DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 31


__ADS_3

...***...


Hase Sensei tidak menduga, jika ia akan mendengarkan kisah yang sangat sedih dari siswanya yang bernama Hasegawa Yuuto. Sungguh sangat menyentuh hati, atas apa yang telah diceritakan oleh Yuuto.


"Apakah ibumu masih hidup?. Apakah kau mengetahui di mana keberadaan ibumu?." Hase Sensei hampir saja menangis ketika mendengarkan ucapan itu dari Yuuto. "Katakan padaku yuuto." Hase Sensei ingin mengetahui di mana keberadaan ibu dari Yuuto.


"Tidak ada gunanya aku mengatakan siapa ibuku padamu, sensei." Yuuto merasa itu sia-sia saja. "Lagi pula dia tidak akan mendengarkan apa yang aku katakan." Yuuto merasa sangat sedih mengingat fakta yang ia alami selama ini yang menyangkut ibunya.


"Kenapa kau berkata seperti itu, yuuto?. Saat ini kondisimu sedang tidak sehat. Ibumu harus mengetahui masalahmu, dan aku sangat yakin dia akan membantumu keluar dari masalah yang ada di sekolah." Hase Sensei mencoba memaksa siswanya untuk mengatakan keberadaan ibunya.


"Maaf hase sensei. Aku sama sekali tidak bisa menghubunginya lagi. Karena dia sendiri yang telah memutuskan hubungan kami. Sehingga aku hidup sendirian dalam keadaan menderita seperti ini." Yuuto benar-benar telah menceritakan apa yang ia rasakan selama ini tanpa ibu kandungnya. Ibu kandungnya yang sama sekali tidak mengakui dirinya.


"Oh, yuuto." Hase Sensei sedang berusaha untuk menahan air matanya, juga suara tangisnya agar tidak terdengar oleh mereka saat itu.


"Malang sekali nasibmu yuuto." Mikoto merasa kasihan dengan nasib yang dialami oleh Yuuto "Kau memang memiliki nasib yang sama denganku." Mikoto pun hampir saja menangis mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Yuuto.


"Dia ini pandai sekali berbicara." Dalam hati Natsume Sensei sepertinya sangat tidak terima dengan apa yang telah dikatakan oleh Yuuto.


"Kalau begitu istirahat saja. Aku yang akan menjagamu yuuto." Hase Sensei mengusap kepala Yuuto dengan lembutnya. "Percayalah padaku yuuto." Hase Sensei suku tidak dapat menahan perasaan iba yang ada di dalam hatinya saat itu.


"Terima kasih hase sensei." Yuuto hanya bisa tersenyum kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh gurunya itu.


"Um." Hase Sensei telah berusaha menahan tangisnya. "Katakan saja padaku apa masalah yang kau hadapi selama ini. Kau jangan sungkan padaku. Anggap saja aku adalah aniki mu, yuuto." Hase Sensei menangis sambil membayangkan bagaimana nasib seorang anak yang tinggal sendirian selama ini.

__ADS_1


"Jangan nangis hase sensei." Yuuto merasa tidak enak hati ketika melihat keadaan Hase Sensei yang menangisi dirinya?. "Sensei ini mudah sekali tersentuh hatinya." Yuuto hanya menghela nafasnya dengan lelahnya.


"Bagaimana aku tidak menangis yuuto. Kau memiliki kesamaan dengan adikku hase. Dan aku tidak ingin kau mengalami hai nasib yang sama dengannya." Hase Sensei saat itu teringat dengan nasib adiknya yang sangat malang. "Aku tidak ingin kau mengambil jalan yang salah dengan apa yang telah ia lakukan." Hase Sensei hanya berharap seperti itu. "Mungkin saja hase kun mendengarkan apa yang aku katakan." Ia melihat ke segala arah di ruangan itu, karena matanya tidak dapat melihat sosok adiknya.


"Aku mendengarkan ucapnya. Katakan itu padanya." Mikoto langsung merespon apa yang telah dikatakan oleh Hase Sensei.


"Hase sensei. Mikoto-kun mendengarkan ucapan sensei." Yuuto menyampaikan apa yang dikatakan oleh Mikoto untuk kakaknya?.


