
Argana dan Takeshi serta Johan masuk ke dalam mobilnya yang sama.Mobil dikemudikan oleh Argana dan membawa mereka menuju ke desa beringin.Selama sepuluh menit telah berlalu dan mereka berada dalam keheningan.Akhirnya Takeshi memecahkan keheningan diantara mereka.
"Arga,elu percaya banget sih ninggalin Selena dan Marcelian dirumah Lo.Kalau gua sih,enggak yakin
Wkwkwk."ucap Takeshi
Argana terkekeh. "Takeshi,jangan menduga yang enggak-enggak.Walaupun kelakuan Marcelian selalu aneh.Dia itu sahabat kita yang paling baik hati."ucap Argana sambil tertawa
"Benar banget yang elo bilang ,Arga."sahut Takeshi sambil terkekeh
"Kira-kira apa yaa yang mereka lakukan dirumah Lo?"tanya Takeshi
"Reuni kali."sahut Argana
"Mungkin juga sih. Kemarin Lo bilang,Selena dapat kdrt dari suaminya.Berarti,dia akan bercerai dengan suaminya."ucap Takeshi
"Mungkin."ucap Takeshi
"Gua doain Selena bercerai dengan suaminya dan dia menikah dengan Marcelian."ucap Takeshi
"Hussstt!!! Gak boleh ngomong begitu,ada anak nya yang masih butuh bapaknya."ucap Johan dari belakang ikut menyahut
Takeshi cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Tapi,kalau dia kdrt sama Selena.Kan lebih baik mereka berpisah kek."ucap Takeshi
"Sejak kapan Lo peduli urusan orang lain?"ucap Argana
"Kamu nanyeaaaa,kamu bertanyea-tanyea, ente kadang-kadang rrrrrrwhwwhwh."sahut Takeshi asal
"HAHAHHA." Argana dan Johan tertawa mendengar perkataan Takeshi
"Takeshi,sepupu kau yang koma itu apakah sudah bangun dari koma nya?"tanya Johan tiba-tiba
"Alhamdulillah sudah kek, seminggu yang lalu dia telah sadar."ucap Takeshi
"Syukurlah."ucap Johan dan Argana tetap fokus menyetir
"Sebenarnya aku kasian dengan Shifana,dia punya bokap tapi seperti gak punya bokap."ucap Takeshi sambil membayangkan adik sepupunya itu.
"Maksud kau apa nak"tanya Johan
"Sedari kecil,Om Arshaka tidak pernah menganggap kehadiran Shifana.Kasian sekali sepupu ku itu,dan sekarang dia hanya mau tinggal bersama kakek kami setelah bangun dari koma."ucap Takeshi
"Jadi, pernikahan orang tua nya terjadi karena ada nya perjodohan?"tanya Argana dan dibalas anggukan Takeshi
"Yaa,nama nya juga sistem dunia bisnis. Papa dan mama ku juga menikah karena dijodohkan.Tapi syukurlah hubungan mereka langgeng hingga saat ini.Dan semoga saja langgeng sampai akhir hayat mereka."ucap Takeshi dan diaminkan oleh Johan dan Argana.
Perjalanan yang mereka tempuh selama tiga jam cukup membosankan.Tidak terasa,akhirnya mereka melewati gerbang desa beringin.Mobil Argana melaju pelan setelah memasuki desa ini.Karena dia melihat anak-anak sedang bermain ditepi jalan.
Argana menghentikan mobilnya di dekat anak-anak yang bermain.Lalu dia membuka kaca mobilnya dan bertanya pada mereka yang telah menghentikan aksi mereka.
"Hai adek-adek....!!"sapa Argana pada mereka semua
"Ehh itu bang Arga,yuk kita kesana.Haiiii bang Arga."teriak mereka dengan semangat begitu mengetahui siapa yang menyapa mereka.Setiap kali datang ke desa ini,Argana selalu menyempatkan diri bertemu dengan mereka.
Argana keluar dari mobilnya dan menuju ke belakang mobil untuk mengambil makanan kecil ringan yang dia beli.Kemudian dia memberikan itu satu persatu pada anak-anak itu.Dan dengan senang hati anak-anak itu menerima pemberian Argana.
