merry tadi
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu, Takei. hiks Daddy."ucap Merry takut dengan tatapan Takei putra Takeshi.Gadis itu menatap sendu ke arah ayahnya.
"Takei,tidak boleh menatap Merry Seperti itu.Dia jadi takut."ucap Takeshi pada putranya yang sangat menggemaskan ini
"Maafkan Takei, papa."ucap Takei,lalu dia mendekati Merry yang masih berada dalam pelukan Marcelian. "Merry,maaf."ucap Takei pelan
Merry menatap ayahnya,Marcelian tersenyum pada gadis kecilnya."Takei minta maaf tuh,gimana sayang."ucap Marcelian
Merry menatap tangan Takei yang terulur,kemudian dia menyambut uluran tangan Takei.Takei pun tersenyum saat gadis itu menerima uluran tangannya,begitu pun Merry membalas senyuman Takei yang sangat manis.Lalu mereka berdua bermain bersama dalam pengawasan Takeshi dan Marcelian.
"Cocok banget Lo berdua besanan."ucap pria yang masih sendiri itu,yang tidak lain adalah Argana.Yaa,Argana memang masih single hingga saat ini.Sangat berbeda dengan kedua sahabatnya yang sudah menikah.
Takeshi menikah dengan Alifa,anak dari Rizal Abang angkat Argana.Mereka dikarunia dua orang anak laki-laki,anak nya yang pertama sudah berusia delapan tahun.Kini putra pertama nya yang bernama Tomiro itu sudah kelas tiga SD.
Sedangkan Marcelian,dia menikah dengan Selena sekitar lima tahun yang lalu.Dan putra Selena bersama Bram tinggal bersama Marcelian dengan Selena.Butuh perjuangan lima tahun bagi Marcelian untuk menaklukkan hati Selena.Karena saat itu Selena trauma dengan yang nama nya hubungan dalam rumah tangga.Dan setelah memperjuangkan cintanya kepada Selena dengan tulus.Akhirnya kini,mereka telah hidup dengan bahagia.Marcelian sangat menyayangi putra sambung nya itu,seperti dia menyayangi putri kandungnya.
"Dih,ogah banget gua besanan sama dia."ucap Takeshi sambil menunjuk ke arah Marcelian
"Lo kira,gua mau besanan sama Lo.Tapi yaa kita enggak tahu kedepannya,siapa tahu ucapan Argana jadi kenyataan.Anak Lo menyukai anak gua sama akhirnya mereka berdua menikah hahahaha."ucap Marcelian sambil meledek sahabatnya dengan usil
"Sial."ucap Takeshi pelan yang hanya didengar oleh kedua sahabatnya,dia tidak ingin dua bocil itu mendengar ucapannya.Biasa bahaya nanti dan didengar oleh ibu mereka.
Lalu Takeshi menatap Argana dan berkata."Dan Lo,kapan Lo menikah?"
"Tahu nih Arga,karatan barang Lo nanti hahaha."ledek Marcelian
Argana hanya tersenyum menanggapi perkataan kedua sahabatnya.Lalu dia mematikan puntung rokok miliknya dan berkata."Tenang aja,punya gua gak bakal karatan kok.Punya gua masih segel dan dijamin masih berkualitas."sahut Argana menyahuti perkataan temannya
Mendengar perkataan Argana,kedua sahabatnya tertawa terbahak-bahak.Melihat ayah mereka tertawa,dua bocil yang sedang bermain itu menatap mereka heran.
__ADS_1
"Kenapa mereka tertawa seperti itu? Seperti orang yang kesurupan saja."ucap Merry pada Takei
Dahi Takei mengerenyit. "Emang,kamu pernah melihat orang yang kesurupan?"tanya Takei
"Pernah."ucap Merry
"Dimana?"tanya Takei lagi
"Televisi."sahut Merry
Takei hanya diam dan menggerutu kesal didalam hatinya.Putri Marcelian ini benar-benar mengesalkan,dan dia hanya bisa acuh saja.Lalu mereka kembali melanjutkan permainan.
"Baru kali ini gua mendengar Argana berkata seperti itu, vulgar banget gak sih,Cel?"ucap Takeshi ngakak
"Haha iya....Lo benar banget,sekali dia ngomong.Sumpah! Ngakak banget."ucap Marcelian menyahut
Setelah puas tertawa,Marcelian dan Takeshi menghentikan tawanya.
"Jangan bilang,Lo gak menikah karena belum move on dari Yasmin."ucap Takeshi
"Dan kenyataan nya memang seperti itu. Gua belum bisa melupakan dia."ucap Argana
Takeshi dan Marcelian hanya menggelengkan kepalanya,saat mereka mengetahui sahabatnya itu belum move on dari Yasmin.Percintaan mereka memang benar-benar rumit,sama seperti percintaan Marcelian.Sedangkan Takeshi, dia begitu mudah mendapatkan cinta Alifa.
"Gua gak ngomong banyak,gua harap Lo segera menemukan kebahagiaan bersama pasangan Lo nanti."ucap Takeshi
"Kenapa gak sama Shifana aja sih Lo,dia kan sekarang hidup menjanda."ucap Marcelian pada Argana
Takeshi melempar Marcelian dengan sepatu nya."Gitu amat Lo bilang sepupu gua hidup menjanda.Gak ada simpatik nya Lo sama dia,padahal dia teman Lo juga."
"Hahaha sorry bro,kan emang fakta nya dia janda.Dan gua tahu,dari dulu sampai sekarang dia masih mencintai sahabat kita ini."ucap Marcelian
"Kenapa dia bisa bercerai dengan suaminya?"tanya Argana penasaran akan kehidupan Shifana yang dia tahu memang menyukai nya dari dahulu
"Suami nya kdrt."sahut Takeshi
"Wih,jahat banget yaa suaminya itu."ucap Argana
"Sudah jadi mantan."ucap Marcelian
"Iya iya."sahut Argana
Lalu mereka kembali mengobrol dengan hal yang lain.....
___
Sementara itu,sebuah rumah sederhana dikota.Seorang wanita yang paruh baya sibuk dengan ritual nya dikamar nya.Di kamar nya penuh dengan foto-foto warga di desa nya dahulu.Dia menyantet semua orang yang menyakiti perasaan nya dan keluarga nya.
Pada deretan terakhir,dia menyimpan foto Argana.Dia tersenyum sinis pada foto Argana."Gara-gara kau dan keluarga kau,keluarga ku jadi hancur dan berantakan.Kau akan mendapat giliran seperti mereka.Kau akan merasakan kehancuran Seperti yang aku rasakan."ucap lirih
"Ibu,saat nya makan siang."ucap seorang wanita
"Tunggu ibu sebentar lagi,Yasmin."
Lalu dia meninggalkan kamar nya itu dan tersenyum pada putrinya yang sudah menikah itu.Lalu dia memeluk cucu kesayangannya.Yasmin pun tersenyum melihat ibunya yang telah bahagia, walaupun tidak bersama ayahnya lagi.
Sekarang Yasmin telah menikah dan mempunyai sepasang anak kembar, laki-laki dan perempuan.Dia cukup bahagia dengan suaminya sekarang.Walaupun dalam hatinya masih tersimpan nama Argana.Tapi,dia akan berusaha mencintai suaminya tanpa melupakan sedikit pun kenangan bersama Argana.
TAMAT
__ADS_1