
...***...
Pukul 04 dini hari
Di kediaman Natsume Sensei, atau nama aslinya Hikaru Natsume, muda dan masih memiliki jiwa semangat muda. Namun sepertinya hari ini ia tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun. Pikirannya masih kacau setelah menyaksikan apa dilakukan oleh Yuuto waktu itu, sangat sadis dan tanpa pri-kemanusiaan.
Pikirannya menjadi kacau karena saking mirisnya pemandangan itu baginya. "Kenapa kau melakukan itu Yuuto" tubuhnya seakan menggigil ketakutan, merasakan ngeri yang belum pernah ia rasakan
Sejak hari itu, ia jadi kurang tidur karena selalu teringat kejadian itu. Namun ia belum juga mengambil tindakan untuk menghentikan Yuuto melakukan lebih jauh lagi
Tanpa sengaja ia melihat berita di tv yang ia nyalakan di kamarnya. Berita tentang kematian seseorang, dan matanya menangkap Poto juga nama korban
Karena pikirannya masih kacau ia membiarkan masalah itu, yang pasti ia saat ini harus mengendalikan dirinya dan mencari cara untuk menghentikan Yuuto.
Keesokan harinya, tepat pukul 7.45 Yuuto baru saja memasuki gerbang sekolah. Namun langkahnya terhenti saat melihat Natsume Sensei dengan penampilan pucat karena begadang.
"Ohayou Natsume Sensei" Yuuto menyapa Natsume Sensei seperti siswa lainnya dengan senyuman ramah.
"Ne Yuuto, kau janjikan? Tidak akan melakukannya lagi" Natsume Sensei mengabaikan sapaan Yuuto, tatapannya serius seakan ia mengintrogasi Yuuto di pagi hari
"Kenapa anda begitu peduli Sensei, bukankah anda yang mengatakan pada saya saat pertama kali masuk agar berpura-pura tidak mengenali anda?" senyum Yuuto begitu pahit mengingat perlakuan Natsume padanya.
"Maafkan aku,,,," ucapan Natsume Sensei terpotong karena sanggahan dari Yuuto
"Maaf tidak akan mengembalikan apa-apa, Sensei, bahkan hatiku yang terlanjur hancurpun tidak akan bisa memaafkan apa yang terjadi selama aku hidup" Yuuto tidak ingin berdebar atau mendengar nasihat Natsume Sensei, cukup baginya rasa sakit itu dialaminya, dari dulu rasa sakit itu tumbuh.
"Jika Sensei menghalangi, jangan salahkan aku,,, kalau kau juga jadi tergetku yang berikutnya" tatapan Yuuto begitu tajam dan menusuk, ia tidak memperdulikan siapa Natsume Sensei baginya
__ADS_1
Yuuto melanjutkan langkahnya, tentunya bersama Mikoto yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa.
"Karena Sensei juga salah satu orang yang membuatku menderita dari dulu hingga sekarang" bisiknya tepat ditelinga Natsume Sensei, membuat gurunya terkejut
Natsume Sensei terdiam ditempat, ia seakan kehilangan kata-kata, apakah ucapan Yuuto serius? Apakah ia juga menjadi target berikutnya?
"Yuuto, kau sudah jatuh terlalu dalam" ada perasaan menyesal dalam hidupnya, dan perasaan menyesal itu bertambah setelah melihat apa yang dilakukan oleh Yuuto tepat di depan matanya.
"Ini juga karena kesalahanku, maafkan aku Yuuto" Natsume Sensei melangkah gontai menuju ruang kesehatan, dan ia tidak menyadari jika percakapannya bersama Yuuto tadi didengar oleh Hase Sensei.
"Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Yuuto, jangan bilang" Hase Sensei antara tidak percaya jika itu yang terjadi, tapi ia harus tau yang sebenarnya. Hase Sensei bergegas mengejar Natsume Sensei, dan ia ingin tau kebenaran yang tersembunyi antara Yuuto dengan Natsume.
Di sisi lain
Kesedihan sedang melanda Nakisa, karena pacarnya Yukihira meninggal dengan keadaan yang mengenaskan. Kematiannya Yukihira seperti janji Mikoto Hase.
"Tenanglah Nakisa san, kita semua juga diancam oleh Mikoto" Tsuruhima mencoba menenangkan Nakisa yang sedang berkabung atas kematian calon tunangannya.
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG JIKA YUKIHIRA PERGI MENINGGAL KAN AKU SEBELUM KAMI MENIKAH" suara tangis dan teriakannya menjadi satu hingga siapa saja yang mendengarnya merasa pilu. Orang yang kita cintai meninggalkan kita dengan cara yang tidak wajar.
Tsuruhima memeluk erat sahabatnya itu, ia tau jika temannya ini dalam keadaan berduka. "Maafkan aku Nakisa san, ayo kita cari solusinya bersama, aku, kau juga Kentaro akan menemui Natsume Sensei, mungkin kita tau apa yang harus dilakukan untuk menghentikan Mikoto meneror kita" setidaknya ia berharap kata-kata itu dapat menenangkan Nakisa meski tidak dapat mengembalikan nyawa yang hilang.
"Um, kita harus menemuinya hari ini juga" Nakisa menyetujui saran dari Tsuruhima, sebab ia juga tidak mau jadi korban selanjutnya.
Mereka hanya berharap Mikoto tidak lagi meneror mereka, itu hanyalah masa lalu, tapi kenapa Mikoto yang sudah mati masih mengingatnya?.
Di sisi lain
__ADS_1
Saat jam istirahat
Seperti biasa Yuuto menyendiri di atas gedung sekolah dengan mengobrol santai bersama Mikoto.
"Semalam itu memang membuatku berdebar-debar, Mikoto Kun" Yuuto merasakan sensasi membunuh seseorang dengan sadisnya. Sensasi yang belum pernah ia rasakan bahkan ketika membunuh teman sekelas.
'souka, aku juga' Mikoto tersenyum lebar menatap Yuuto yang mulai berekspresi cerah, ia seperti kebanyak siswa lainnya yang menjalani kehidupan normalnya tanpa beban
"Ne Mikoto Kun, apa si Yukihira itu orang yang sempat aku lihat dalam ingatanmu ketika pertama kali merasuki ku ya?" samar-samar Yuuto mengingat wajah orang menjadi target balas dendam Mikoto
'ya, kau benar, dia melakukan hal yang sama dengan temanmu yang pertama itu, sangat kejam' Mikoto seakan enggan mengingatnya, tapi Yuuto dapat merasakan perasaannya, jadi tidak ada yang perlu disembunyikan lagi dari Yuuto
"Lalu bagaimana dengan yang lainnya" Yuuto jadi penasaran dengan apa yang terjadi di masa lalu Mikoto, seberapa berat tekanan hidupnya hingga ia memutuskan bunuh diri
"Hampir sama denganmu, tapi aku harap jangan sampai terjadi padamu, yuuto. Jadi aku harap kau lebih berhati-hati lagi." Ada kesedihan dari tatapan matanya, seakan ia tidak ingin Yuuto mengalami hal yang sama dengan dirinya
"Umm, asalkan kau bersamaku, aku rasa itu tidak akan terjadi." Yuuto tau itu, rasa sakit itu sampai menusuk ulu hatinya yang terdalam hingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Pukul 13.30 sesuai dengan janji Nakisa, Tsuruhima, dan Kentaro menemui Natsume Sensei. Mereka mendiskusikan masalah yang terjadi pada Yukihira, dan mereka ingin tau apakah ada kejadian aneh pada sekolah ini selama 5 tahun setelah kepergian Mikoto Hase.
Saat ini mereka berada di ruang kesehatan, karena di sana ruangan pribadi Natsume Sensei.
"Apa?!. Yukihira tamaki meninggal karena teror mikoto hase?!." Natsume Sensei tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh mantan muridnya ini. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal lima tahun yang lalu bisa menebar teror?
"Kami menyaksikannya sendiri Sensei, beberapa hari yang lalu kami bertemu dengannya, dan ini." Tsuruhima mengambil selembar foto dari dompetnya, ia sempat memotret Mikoto Hase yang lain?.
Aneh?.
__ADS_1
...***...