"Ini,kalian ambil yaa.Dan kalian bagikan kepada teman-teman kalian yang lain."ucap Argana
"Terimakasih bang Arga."ucap mereka berbarengan
__ADS_1
"Sama-sama,yasudah! Abang mau pergi dulu. Ohh yaa sebentar,apakah kalian melihat mobil yang memasuki desa ini sebelum kami datang?"tanya Argana pada mereka
Salah satu dari anak-anak itu menjawab. "Ada bang,mobil mereka berhenti didekat lapangan.Semua warga juga berkumpul disana."
"Ohh begitu yaa, terimakasih. Abang pergi dulu,daaahhh....!!!"ucap Argana memasuki mobil dan melambaikan tangannya.Lalu mobil nya perlahan berjalan menuju ke lapangan.
"Banyak banget adek lu ,Ga."ucap Takeshi
"Yaa begitulah,nasib jadi anak tunggal hehehe."sahut Argana
"Sama kek Shifana,cocok lu berdua."ucap Takeshi
"Hati Ulun kada kawa bapaling sa mudah itu."ucap Argana dengan bahasa Banjar
"Artinya apa abwaanng..??"tanya Takeshi
"Hatiku tidak bisa berpaling semudah itu."sahut Argana
"Hahaha."
*********
"BIMA , APAKAH INI BENAR-BENAR KAU?"tanya Badar dengan amarah
"Maafkan aku."ucap Bima
"BICARA YANG JELAS! "Teriak Reza
"YAA, BICARA YANG JELAS. JANGAN DIAM SAJA."
"Didalam video itu memang aku."ucap Bima
"Lalu? Tentang pengakuan mu ini?"tanya Pak kades
"KATAKAN KEPADA MEREKA YANG SEJUJURNYA."ucap Jefri penuh penekanan
"CEPAT KATAKAN."bentak Jhony,lalu dia berbisik ke telinga Bima."Atau,anak gadismu itu akan merasakan surga dunia."ucapnya pelan dan penuh ancaman
Hal itu membuat Bima menggeleng-gelengkan kepalanya,dia tidak ingin anak nya ikut terseret-seret dalam masalahnya.
"Untuk semua warga desa beringin,aku ingin mengatakan hal penting kepada kalian semua.Kalian ingat Fandi dan Arum? Tentu kalian ingat dengan peristiwa yang terjadi dua puluh empat tahun yang lalu.Malam itu,aku dan kalian para warga desa beringin mendatangi rumah Fandi.Karena pak Badar mengatakan,jika anak nya di santet oleh Fandi.
Dan kalian harus tahu,aku lah yang menghasut pak Badar bahwa Fandi lah yang menyebabkan kematian anaknya.Pak Badar pun akhirnya percaya,lalu dia emosi dan mengajak semua warga mendatangi rumah Fandi.Dan disitu lah aku ikut menghasut kalian untuk melenyapkan Fandi dan istrinya yang sedang hamil.Yaitu membakar rumah Fandi berserta istri nya."ucap Bima selesai
"Kalian dengarkan,apa yang pria ini katakan?"ucap Jefri
Sedangkan para warga,saat ini mereka sudah diliputi amarah.Apalagi salah satu dari keluarga mereka harus tewas dibunuh kuntilanak Arum.Dan gara-gara Bima lah,mereka juga ikut andil membakar Fandi dan istrinya dalam rumah.
"Kenapa kau melakukan hal itu?"tanya pak kades
Belum sempat Bima menjawab,sebuah mobil datang dan keluar lah tiga orang pria.Siapa lagi kalau bukan Argana,Johan dan Takeshi.Mereka menghampiri semua orang yang berada disana.Argana mendekati Yasmin dan menyuruh anak buah paman nya untuk melepaskan Yasmin.Awal nya mereka tidak mau,namun setelah mendapatkan isyarat dari Jefri,akhirnya mereka melepaskan Yasmin.
"Bang Arga."lirih Yasmin
"Kau tidak apa-apa kan?"tanya Argana pada Yasmin
"Aku.... bapakku bang."ucap Yasmin dengan sekuat tenaga menahan air matanya mengalir.Dia berusaha untuk tidak percaya dengan perkataan warga dan tentang video itu.Namun,setelah mendengar perkataan yang langsung keluar dari mulut ayahnya.Hal itu membuat Yasmin semakin merasa sedih,kenapa ayahnya tega sekali melakukan perbuatan itu.
Dia jadi teringat dengan mimpinya saat itu,dan kini mimpinya itu benar-benar ada rupanya.Dan ayah nya lah yang memfitnah keluarga Fandi dan Arum.