"Sudah aku duga." Balas Hase Sensei sambil menghapus air matanya.


Deg!.


Sedangkan Natsume Sensei sangat terkejut mendengarkan ucapan itu. "Sial!. Aku lupa jika yuuto sedang bersama mikoto hase yang sama sekali tidak aku ketahui keberadaannya." Dalam hati Natsume Sensei mengutuk sikap lupanya tentang itu.


...***...


Pukul 8.30.


Saat itu Masamune Sensei masuk ke kelas 3A. Masamune Sensei adalah guru kesenian?. Bagaimana mungkin seorang guru kesenian bisa masuk ke kelas 3A?. Padahal saat itu tidak ada pelajaran kesenian, dan walaupun ada?. Biasanya mereka akan pergi ke ruang kesenian saat itu juga. Tentunya itu membuat mereka semua bertanya-tanya, apa yang membuat Masamune Sensei masuk hari itu?.


"Hari ini hase sensei tidak masuk, karena ada urusan yang sangat penting. Jadi aku yang akan menggantikannya." Masamune Sensei mejelaskan alasan kenapa ia masuk ke kelas 3A?.


"Baik pak." Balas mereka semua.

__ADS_1


"Kalau begitu aku langsung saja memberikan kalian latihan. Hase sensei hanya berpesan seperti itu padaku." Karena dimintai tolong, jadi ia hanya melakukan apa yang diminta Hase Sensei saja.


"Baik pak." Kembali mereka berucap seperti itu.


Tanpa meminta penjelasan yang lebih banyak lagi, mereka semua hanya menuruti apa yang telah dikatakan oleh Masamune Sensei.


Akan tetapi saat itu, Umihara dan teman-temannya yang memiliki rencana lain dalam masalah yang telah terjadi?.


"Sepertinya ada masalah yang terjadi." Bisik Umihara pada ketiga temannya. "Sehingga hase sensei tidak masuk." Lanjutnya lagi. Ketiga temannya celingak-celinguk melihat sekelilingnya. Karena rencana mereka tidak boleh sampai bocor?.


"Ya, kau benar. Apalagi hasegawa yuuto, tidak masuk hari ini." Yousuke malah memikirkan hubungan dan alasan kenapa Yuuto dan Hase Sensei tidak masuk hari ini. "Sepertinya hari ini kita harus menunda rencana kita kembali." Yousuke sebenarnya sangat jengkel dengan itu.


"Sial!. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia tidak datang ke sekolah hari ini?. Tidak mungkin dia mengetahui apa yang telah kita rencanakan." Matsumoto sangat kesal memikirkan itu. "Berani sekali dia tidak datang hari ini." Ia sangat ingin membunuh Yuuto saat itu juga. Namun ia belum bisa melakukan itu.


"Tenanglah sedikit." Izaki melihat kemarahan yang dirasakan oleh teman-temannya. "Jangan sampai terburu-buru. Aku takutnya rencana kita akan gagal karena dia dibantu oleh dengan kekuatan yang sangat tidak biasa." Izaki memberikan peringatan pada mereka. "Bukankah telah tersebar berita bahwa dia adalah iblis yang membawa kutukan?. Jadi kita benar-benar harus berhati-hati padanya." Lanjutnya lagi. Ia hanya ingin rencana yang telah mereka buat, malah gagal karena sikap tidak sabaran mereka.


"Baiklah kalau begitu, kita harus mencari tahu alasan kenapa dia tidak masuk hari ini." Umihara hanya menuruti apa yang telah dikatakan oleh Izaki. "Kita juga tidak bisa menunda rencana kita terlalu lama." Ia juga mengingatkan pada mereka agar tidak terlalu lama menunda rencana itu.


"Kita harus mengetahui di mana rumahnya. Setelah itu baru kita susun rencana kita dengan sangat matang." Yousuke juga sepertinya tidak sabaran.


Saat itu mereka hanya sedang menunggu waktu yang tepat saja untuk bergerak. Mereka memang sangat benci pada Hasegawa Yuuto yang telah membunuh teman-teman mereka. Karena itulah persiapan yang mereka lakukan harus matang. Bagaimana itu terjadi?.


...***...

__ADS_1


__ADS_2