
Sejak masuk ke dalam mobil,Johan tidak mengatakan apapun.Dia terus memejamkan matanya,namun pikiran terus berkelana.Sedangkan Arum,dia ingin sekali berbicara kepada ayahnya.Namun dia merasa takut jika salah berkata.Maka dari itu,dia hanya bisa diam saja.
Setelah memarkirkan mobil,Johan langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah.Johan masuk ke dalam kamarnya dan membuka baju,kemudian dia mandi.Sejuk nya air tidak mampu meredam amarah dihatinya.Dan kekecewaannya tidak mampu dia ungkapkan.
Karena rasa nya teramat menyakitkan.Bagaimana tidak,putri yang dia rawat sejak kecil tega melempar kotoran ke wajahnya.Sungguh,dia tidak habis pikir.
"Arum,kenapa kau lakukan ini nak.....!!! Apa salah ayah,hingga kau tega menghancurkan perasaan ayah!"lirih Johan
Setelah puas dengan menangis,Johan menyudahi kegiatannya.Lalu dia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dari pinggang ke bawah.Johan mengambil rokoknya dan mengambil korek api,kemudian menyalakan nya.Johan menghisap rokok itu dan menghembuskan nya dengan kuat.
Pikiran nya terus menerawang jauh ke depan.
Akan kah dia bisa bahagia tanpa Arum disisi nya nanti? Bisakah Arum menjalani kehidupan bersama pemuda itu nanti?
Itulah pertanyaan yang muncul di otak Johan dan semua itu terasa mengganggunya.Setelah rokok yang di hisap nya tadi habis,dia segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar.Dia menuju ke dapur dan meminta bibi menyiapkan makanan.Bibi pun dengan cepat mengerjakan perintah dari tuannya.
Makanan sudah terhidang kan,dan perut Johan sudah sangat lapar.Sebelum masuk ke pesawat tadi,Johan hanya makan roti saja.
"Panggil Arum untuk makan bersama,Bi."ucap Johan
"Baik tuan."sahut Bibi,dan segera menuju ke kamar Arum
*********
Sedangkan Arum,dia berjalan dengan lesu menuju ke kamarnya.Arum pun masuk ke dalam kamar mandi dan membiarkan air membasahi tubuhnya.Sisa-sisa percintaan malam tadi masih terasa.Namun,bukan itu yang dia pikirkan.Tapi,dia terus memikirkan perkataan ayahnya tadi.
"Baiklah. Kalian bisa menikah,namun Arum harus keluar dari rumahku.Apakah kau menyanggupi syarat dariku?"ucap Johan
"Ayah.....aku....!!"ucapan Arum terhenti saat Johan mengangkat sebelah tangannya
Tanpa berpikir panjang,Fandi langsung menyahut dengan percaya diri."Aku menyanggupi syarat Om. Aku akan membawa Arum pergi bersama ku setelah menikah."
Apakah dia akan keluar dari rumah untuk selama-lamanya setelah ini? Dan apakah ayahnya benar-benar serius dengan perkataan nya? Arum ingin sekali menanyakan itu semua,namun lagi-lagi dia takut untuk bertanya dan menemui ayahnya.
Bagi Arum,ayah nya adalah sosok yang penyayang.Dan selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya untuknya.Karena sedari kecil dia tidak memiliki ibu lagi,maka ayah nya lah yang berperan sekaligus sebagai ayah dan ibu.Itu bukan lah hal yang mudah,tidak semua orang bisa melakukannya.
Tapi ayahnya,Arum pun terkagum-kagum dengan ayahnya.Dan ayahnya adalah tipikal sosok idaman.Arum pun sedari kecil bercita-cita,jika dia ingin sekali punya suami seperti ayah nya suatu hari nanti.
Namun kini Arum sadar,dia telah menyia-nyiakan kepercayaan ayahnya.
TES.
Air mata pun jatuh,Arum pun tak kuat lagi menahan sesak di dada nya.Kesalahan ini terlalu fatal,dia pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
__ADS_1
TOK TOK.
"Non Arum,tuan memanggil untuk segera makan bersama sekarang."ucap Bibi
Arum mendengar perkataan bibi dan dia segera menyahut."Baiklah,aku akan segera turun sepuluh menit lagi.Katakan saja kepada ayah,untuk segera makan duluan jika dia sudah lapar."
"Baik non."ucap bibi dan meninggalkan Arum yang sudah menyelesaikan mandinya.Dia pun segera memakai pakaiannya dan merias sedikit wajahnya.Serta memakaikan Foundation ke lehernya yang penuh dengan kiss dari Fandi.
Setelah itu dia keluar dari kamar nya dan menuju ke dapur.Disana ayah nya sedang sibuk dengan ponselnya dan dia duduk menghadapi makanan.
"Ayah."panggil Arum
Johan mendongak dan meletakkan ponselnya,lalu dia merunduk."Mari kita makan."ucapnya datar
"Ayah,aku ingin....." Belum sempat Arum menyelesaikan perkataannya,Johan langsung berkata."Makan dulu."
Arum pun dengan terpaksa mendudukkan pantatnya ke kursi yang telah disediakan.Kemudian dia juga makan,namun selera nya telah hilang sejak kejadian pagi tadi.