__ADS_1
"Sudah, tenanglah."ucap Argana pada Yasmin dan hanya dibalas anggukan Yasmin
Jefri yang melihat keponakannya menenangkan Yasmin merasa kesal.Harus nya , keponakan nya itu tidak usah peduli pada Yasmin.Karena Ayah nya Yasmin lah yang menjadi penyebab kematian orang tua Argana.
Dan sial nya,anak Fandi dan anak Bima terikat hubungan percintaan.Jefri dan Ibrahim sudah pernah mengatakan,jika mereka tidak akan pernah menerima kehadiran Yasmin dalam keluarga mereka.Begitu pun Johan,dia tidak ingin berbesan dengan pembunuh putrinya.
Semua orang memandang Bima dengan tatapan menghakimi.Mereka ingin sekali mencincang Bima,tapi mereka ingat hukum adat jika ada yang berbuat kesalahan.
Peraturan hukum adat didesa beringin ada dua,yaitu Dibakar atau dipenggal dilehernya.
"Saat remaja,aku satu sekolah dengan Fandi dan Arum.Aku pernah mengungkapkan perasaan ku kepada Arum,namun dia menolakku mentah-mentah.Sedangkan Fandi,dia yang mengungkapkan perasaan nya pada Arum.Saat itu pula itu langsung menerima Fandi.Dan selesai kuliah,mereka menikah.Aku cemburu melihat kebersamaan mereka dari dahulu,hingga saat Arum mengandung anak mereka.
Aku marah, aku kesal, jika aku tidak bisa memiliki nya.Maka mereka berdua tidak layak hidup.Itu sebabnya aku melakukan perbuatan ini dan hebatnya lagi,kalian mau menuruti perintah ku hahaha."ucap Bima dengan lantang
"Gara-gara perbuatan kau, keponakan ku harus merasakan kehilangan orang tua nya sejak dilahirkan."bentak Jefri pada Bima
"Anak? Jadi,selama ini Fandi dan Arum mempunya anak?"ucap para warga pria yang berada disana
"Iya, Argana adalah anak dari adikku."ucap Jefri menunjuk ke arah Argana
Sontak saja semua orang terkejut dan memandang ke arah Argana.Yasmin yang berada didekatnya pun ikut terkejut.
Jadi,selama ini orang tua bang Arga dilenyapkan semua orang dan yang memfitnah mereka adalah bapakku? Ucap Yasmin dalam hati
"Jadi kau putra Fandi?"tanya warga
Sedangkan Argana bingung harus mengatakan apa-apa dan dia hanya mengangguk kecil.
"Wah,gak nyangka yaa. Yasmin anak si tukang fitnah dan Argana anak dari korban fitnah."
"Mereka menjalin hubungan dan tidak tahu nya. Hubungan orang tua mereka menjadi rumit seperti ini."
"Bang Arga....."panggil Yasmin
Argana memejamkan matanya dan menghembuskan nafas pelan. "Iya Yasmin."sahut Argana
"Maafkan bapak yaa."ucap Yasmin, walaupun rasa nya terdengar seperti tidak tahu diri.
"Aku sedang berusaha memaafkan bapakmu,tapi paman dan dua kakek ku tidak akan tinggal diam."ucap Argana pelan
"Lalu,aku harus bagaimana bang?"tanya Yasmin
"Abang tidak tahu."sahut Argana
"HUKUM BIMA, HUKUM SAJA DIA. DIA ITU PANTAS DIHUKUM PENGGAL."teriak semua orang disana
"HUKUM BAKAR SAJA.DIA LEBIH PANTAS DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU."
"TIDAK PEDULI HUKUMAN NYA SEPERTI APA. YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG ADALAH MENGHUKUMNYA."
Lalu mereka menyeret Bima dan membawa nya ke depan balas desa.Bima hanya pasrah saat dibawa oleh Warga.Sedangkan Yasmin menatap Argana."Bang,tolong bapakku."punya gadis itu
"Maaf Yasmin,aku tidak ada hak disini.Dan mulai sekarang,kita PUTUS."ucap Argana dan meninggalkan Yasmin yang berdiri mematung.
PUTUS. Kata-kata itu yang terus terngiang-ngiang dalam pikirannya.Tidak pernah terbayang kan,jika hubungan mereka harus berakhir.
TAKDIR.
Apakah ini semua karena takdir? Lalu aku harus apa?
__ADS_1
*********
BERSAMBUNG