
...***...
Saat itu Natsume Sensei dan Hase Sensei masih berada di sekolah. Meskipun sudah larut malam, namun keduanya masih berada di sekolah. Setelah mendengarkan pengakuan langsung dari Yuuto mengenai apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Apa yang harus kita lakukan hase sensei?. Kita tidak mungkin membiarkan yuuto melakukan itu, kan?. Apalagi saat ini adikmu mikoto hase terlibat dalam masalah ini." Natsume Sensei sungguh tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi.
"Aku sudah memikirkannya natsume sensei. Aku sama sekali tidak menduga, jika hase yang telah meninggal lima tahun yang lalu malah gentayangan seperti itu. Bahkan ia terlibat dalam masalah yang tidak masuk akal ini." Sungguh ia tidak menduga akan terjadi seperti itu. "Aku sendiri rasanya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi dan apa yang telah dilakukan oleh hasegawa yuuto. Rasanya tidak mungkin dia melakukan itu." Ia masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi?. Dalam pikirannya tidak bisa menerima jika Yuuto memang telah melakukan sebuah kejahatan yang sangat besar. "Membunuh?. Apakah seorang siswa sma telah memiliki mental seorang pembunuh?. Apa lagi ia melakukan itu dengan bantuan hal yang sangat gaib." Kepalanya terasa sangat sakit ketika membayangkan itu semua. Apakah ia telah salah dalam menilai seseorang, sehingga orang itu memiliki pribadi yang sangat berbeda dari apa yang ia lihat?.
"Aku rasa satu-satunya cara adalah menghentikannya." Natsume Sensei mencoba menenangkan dirinya yang masih gelisah. "Aku tidak akan membiarkan yuuto terus-menerus melakukan kejahatannya. Tapi kita tidak bisa memberitahukan masalah ini pada kepala sekolah. Yuuto akan dikeluarkan jika kepala sekolah mengetahui kejadian ini." Perasaannya pada saat itu benar-benar sangat bercampur aduk, sehingga ia tidak dapat lagi memikirkan apa yang harusnya ia lakukan pada saat itu.
"Kita benar-benar harus memikirkan cara yang lebih baik untuk menghentikan semua ini." Hase Sensei juga tidak ingin adiknya yang gentayangan itu melakukan kejahatan melalui tubuh Yuuto. "Jangan sampai mereka melakukan kejahatan hanya karena balas dendam dan sakit hati yang mereka rasakan." Hanya itu yang bisa ia katakan pada saat itu.
__ADS_1
Akan tetapi yang menjadi masalahnya adalah, mereka telah mengetahui jika memang Yuuto yang telah melakukan itu. Sayangnya mereka masih belum bisa bertindak sama sekali, karena secara fisik mereka belum bisa membuktikan kejadian itu. Suasana hati mereka pada saat itu benar-benar sangat bimbang dengan apa yang terjadi. Apakah yang akan mereka lakukan setelah itu untuk menghentikan tindakan kejahatan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.
...***...
Sementara itu Hasegawa Yuuto dan Mikoto Hase saat itu mereka baru saja sampai di rumah, mereka yang baru. Mereka berdua langsung menuju kamar untuk beristirahat.
"Yuuto. Apakah tidak apa-apa?. Kau memberitahukan kepada mereka tentang apa yang telah kau lakukan selama ini?." Mikoto memastikan sekali lagi apakah yang dikatakan Yuuto itu adalah hal yang benar atau tidak. Mikoto duduk di kursi meja belajar yang tidak jauh dari tempat tidur. Sedangkan Yuuto duduk di tempat tidur dengan santainya.
"Apakah kamu mencoba menikmati sebuah permainan yang telah kau ciptakan itu?. Yuuto?." Meskipun ia mengerti bagaimana perasaan Yuuto, tapi pada saat itu wa dapat merasakan perasaan lain yang berbeda dari yang sebelumnya. "Katakan padaku agar aku dapat mendengarkannya dengan jelas." Mikoto dapat melihat bagaimana raut wajah Yuuto yang sangat berbeda dari yang sebelumnya. Senyumannya itu sangat berbeda, seperti seseorang yang sedang menikmati sebuah permainan yang sangat menyenangkan baginya.
"Pada umumnya orang atau seseorang akan membantah, jika dirinya telah terciduk melakukan kesalahan. Akan tetapi pada saat itu ia tidak mau mengakui perbuatannya, sehingga guru-guru akan bersemangat untuk membongkar kan aibnya. Mereka mencoba mencari tahu ke segala sumber Di mana letak kesalahan kita, dan mereka akan bekerja sama untuk membuat kita semakin bersalah dengan orang-orang yang telah membenci kita." Yuuto seperti melihat sebuah alur cerita yang sangat membosankan baginya. "Hingga pada akhirnya kita yang akan kalah karena ketahuan telah melakukan kejahatan. Akan tetapi aku tidak mau itu terjadi hanya karena mereka mencoba mencari tahu apakah kita benar-benar terlibat dalam masalah itu atau tidak." Ucapnya dengan perasaan yang sangat kesal. "Tentunya Aku tidak ingin balas dendam kita berhenti di tengah jalan, Aku ingin membunuh mereka semua sebelum pada masanya." Suasana hatinya pada saat itu tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah kebencian yang sangat mendalam. "Dengan memberitahu mereka dengan apa yang telah aku lakukan, itu artinya mereka mencari tahu bagaimana cara menghentikan aku. Itu lebih menyenangkan daripada mereka mencari tahu apakah aku benar-benar melakukan kejahatan atau tidak." Saat itu Yuuto tersenyum lebar untuk yang pertama kalinya.
__ADS_1
"Kau ini ya?. Yuuto." Mikoto Hase tertegun mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh temannya itu?. "Kau memang sangat melakonis yuuto!. Ahaha!." Mikoto Hase tertawa dengan sangat keras, entah kenapa pada saat itu ia merasakan hal yang sangat luar biasa. Sensasi yang sangat luar biasa yang ia rasakan dari si pemilik kontrak gaib itu.
"Kau terlalu keras tertawa mikoto kun." Yuuto tidak Tidak menduga bahwa ia akan mendengarkan Mikoto akan tertawa seperti itu.
"Aku hanya tidak menyangka saja, ternyata keputusanku untuk memilihmu menjadi wadah basundanku itu sangat tepat. Kau lebih bersemangat dari apa yang aku duga selama ini." Itulah yang dirasakan oleh Mikoto tentang Hasegawa Yuuto. "Hampir tiga tahun bagiku untuk dapat bisa mendekatimu. Rasanya aku sangat berterima kasih kepada kakakku yang saat itu telah memberikan seragamku padamu. Dengan begitu kita benar-benar sangat terhubung, dan bahkan kita telah menjalin kontrak yang sangat luar biasa." Mikoto tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya saat itu.
"Mungkin itu adalah takdir yang kita hadapi bersama-sama. Takdir tenggelam dalam kegelapan." Yuuto juga merasakan itu. "Kalau begitu mari kita nikmati balas dendam yang membara ini, dengan lebih bersemangat lagi." Yuuto semakin menunjukkan ekspresi di hatinya.
"Ya, tentu saja." Mikoto juga merasa lebih bersemangat. "Aku akan membalas mereka semua." Lanjutnya lagi.
Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Balas dendam yang sangat membara. Simak terus ceritanya ya.
__ADS_1
...*** ...