Diam-diam Johan mencuri pandang kepada putrinya.Dia sebenernya tidak selera makan,namun dia merasa sangat lapar dan harus makan bersama putrinya.Johan bingung dengan dirinya sendiri,dia ingin sekali berbicara dengan Arum Seperti dahulu.Namun sekarang terasa canggung.Tanpa pikir panjang,dia kembali melanjutkan makan nya.
*********
Setelah pulang dari cafe tadi,Fandi pun langsung masuk ke dalam kos-kosan nya.Hari ini dia tidak bisa bekerja dan tidak sempat meminta izin.Entah bagaimana,itu akan dia pikirkan nanti saja.Yang harus dia pikirkan sekarang adalah menunggu hari dimana dia akan menikahi Arum.
Setelah mandi dan membeli makan siang,Fandi hanya duduk uring-uringan di kamar kost nya.Dia tidak sadar jika Faisal sudah pulang dari kerja.Berulang kali Faisal memanggilnya,namun dia tidak mendengar.
"Fandi, Fandi , Woiiiii.......Fandiiii.....!!!"teriak Faisal dengan keras
"Ehh apa-apa!!"ucap Fandi kaget dan tersentak dari lamunannya.Lalu dia melihat Faisal yang sudah ada didekatnya."Ehh,sejak kapan kau pulang Faisal?"tanya Fandi
"Sejak tahun kemarin."sahut Faisal judes
"Yaelah! Aku nanya serius ahahah."ucap Fandi sambil tertawa
"Lagian,lagi mikirin apa sih? Sampai-sampai tidak mendengar panggilan ku. Dan Kemana kau malam tadi,hingga baru pulang? Untung saja kau mendapat izin libur dari Bu Sofia. Kalau tidak,pasti kau kena sanksi karena libur."ucap Faisal panjang lebar
"Banyak sekali pertanyaan mu? Ehh beneran Bu Sofia kasih aku izin?"tanya Fandi dan dibalas anggukan Faisal
"Syukurlah. Sebenarnya malam tadi hingga tadi siang aku berada di sebuah cafe.Jadi begini ceritanya......!!!"ucap Fandi,lalu mengalir lah ceritanya.Sambil mendengarkan cerita Fandi, Faisal hanya menggeleng dan tidak habis pikir."Begitulah ceritanya."ucap Fandi sambil menghela nafas
"Wah,parah bener kau ini Fan. Ayah mana yang tidak sakit hati jika anak semata wayangnya memberontak darinya.Apalagi melakukan perbuatan seperti itu,yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.Dan kalian berdua melakukan nya."ucap Faisal,kemudian Faisal melanjutkan perkataannya."Ehh tunggu sebentar,katamu tadi.Kau melihat Arum mabuk dan berkelakuan aneh.Apakah dia merasa kek kepanasan begitu?"tanya Faisal
"Lho,kok kau tahu? Yaa memang seperti itu,dia merasa kepanasan dan tingkah nya membuat ku bergairah.Astaga mulut ini!"ucap Fandi sambil menepuk pelan mulutnya.Sedangkan Faisal hanya cengengesan mendengar ucapan Fandi.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan Arum diberi obat perangsang?"tanya Faisal tiba-tiba
"Apa iya sih? Siapa yang melakukannya? Kalau aku jelas tidak akan melakukan hal itu."ucap Fandi cepat
"Pasti Bu Sofia. Kan dia pernah berkata kepada kalian,jika dia akan membantu kalian bersatu.Kau ingat apa yang dia bisikin saat itu?"tanya Faisal lagi
Fandi mengangguk."Dia pernah bilang,jika dia akan membantu.Kata nya,dengan cara melakukan hubungan seperti itu,maka kami akan segera menikah dan ayah nya Arum merestui hubungan kami."ucap Fandi lesu
Habislah sudah,ternyata ini semua sudah direncanakan oleh Sofia.Hanya untuk menyatukan mereka berdua.
"Pantas saja dia mau memasukkan kita ke perusahaan nya,ternyata ada rencana lain."ucap Faisal gusar
"Tapi nasi sudah menjadi bubur,apa yang sudah terjadi tidak bisa kembali seperti semula."ucap Fandi
"Benar Fan, apa yang akan kau lakukan setelah ini?"tanya Fandi
"Aku akan segera menikahi Arum, dan ayah nya berkata.Aku boleh menikahi Arum,tapi aku harus membawa nya pergi dan keluar dari rumahnya untuk selama-lamanya."
"Gila! Ayah nya tega sekali melakukan hal itu,anak sendiri di usir."gerutu Faisal
"Mau gimana lagi, mungkin dia terlanjur kecewa."
"Tapi tidak begitu juga caranya,masih banyak cara lain."
"Pemikiran setiap orang itu kan berbeda-beda."
"Tapi enggak begitu juga,tapi entahlah."
"Kau sudah makan?"tanya Fandi
"Belum."
"Cepat mandi sana,entar aku siapkan makanan."
"Baiklah,raja akan mandi dulu."
"Iya,Raja monyet."
"Sialan!"
"Dah,sana mandi."usir Fandi, lalu dia beranjak dari tempatnya dan menyiapkan makanan untuk sahabat nya
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG